All Posts By

Siti Munawaroh

News

Di Era Jokowi, RI Ambil Alih Kendali Udara Natuna dari Singapura

January 25, 2022

Jakarta, 25 Januari 2022- Presiden Joko Widodo mengumumkan resmi mengambil alih ruang kendali udara atau flight information region (FIR) di Kepulauan Riau, termasuk Natuna melalui perjanjian kesepakatan bersama dengan Singapura.

Menurut Presiden Jokowi, dengan ditandatanganinya Perjanjian FIR, maka ruang lingkup FIR Jakarta akan melingkupi seluruh wilayah udara teritorial Indonesia, terutama di perairan sekitar Kepulauan Riau dan Kepulauan Natuna.

“Ke depan, diharapkan kerja sama penegakkan hukum, keselamatan penerbangan, dan pertahanan keamanan kedua negara dapat terus diperkuat berdasarkan prinsip saling menguntungkan,” ungkap Presiden Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers bersama PM Singapura di Ruang Salon and Library, The Sanchaya Resort Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, pada Selasa, 25 Januari 2022.

Sebelumnya, FIR di Kepulauan Riau dan Bintan dikuasai oleh Singapura, sehingga jika ingin melintasi wilayah udara tersebut harus melalui izin Singapura.

Selain perjanjian FIR, dalam pertemuan di Bintan hari ini, Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong juga menandatangani kesepakatan terkait Perjanjian Ekstradisi dan Pernyataan Bersama Menteri Pertahanan kedua negara tentang komitmen untuk memberlakukan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan.

“Untuk Perjanjian Ekstradisi, dalam perjanjian yang baru ini, masa retroaktif diperpanjang dari semula 15 tahun menjadi 18 tahun sesuai dengan Pasal 78 KUHP,” ujar Presiden Jokowi.

Di samping itu, kedua negara juga menyepakati kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurut Presiden Jokowi, kerja sama di bidang SDM ini telah menjadi komitmen kedua negara sejak beberapa tahun lalu.

“Untuk tahun 2022, akan dilakukan pelatihan SDM antara Singapura dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk penguatan kapasitas di bidang food industry 4.0 and supply chains. Kerja sama seperti ini dapat dikembangkan lebih lanjut di berbagai daerah,” imbuhnya.

Untuk skala lebih besar, Presiden Jokowi menyambut baik rencana penandatanganan MoU on Human Capital Partnership Arrangement. MoU ini akan memperkuat kerja sama riset, penguatan kelembagaan, dan pertukaran mahasiwa dalam rangka memperkokoh konsep Kampus Merdeka di Indonesia.

Di samping isu bilateral, Presiden Jokowi dan PM Lee juga bertukar pandangan mengenai beberapa isu kawasan. Menurut Presiden Jokowi, Indonesia dan Singapura memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya memperkuat kesatuan, cara kerja, dan kelembagaan ASEAN agar ASEAN siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Sementara itu, terkait Myanmar, kedua pemimpin sangat prihatin melihat perkembangan situasi di Myanmar. Indonesia dan Singapura memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya pelaksanaan 5-Point Consensus. Konsensus ini merupakan keputusan ASEAN pada tingkat tinggi dan harus dihormati oleh semua.

“Kita juga sepakat bahwa keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar terus menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, bantuan kemanusiaan perlu terus didorong dan diberikan tanpa diskriminasi,” lanjutnya.

“Saya juga sampaikan mengenai pentingnya penguatan kelembagaan ASEAN agar ASEAN lebih tangguh dan mampu merespons berbagai tantangan baru di masa mendatang,” tandasnya.

News

Singapura Investasi US$9,2 Miliar di RI, Dari EBT hingga Hub Logistik

January 25, 2022

Jakarta, 25 Januari 2022- Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong membahas upaya penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi. Kedua pemimpin juga saling bertukar pandangan mengenai berbagai isu di kawasan.

Dalam penguatan kerja sama pemulihan ekonomi, Presiden Jokowi menyebut bahwa Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia. Menurutnya, investasi Singapura di Indonesia pada Januari sampai September 2021 senilai USD7,3 miliar.

“Pertemuan retreat mencatat adanya investasi baru senilai USD9,2 miliar, antara lain di bidang energi baru terbarukan di sekitar Batam serta Pulau Sumba dan Manggarai Barat, NTT, serta pembangunan hub logistik di Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Presiden dalam pernyataan pers bersama PM Singapura di Ruang Salon and Library, The Sanchaya Resort Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, pada Selasa, 25 Januari 2022.

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa investasi di bidang energi dan energi terbarukan terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam rangka memajukan ekonomi hijau dan berkelanjutan. Untuk mendukung iklim investasi hijau, dalam rangkaian pertemuan retreat ini telah ditandatangani Nota Kesepahaman atau MoU Kerja sama Energi serta MoU Kerja Sama Pengembangan Ekonomi Hijau dan Sirkular.

Selain itu, guna terus menjaga stabilitas finansial dan moneter untuk mendukung pemulihan ekonomi, telah ditandatangani pula beberapa kerja sama, antara lain MoU Kerja Sama Keuangan. Pada November 2021, kerja sama Local Currency Bilateral Swap Agreement (LCBSA) dan Bilateral Repo Line (BRL) telah diperpanjang satu tahun.

“Saya juga berharap agar MOU antara Bank Sentral terkait inovasi pembayaran, anti pencucian uang, dan pencegahan pendanaan terorisme dapat segera ditandatangani,” imbuhnya.

Selain itu, guna mendukung mobilitas manusia yang aman, kedua negara saat ini sedang memfinalisasi kerja sama pengakuan vaksin dan penyelarasan inter-operabilitas platform pelacakan dan perlindungan yang dimiliki kedua negara.

News

Indonesia- Singapura Perkuat Kerja Sama Bilateral

January 25, 2022

Jakarta, 25 Januari 2022- Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, menggelar pertemuan bilateral di Ruang Dahlia, The Sanchaya Resort Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Selasa 25 Januari 2022. Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo meyakini hubungan Indonesia-Singapura akan makin kuat.

“Saya yakin ke depan hubungan antara dua negara akan makin kuat,” ucap Presiden Jokowi saat mengawali pertemuan bilateral.

Di awal sambutannya, Presiden menyampaikan kehormatan bagi pemerintah Indonesia dapat menerima kunjungan PM Lee Hsien Loong dan delegasi Singapura di Bintan.
 
“Sudah waktunya bagi PM Lee dan saya untuk duduk kembali dan membahas upaya penguatan kerja sama bilateral. Tahun ini juga merupakan tahun peringatan 55 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura,” ucap Presiden.
 
Sementara itu, dalam sambutannya PM Lee menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas sambutan yang baik.

“Kami senang berada di sini dan bertemu Presiden Jokowi dan para menteri,” ucap PM Lee.

Pertemuan ini, ucap PM Lee, harusnya diadakan setiap tahun. “Namun karena pandemi, kita bertemu setelah dua tahun,” ujar PM Lee.

News

Presiden Jokowi Terima PM Singapura di Bintan

January 25, 2022

Jakarta, 25 Januari 2022- Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, di The Sanchaya Resort Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa, 25 Januari 2022. Kehadiran PM Lee di Bintan ini untuk menghadiri Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura.

Saat tiba pukul 11.40 WIB, PM Lee disambut alunan rebana. Presiden Jokowi tampak menyambut kedatangan PM Lee di lobi The Sanchaya Resort Bintan, kemudian memperkenalkan para menteri yang turut menyambut, yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.

Sementara itu, dari delegasi Singapura tampak hadir Menteri Senior dan Menteri Koordinator Keamanan Nasional Teo Chee Hean, Menteri Pertahanan Ng Eng Hen, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum K. Shanmugam, Menteri Transportasi S. Iswaran, serta Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Tan See Leng.

Usai berbincang-bincang, PM Lee kemudian menandatangani buku tamu dan setelah itu, Presiden Jokowi dan PM Lee melaksanakan foto bersama.

Dalam suasana bersahabat, keduanya berjalan kaki menuju veranda untuk melakukan pembicaraan tete-a-tete. Pada pertemuan kali ini kedua kepala pemerintahan mengenakan batik, termasuk delegasi yang hadir.

News

John Riady Dukung Gagasan Jokowi Terkait Ketahanan Kesehatan Global

January 24, 2022

Jakarta, 24 Januari 2022– Komisaris Utama RS Siloam International Hospitals (SILO) John Riady mendukung gagasan Presiden Joko Widodo terkait peningkatan ketahanan sistem kesehatan dunia melalui pembentukan badan baru di tingkat global.

Menurut John, peningkatan ketahanan sistem kesehatan tidak bisa digapai tanpa kerja sama global yang baik.

“Mulai dari vaksin, obat-obatan, hingga ketersediaan dokter seharusnya bisa diupayakan secara bersama melalui kelembagaan dunia. Hal ini guna meningkatkan kekurangan sumber daya dari negara-negara berkembang, sehingga ke depan bisa lebih siap dalam menghadapi wabah dengan cepat dan biaya lebih murah. Kalau saat ini, setiap negara menanggung beban yang mahal dalam durasi yang tak menentu, serta korban cukup banyak,” ungkap John.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi selaku Presiden G20 mengutarakan gagasan peningkatan ketahanan sistem kesehatan dunia melalui pembentukan badan baru di tingkat global. Gagasan tersebut disampaikan Jokowi saat pertemuan World Economic Forum yang dilakukan secara daring.

Pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun telah menunjukkan berbagai kerapuhan sistem kesehatan global. Penguasaan teknologi, jumlah dan kualitas tenaga kesehatan, infrastruktur kesehatan hingga akses terhadap vaksin yang kuat merupakan kunci kesuksesan global dalam mengendalikan pandemi.

Sebaliknya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum bisa mengatasi problem kompleks yang berbeda di tiap negara. Kerja sama global dalam menghadapi pandemi dinilai sangat lemah, sehingga menyodorkan kenyataan adanya kesenjangan yang mencolok antar negara di dunia.

Karena itu, Jokowi mengusung peningkatan ketahanan sistem kesehatan itu dengan organisasi baru, yang disokong pendanaan bersama. “Kepemimpinan Indonesia akan berjuang memperkuat arsitektur ketahanan kesehatan dunia, yang akan dijalankan lembaga global. Tugasnya membiayai keadaan darurat kesehatan, membeli vaksin, obat-obatan, dan peralatan medis,” ungkap Jokowi.

Lebih lanjut, John menegaskan bahwa Indonesia juga mempunyai tantangan sektor kesehatan seperti ketersediaan tenaga kesehatan mulai dari perawat hingga jumlah dokter. Saat ini saja, jumlah dokter hanya sekitar 81.011 orang, dengan rasio 0,3 per 1.000 penduduk, dan rasio ranjang 1,33 per 1.000 orang.

Beruntungnya, kata John, pemerintah berhasil menerapkan strategi dan kebijakan yang efektif selama menghadapi pandemi. Sehingga, pemulihan ekonomi yang dibarengi dengan penguatan imunitas masyarakat melalui vaksinasi massal bisa mengerem dampak paling parah akibat wabah Covid-19.

“Tanpa strategi vaksinasi massal, kebijakan PPKM, serta stimulasi ekonomi, Indonesia akan berada pada jurang krisis kesehatan sekaligus ekonomi. Beruntung pemerintah sangat cermat. Namun sebaliknya, banyak negara di dunia yang sangat memprihatinkan selama dihantam pandemi,” tegas John.

Persoalannya, hingga kini pandemi Covid-19 masih belum reda, terlebih lagi munculnya galur Omicron yang telah berkontribusi terhadap lonjakan kasus yang diperkirakan akan memuncak pada Februari ini. Seluruh pemangku sektor kesehatan pun kini bersiaga menghadapi situasi terburuk akibat galur Omicron, termasuk jaringan RS Siloam yang tersebar di 27 provinsi.

“Tentunya kami telah melakukan langkah antisipatif untuk penguatan layanan pada masa kritis ini serta komunikasi aktif dengan Kemenkes. Kami juga telah mempersiapkan diri sebagaimana masa kritis pada tahun lalu,” ungkap John.(*)

News

Kunjungi Pagar Alam, Presiden Jokowi Apresiasi Pengembangan Energi Hijau

January 24, 2022

Pagar Alam, 24 Januari 2022 – Presiden Joko Widodo mengapresiasi Kota Pagar Alam atas pengembangan energi hijau dengan memulai penggunaan listrik dari energi mikrohidro. Presiden pun mendorong pemerintah setempat untuk terus menindaklanjuti penggunaan energi hijau tersebut sehingga Kota Pagar Alam bisa menjadi kota pertama dengan nol emisi.

“Ini akan menjadi kota dengan zero emission yang pertama kalau nanti bisa ditindaklanjuti. Ini baru listrik rumah tangga dan penggunaan listrik yang lainnya, kalau ditindaklanjuti nanti penggunaan kendaraannya listrik, penggunaan mobilnya listrik, Pagar Alam akan menjadi kota yang pertama di Indonesia yang menggunakan energi hijau,” ujar Presiden di Lapangan Merdeka, Kota Pagar Alam, pada Senin, 24 Januari 2022.

Presiden mengatakan, saat ini semua negara mulai merencanakan menuju ke energi baru terbarukan, baik itu menggunakan energi matahari, hydropower, geotermal, panas bumi, arus bawah laut, panas permukaan laut, maupun angin. Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan tersebut.

“Setelah kita hitung-hitung energi baru dan terbarukan yang kita miliki itu ada kurang lebih —hitungan terakhir tapi saya kira itu belum final— 418.000 megawatt yang kita miliki, baik itu dari tenaga air, hydropower, baik itu dari panas bumi, geotermal, baik itu dari tidal arus bawah laut, baik itu dari panas permukaan laut, baik itu dari angin, dan baik itu dari tenaga surya, semuanya kita miliki,” lanjutnya.

Dengan pengembangan energi hijau serta didukung keindahan alamnya, Kepala Negara meyakini seluruh Tanah Air akan melihat keindahan Kota Pagar Alam. Presiden juga menuturkan bahwa pemerintah pusat akan terus mendukung pengembangan energi hijau di Pagar Alam.

“Saya tadi sudah menyampaikan kepada Pak Menteri BUMN, kepada Pak Gubernur Sumatera Selatan, kepada juga Pak Wali Kota Pagar Alam agar mulai direncanakan. Pemerintah pusat akan membantu di tempat-tempat yang bisa kita bantu,” imbuhnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wali Kota Pagar Alam Alpian Maskoni, dan Bupati Lahat Cik Ujang.

News

Hilirisasi Batu Bara Jadi DME, APBN Hemat Hingga Rp7 Triliun

January 24, 2022

Muara Enim, 24 Januari 2022- Presiden Joko Widodo kembali menyampaikan pentingnya hilirisasi, industrialisasi, dan pengurangan impor saat melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, pada Senin, 24 Januari 2022. Menurut Presiden, hilirisasi batu bara menjadi DME akan bisa menekan impor elpiji yang mencapai kisaran Rp80 triliun.

“Impor kita elpiji itu gede banget, mungkin Rp80-an triliun dari kebutuhan Rp100-an triliun. Impornya Rp80-an triliun. Itu pun juga harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya juga sudah sangat tinggi sekali. Subsidinya antara Rp60 sampai Rp70 triliun,” ujar Presiden dalam sambutannya.

“Pertanyaan saya apakah ini mau kita teruskan? Impor terus? Yang untung negara lain, yang terbuka lapangan pekerjaan juga di negara lain, padahal kita memiliki bahan bakunya, kita memiliki raw material-nya yaitu batu bara yang diubah menjadi DME. Hampir mirip dengan elpiji,” lanjutnya.

Proyek hilirasi ini sendiri merupakan kerja sama antara PT Bukit Asam, PT Pertamina, dan investor asal Amerika Serikat, Air Products. Presiden meyakini, jika proyek ini telah berproduksi, maka berpotensi mengurangi subsidi APBN hingga kurang lebih Rp7 triliun.

“Kalau semua elpiji nanti distop dan semuanya pindah ke DME, duit yang gede sekali, Rp60-70 triliun itu akan bisa dikurangi subsidinya dari APBN. Ini yang terus kita kejar, selain kita bisa memperbaiki neraca perdagangan kita karena nggak impor, kita bisa memperbaiki neraca transaksi berjalan kita karena kita nggak impor,” paparnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyebut bahwa perintah untuk hilirisasi dan menghentikan impor ini sudah ia sampaikan sejak enam tahun yang lalu. Presiden pun menyayangkan ada pihak yang sudah nyaman dengan impor dan tidak memikirkan kepentingan yang lebih besar, yaitu negara dan rakyat.

“Memang duduk di zona nyaman itu paling enak, sudah rutinitas terus impor, impor, impor, impor, nggak berpikir bahwa negara itu dirugikan, rakyat dirugikan karena nggak terbuka lapangan pekerjaan,” lanjutnya.

Sebagai contoh, Presiden menyebut bahwa proyek hilirasi batu bara menjadi DME ini akan membuka sekitar 11-12 ribu lapangan pekerjaan. Jika ada lima investasi yang serupa, lanjut Presiden, maka berpotensi menciptakan sekitar 70 ribu lapangan pekerjaan secara langsung.

“Kalau ada lima investasi seperti yang ada di hadapan kita ini 70 ribu lapangan pekerjaan akan tercipta, itu yang langsung. Yang tidak langsung biasanya dua sampai tiga kali lipat,” tambahnya.

Untuk itu, Presiden telah mengumpulkan jajarannya yang berkaitan untuk memastikan agar proyek hilirasi ini bisa selesai dalam jangka waktu 30 bulan. Presiden juga berharap bahwa proyek hilirasi serupa bisa dilakukan juga di tempat lain karena Indonesia memiliki deposit batu bara yang lebih dari cukup.

“Jangan ada mundur-mundur lagi, dan kita harapkan nanti setelah di sini selesai, dimulai lagi di tempat lain. Karena ini hanya bisa menyuplai Sumsel dan sekitarnya, kurang lebih 6 jutaan KK. Karena kita memiliki deposit batu bara yang jauh dari cukup kalau hanya untuk urusan DME ini, sangat kecil,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam, Rafli Yandra, mengatakan bahwa proyek ini bernilai sebesar USD2,1 juta atau setara dengan Rp30 trilliun. Menurutnya, proyek ini akan mengubah 6 juta ton batu bara menjadi 1,4 juta ton DME setiap tahunnya.

“Kami berharap dengan dukungan Bapak Presiden beserta dengan kementerian dan lembaga yang terkait, pembangunan pabrik DME ini akan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selain itu hadir juga Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Direktur Utama PT Bukit Asam Arsal Ismail, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan CEO Local Partner Air Products Indonesia Duddy Christian.

News

Presidensi G20 Indonesia Akan Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi Global yang Inklusif

January 20, 2022

Jakarta, 20 Januari 2022- Indonesia akan berusaha agar Presidensi G20 tahun 2022 dapat menjadi bagian penting untuk menjawab keresahan dan kecemasan masyarakat dunia dengan menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi global yang inklusif.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat menghadiri pertemuan World Economic Forum secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 20 Januari 2022.

“Tema Presidensi G20 Indonesia tahun ini adalah Recover Together, Recover Stronger. Kami akan mengedepankan partnership dan inklusivitas serta menyediakan platform terobosan dalam upaya transformasi di berbagai bidang,” ujar Presiden.

Guna mewujudkan hal tersebut, Presidensi G20 Indonesia akan fokus pada tiga prioritas utama yang sejalan dengan prioritas nasional dan kondisi global. Prioritas pertama adalah menata kembali arsitektur kesehatan global agar lebih inklusif dan tanggap terhadap krisis.

“Produksi vaksin ditingkatkan dengan distribusi yang merata, investasi dan pendanaan yang dibutuhkan harus dapat dimobilisasi secara cepat (sebagai) upaya untuk mencegah krisis selanjutnya,” ungkapnya.

Sedangkan prioritas kedua menurut Presiden Jokowi adalah optimalisasi teknologi digital untuk transformasi ekonomi yang dampaknya harus dirasakan oleh masyarakat, terutama UMKM. Selain itu, literasi dan kemampuan digital masyarakat juga harus turut ditingkatkan dan keamanan data juga harus tetap dijaga.

“Yang ketiga, transisi energi yang lebih ramah lingkungan. Kita perlu menyediakan teknologi dan pendanaan. Melalui teknologi, mampu mendorong produksi berbasis ekonomi hijau,” ucap Presiden.

Presiden Jokowi pun mengundang seluruh pemimpin ekonomi dunia untuk berkontribusi pada Presidensi G20 Indonesia. Menurutnya, tiga prioritas tersebut merupakan kesempatan dan peluang investasi yang perlu dimanfaatkan secara optimal.

“Saya mengundang seluruh pemimpin ekonomi dunia untuk berkontribusi pada Presidensi G20 untuk memastikan pemulihan global yang lebih kuat, yang lebih inklusif. Kerja sama tidak hanya antara pemerintah, not only G-to-G but also G-to-B, or even B-to-B,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi meyakini bahwa Presidensi G20 Indonesia akan memberikan dampak konkret bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, Presidensi Indonesia harus memanfaatkan kerja sama G20 untuk meningkatkan perdagangan, industrialisasi, hingga penguasaan teknologi, baik di Indonesia maupun dunia internasional.

“Presidensi Indonesia ingin memperkuat kerja sama dengan pelaku ekonomi dunia. Interaksi dengan pelaku ekonomi akan saya intensifkan selama presidensi Indonesia,” ungkap Presiden.

Selain interaksi secara intensif, berturut-turut dengan KTT G20, Indonesia juga akan menyelenggarakan WEF Roundtable on Downstream Industries, Bloomberg CEO Forum, dan Digital Transformation Expo.

“Sekali lagi, saya mengundang sektor swasta untuk mengidentifikasi kontribusi nyata yang dapat diberikan di tiga sektor prioritas: kesehatan, digital, dan transisi energi. Berbagai komitmen tersebut akan dimasukkan dalam G20 Action for Strong and Inclusive Recovery,” ucap Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

News

Penanganan Pandemi Diyakini Bakal Topang Kinerja IHSG 2022

January 20, 2022

Jakarta, 20 Januari 2022–Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih optimistis pada tahun ini, seiring dengan membaiknya penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

Analis pasar modal dari PT Ciptadana Sekuritas Asia, Robert Sebastian mengatakan pemerintah sudah cukup baik dalam penanganan pandemi. Seperti berupaya kuat memutus rantai penyebaran varian baru Omicron.

Hal itu diiringi pula gencarnya vaksinasi yang sudah menapaki tahap ketiga atau booster. Ditambah dengan pemberlakukan PPKM dengan level berbeda yang disesuaikan tingkat penyebaran Covid-19 di setiap daerah.

“Jadi saya rasa bisa untuk menahan laju penurunan indeks akibat kekhawatiran dari pada pandemi Covid-19. Oleh karena itu, untuk IHSG pada 2022 kami masih optimistis,” ujarnya menjelaskan dalam acara Investment Talk yang diselenggarakan D’ORIGIN bekerja sama dengan IGICO Advisory pada Rabu (19/01/2022).

Lebih rinci, Robert menegaskan pihaknya masih inline dengan target IHSG dari akhir tahun lalu yaitu pada level 7.300 berdasarkan PE 16 kali. Pihaknya pun memproyeksikan saham sektor kesehatan akan lebih resilience baik dalam kondisi penyebaran pandemi atau tidak.

Dia mencontohkan, walaupun pandemi mereda akan di-replace dengan kasus-kasus base case di sektor kesehatan itu sendiri. Karena semuanya saling menunjang, misalnya, dengan membaiknya sektor rumah sakit berdampak ke sektor lain seperti distribusi alat kesehatan.

“Jadi saya rasa kalau untuk saham sektor kesehatan masih cukup baik view-nya. Jadi kami juga masih overwrite di sektor kesehatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Founder of kurikulumsaham.com Alex Sukandar mengatakan bahwadilihat secara bulanan sejak Oktober 2021, IHSG sudah terjadi breakout. “Dari tren lainnya yang waktu Oktober itu memang sudah keliatan positif, bagus ya. Kalau kita lihat ke weekly pun sebenernya ini sejak dari 11 Oktober,” ujarnya.

Dia merinci, area support IHSG ada di level 6.479 dengan level resistance 6.740. Senada dengan Robert, Alex pun memiliki optimisme terhadap saham-saham di sektor kesehatan seperti IRRA, KLBF, INAF dan KAEF.

Dalam acara Investment Talk kali ini turut hadir Henry F. Jusuf selaku Direktur Strategi & Investor Relation PT Itama Ranoraya Tbk. Usaha inti emiten berkode IRRA tersebut adalah alat kesehatan jarum suntik.

Dia mengatakan, saat ini pelaku usaha merasa lebih nyaman dan optimistis dengan penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah. Hal tersebut, kata Henry, akan berdampak baik ke bursa saham.

Oleh karena itu, IRRA berkomitmen untuk terus bisa relevan dalam hal penanganan masalah-masalah kesehatan di Indonesia. “Kami secara group sebelum adanya Covid-19, sudah punya planing untuk pabrik jarum suntik auto disable terbesar di Asia. Karena demand-nya sudah terlihat, tren seluruh dunia kekurangan jarum suntik sehingga alangkah baiknya kalau misalnya Indonesia punya,” lanjut dia.

Sehingga saat terjadi pandemi bisa memberikan support yang relevan untuk pengadaan jarum suntik Tanah Air maupun ekspor. Bahkan produk dari IRRI dengan cepat disesuaikan kebutuhan masyarakat dengan standar organisasi kesehatan dunia atau WHO.

“Kami secara grup juga terus melakukan research and development. Kami di medical devices banyak sekali paten yang kita telorkan secara global sehingga untuk kemajuan medical industries di Indonesia juga,” ujarnya.

Henry mengatakan hal tersebut dengan alasan kuat. Diharapkan Indonesia dapat mampu memenuhi kegutuhannya sendiri akan alat kesehatan. Sehingga ke depan strategi pemerintah dalam menghadapi masalah seperti pandemi sejalan dengan industri penunjang di Tanah Air, yang menghadirkan solusi masalah dengan cepat.

Vaksinasi Kian Gencar

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi COVID-19. Dia mengungkapkan bahwa hingga Rabu (19/01/2022) jumlah vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 177,64 juta, sementara vaksinasi dosis kedua telah mencapai 121,07 juta.

Artinya masih sekitar 14% dosis pertama dan dosis kedua sekitar 42% untuk diselesaikan dari total jumlah penduduk yang wajib divaksinasi. ”Menjadi penting vaksinasi ini untuk tidak ada celah-celah yang bolong untuk menghadapi varian Omicron. Dan lansia itu menjadi target kita. Vaksinasi dosis booster pun telah dimulai dari tanggal 12 Januari 2022,” ujarnya.

Dengan demikian diharapkan pandemi dapat semakin tertangani lebih baik. Sehingga laju ekonomi tidak tersendat.

“Oleh karena itu segera percepat vaksinasi, tetap jaga protokol kesehatan, kurangi mobilitas, karena selalu menyebabkan peningkatan laju penularan Covid apapun variannya. Dan kita harus yakin gelombang ketiga ini masih bisa kita cegah, harus proaktif jangan sampai gelombang ketiga ini terjadi. Yang sudah waktunya booster segera booster dan jangan menunda-nunda,” pungkasnya.

News

SDM Unggul Bekal Indonesia Bersaing dalam Ekonomi Digital & Ekonomi Hijau

January 17, 2022

Jakarta, 17 Januari 2022- Presiden Joko Widodo meyakini bahwa sumber daya manusia (SDM) yang unggul akan membawa Indonesia mampu bersaing dalam hal ekonomi digital. Untuk itu, Presiden meminta kepada pendidikan tinggi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar dari program pendidikan yang ditetapkan oleh universitas.

“Berikan mahasiswa kesempatan untuk belajar kepada siapa saja, di mana saja. Belajar kepada dunia industri silakan, belajar kepada dunia perbankan silakan,” ujar Presiden saat menyampaikan pengarahan pada acara Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) Unpar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 17 Januari 2022.

SDM unggul, tutur Presiden, harus mampu dipersiapkan karena dunia nantinya akan berubah menjadi hybrid, baik hybrid knowledge maupun hybrid skill. Oleh sebab itu, mahasiswa harus dipersiapkan untuk selalu siap belajar dalam rangka menghadapi perubahan yang terus bermunculan.

“Semua mahasiswa ke depan paham mengenai matematika, mengenai statistik, mengenai ilmu komputer, paham mengenai bahasa, bukan Inggris saja, tapi bahasa coding akan lebih penting nantinya,” lanjutnya.

Presiden menyebutkan, Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi digital. Pasar digital Indonesia bahkan tumbuh pesat jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Kepala Negara memprediksi, pada tahun 2025, pasar digital Indonesia dapat meningkat sampai di angka USD146 miliar.

“Kita prediksi di 2025, pasar digital kita akan meningkat sampai di angka USD146 miliar. Ini artinya potensinya Rp2.100 triliun. Ini bagian yang muda-muda untuk ngerjain ini, jangan diambil oleh negara-negara lain,” tutur Presiden.

“Indonesia memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi digital di Asia Tenggara. Kita berkontribusi 40 persen ekonomi digital kita di Asia Tenggara,” tambahnya.

Pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur guna mendukung transformasi digital di Tanah Air. Pada tahun 2021, pemerintah telah memulai proses konstruksi satelit multifungsi, Satelit Republik Indonesia (Satria-I). Selain itu, pembangunan stasiun pemancar juga telah mulai dilakukan di ribuan desa dan kelurahan guna mendukung akses jaringan 4G.

“Farming dan refarming spektrum frekuensi radio yang telah dilakukan untuk optimalisasi kualitas layanan jaringan 4G dan pengembangan jaringan 5G dan untuk menjalankan program analog switch off,” imbuhnya.

Selain transformasi ekonomi digital, Presiden mengatakan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk bertransformasi menuju ekonomi hijau dengan hasil produk hijau yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Potensi energi baru terbarukan kita 418 gigawatt berarti 418 ribu megawatt, gede sekali. Kita memiliki sungai, ada 4.400 sungai yang kita miliki, ini bisa jadi hydropower. Kita memiliki arus bawah laut, dua pertiga kita adalah laut. Kita memiliki geotermal 29 ribu megawatt kita miliki, baru dipakai 2.000, artinya masih ada 27 ribu megawatt. Kita memiliki angin yang sudah kita coba di Jeneponto, di Sidrap, di Sulawesi, di Sukabumi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa pembangunan Kawasan Industri Hijau di Provinsi Kalimantan Utara juga masih terus berlangsung. Kepala Negara meyakini, keberhasilan pembangunan kawasan ini nantinya akan menjadi gerbang baru bagi Indonesia menjadi negara industri besar yang patut diperhitungkan dunia.

“Akan menjadi pintu gerbangnya di situ, Kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara. Semoga ini dalam waktu 4, 5 tahun itu sudah bisa diselesaikan untuk yang tahapan pertama,” ucap Presiden.