Browsing Category

News

News

John Riady Dorong LPKR Makin Transparan & Bernilai Tambah

October 18, 2021

JAKARTA, 17 Oktober 2021 — Sebagai generasi ketiga Lippo, John Riady semakin fokus pada pengembangan bisnis kesehatan dan properti melalui induk PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).  Lippo semakin diarahkan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholders, mulai dari karyawan, konsumen, serta lingkungan sekitar.

Hal itu sejalan transformasi yang sedang dilakukan perusahaan dan tuntutan bagi dunia bisnis untuk menerapkan konsep environmental, social, and corporate governance (ESG). Prinsip ESG tersebut, kata John, secara bertahap dilakukan LPKR sejak 2019.

ESG jelas John, tidak hanya sekedar aktifitas Corporate Social Responsibility (CSR). Namun lebih dari itu, ESG mengkombinasikan CSR, etika dan good governance. “Kami tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, melainkan berupaya menciptakan operational excellence,” kata John dalam acara Chief of Editor Gathering, akhir pekan ini di Lippo Village, Karawaci.

Operational Excellence bisa diartikan sebagai cara pandang dalam menjalankan bisnis yang berorientasi untuk memberikan nilai tambah. Dalam prosesnya, operational excellence mensyaratkan adanya fokus yang sama dari setiap anggota perusahaan.

Hal ini tampak dari konsep pembangunan properti yang dilakukan LPKR selama ini yang mengedepankan aspek sosial dan lingkungan, serta menciptakan nilai tambah bagi pelanggan maupun lingkungan.

“Skala yang kecil di Lippo Karawaci, Cikarang kita mengelola seluruh irigasi dan air. Kalau kita melihat di sana, ada danau-danau itu bukan hanya hiasan, tapi sebetulnya bermanfaat sebagai water reservoir,” ungkap John.

Hal serupa juga dilakukan di Lippo Mall Kemang. Di sana, Lippo membangun ruang bawah tanah yang besar untuk parkir namun bisa dialih fungsikan sebagai penampungan air di saat banjir. “Kami juga menggunakan teknologi untuk mendaur ulang air, inilah prinsip ekonomi dan pembangunan berkesinambungan yang selaras dengan pelestarian lingkungan hidup,” kata John.

John menambahkan perusahaan akan terus melakukan transformasi, sehingga LPKR dalam menjalankan bisnis utama yakni perumahan urban, properti komersial, dan sektor kesehatan selalu berorientasi menciptakan nilai tambah. Tentunya, upaya itu didukung tata kelola perusahaan yang sehat, serta mampu memanfaatkan setiap momen dalam memperbesar manfaat tersebut.

“Hal inilah yang melatarbelakangi kami menempatkan orang-orang baru di jajaran manajemen, agar LPKR lebih bernilai, lebih transparan, serta mampu melihat peluang jangka pendek dan jangka panjang,” tambah John.

Dia menambahkan proses transformasi dan penerapan prinsip bisnis yang mengacu kepada ESG ini telah menuai hasil, tercermin dari sisi operasional LPKR yang memiliki pertumbuhan kinerja berkesinambungan.

Pada Semester I/2021, LPKR melaporkan total pendapatan meningkat 36% YoY (year on year) menjadi Rp7,23 triliun dan EBITDA tumbuh 102% menjadi Rp1,95 triliun. Penjualan pemasaran di semester I/2021 tumbuh 122% YoY dan mengikuti penjualan awal yang kuat di Kuartal III/2021. 

Hal itu, kata John, disumbangkan dari aspek transformasi yang menyangkut operational excellence. Sebaliknya, aspek lainnya seperti perbaikan tata kelola serta pemberian manfaat kepada lingkungan alam serta lingkungan sosial sekitar, merupakan proses jangka panjang yang harus dilakukan terus menerus.

Sejauh ini, LPKR selain menerapkan konsep pembangunan perumahan urban yang ramah lingkungan, juga telah merealisasikan konsep sinergi antara warga sekitar dan pengembang. Seperti di Lippo Village, Karawaci dimana LPKR mengembangkan proyek perumahan, telah terbentuk serupa “Desa Tangguh” yang dibina LPKR.

Desa Tangguh lahir dari fakta pandemi Covid-19 yang membuat tak sedikit masyarakat terdampak secara ekonomi. Sehingga LPKR meminjamkan lahan miliknya untuk sementara waktu kepada masyarakat sekitar yang terdampak pandemi Covid-19 untuk dikelola menghasilkan usaha pertanian swadaya membantu ketahanan pangan warga terdampak. Hasil usaha pertanian dan perikanan swadaya tersebut pun bisa dinikmati warga terdampak secara gratis.

“Kami meminjamkan lahan untuk kegiatan itu seluas lebih kurang empat hektar. Upaya ini sangat bagus karena terjadi circular economy,” kata John.

John menegaskan melalui penerapan ESG, risiko terhadap efek negatif itu selalu jadi pertimbangan sejak dari menentukan investasi, menyusun strategi bisnis hingga menjalankan operasional. “Komitmen ini sesungguhnya lebih luas dan berdampak dibandingkan dengan CSR yang seringkali tidak bersentuhan dengan proses bisnis, karena itu Lippo juga berkomitmen untuk penerapan prinsip tersebut dari seluruh aktivitasnya,” tutup John. 

News

Wujudkan BUMN Go Global, Presiden Minta Adaptasi Teknologi Secepatnya

October 16, 2021

Presiden Joko Widodo menginginkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dapat bersaing di kancah internasional. Oleh karena itu, perlu adanya kemampuan merespons dan mengadaptasi secepat-cepatnya terhadap era revolusi industri 4.0, disrupsi teknologi, dan pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Presiden saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 14 Oktober 2021.

“Ini mau kita bawa, BUMN ini go global, bersaing di internasional. Jadi, ya mulai harus menata, adaptasi pada model bisnisnya, teknologinya, paling penting ini. Dunia sudah kayak gini, revolusi industri 4.0, disrupsi teknologi, ada pandemi,” ucap Presiden.

Kepala Negara meminta seluruh perusahaan BUMN untuk dapat beradaptasi pada model bisnis baru seiring dengan perkembangan teknologi, salah satunya dengan bekerja sama dan berkolaborasi dengan perusahaan global lainnya.

“Kalau mau cepat, kita beradaptasi itu, cara yang paling cepat adalah ber-partner, perusahaan global mana yang paling baik, ajak, pasti mau itu dengan kita,” ucapnya.

Di samping itu, Presiden pun mengingatkan perusahaan BUMN untuk memperhatikan aspek perekonomian dan indikator tingkat efisiensi dari investasinya atau internal rate of return (IRR).

“Tolong dihitung, karena apa pun BUMN ini adalah perusahaan negara, social impact-nya dihitung juga. Dan yang paling penting, review terus keekonomiannya. Berhitung, kalkulasi, sehingga kita bisa tahu pertumbuhan ke depan itu akan seperti apa,” tutur Kepala Negara.

Presiden menuturkan, untuk dapat bertahan pada era revolusi industri 4.0, suatu perusahaan perlu menyiapkan SDM dan ekosistemnya agar dapat beradaptasi pada perkembangan teknologi tersebut.

“Yang namanya transformasi bisnis, yang namanya adaptasi teknologi sudah menjadi keharusan dan tidak bisa tidak. Kita hanya hitungan kita, kita ini balapan,” tandas Presiden.

News

Bertemu Para Direktur Utama BUMN, Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Profesionalisme

October 16, 2021

Manggarai Barat — Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya untuk membangun profesionalisme dan nilai-nilai dasar di dalam diri para pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, para direktur utama BUMN merupakan orang-orang terpilih yang diharapkan percaya diri menghadapi persaingan baik secara nasional maupun global.

Demikian disampaikan Presiden saat memberikan arahan kepada para direktur utama BUMN di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis, 14 Oktober 2021.

“Ini, sekali lagi, perlu saya sampaikan dan sebetulnya dulu sudah saya sampaikan, karena yang ingin kita bangun ini adalah profesionalisme,” ujar Presiden.

Presiden juga meminta kepada para direktur utama BUMN untuk membangun sebuah kultur kerja yang lebih sederhana. Ia menginginkan alur kerja pemerintahan yang kompleks tidak diterapkan di BUMN.

Sebagai contoh, perizinan untuk pembangkit listrik. Presiden menyebut, terdapat 259 naskah perizinan dengan nama berbeda tetapi maksud di dalam surat tersebut sama.

“Waktu yang diperlukan mencari izin itu bisa 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun. Ada yang 7 tahun mengadu ke saya. Nah, seperti ini yang harus dipangkas, enggak boleh misalnya di PLN sampai bertele-tele itu. Enggak bisa lagi,” lanjutnya.

Di samping itu, Presiden mengingatkan bahwa kompleksnya birokrasi akan berpengaruh terhadap investasi di Indonesia.

“Siapa yang mau investasi kalau berbelit-belit seperti itu? Sudah di kementeriannya berbelit-belit, di daerahnya berbelit-belit, masuk ke BUMN-nya berbelit-belit lagi. Lari semua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Presiden meminta kepada para direktur utama BUMN yang hadir baik secara fisik maupun daring untuk lebih berani dalam berkompetisi dan mengambil risiko. Kepala Negara pun menginstruksikan Menteri BUMN untuk tidak lagi memberikan proteksi kepada perusahaan BUMN dalam kondisi menurun.

“Jadi, tidak ada lagi itu yang namanya proteksi-proteksi, sudah. Sudah, lupakan Pak Menteri, yang namanya proteksi-proteksi itu,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menuturkan bahwa BUMN di Indonesia sudah mulai melakukan penggabungan, konsolidasi maupun reorganisasi. Saat ini, jumlah perusahaan BUMN di Indonesia berjumlah 41 dari sebelumnya 108 perusahaan.

“Ini sebuah fondasi yang sangat baik, kemudian diklasterkan, itu juga baik,” ucap Presiden.

News

Terminal Multipurpose Wae Kelambu Dukung Labuan Bajo jadi Destinasi Wisata Super Premium

October 14, 2021

Jakarta, 14 Oktober 2021- Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis, 14 Oktober 2021. Presiden mengapresiasi kecepatan pembangunan terminal pelabuhan tersebut.

“Saya juga sangat mengapresiasi, dikerjakan secara cepat, di bulan Agustus 2020 dimulai kemudian hari ini bisa kita selesaikan. Alhamdulillah,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo dibangun untuk memisahkan kegiatan logistik/barang dengan angkutan penumpang yang sebelumnya bercampur di pelabuhan yang lama. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium.

“Pelabuhan Wae Kelambu ini kita memang ingin pelabuhan yang lama itu bersih karena memang di sana adalah wilayah dan daerah wisata sehingga kita geser ke sini,” imbuhnya.

Terminal Multipurpose yang berfungsi sebagai terminal khusus logistik ini juga bertujuan memperkuat konektivitas maritim dan menopang kelancaran arus logistik di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Presiden berharap, terminal dan pelabuhan baru ini bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama.

“Kita harapkan ini bisa kita pakai dalam jangka 15-20 tahun yang akan datang masih memungkinkan, visible, untuk angkutan barang-barang yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, utamanya di Kabupaten Manggarai Barat,” tandasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam laporannya menyebut bahwa pelabuhan baru ini merupakan pelabuhan kelas 3. Menhub berharap format pelabuhan ini bisa dikembangkan di tempat lainnya di Tanah Air.

“Kami harapkan ini menjadi satu pelabuhan yang menjadi format baru pelabuhan yang akan dikembangkan di beberapa tempat di Indonesia. Harapannya pelabuhan ini akan membuat Labuan Bajo tidak lagi padat dan menjadi destinasi yang baik,” ujar Menhub.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.

News

Penggabungan BUMN Pelindo Tingkatkan Daya Saing

October 14, 2021

Jakarta, 14 Oktober 2021- Presiden Joko Widodo meresmikan penggabungan atau merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis, 14 Oktober 2021. Penggabungan BUMN ini diyakini akan meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara lain.

“Hari ini alhamdulillah tadi sudah sampaikan Dirut Pelindo, Pak Arif, sudah terjadi Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Pelindo IV menjadi PT Pelindo atau PT Pelabuhan Indonesia. Apa yang ingin kita harapkan dari sini? Yang pertama sekali lagi, biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain. Artinya daya saing kita, competitiveness kita kan jadi lebih baik,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Selain itu, Presiden juga meminta agar segera dicarikan mitra yang memiliki jaringan yang luas sehingga nanti terkoneksi dengan negara-negara lain dengan baik. Dengan demikian, produk-produk dan barang-barang Indonesia bisa menjelajah dan masuk ke rantai pasok global.

Menurut Presiden, saat ini biaya logistik di Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Biaya logistik di Indonesia masih sekitar 23 persen, sedangkan negara-negara tetangga hanya lebih kurang 12 persen.

“Artinya, ada yang tidak efisien di negara kita. Oleh sebab itu kenapa dibangun infrastruktur, baik itu jalan, baik itu pelabuhan, baik itu airport, karena kita ingin produk-produk kita, barang-barang kita bisa bersaing kalau kita adu kompetisi dengan produk-produk negara lain,” jelasnya.

Penggabungan BUMN pelabuhan ini sendiri telah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo sejak tujuh tahun yang lalu. Pada 1 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021 Tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Presiden pun mengapresiasi Menteri BUMN beserta jajarannya yang telah berhasil mewujudkan penggabungan BUMN kepelabuhanan tersebut. Kepala Negara berharap, penggabungan ini akan menjadikan Pelindo menjadi sebuah kekuatan besar dan bisa diikuti oleh BUMN lainnya.

“Nanti akan menjadi sebuah kekuatan besar, tadi sudah disampaikan akan masuk ke 8 besar dunia, inilah yang kita harapkan. Nanti perusahaan-perusahaan yang lain juga seperti itu. Jangan sampai kecil-kecil bertebaran sehingga kekuatannya menjadi minim, baik dari sisi keuangan, modal. Kalau bergabung seperti ini, kekuatannya akan menjadi gede,” tandasnya.

Dalam laporannya, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono menyebut bahwa merger Pelindo akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs.

“Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage, dan memperkuat permodalan perusahaan,” ujar Arif.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.

News

Presiden Jokowi: Labuan Bajo Siap Sambut Kedatangan Wisatawan Internasional

October 14, 2021

Jakarta, 14 Oktober 2021 – Presiden Joko Widodo meresmikan penataan Kawasan Puncak Waringin, Kawasan Batu Cermin, dan delapan ruas jalan di Labuan Bajo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur. Acara peresmian ketiganya dilakukan secara serentak di Puncak Waringin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis, 14 Oktober 2021.

“Alhamdulillah pembangunan berbagai infrastruktur untuk mendukung pariwisata di Labuan Bajo telah selesai dan Labuan Bajo telah siap untuk menyambut kedatangan para wisatawan,” ujar Presiden.

Setelah dilakukan penataan secara besar-besaran oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan, Presiden melihat wajah Labuan Bajo telah berubah total. Infrastruktur di Labuan Bajo telah lengkap, seperti bandara yang tahun depan akan dikembangkan landasan pacu dan terminalnya.

“Kemudian kita juga melihat hotel, pusat suvenir, creative hub, amfiteater, plaza, citywalk dan ruang-ruang publik yang lainnya semuanya sudah diperbaiki. Saya melihat perubahan wajah itu kelihatan sekali, juga infrastruktur pendukung pariwisata seperti jalan di sekitar kawasan, serta pelabuhan yang khusus melayani pinisi, yacht, dan cruise ini sudah siap semuanya,” paparnya.

Kepala Negara menjelaskan, setelah diresmikan pada hari ini, hal penting yang perlu segera dilakukan adalah promosi besar-besaran dan menyiapkan Labuan Bajo untuk penyelenggaraan ajang-ajang nasional dan internasional.

“Nantinya ini akan menjadi pendukung penyelenggaraan KTT G20 dan juga nanti akan kita pakai untuk KTT ASEAN di 2023,” tandasnya.

Untuk diketahui, penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Puncak Waringin dilakukan mulai Agustus 2019 dan selesai pada Maret 2021 dengan luas kawasan yang ditata mencakup 0,39 hektare. Sementara KSPN Batu Cermin mulai mendapatkan penataan pada Maret 2020 dan selesai pada Maret 2021 dengan luas area yang dilakukan penataan mencapai 2,9 hektare.

Sebelumnya, saat akan menuju Puncak Waringin, Presiden Joko Widodo meminta untuk mengunjungi Pantai Marina terlebih dahulu. Di lokasi ini, Presiden meninjau penataan KSPN Pantai Marina Bukit Pramuka, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Ketika melakukan peninjauan, Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat.

News

Dorong UMKM Naik Kelas, Pegadaian Gandeng Briefer Beri Edukasi Pengelolaan Keuangan Digital & Konten Kreatif

October 14, 2021

Jakarta – Pegadaian Wilayah VIII Jakarta I bersama Briefer, platform kolaborasi bagi para praktisi di industri komunikasi menggelar seri webinar terkait pengelolaan keuangan digital dan konten kreatif komunikasi guna mendorong pelaku UMKM dan ultra mikro (UMi) naik kelas. 

Mulyono, Pemimpin Wilayah VIII Jakarta I Pegadaian bersama Celixa Yovanka (Communication Lead Briefer), Aji Suwandhi (Head of Finance Base) dan Lia Agannyi (Pemilik Momomaru)

Komitmen Pegadaian mendorong UMKM-UMi naik ke level yang lebih tinggi ini disampaikan oleh Pemimpin Wilayah VIII Jakarta I Pegadaian Mulyono saat memberikan keynote speech dalam Webinar Pengelolaan Keuangan Digital dan Konten Kreatif untuk UMKM yang diselenggarakan hari ini,  Kamis, 14/10/2021. 

“Kami berkomitmen untuk membantu pelaku usaha UMi-UMKM agar dapat terus maju dan berkembang, terutama di tengah situasi yang menantang seperti saat ini dan harus dapat pulih dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi. Karenanya, bersama Briefer kami menggelar webinar untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM-UMi dari sisi pengelolaan keuangan digital dan konten kreatif komunikasi,” ungkap Mulyono. 

Dalam kesempatan yang sama, Communication Lead Briefer Celixa Yovanka mengatakan, “Pengelolaan keuangan digital dan kemampuan membuat konten kreatif komunikasi merupakan keahlian dasar yang perlu dikuasai oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan skala bisnisnya dan akhirnya dapat naik kelas. Sebagai platform kolaborasi bagi praktisi komunikasi,  bersama Pegadaian kami juga ingin berperan serta dalam mendorong UMKM melakukan adaptasi ekonomi maupun komunikasi digital.”   

Karenanya, tambah Celixa, kami menghadirkan praktisi keuangan dari Base Aji Suwandhi, praktisi komunikasi digital dari KaryaKarsa Pribadi Prananta, dan dua pelaku UMKM di sektor kuliner. Kedua pelaku UMKM tersebut yakni pemilik Momomaru Lia Ariyanti dan pemilik Sate Maranggi Sari Makmur 3 Ladrina Bagan, untuk berbagi praktik terbaik mengenai kedua keahlian tersebut. 

Dalam sesi webinar, para praktisi tersebut menjelaskan bahwa UMKM harus beradaptasi dengan situasi dan perkembangan teknologi, baik di sisi keuangan maupun di sisi komunikasi digital guna meningkatkan usaha bisnis. Praktisi juga mendorong UMKM untuk kreatif berinovasi dalam memenuhi kebutuhan konsumen atau audiens, baik melalui observasi maupun studi market. 

Para praktisi juga menjelaskan bahwa kesuksesan dari sebuah bisnis UMKM adalah peningkatan awareness yang perlahan juga mampu meningkatkan pertumbuhan bisnis tersebut. Namun tentu saja dalam meraih keberhasilan harus diimbangi dengan strategi keuangan dan konten yang sesuai dengan pasar bisnis. 

“Sinergi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam kesinambungan bisnis UMKM, melalui pembinaan UMKM bersama Pegadaian kami ingin menegaskan komitmen kami untuk tumbuh bersama dapat menumbuhkan produktivitas dan kreativitas ekonomi” tambah Mulyono. Pegadaian, tutup Mulyono, ingin terus tumbuh bersama masyarakat, terutama pelaku UMKM dan ingin mengambil peran untuk mendorong UMKM naik kelas. Langkah ini sejalan dengan misi kami untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi.

Di tengah situasi pandemi, hingga posisi September 2021, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta I mampu menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,85 Triliun dan mencetak total omset Rp11,65 Triliun. Dari sisi pemberdayaan UMKM, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta I telah memiliki sebanyak 17 ribu nasabah UMKM binaan hingga posisi bulan september 2021. (****)

News

Presiden Jokowi Groundbreaking Pabrik Smelter Milik Freeport di Gresik

October 12, 2021

Jakarta, 12 Oktober 2021 – Presiden Joko Widodo pada Selasa, 12 Oktober 2021, bertolak ke Provinsi Jawa Timur, dalam rangka kunjungan kerja. Kepala Negara bersama rombongan lepas landas melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta sekitar pukul 08.00 WIB dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Setibanya di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Presiden Jokowi akan langsung menuju Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) Gresik, Kabupaten Gresik. Di sana, Presiden akan melakukan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia.

Setelahnya, Presiden akan langsung kembali ke Jakarta melalui Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Timur adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo.

News

Presiden Jokowi: Jaga dan Kawal Perkembangan Digitalisasi Keuangan

October 11, 2021

Gelombang digitalisasi yang terjadi beberapa tahun terakhir ini yang dipercepat oleh pandemi Covid-19 harus disikapi dengan cepat dan tepat. Di tengah maraknya kemunculan bank dan asuransi berbasis digital, pembayaran elektronik, dan inovasi-inovasi teknologi finansial lainnya, penipuan dan tindak pidana keuangan terus terjadi di masyarakat.

Untuk itu, saat memberikan pidato kunci pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Virtual Innovation Day 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin, 11 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo mendorong jajarannya untuk menjaga dan mengawal perkembangan digitalisasi keuangan yang tengah berkembang tersebut.

“Perkembangan yang cepat ini harus dijaga, harus dikawal, dan sekaligus difasilitasi untuk tumbuh secara sehat untuk perekonomian masyarakat kita. Jika kita kawal secara cepat dan tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa digital setelah China dan India dan bisa membawa kita menjadi ekonomi terbesar ke-7 dunia di 2030,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan, momentum tersebut harus disambung dengan upaya membangun ekosistem keuangan digital yang kuat, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. Selain itu, juga harus memiliki mitigasi risiko atas kemungkinan timbulnya permasalahan hukum dan permasalahan-permasalahan sosial untuk mencegah kerugian dan meningkatkan perlindungan kepada masyarakat.

Pembiayaan teknologi finansial juga harus didorong untuk kegiatan produktif, membangun kemudahan akses, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang tidak terjangkau layanan perbankan, membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih banyak melakukan transaksi digital yang minim aktivitas fisik, serta membantu UMKM untuk naik kelas dan masuk ke ranah digital.

“Saya titip kepada OJK dan para pelaku usaha dalam ekosistem ini untuk memastikan inklusi keuangan yang kita kejar, yang harus diikuti dengan percepatan literasi keuangan dan literasi digital, agar kemajuan inovasi keuangan digital memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” jelasnya.

“Inklusi keuangan juga harus memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya masyarakat lapisan menengah ke bawah, menjadi solusi untuk menekan ketimpangan sosial, menjangkau segmen masyarakat yang belum tersentuh sistem keuangan konvensional,” imbuhnya.

Menurut Kepala Negara, penyedia layanan keuangan digital juga harus berorientasi Indonesiasentris, tidak hanya berpusat di Jawa saja, tetapi membantu mempercepat transformasi keuangan digital hingga ke seluruh penjuru Tanah Air. Oleh karena itu, Kepala Negara meminta seluruh industri jasa keuangan untuk melaksanakan program literasi keuangan dan literasi digital mulai dari desa, mulai dari pinggiran.

“Bukan hanya agar masyarakat bisa memanfaatkan jasa dari industri keuangan, tapi juga untuk memfasilitasi kewirausahaan mereka dengan risiko yang rendah,” tambahnya.

Presiden berharap ekosistem keuangan digital yang tangguh dan berkelanjutan harus terus dijaga untuk mendorong percepatan pergerakan ekonomi nasional yang inklusif, serta berkontribusi lebih besar pada upaya pemulihan ekonomi yang sedang dilakukan.

“Komitmen, keberpihakan, dan kerja keras Bapak dan Ibu sekalian sangat ditunggu oleh pelaku pelaku ekonomi, utamanya pelaku ekonomi kecil khususnya juga usaha mikro, kecil, dan menengah untuk segera bangkit dari dampak pandemi Covid-19 dan terfasilitasi untuk memanfaatkan peluang baru yang bermunculan,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

News

Tak Sekadar Menyuntik Dana, Venturra Capital Pegang Nilai Prinsipil

October 7, 2021

JAKARTA, 6 Oktober 2021 –– Investasi pada perusahaan digital ataupun perusahaan rintisan merupakan hal lumrah seiring tren teknologi yang berlangsung saat ini. Namun untuk membidik perusahaan teknologi digital bukanlah perkara mudah, karena mayoritas membidik kemungkinan keuntungan di masa depan.

Lippo, atas inisiasi Direktur Eksekutif John Riady telah merintis jalan investasi digital sejak lama ketika pada 2015, John mendirikan Venturra Capital yang merupakan bagian dari PT Multipolar Tbk., sebagai kepanjangan tangan Lippo dengan modal awal senilai US$150 juta.

“Investasi di awal-awal itu kecil-kecil, namun kini portofolio kami yang sudah mencapai hampir 40 perusahaan, memiliki valuasi yang berlipat-lipat,” kata John.

Melalui kendaraan Venturra Capital, Lippo melakukan investasi mulai dari seed funding, hingga masuk dalam permodalan perusahaan rintisan teknologi yang telah mapan dan sebelum penawaran saham perdana (pra IPO).

Investasi yang dilakukan Venturra Capital tidak saja terhadap perusahaan di dalam negeri, kiprah investasi digital Lippo juga merambah ke mancanegara. Salah satu perusahaan rintisan teknologi yang ikut disokong Lippo adalah Prenetics yang berbasis di Hong Kong.

Perusahaan yang berdiri sejak 2007 tersebut bergerak di bidang laboratorium kesehatan dan beroperasi di 10 negara itu kini memiliki nilai perusahaan sebesar $1,25 miliar, dan tengah bersiap menjadi perusahaan publik.

Prenetics kini bersiap melakukan merger dengan Artisan Acquisition Corp yang terdaftar di AS dan langkah IPO. Perusahaan gabungan dengan nilai valuasi mencapai US$1,7 miliar itu diharapkan untuk berdagang di Nasdaq di bawah simbol PRE.

Pada lain sisi, aksi korporasi itupun mengungkapkan cara pandang investasi digital ala Lippo yang dikelola John Riady. Sejak berdiri enam tahun lalu, investasi Venturra Capital telah melahirkan perusahaan teknologi yang sukses seperti Ruang Guru, Ovo, Sociola, Zilingo, ruangguru.com, Luno, Shopback, Kaodim, Sociolla, Bride Story, Fabelio hingga TADA, bahkan unicorn Grab.

Menurut John, prinsip dasar melakukan investasi kepada perusahaan rintisan teknologi menitik beratkan kepada kualitas para pendirinya. “Mereka yang sukses kerapkali tidak memikirkan untung dan uang lebih dulu, namun gigih untuk merancang solusi teknologi untuk berbagai permasalahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Para pendiri perusahaan rintisan itu, kata John, tidak datang dengan model bisnis sekali jadi. Melainkan selalu berupaya menyajikan model bisnis yang fleksibel agar dapat memberikan layanan tepat guna. “Jadi mereka itu punya mimpi mengubah hidup lebih baik, bahkan mungkin mengubah dunia, urusan untung dan uang justru belakangan,” katanya.

Oleh karena itu, Venturra Capital selalu berupaya terlibat lebih dalam untuk membantu dan mendampingi perusahaan rintisan teknologi. “Dan itupun berbuah dengan perkembangan terkini berbagai perusahaan rintisan yang menjadi portofolio, mereka memegang peranan penting di tengah pandemi saat ini,” tegas John.

John mengungkapkan sejauh ini Venturra Capital yang jadi kendaraan investasi mengandalkan empat strategi utama. Pertama, diistilahkan sebagai early stage, yakni menjadi investor sekaligus pendamping perusahaan rintisan teknologi sejak dini, seperti yang dilakukan terhadap Grab.

Artinya, kata John, Venturra Capital ikut merancang strategi pengembangan perusahaan rintisan tersebut. “Dulu kami masuk memberikan US$50.000, sekarang valuasinya berlipat-lipat,” kata John.

Strategi kedua yaitu late stage, di mana investasi dilakukan terhadap perusahaan yang telah mapan serta pra IPO. Hal ini pula yang dilakukan Lippo dengan menyuntikan dana ke Noice, sebuah platform audio digital yang memiliki konten podcast hingga radio.

“Dengan mencapai fase ini, bermakna bahwa perusahaan rintisan teknologi ini telah mampu bersaing dan bertahan dari habitatnya yang mungkin terdapat ratusan perusahaan sejenis,” kata John.

Sedangkan strategi ketiga menitikberatkan kepada kerja sama atau kemitraan strategis dengan investor luar. “Hal inilah yang kami kembangkan dengan keberadaan Ovo, yang pada awalnya memang kami bangun untuk pembayaran digital, saat itu Grab mau ikut bekerja sama,” kata John.

Strategi terakhir yang senantiasa dilakukan Lippo yakni mengawinkan kepentingan portofolio digital ataupun kemitraan digital dengan lini bisnis konvensional yang telah dimiliki. “Strategi ini memperkuat ekosistem digital, biar bagaimanapun tetap butuh jaringan bisnis secara fisik,” tutup John.

Saat ini Lippo cukup banyak berinvestasi di perusahaan digital, yang masih hangat adalah Gojek dan Tokopedia (GoTo).