Browsing Category

News

News

Adaptasi Cepat Masa Pandemi, BRI Luncurkan 6 Produk Fintech Dalam Dua Bulan

September 18, 2020

Jakarta, 18 Sepetember 2020— Beradaptasi dengan kebutuhan perbankan selama pandemi, Bank BRI berhasil meluncurkan total enam produk fintech online dalam kurun waktu dua minggu hingga dua bulan. Peluncuran produk-produk ini diharapkan bisa mendapatkan pelayanan terbaik tanpa harus mendatangi kantor cabang.

Enam fitur fintech yang diluncurkan BRI yaitu, Platform Kredit Usaha Rakyat (KUR) Digital untuk pengajuan pinjaman secara digital, Ceria Cashout untuk pencairan pinjaman melalui aplikasi yg bekerjasama dgn LinkAja, BRIBRAIN sebagai teknologi kecerdasan buatan untuk mempercepat proses underwriting dan pencairan pinjaman, fitur Buka Rekening Online bagi calon nasabah untuk membuka rekeningnya tanpa mengharuskan datang ke cabang BRI, BRIAPI untuk mempermudah proses integrasi layanan keuangan digital dari BRI dengan proses registrasi yang juga secara digital untuk memudahkan industri mendapatkan layanan perbankan, dan Pasar.Id sebagai portal untuk mempermudah nasabah untuk belanja online dari pedagang pasar tradisional untuk dapat terus meningkatkan pendapatan pedagang pasar di masa pandemi.

Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo mengungkapkan, penggarapan dan pengembangan produk digital di masa pandemi ini merupakan langkah yang strategis dan vital dalam memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah. Akibat kelesuan ekonomi, banyak nasabah yang membutuhkan pinjaman untuk memulai usaha kecil atau mempertahankan usahanya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada April 2020, jumlah akumulasi penyaluran pembiayaan fintech mencapai Rp106 triliun, naik signifikan sebesar 185,64% dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, produk-produk fintech dari BRI akan sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM di Indonesia, terutama karena pengajuan pinjaman bisa diakses dimana saja dan kapan saja. 

“BRI senantiasa memprioritaskan kebutuhan nasabah, terutama di saat pandemi. Kami meyakini bahwa setiap institusi finansial mampu melakukan eksekusi dan adaptasi dengan cepat, tanpa mengorbankan kualitas. Dalam waktu singkat, keenam produk baru ini sudah melayani ribuan nasabah,” ungkapnya.

News

PT Pegadaian (Persero) Memperpanjang Program Gadai Peduli

September 15, 2020

Jakarta, 15 September 2020 – PT Pegadaian (Persero) memperpanjang program Gadai Peduli untuk masyarakat yakni dengan gadai tanpa bunga (bunga 0%) untuk pinjaman sampai Rp. 1 juta sampai tanggal 31 Desember 2020.


Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian (Persero) Basuki Tri Andayani mengatakan bahwa program bunga 0% merupakan bukti kepedulian perusahaan terhadap masyarakat selama pandemi Covid-19. Program Gadai Peduli ini sudah berlangsung sejak Mei 2020.


“Sampai akhir Agustus 2020 tercatat program ini sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 2 juta nasabah dengan total pinjaman Rp.1,39 triliun dengan rata-rata pinjaman Rp.690 ribu. Hal ini tentu membantu masyarakat dalam memperoleh solusi keuangan di tengah pandemi yang berdampak pada kondisi perekonomian,” jelas Basuki.


Masyarakat dapat mengajukan program tersebut dengan menggadaikan barang dengan melampirkan fotokopi KTP dan mengisi formulir yang sudah disediakan di outlet-outlet Pegadaian. Agar program ini bermanfaat bagi lebih banyak orang, setiap keluarga hanya boleh mengakses satu transaksi.


“Kondisi pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Karena itu Pegadaian memperpanjang program ini agar masyarakat dapat merasakan kehadiran perusahaan sebagai solusi keuangan yang tepat dalam memberikan solusi,” demikian kata Basuki.


Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 Pegadaian dalam memberikan pelayanan juga menerapkan protokol pencegahan seperti mensyaratkan nasabah untuk dilakukan pengukuran suhu badan, mencuci tangan, memakai masker dan mengatur jarak dalam bertransaksi.

News

Sukses Membantu Proses Belajar Ratusan Ribu Pelajar SMA, Pahamify Tawarkan Live Class secara Gratis

September 15, 2020

Bogor, 15 September 2020. Menyambut diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta maupun di daerah zona merah lainnya di Indonesia, Pahamify terus berupaya memberikan fasilitas pendidikan terbaik untuk menunjang kegiatan belajar mereka selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Di tahun ini Pahamify telah sukses mengantarkan ratusan siswa pengguna aplikasi, baik yang berlangganan paket belajar, maupun paket Try Out, dalam meraih PTN impian mereka dengan keketatan yang tinggi.

Dilansir melalui CNN Indonesia, Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih menyatakan, “Yang lulus [SBMPTN] ada 167.653 peserta. Kalau dipersentasekan ada 23,87 persen. Ini berarti kurang lebih keketatan secara nasional satu banding lima,” ujarnya melalui konfrensi video  Jumat (14/8).

Ratusan siswa menceritakan bagaimana ia berproses bersama Pahamify dari yang awalnya tidak paham materi menjadi mudah memahami dan bersaing mendapatkan skor tinggi saat UTBK. Fitur Try Out di Pahamify ini dilengkapi dengan rasionalisasi jurusan yang mengacupada SBMPTN tahun sebelumnya, sehingga siswa dapat mengukur peluang masuk di jurusan dan kampus yang akan mereka pilih.

Kabar baik ini membuat Pahamify semakin berupaya memberi dampak positif yang lebih besar untuk siswa-siswi Indonesia dengan meluncurkan program-program baru selama pandemi ini, salah satunya dengan menawarkan paket belajar diskon 80%.

Syarif Rousyan Fikri selaku CEO Pahamify, mengatakan, memasuki Penilaian Tengah Semester (PTS) Pahamify juga meluncurkan fitur khusus untuk mempersiapkan menghadapiujian PTS dengan mengadakan TO PTS secara gratis.

“Selain itu, Pahamify juga mengadakan kelas online live streaming yang dapat diakses oleh siapapun secara gratis langsung di aplikasi,” kata Syarif Rousyan Fikri melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa 15 September 2020

Siswa hanya perlu membuat akun di aplikasi Pahamify dan menonton kelas online setiap pukul 14.00-16.00 WIB dari hari Senin sampai Jumat. Live streaming ini dipandu oleh Rockstar Teacher dengan membahas semua mata pelajaran yang dilakukan secara bergilir dari kelas X-XII IPA dan IPS. Semua program ini dirancang untuk memudahkan siswa dalam belajar serta memberi wadah bagi siswa untuk melatih pemahaman serta kemampuan akademiknya.

Menghadirkan belajar lewat konsep yang memadukan ilmu pengetahuan dengan gamifikasi, Pahamify telah diakses oleh lebih dari ratusan ribu pengguna dan menjadi teman belajar terbaik mereka secara online. Promo diskon 80% ini diharapkan dapat membantu lebih dari 2 juta siswa Indonesia dalam meningkatkan belajar prestasi mereka di tengah pandemi COVID-19.

News

Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Fasilitas Kesehatan dan Pusat Karantina Pasien Covid-19

September 14, 2020

Pemerintah terus mempersiapkan tempat-tempat isolasi bagi pasien Covid-19, baik yang tanpa gejala maupun yang memiliki gejala ringan. Salah satu tempat yang masih siap yaitu Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas mengenai “Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional” melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 14 September 2020.

“Kita lihat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran ini masih kosong untuk bisa menampung 2.581 (pasien). Ini masih mempunyai ruang, ini untuk yang gejala ringan. Ini 858 di tower 6 dan 1.723 di tower 7. Kemudian untuk flat isolasi mandiri di Wisma Atlet Kemayoran juga masih tersedia kapasitas 4.863 (pasien), ini di tower 4 dan tower 5,” kata Presiden.

Selain di Wisma Atlet Kemayoran, pemerintah juga menyiapkan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di berbagai wilayah seperti di Ciloto yang telah menampung 653 orang. Selain itu juga disiapkan Bapelkes di Batam, Semarang, dan Makassar.

Di samping itu, pusat-pusat karantina untuk pasien dengan gejala ringan juga terus disiapkan agar pasien tidak melakukan isolasi mandiri. Hal ini penting untuk dilakukan guna mencegah potensi penularan kepada keluarga.

“Kita telah bekerja sama dengan hotel bintang 1, bintang 2 untuk menjadi fasilitas karantina. Ini tolong juga disampaikan ada 15 hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta dengan kapasitas 3.000 (pasien). Ini kita telah bekerja sama dengan grup-grup hotel yang ada,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga meminta agar tempat tidur dan ruang perawatan intensif atau ICU di rumah sakit rujukan untuk pasien bergejala berat terus dipastikan ketersediaannya. Secara khusus, Presiden meminta Menteri Kesehatan untuk segera melakukan audit dan koreksi mengenai protokol keamanan di rumah sakit.

“Saya minta ini agar Menteri Kesehatan segera melakukan audit dan koreksi mengenai protokol keamanan untuk tenaga kesehatan dan pasien di seluruh rumah sakit, sehingga rumah sakit betul-betul menjadi tempat yang aman dan tidak menjadi klaster penyebaran Covid,” ujarnya.

Presiden juga meminta agar ketimpangan kapasitas testing antardaerah terus diperkecil. Misalnya, di DKI Jakarta kapasitas testing sudah mencapai 324 ribu, namun di Jawa Timur masih 184 ribu, di Jawa Tengah 162 ribu, di Jawa Barat 144 ribu, dan di provinsi-provinsi lain masih di bawah 100 ribu.

“Jangan sampai ada yang sudah terlalu tinggi, tetapi ada provinsi-provinsi yang lain yang masih jauh di bawahnya,” katanya.

Sebagai sebuah negara kepulauan, Presiden memandang bahwa penanganan Covid-19 tidak bisa dibandingkan dengan negara lain yang bukan kepulauan. Untuk itu, pemahaman mengenai penyebaran Covid-19 sangat penting dalam menangani pandemi ini.

“Saya juga minta ini kepada Menteri Kesehatan dan komite, satgas, untuk fokus dalam penanganan ini sehingga hasilnya setiap minggu bisa kelihatan angka-angkanya,” ujarnya.

Di penghujung arahannya, Presiden meminta agar penegakan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan terus ditingkatkan, terutama memakai masker dan menjaga jarak. Presiden juga mengingatkan jajarannya untuk mempercepat seluruh program insentif yang bersifat cash transfer guna mengungkit ekonomi nasional di kuartal ketiga.

“Terakhir, terkait dengan pemulihan ekonomi nasional, kita masih punya waktu sampai akhir September dalam meningkatkan daya ungkit ekonomi kita, meningkatkan daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi rumah tangga di kuartal ketiga ini. Oleh sebab itu, saya minta seluruh program insentif yang sifatnya cash transfer agar benar-benar diperhatikan, dipercepat,” tandasnya.

News

Respon Penerapan PSBB penuh, Bank Mandiri Sesuaikan Operasional Cabang di DKI Jakarta

September 14, 2020

Senin, 14 September 2020 – Bank Mandiri menyesuaikan kantor cabang operasional di Wilayah DKI Jakarta sesuai menyusul Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara penuh untuk mengerem laju penambahan kasus Covid-19.

Berlaku sejak Senin, 14 September 2020, Bank Mandiri tetap buka dengan jumlah cabang yang operasional sebanyak 223 kantor di seluruh DKI Jakarta, dibandingkan dengan 287 kantor cabang pada masa PSBB transisi sebelumnya. Mereka akan memberikan layanan perbankan mulai pukul 09.00 hingga 14.00 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat oleh seluruh karyawan.

Menurut Direktur Operations Bank Mandiri Panji Irawan, pengoperasian cabang tersebut telah menyesuaikan dengan arahan Pemprov DKI Jakarta terkait penghentian operasional beberapa kawasan, gedung ataupun instansi lain.

“Jika ada kantor cabang Bank Mandiri yang berada di dalam kawasan atau gedung atau wilayah yang ditutup, tentu kami harus mengalihkan operasional cabang tersebut ke cabang terdekat,” kata Panji.

Faktor lain yang akan diperhatikan adalah kedekatan antar cabang yang memungkinkan dilakukan pengalihan operasional. Untuk itu, nasabah dapat mengakses informasi data cabang operasional melalui Bmri.id/operasionalcabang yang akan diupdate secara harian.

Panji melanjutkan, dalam penerapan waktu kerja ini, pihaknya berharap dukungan dan pengertian nasabah untuk mengikuti ketentuan yang ditetapkan di setiap kantor cabang Bank Mandiri, terutama terkait protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang diterapkan saat ini antara lain pemeriksaan suhu tubuh nasabah dan pegawai menggunakan thermometer gun sebelum memasuki gedung kantor Bank Mandiri. Lalu, pembatasan kontak langsung antara pegawai dan nasabah, serta pengaturan antrian nasabah dengan konsep physical distancing

Di samping itu, Bank Mandiri juga memastikan seluruh teller menggunakan masker dan sarung tangan, menyiapkan hand sanitizer, memasang akrilik di counter teller dan meja CS serta melakukan penyemprotan gedung dengan cairan disinfektan secara berkala.

“Dalam kondisi seperti ini, prioritas kami tentu adalah kesehatan serta keselamatan nasabah dan karyawan,” kata Panji.

Terkait layanan, pihaknya berharap nasabah dapat memanfaatkan berbagai channel elektronik Bank Mandiri yang bisa menggantikan peran kantor cabang, antara lain ATM/CRM berikut mesin EDC, serta melalui channel berbasis aplikasi/web, seperti aplikasi Mandiri Online, Mandiri Internet Bisnis, Mandiri Cash Management, dan termasuk juga transaksi melalui agen branchless banking.

Bahkan, seiring dengan transformasi digital Bank Mandiri, saat ini masyarakat luas juga dapat melakukan pembukaan rekening tabungan di manapun, tanpa harus datang ke kantor bank maupun bertemu dengan staff perbankan di Bank Mandiri.

“Semua keperluan untuk pembukaan tabungan dapat dilakukan dengan video call,” kata Panji.

Tentang PT Bank Mandiri (Persero), Tbk

Bank Mandiri merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan layanan finansial kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & SME, Consumer Banking, Treasury dan International Banking. Bank Mandiri pada saat ini bersinergi dengan beberapa perusahaan anak untuk mendukung bisnis utamanya yaitu: Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), Bank Mandiri Taspen/Mantap (Kredit UMKM), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Mandiri InHealth (asuransi kesehatan), Mandiri AXA General Insurance (asuransi umum), Mandiri Tunas Finance (jasa pembiayaan), Mandiri Utama Finance (jasa pembiayaan), Mandiri International Remittance (remitansi), Mandiri Europe (treasury & financial institution), dan Mandiri Capital Indonesia (Pembiayaan modal ventura).

Hingga Juni 2020, jaringan Bank Mandiri telah tersebar di seluruh Indonesia yang meliputi 4.312 jaringan kantor, yang tediri dari 2.564 kantor cabang dan 1.748 kantor mikro. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 18.291 unit ATM yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, 245.657 unit Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan e-banking yang meliputi Mandiri Online, SMS Banking dan Call Center 14.000.

News

Tanri Abeng: Model Pengembangan SDM di Mandiri Dapat Diaplikasikan Dimanapun

September 5, 2020

JAKARTA – Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng menilai penempatan para bankir Bank Mandiri di bank-bank BUMN lain dapat menjadi model pengembangan sumber daya manusia (SDM) di industri perbankan yang dapat diaplikasikan dimanapun.

Pernyataan Tanri Abeng tersebut menanggapi adanya lima bankir senior PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang ditunjuk Kementerian BUMN untuk menempati posisi strategis di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

“Ditempatkannya top bankir [Bank Mandiri] di bank BUMN lainnya, maka model pengembangan Bank Mandiri bisa diaplikasikan dimanapun. Yang penting Dirut-nya dulu dipilih,” kata Tanri Abeng, Jumat (4/9).

Dia menegaskan saat ini beberapa bankir Bank Mandiri telah menempati posisi penting di sejumlah Bank Himbara dan perusahaan milik negara (BUMN). Talenta-talenta Bank Mandiri, lanjut Tanri, bukan hanya menjadi top bankir saja, tetapi dari bank dengan logo pita emas ini juga lahir Menteri Keuangan [Agus Martowardojo] dan dua Wakil Menteri BUMN saat ini.

Tanri yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan BUMN pertama RI menceritakan saat dirinya melakukan merger empat bank menjadi Bank Mandiri pada era krisis 1998 silam, ia memilih bankir senior sekaligus top leader. Saat itu, empat bank pelat merah yakni Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dilebur menjadi Bank Mandiri.

“Di era krisis saat itu, saya pilih bankir senior sekaligus top leader Robby Djohan dan Agus Martowardjojo, yang tidak saja kompeten profesional, tetapi utamanya fokus pada pengembangan sumber daya manusia secara disiplin dan tersistem. Makanya proses ‘management development’ di Bank Mandiri berjalan secara berkesinambungan hingga kini,” papar Tanri.

Karena saat empat bank milik negara dimerger, orang-orang yang bergabung di dalamnya adalah para bankir-bankir dari swasta. “Kedua orang itu adalah bankir tulen. Mereka sangat mementingkan kompetensi dan pengembangan SDM, makanya mereka punya orang-orang dari Bank Mandiri yang sudah ditempatkan dimanapun. Termasuk di luar perbankan pun, mereka berkiprah.”

Dengan profesionalitas yang dimiliki bankir-bankir swasta yang bergabung di Bank Mandiri saat awal mula berdiri, lanjut Tanri, mereka betul-betul melakukan transformasi dan membangun sistem. Bukan saja sistem pengelolaan perbankan, tetapi juga sumber daya manusia yang dijalankan secara kontinu. “Jadi kalau sudah ada sistem pimpinannya itu bisa melaksanakan, sistem yang sudah ditetapkan dengan kultur yang baru. Jadi saat itu saya sengaja mengambil orang bukan dari BUMN, supaya kulturnya itu kultur baru, jadi kultur swasta,” kenang Tanri.

Sebagai bank milik pemerintah, Bank Mandiri kini dinilai sukses menjadi bank modern dan sekaligus sebagai centre of excellent. Bank Mandiri dengan manajemen development yang baik dan tata kelola GCG, serta semangat kerja institusi telah menjadi candradimuka para bankir di Indonesia. Itu sebabnya tambah Tanri, di Bank Mandiri itu selalu disebutkan ada succesor. “Pergantian pemimpin disiapkan, kalau ada yang keluar sudah ada yang siap menggantikan.”

Sebelumnya diketahui Menteri BUMN Erick Tohir menunjuk Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar menjadi Dirut BNI dan juga menugaskan empat bankir senior Bank Mandiri menjadi Direktur BNI. Rotasi ini dilakukan dengan pertimbangan isu keuangan dan perbankan sangat penting di tengah situasi pandemi Covid-19.

Selain itu, para bankir Bank Mandiri yang saat ini menempati posisi penting di sejumlah Bank Himbara dan BUMN yakni Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala Mansury. Diaspora Bank Mandiri yang juga menempati posisi penting di industri perbankan yakni Agus Sudiarto (Direktur Manajemen Risiko BRI), Handayani (Direktur Konsumer BRI), Setyo Wibowo (Direktur Enterprise Risk, Big Data & Analytic BTN), Jasmin (Direktur Distribusi dan Ritel Funding BTN) dan Nixon Napitupulu (Direktur Keuangan BTN) dan BUMN lainnya.

News

BRI Sukseskan Banpres Produktif Usaha Mikro di Yogyakarta

August 31, 2020

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo menyerahkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Yogyakarta, Jumat (28/8). Lebih dari 250 penerima BPUM hadir di Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta dan melalui video conference di 45 titik tersebar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Presiden RI Joko Widodo yang hadir dalam seremoni acara tersebut mengajak para penerima BPUM untuk dapat menggunakan dana hibah tersebut sebagai modal usaha. “Kita semua berada dalam kondisi yang tidak mudah karena Covid-19. Kondisi sulit seperti ini berimbas kepada ekonomi dan dialami oleh negara-negara di dunia. Kita harus tetap semangat dan bekerja keras karena kondisi tidak gampang,” ungkap Joko Widodo, Jumat (28/8).

Sebagai salah satu lembaga keuangan penyalur, tercatat BRI telah menyalurkan kepada lebih dari 83 persen Pelaku Usaha Mikro (PUM) dari total  1,8 juta penerima.  Hingga saat ini, secara nasional Banpres Produktif yang telah disalurkan Pemerintah telah lebih dari Rp 4,4 triliun sejak pertama dicanangkan pada 15 Agustus 2020, termasuk kepada para penerima Banpres Produktif di wilayah Yogyakarta.

Presiden menambahkan bawah Banpres Produktif ini diberikan kepada pelaku usaha mikro untuk semua bidang usaha. Ada yang pedagang minuman, produksi peyek, tambal ban, laundry, bakpia, batik, jajanan pasar, dan pedagang kaki lima lainnya. ”Bapak dan ibu akan diberikan bantuan modal usaha sebesar Rp. 2,4 juta yang diberikan langsung kepada 12 juta pelaku usaha sampai kira-kira nanti bulan September. Tapi ingat ini harus digunakan untuk modal usaha,” urai Joko Widodo.

Ignasius Supoyo, penjual soto di Yogyakarta, salah satu penerima BPUM dari Bank BRI menyampaikan bahwa selama pandemi usahanya mengalami penurunan yang signifikan. Modal usaha akhirnya terpakai untuk biaya hidup, sehingga dengan berat hati menutup usahanya. Namun sejak mendapatkan BPUM ini seminggu lalu, Supoyo merasa mendapatkan pertolongan modal dan memberanikan diri untuk kembali membuka usahanya.

Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah BRI Priyastomo yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa BRI melalui telah mengkomunikasikan kepada para penerima Banpres Produktif untuk benar-benar menggunakan dana hibah tersebut sebagai modal usaha. “BRI sebagai lembaga pengusul dan penyalur, siap untuk membantu keberhasilan program ke seluruh masyarakat Indonesia. Validasi data sepenuhnya dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM, sehingga BPUM dapat dirasakan oleh usaha mikro yang layak mendapatkan sesuai kriteria yang ditetapkan,” imbuh Priyastomo.

Sebagai salah satu upaya Pemerintah dalam melakukan stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) BPUM memiliki kriteria yang wajib dipenuhi sebelum dana hibah sebesar Rp. 2,4 juta per PUM disalurkan. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagaimana tertulis dalam Peraturan Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Nomor 6 Tahun 2020. Syarat tersebut adalah pertama, Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kedua, memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BPUM dari pengusul BPUM. Ketiga, bukan Aparatur Sipil Negara, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pegawai BUMN atau BUMD (termasuk suami/istri). Keempat, tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan (termasuk suami/istri).

News

Ekspor Furniture Diprediksi Merosot, HIMBARA Siap Bantu HIMKI

August 25, 2020

JAKARTA: Nilai ekspor mebel dan kerajinan diperkirakan terjun bebas menjadi kurang US$1,2 miliar hingga akhir 2020 terdampak pandemi Covid-19, sementara Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) akan membantu mempertemukan IKM dan buyers untuk meningkatkan pembelian produk dalam negeri.

Hal itu terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) secara virtual bertema “Upaya Pemulihan Ekonomi Dalam Industri Furniture di Indonesia”, Selasa (25/8). Hadir sebagai pembicara adalah Supriyadi (Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia Periode 2020-2023), Sunarso (Ketua Umum HIMBARA), Gati Wibawaningsih (Dirjen Industri, Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin), dan Enny Sri Hartati (Ekonom Senior INDEF).

“Ekspor industri mebel dan kerajinan terjun bebas. Anjlok hingga dibawah 50%.  Hingga Juli ini saja baru mencapai US$640 juta,” ungkap Ketua Umum HIMKI Supriyadi. Bahkan tidak sedikit anggotanya yang sudah menutup usaha dan mengurangi karyawan akibat tidak lagi mampu mengekspor dan melemahnya daya beli di dalam negeri dan pasar ekspor,” katanya.

Hal itu diamini oleh Gati Dirjen Industri, Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin. Ekspor mebel dan kerajinan, menurut Gati, diprediksi tidak akan mencapai US$2,4 miliar seperti dalam situasi normal, sebelum pandemi Covid-19. 

“Kami akan fasilitasi industri. Tetap, kita memperhatikan industri dalam negeri. Kalau industri merasa bahan baku kurang, silahkan surati kami. Langsung akan kami tutup. Itu masalah bahan baku yang akan diekspor. Tetap yang namanya hilirisasi akan kita perhatikan.”

Untuk itu, Ketum Umum HIMBARA Sunarso menegaskan akan membantu industri kecil dan menengah (IKM) di sektor ini yakni mempertemukan anggota HIMKI dengan buyers di program UMKM Export BRILian Preneur di JCC Jakarta pada Desember mendatang. Langkah ini untuk menggenjot pasar ekspor dan meningkatkan pembelian di pasar dalam negeri.

“Ini masalahnya demand-nya turun, baik di dalam maupun di luar negeri akibat Covid.  Oleh karena itu, pemerintah mestinya bisa juga membelokkan belanja negaranya untuk pembeliaan barang-barang juga secara real. Beli kursi mebel dari produk IKM, baik untuk kebutuhan kantor Lembaga, maupun sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.”

Sunarso yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengatakan akan membantu HIMKI menyalesaikan masalah sengkarut bahan baku yang menjadi persoalan di industri tersebut. “Saya sarankan kepada ketua HIMKI untuk fight, duduk dengan para stakeholders untuk mensinkronkan semua masalah sengkarut di industri. HIMBARA juga memberikan dana CSR-nya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) anggota HIMKI agar mempunyai keahlian mendesign sesuai selera pasar ekspor,” papar Sunarso.

BRI, kata Sunarso, menyiapkan tiga hal supaya dana stimulus mengalir, pertama adalah data; kedua yakni  sistem penyaluran yang kredibel baik transfer atau kredit; ketiga komunikasi; dan keempat petugas bank (Mantri BRI) dan para anggota Himbara untuk mengkomunikasikannya. 

Menurut Ekonom Senior INDEF, Enny Sri Hartati, pemerintah tidak perlu mengeluarkan stimulus baru, tinggal refokusing anggaran-anggaran yang sudah ada yakni anggaran APBN dan APBD. “ Syarat TKDN pada pengadaan itu sedikit sekali, baru 7%-18%, kalau dinaikan 30% mengutamakan UMKM itu nilai untuk permintaan ke UMKM itu berlipat ganda.”

Sementara itu, Supriyadi juga mendesak agar program hilirisasi yang telah dicanangkan pemerintah ditindaklanjuti dan tidak membuka keran ekspor kayu log dan bahan kayu rotan, karena akan membuat industri kecil menengah di sektor ini terancam gulung tikar. 

Menurut dia, pihaknya selama ini menghadapi banyak hambatan baik dari internal maupun eksternal. Dari mulai  pasokan bahan baku yang kadang-kadang tersendat, banyaknya regulasi yang tidak ramah terhadap industri, seperti keberadaan dan Kewajiban Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). “Kami tidak menolak SVLK sepenuhnya, apabila tidak mungkin Indonesia mencabut perjanjian yang telah ditandatangani. Sebaiknya SVLK diberlakukan di bagian Hulu sehinga tidak membebani bagian hilir,” papar Supriyadi.

Dia menilai kalaupun tetap tidak bisa, HIMKI mengharapkan  adanya kebijakan untuk mempermurah dan mempermudah biaya untuk memperoleh V Legal atau bahkan di gratiskan (zero cost). “Karena SVLK tidak ada nilai tambahnya bagi pelaku usaha langsung. Begitu pula penyelundupan bahan baku keluar negeri. Bahan baku rotan saat ini diselundupkan ke negara pesaing Indonesia sehingga menyebabkan terjadi kelangkaan ketersediaan rotan di pasar domestik yang berakibat kelangkaan bahan baku rotan di pasar.”

Terkait kondisi itu Enny, menyarankan sebaiknya seluruh kementerian/lembaga yang terkait industri furniture duduk bersama menyusun kebijakan untuk yang komprehensif dan tidak buka tutup kebijakan keran ekspor, sehingga tidak dapat memberi kepastian bagi pelaku usaha.

HIMKI saat ini memiliki anggota kurang lebih sebanyak 1.200 pengusaha. Sedangkan pelaku usaha yang tidak terdaftar anggota HIMKI mencapai kurang lebih 3600 pengusaha kecil dan menengah. Industri mebel dan kerajinan menyerap 3 juta tenaga kerja. 

News

Triwulan II 2020, Laba Bersih BRIsyariah Melesat 229,6 Persen

August 24, 2020

Jakarta — PT Bank BRIsyariah Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang impresif pada triwulan II 2020, sebesar 229,6% menjadi Rp117,2 milyar, dibandingkan triwulan II 2019. Aset BRIsyariah tercatat sebesar Rp49,6 triliun, meningkat 34,75% dibandingkan triwulan II 2019. Pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional maupun syariah. 

Tidak hanya mencatat pertumbuhan laba, pertumbuhan pembiayaan dan dana murah Perseoran juga mengalami pengingkatan yang signifikan. Direktur Utama BRIsyariah Ngatari menyampaikan hingga triwulan II 2020 BRIsyariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp37,4 triliun, tumbuh mencapai 55,92% year-on-year (yoy). Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen Ritel (SME, Mikro dan Konsumer) untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimal. “Peningkatan laba bersih BRIsyariah di triwulan II 2020 didukung oleh optimalisasi fungsi intermediari yang diikuti dengan pengendalian beban biaya dana,” jelas Ngatari dalam siaran pers, Senin (24/8). 

Secara rinci, pada tahun 2020 hingga triwulan II ini BRIsyariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp5,4 triliun untuk segmen mikro, yang merupakan segmen pembiayaan dengan tingkat pertumbuhan tertinggi dan memberikan kontribusi terbesar. Selain segmen mikro, pertumbuhan pembiayaan juga didukung oleh penyaluran pembiayaan di segmen konsumer sebesar Rp2,5 triliun dan segmen kecil menengah dan kemitraan sebesar Rp2,2 triliun. 

Ngatari melanjutkan, salah satu pendorong pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah khususnya mikro adalah digitalisasi proses pembiayaan lewat aplikasi i-Kurma. BRIsyariah mengoptimalkan i-Kurma sebagai langkah transformasi digital dalam proses pembiayaan. Ini terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja BRIsyariah, mengingat tenaga pemasar pembiayaan dimungkinkan untuk bekerja secara efektif dan efisien di tengah adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi corona. 

Lebih lanjut Ngatari menjelaskan pertumbuhan BRIsyariah juga didorong oleh implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh. Sepanjang Triwulan II 2020, BRIsyariah telah membuka 26 unit kerja baru di Provinsi Aceh dengan sistem co-location dengan BRI. Pembukaan jaringan BRIsyariah di seluruh unit kerja BRI di Aceh mengakselerasi proses konversi Bisnis BRI di Aceh yang ditargetkan selesai di semester 2 tahun 2020. Total kredit BRI yang telah dikonversi BRIsyariah hingga Juni 2020 mencapai 82,98% dari total kredit yang direncanakan akan dialihkan tahun ini dari BRI. Sementara Dana Pihak Ketiga yang telah dikonversi dalam rangka implementasi Qanun LKS mencapai 53,18% dari total yang ditargetkan.  

Di sisi dana pihak ketiga, pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) mencapai 90,79% yoy sehingga meningkatkan rasio dana murah terhadap total dana pihak ketiga (CASA Ratio) hingga mencapai 54,34%. “Dana Pihak Ketiga meningkat ditopang oleh pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) sejalan dengan strategi pengendalian beban biaya dana. Peningkatan dana murah (CASA ratio) mendorong penurunan biaya dana atau cost of fund,” jelas Ngatari. 

“Pertumbuhan ini menandakan di tengah pemberlakukan transisi pembatasan sosial berskala besar, BRIsyariah terus berupaya mencari peluang. Kami tetap harus tumbuh untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Namun pertumbuhan ini tentunya kami lakukan secara selektif untuk dapat menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.” tutup Ngatari. 

News

Ketua Umum Himbara Sunarso: Industri TPT Jangan Sampai Tutup

August 18, 2020

Jakarta – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyatakan siap membantu upaya penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil nasional agar tidak semakin terpuruk, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) selama ini merupakan penyumbang devisa melalui ekspor nonmigas nasional.

Ketua Umum Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso mengatakan bila permasalahan utama yang dihadapi oleh pengusaha tekstil adalah menurunnya permintaan dan margin yang tipis karena harga bahan baku yang tinggi, maka yang  perlu dilakukan adalah penguatan permintaan lewat konsumsi dalam negeri dan membatasi impor bahan jadi. 

“Sebab dengan membatasi impor garmen, maka akan mendorong industri lokal untuk menguasai pasar TPT di dalam negeri. Sekarang itu, yang dibutuhkan dan harus dilakukan, terkait pemulihan ekonomi adalah memperkuat permintaan dalam negeri dengan menjaga konsumsi dalam negeri, karena barang-barang yang sebenernya menyerap tenaga kerja itu importasinya benar-benar dibatasi. Bila perlu pemerintah belanja seragam untuk ASN dan BUMN,” jelas Sunarso dalam mini FGD yang bertemakan “Upaya Pemulihan Ekonomi dan Industri Tekstil di Indonesia,” Selasa (18/8).

Mini FGD tersebut juga menghadirkan pembicara Jemmy Kartiwa Sastraatmadja Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Enny Sri Hartati (Ekonom senior INDEF), dan Muhammad Khayam, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 73 peserta anggota API, di antaranya Sritex, PT Apac Inti Corpora dan PT Mataram Tunggal Garment.

Sunarso menjelaskan Pemerintah saat ini sudah menaruh uang dalam bentuk deposito senilai Rp 30 triliun di empat bank plat merah. Sebagai gantinya, bank-bank Himbara akan menyalurkan Rp 90 triliun dana dalam bentuk subsidi dan kredit. Per 29 Juli 2020, sudah Rp 55 triliun yang disalurkan oleh 4 bank BUMN kepada para debitur yang mayoritas adalah pelaku UMKM. 

Terkait subsidi untuk industri TPT, Sunarso menyebutkan bila belum ada kebijakan yang secara spesifik untuk sektor tersebut, maka Himbara bersedia membantu   asosiasi tersebut untuk memperjuangkan nasib mereka  agar mendapatkan upaya penyelamatannya. “Asosiasi harus ngotot agar tekstil masuk dalam skema subsidi dan kredit ini. Sekarang ini belum ada aturan yang secara spesifik mengatur. Karena tekstil ini industri yang banyak menyerap tenaga kerja, maka industri ini jangan sampai tutup.”

Hal senada disampaikan anggota Himbara Direktur Komersial PT Bank Mandiri Tbk Riduan. “Kami akan mendukung industri TPT di dalam negeri. Namun, kalangan industri TPT harus membangun dan menjaga ekosistem mereka agar selalu tumbuh. Karena bila industri tekstil bagus, perbankan akan datang tanpa perlu diundang.” 

Sementara itu, Dirjen Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin M. Khayam, menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga pasar dalam negeri khususnya industri TPT, salah satunya dengan menggalakkan program Aku Cinta Indonesia. Selain itu, Kemenperin juga akan memperkenalkan program Smart Textile, yang berupakan big data industri untuk pelaku IKM.