IHSG Anjlok ke Level 7.500 Imbas Penilaian Terbaru S&P Global dan MSCI

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia anjlok ke level 7.500 pada sesi I perdagangan hari ini, Kamis (16/4/2026), imbas penilaian terbaru S&P Global Ratings dan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,52% atau 39,75 poin ke level 7.663. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,36% atau 2,74 poin ke posisi 762,69.

Meski demikian, pergerakan IHSG berbalik arah ke zona merah menjelang akhir sesi I perdagangan saham, hingga akhirnya ditutup melemah 0,36% atau 27,48 poin ke level 7.596.

Selama 3 jam perdagangan saham yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.705, dan level terendah di 7.578.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 330 saham turun harga, 319 saham naik harga, dan 167 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 25,521 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.671.483 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp10,768 triliun.

Sentimen negatif bagi IHSG datang dari penilaian terbaru S&P Global dan MSCI terhadap kondisi ekonomi dan investasi Indonesia, di tengah ketidakpastian global, terutama konflik Timur Tengah.

S&P Global Ratings menyatakan peringkat global Indonesia paling rentan di antara negara Asia Tenggara, dalam menghadapi dinamika konflik Timur Tengah.

Dalam laporan terbaru yang dirilis Selasa (14/4/2026), S&P Global menyebut kualitas kredit negara dengan basis peringkat yang tipis dapat turun lebih dalam, di tengah skenario gangguan pasar energi yang lebih panjang.

Perusahaan pemeringkat kredit global yang berpusat di Amerika Serikat (AS) ini, bahkan secara khusus menyebut peringkat sovereign Indonesia semakin rentan jika konflik di Iran terus berlanjut.

Indonesia saat ini menyandang peringkat “BBB/Stable/A-2” dari S&P Global. Peringkat ini mencerminkan bahwa sebuah negara atau perusahaan memiliki kemampuan untuk membayar utang, namun rentan jika kondisi ekonomi memburuk.

“Ada tiga faktor potensial yang akan dihadapi oleh Indonesia, jika situasi global tak kunjung membaik, menurut S&P. Ketiganya termasuk pembengkakan belanja negara untuk sektor energi, terbatasnya pembayaran bunga utang negara, dan pelebaran defisit akibat lonjakan impor minyak,” demikian pernyataan S&P Global, dikutip Kamis (16/4/2026).

Sementara SMCI mempertahankan posisi Indonesia di kategori Emerging Market, namun mengurangi bobot investasi secara agregat. Hal ini menunjukkan masuknya dana asing ke Indonesia makin menipis.

Hal itu, membuat IHSG yang sempat menguat di awal perdagangan karena sentimen positif turunnya harga minyak dan indeks dolar AS, tak mampu bertahan di zona hijau.

‘Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham-saham pertambangan, dan saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yang sudah mengalami kenaikan harga signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Harga saham BRPT terpantau terpangkas 4,20% atau Rp100 menjadi Rp2.280 per lembar, sedangkan harga saham BREN terkoreksi 3,88% atau Rp250 menjadi Rp6.200 per lembar.

Sementara saham-saham sektor pertambangan yang turun cukup besar, antara lain PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Harga saham INCO terpantau turun sebesar 2,21% atau Rp150 menjadi Rp6.650 per lembar, sedangkan saham PTBA terkoreksi 1,03% atau Rp30 menjadi Rp2.870 per lembar.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak nfluktuatof dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level support 7.580 hingga level resistance 7.710. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

The Fed: Konflik Timur Tengah Picu Masalah bagi Perusahaan AS

BRIEF.Id - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal...

S&P Global: Peringkat Kredit Indonesia Rentan Konflik Timur Tengah

BRIEF.ID - S&P Global Ratings menyatakan peringkat kredit global...

Rupiah Menguat Seiring Dolar AS dan Harga Minyak Dunia Turun

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat seiring penurunan...

Harga Emas Antam Turun Tipis, Investor Wait and See Perundingan Damai AS-Iran

BRIEF.Id - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...