All Posts By

Aditya

Brands

IIKP Mendapatkan Penghargaan di Hari Kartini

May 4, 2019

Jakarta, 4 Mei 2019 – Ikatan Istri Karyawan PT Pegadaian (persero) atau IIKP mendapatkan penghargaan dari Ketua Ikatan Istri Pimpinan BUMN (IIP BUMN) Ibu Erry Imam Aprianto Putro kepada Ketua IIKP atau Istri dari Direktur Utama Pegadaian, Hj. Dra. Endah Watiningsih Kuswiyoto, Ak. Penghargaan diberikan dalam peringatan Hari Kartini yg diselenggarakan oleh IIP BUMN di Pelindo, Tanjung Priok.

Penghargaan IIP BUMN 2019 diberikan, karena IIKP dinilai berperan sangat aktif dalam mendukung program Indonesia Bersih yang dicanangkan oleh organisasi OASE dibawah kepemimpinan ibu Iriana Joko Widodo, yang merupakan organisasi induk dari IIP BUMN. “Bagi kami, penghargaan ini merupakan sebuah bentuk apresiasi atas kerja keras dan aktif dari para istri dibawah organisasi IIKP,” tutur Endah dalam sambutannya.

Endah menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi pendorong bagi IIKP, agar selalu memberikan yang terbaik bagi kesinambungan program Indonesia Bersih. “Harapan kami, program Indonesia Bersih dapat menjadi kerangka kerja agar seluruh masyarakat Indonesia semakin sadar dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. Dan semakin sadar kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga negara agar tercipta masyarakat yg sehat dan sejahtera,” ujar Endah.

Endah menjelaskan bahwa program Indonesia Bersih merupakan gerakan kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, swasta dan berbagai pihak untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah di 2020, karena saat ini Indonesia menduduki peringkat ke dua dunia yg tercemar sampah plastik.

Untuk mencapai terwujudnya Indonesia Bersih, pengelolaan sampah perlu ditangani dengan serius. Salah satu bentuk yang telah dilakukan oleh Pegadaian adalah Program Mengubah Sampah menjadi Emas, dimana sampah-sampah plastik dikumpulkan, ditimbang di Bank Sampah dan dapat ditukar dengan Emas. Hingga saat ini Pegadaian telah mengelola Bank Sampah di 19 titik dari 58 titik yang dicanangkan.

Hal lain yang tak kalah penting adalah pengendalian pencemaran lingkungan yang dimulai dari diri sendiri dengan meminimalisir penggunaan plastik, misalnya membawa minum dengan tumbler sebagai pengganti botol plastik dan penggunaan tas kain untuk belanja yang bisa dipakai berkali-kali sebagai pengganti kantong plastik.

“Saya berharap IIKP dapat terus menunjukkan perkembangannya dalam membantu meminimalkan penggunaan sampah plastik sehingga tercipta lingkungan yang bebas plastik sesuai harapan kita dan pemerintah,” tutup Endah.

****

Brands Lifestyle

Pegadaian Tebar Hadiah April Emas – Belanja Emas Nasional

May 2, 2019

Jakarta — Pegadaian berbagi bahagia dengan menebar hadiah bertajuk April Emas–April Belanja Emas Nasional kepada masyarakat yang melakukan transaksi pembukaan rekening dan top up produk Tabungan Emas di seluruh channel Pegadaian selama periode 1 – 30 April 2019.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dalam acara pengundian hadiah di Dua Mutiara Ballroom JW Marriot Hotel Jakarta Kamis, (02/05/2019) mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap layanan produk bisnis emas dan fitur aplikasi Pegadaian Digital.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan pengalaman baru dengan bertransaksi menabung emas melalui aplikasi Pegadaian Digital. Melalui program ini diharapkan juga dapat meningkatkan keterikatan nasabah untuk terus memilih Pegadaian sebagai mitra bisnis. Jadi, targetnya adalah menciptakan customer experience bagi nasabah baru dan customer engagement bagi nasabah lama,” ujarnya.

Lebih lanjut Kuswiyoto menambahkan bahwa dari program April Belanja Emas ini dapat menambah 90.394 rekening tabungan emas nasabah baru, naik 29,2% dari bulan Maret 2019, dengan jumlah transaksi sebanyak 412.133 atau naik 22,5% dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan melihat antusias masyarakat yang memilih tabungan emas sebagai alternatif investasi, Kuswiyoto optimis kinerja perusahaan terus meningkat, apalagi Pegadaian juga mengembangkan produk Gadai Tabungan Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital.

Berikut hadiah yang diundi dalam program April Belanja Emas :

• Grand prize I: Tabungan Emas seberat 118 gram untuk 1 (satu) orang pemenang senilai Rp. 76,7 juta

• Grand prize II : Paket wisata Kapal Pesiar Executive ke Singapore-Penang untuk 2 (dua) orang pemenang masing-masing senilai Rp. 20 juta

• Grand prize III: Paket Wisata Kapal Pesiar Reguler ke Singapore-Penang untuk 5 (lima) orang pemenang masing-masing senilai Rp. 15 juta

Selain hadiah grand prize, Pegadaian juga memberikan hadiah Tabungan Emas dengan berat total 2.088 gram untuk 1.770 orang selama bulan April 2019 yang diundi setiap 2 (dua) hari. Dengan demikian setiap pengundian terdapat 118 pemenang dengan dengan hadiah Tabungan Emas masing-masing 1,18 gram, atau total hadiah setiap pengundian seberat 139,24 gram.

Brands Lifestyle

Pegadaian Dorong Anak Muda Lebih Kreatif Melalui Kopi

April 30, 2019

PT Pegadaian (persero) terus mendorong pemuda-pemudi Indonesia untuk selalu kreatif, dan terampil dalam mengadopsi perkembangan global khususnya di bidang kopi, melalui Kelas Kreatif Barista Kopi. Melalui kelas ini, pemuda-pemudi Indonesia didorong untuk menjadi pewirausaha kedai kopi.

“Kelas Kreatif Barista Kopi merupakan wadah bagi anak-anak muda Indonesia untuk menggapai impian mereka untuk menjadi seorang barista melalui pembelajaran, pelatihan, dan perluasan jaringan pertemanan atau rekanan usaha,” kata Direktur Jaringan, Operasional, dan Penjualan Pegadaian, Damar Latri Setiawan, Jakarta, Selasa (30/4).

Damar menjelaskan bahwa kelas tersebut memiliki tujuan memberikan materi mengenai cara mengolahnya menjadi minuman yang digandrungi tua dan muda serta mengenai kopi di Tanah Air. Indonesia memiliki kopi-kopi yang tidak kalah lebih berkualitas dari negara berkembang lainnya.

Seperti diketahui, Pegadaian saat ini makin agresif merambah pasar milenial. Salah satu caranya adalah dengan meluncurkan The Gade Coffee and Gold. The Gade Coffee & Gold merupakan outlet layanan prioritas untuk meningkatkan jumlah nasabah bagi kalangan milenial. Saat ini, The Gade Coffee & Gold telah berada di 33 kota di seluruh Indonesia dan direncanakan hingga 36 outlet di seluruh wilayah di Indonesia.

“Di The Gade Coffee and Gold, Pegadaian menyajikan kopi berkualitas. Pengunjung dapat menikmati berbagai varian kopi nusantara. Pengunjung bisa menikmati varian kopi mulai Kopi Gayo, Kopi Flores, Kopi Bondowoso, Kopi Kerinci, Kopi Toraja, hingga Kopi Garut Kasuga.” Selain itu, The Gade Coffee & Gold juga memiliki petani binaan yang biji kopinya (dari varian Garut Kasuga) menjadi primadona beberapa waktu lalu di London Coffee Festival 2019 bersama dengan 250 pelaku industri kopi dunia. Varian kopi specialty tersebut telah dikurasi oleh Libertad Union Coffee Roaster dengan dukungan dari The Gade Coffee & Gold.

Sebagai informasi, Kelas Kreatif Barista Kopi ini diikuti 100 peserta dan diisi oleh Awan SP, Head roaster dari Libertad Union Coffee Roaster dan Della Mifti, Head barista dari Libertad Union Coffee Roaster.

Brands

HUT-118, Pegadaian Luncurkan 3 Produk Andalan

April 28, 2019

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) di puncak HUT ke 118 meluncurkan tiga produk andalan sekaligus, yaitu Gadai on Demand (GoD), Branch Transformation Office, dan Rahn Tasjily Tanah dalam upaya menuju Peran & Era Baru Pegadaian untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Direktur Utama PT Pegadaian (persero) Kuswiyoto mengatakan tiga produk layanan tersebut merupakan wujud nyata dari kinerja Pegadaian yang terus melakukan inovasi produk dan sistem layanan secara digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah. “Kami menyadari bahwa nasabah semakin ingin dilayani dengan cepat, aman, dan nyaman dengan menggunakan teknologi digital. Oleh karena itu, hari ini kami meluncurkan tiga produk layanan untuk mempermudah nasabah menggunakan fasilitas dari Pegadaian,” kata Kuswiyoto di acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Pegadaian ke 118, Jakarta, Minggu (28/4).

Kuswiyoto menjelaskan Gadai on Demand (GoD) merupakan layanan yang membantu nasabah yang ingin menggadaikan perhiasan atau barang berharga lainnya, tetapi tidak memiliki waktu ke gerai Pegadaian. Maka, Pegadaian bekerjasama dengan perusahaan berbasis digital di sektor transportasi on demand, yang bertugas untuk menjemput barang yang akan digadaikan. “Dengan GoD, nanti petugas ojek online akan menjemput barang yang akan digadaikan, selanjutnya dana hasil gadai akan ditransfer ke rekening nasabah.”

Sementara itu, Rahn Tasjily Tanah merupakan produk dari Pegadaian Syariah dengan jaminan berupa sertifikat tanah atau bukti kepemilikan tanah yang ditujukkan kepada pengusaha mikro dan petani. “Cara kerja dan prinsipnya pun disesuaikan dengan prinsip syariat Islam. Selain itu, marhun bih atau pinjaman yang diberikan juga terbilang tinggi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp200 juta dengan aturan angsuran yang sangat fleksibel,” ujar Kuswiyoto.

Sedangkan Branch Transformation Office merupakan peluncuran standarisasi outlet baik dari sisi fisik bangunan, maupun sistem layanan. Dari sisi penjualan, layanan ini akan meningkatkan sistem kerja seperti penetapan sales model, penetapan standar penjualan di cabang, peningkatan produktifitas outbond sales, pengembangan sales tools, dan sebagai customer relationship management yang terintegrasi.

“Untuk proses bisnis, Branch Transformation Office akan meningkatkan sistem perusahaan seperti redesign branch choreography, penggunaan aplikasi erica pada transaksi cabang, reengineering proses bisnis yang mendukung transaksi cashless, auto scoring pinjaman makro, penggunaan QR code pada surat bukti gadai, penggunaan perjanjian kredit digital, dan digitalisasi penyimpanan barang jaminan,” jelasnya.

Kuswiyoto menambahkan dengan tiga produk baru ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah nasabah, sehingga target nasabah 12 juta jiwa di tahun 2019 dapat tercapai.

Karya Jurnalistik Pegadaian Terbaik

Pada acara puncak HUT ke 118 Pegadaian juga mengumumkan pemenang lomba karya jurnalistik terbaik. “Kami mengapresiasi rekan-rekan jurnalis dan media massa yang mengikuti lomba karya jurnalistik ini. Pertama-tama saya mengucapkan selamat bagi para pemenang, karena tidaklah mudah untuk menentukan pemenang lomba karya jurnalistik dari sekian banyak artikel yang masuk,” ujar Kuswiyoto.

Lomba karya jurnalistik ini mengangkat tema The Gade Era Baru, dengan pilihan subtema “Kreatif Mengolah Sampah Menjadi Tabungan Emas” dan “Digitalisasi Pegadaian”. Karya jurnalistik yang diikutsertakan sudah diterbitkan di media cetak atau online dalam rentang waktu Februari–April 2019.

Kedua subtema ini merupakan program yang sedang digencarkan di Pegadaian, yaitu Pegadaian Bersih-Bersih yang merupakan program CSR dan transformasi digital. Dari hasil penilaian Dewan Juri yang terdiri dari akademisi, jurnalis senior, konsultan dan Sekretaris Perusahaan Pegadaian maka hasilnya adalah karya jurnalistik terbaik, masing-masing tiga media cetak dan online.

Menurut Kuswiyoto, para pemenang lomba karya jurnalistik ini telah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Dewan Juri, antara lain karya yang memenuhi kode etik jurnalistik, hasil eksplorasi penulis terhadap tema yang ditentukan dan memiliki nilai konten yang humanis dan kuat, serta kelengkapan informasi yang dalam.

“Adanya lomba karya jurnalistik ini, semoga mendorong rekan-rekan media untuk terus memberikan informasi dan manfaat dari berbagai layanan di Pegadaian untuk seluruh masyarakat,” tambahnya.

Adapun juara Lomba Karya Jurnalistik Pegadaian, yaitu:

Media Cetak:

  1. Kompas – Irma Tambunan dengan artikel berjudul “Memilah Sampah Menuai Emas”.
  2. Sindo Weekly – Eko Adhi Caroko dengan artikel berjudul “Membidik Milenial Melalui The Gade”.
  3. Koran Sindo – Suwarny Dammar dengan artikel berjudul “The Gade Clean & Gold Pegadaian Jadikan Hidup Bersih Bernilai Emas”.

Media online

  1. SuaraMerdeka.com – Puji Purwanto dengan artikel berjudul “Lingkungan Berseri, Warga Menuai Manfaat Investasi”.
  2. Bisnis.com – Dinda Wulandari dengan artikelnya berjudul “Transformasi Pegadaian: Menggaet Millenial Lewat Digitalisasi Hingga Kedai Kopi”.
  3. Republika.co.id – Teguh Firmansyah dengan artikel berjudul “Mengumpulkan Emas Dari Gunungan Sampah”.

Sebagai apresiasi bagi karya jurnalistik terbaik, Pegadaian memberikan hadiah berupa tabungan emas masing-masing:
• Juara l – Emas seberat 15 gram
• Juara ll – Emas seberat 12 gram
• Juara III – Emas seberat 10 gram

118 Tahun Pegadaian Makin Muda(h)

Sementara itu, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas usia Pegadaian yang mencapai 118 dan masih terus tumbuh serta memberikan kontribusi yang besar kepada bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan dan keluarga, manajemen jajaran direksi, serta komisaris, yang telah bersama-sama membangun, merawat dan membesarkan Pegadaian hingga mencapai usia 118 tahun, dan berhasil menunjukkan kinerja yang baik,” jelas Kuswiyoto.

Kontribusi Pegadaian untuk bangsa ini terus meningkat. “Alhamdulillah sepanjang tahun 2018 kita berhasil menyetorkan pajak sebesar Rp1,441 triliun dan dividen Rp1,005 triliun.

Kuswiyoto menjelaskan kegiatan ini merupakan ungkapan terima kasih sekaligus apresiasi kepada karyawan dan keluarganya, baik suami, istri, maupun anak yang telah memberikan dukungan bagi pekerja/insan Pegadaian. “Langkah kita hari ini merupakan tahap awal untuk meningkatkan sinergi dan soliditas di Pegadaian. Dirgahayu Pegadaian ke-118, mudah-mudahan rencana kita dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua dan Tanah Air yang kita cintai,” ujar Kuswiyoto.

Dalam rangkaian acara HUT Pegadaian juga membagikan doorprize kepada para pengunjung dan peserta yang merupakan keluarga besar insan Pegadaian. “Ini semua merupakan hasil kerja saudara-saudara dan anak-anakku sekalian yang sudah begitu antusias bersama manajemen melakukan transformasi di era digital. Tetapi, kita tidak boleh lekas berpuas diri, karena ini baru langkah awal dalam menyelesaikan proses transformasi, Menuju Peran & Era Baru Pegadaian untuk menghadapi Industri Jasa Keuangan 4.0.”.

Industry Regulation

Yanuar Nugroho: Perbaikan Tata Kelola dan Ekosistem Riset, Fokus Pemerintah dalam Dorong Capaian R&D

February 20, 2019

Presiden Joko Widodo menemui CEO Bukalapak, Achmad Zaky untuk membicarakan beberapa hal termasuk Dana Riset dan Pengembangan RI. Sebelumnya Achmad Zaky menyampaikan pandangan atas besaran anggaran Dana Riset dan Pengembangan (R&D) yang masih jauh dari negara lain. Pada pertemuan tersebut Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa anggaran riset telah mencapai Rp 26T.

Ditemui secara terpisah, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho, menyampaikan bahwa angka tersebut memang masih terbilang kecil dibandingkan dengan negara lain.

“Saat ini rasio belanja R&D terhadap GDP masih berada dikisaran 0.2 persen, sementara untuk indikator yang sama negara seperti Korea Selatan telah mencapai angka 4.1 persen,” kata Yanuar.

Namun demikian Yanuar yang juga masih berstatus sebagai peneliti di Universitas Manchester Inggris menambahkan bahwa angka tersebut perlu dilihat lebih mendalam sehingga diketahui konteks permasalahan yang sebenarnya.

Doktor inovasi teknologi dan perubahan sosial dari Manchester Business School ini menambahkan bahwa 85 persen belanja kegiatan litbang di negara ini disumbang oleh Pemerintah, sementara sektor privat hanya berkontribusi kurang dari 15 persen. Kadaan yang terbalik terjadi di Korea Selatan, di mana sektor privat menjadi penyumbang terbesar dari belanja litbang negara.

Pemerintah sendiri menyadari permasalahan ini dan mencoba membenahi akar permasalahannya. “Beberapa kebijakan sedang diformulasikan, terutama untuk membenahi tata kelola dan ekosistem litbang serta untuk meningkatkan insentif bagi industry melakukan kegiatan litbang,” papar Yanuar.

Anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) ini menambahkan, “Revisi UU Sistem Nasional IPTEK menjadi kebijakan kunci yang saat ini tengah dibicarakan dengan DPR, selain itu Presiden juga telah menandatangani peraturan presiden terkait dengan Rencana Induk Riset Nasional yang memperkuat koordinasi antara instansi pemerintah yang menyelenggarakan kegiatan litbang.”

Koordinasi antara instansi pemerintah menjadi kunci dalam penganggaran dana riset dan pengembangan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya instansi pemerintah yang melakukan litbang memberi risiko duplikasi penganggaran program dan kegiatan.

Sebagai satu dari 11 anggota Komite Reviewer Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Yanuar juga menekankan, pada intinya Pemerintah secara strategis sedang melakukan perbaikan atas tata kelola dan ekosistem riset dan teknologi, dan juga meningkatkan pelibatan sektor swasta dalam kegiatan litbang.

“Hal ini menjadi penting sebelum pemerintah meningkatkan anggaran litbang itu sendiri,” pungkasnya.

****

Travel

Tiga Hari Dua Malam di Jogjakarta: Pasti Kembali!

February 11, 2019

Suasana yang nyaman dengan keramahtamahan khas Jogja menyambut saya di rumah ini. Namanya House of Moedjito (HOM Stay & Store). Saya memilih tempat ini, karena lokasinya yang terpencil tapi berposisi di tengah kota, di belakang XXI Empire, Jalan Urip Sumoharjo, Jogjakarta. Karena lokasi tersebut dan pepohonan yang rindang, suara burung masih riang terdengar sepanjang pagi hingga sore.

Teras yang instagrammable dari salah satu kamar di HOM Stay & Store.

HOM Stay & Store terdiri atas 6 kamar berukuran cukup besar, dilengkapi dengan AC, TV, dan kamar mandi. Beberapa kamar dilengkapi teras dengan pemandangan beragam jenis tanaman terrarium. Kalian yang suka posting foto selfie di Instagram, pasti suka dengan berbagai sudut tempat bersantai di HOM Stay & Store. Saya sih nggak terlalu suka foto ya. Hehehe.

Salah satu kamar di HOM Stay & Store yang nyaman.

SARAPAN x MAKAN SIANG

Pagi itu saya lapar, lalu teringat warung Ayam Geprek Bu Rum di pinggir jalan Wulung Lor, Papringan yang dulu sering jadi tempat saya makan siang sambil berjemur di bawah terik matahari. Jarak dari Wulung Lor ke HOM Stay hanya 2.3 KM. Beruntung kita hidup di jaman Go-Jek & Go-Food, jadi kalau lapar ya Go-Food-in aja.

Tidak sampai 30 menit, sepotong paha ayam geprek dengan sambal yang luar biasa buatan Bu Rum sudah sampai di HOM Stay. Saya langsung ke dapur untuk mengambil piring, sendok dan air mineral dingin. Lanjut makan hingga gobyos kepedesan di ruang makan HOM Stay.

Dapur di HOM Stay & Store yang asik untuk masak-masak hore.

HOM Stay ini juga menawarkan beberapa menu makanan yang nostaljik, misalnya: martabak mie. HOM menyebutnya sebagai nasi omelete. Gurih dan garing. Kalian juga bisa memesan berbagai jenis kopi dingin yang disediakan oleh KopiAntara. Kopi yang pahit dan segar. Energi yang cukup untuk bertualang keliling Jogjakarta. Sayangnya, rata-rata KopiAntara dan banyak gerai kopi lainnya di Jogja baru buka jam 10 pagi.

Kopi Antara yang jadi komplimen dari HOM Stay & Store kalau menginap 2 malam.

Karenanya, energi saya harus diisi dengan semangkok (sebenarnya dua mangkok dan dua tusuk sate) Soto Ayam Kampung Pak Sun di Jalan Gajah Mada. Hehehe.

Soto Ayam Kampung Pak Sun yang kuahnya creamy karena dipadu lenthuk singkong.

Sebagai selingan sarapan, kalian bisa mampir ke Pasar Lempuyangan dan membeli Jenang sumsum, mutiara dan candil di kiosnya Mbak Gesti. Jenang yang dijualnya ini kabarnya langganan Pak Harto dan Keraton Jogjakarta.

Empat panci berisi empat jenis jenang yang akan diadu dengan sedikit santan dan diselimuti daun pisang di Pasar Lempuyangan.

Kalau belum puas makan soto di warungnya Pak Sun, kalian bisa mampir ke Jalan Wates no. 33 di mana (alm.) Bapak Karto Wijoyo memulai bisnis Soto Kadipiro di tahun 1921. Soto yang berkuah kunyit bening ini istimewa karena menggunakan ayam kampung goreng yang gurih.

Lihatlah paha ayam dan ceker goreng yang berbaris rapi di piring itu.

JALAN-JALAN

Selesai mengisi tenaga. Tentu harus dilanjutkan dengan jalan-jalan keliling Jogjakarta. Pakai apa? Pilihannya banyak. Ada becak, ada bentor (becak bermotor), selain itu HOM Stay & Store juga menyediakan opsi sewa motor dan mobil. Bisa disetirin, bisa juga nyetir sendiri. Tapi, untuk yang kepingin lebih praktis dan biaya terkontrol, lebih baik keliling pakai Go-Jek dan Go-Car saja. Minimal gak perlu stress mikirin macet dan cari parkiran.

Selama di Jogja, saya berkunjung ke banyak tempat, mulai dari Keraton Jogjakarta (lihat pertunjukan wayang di Bangsal Sri Manganti, lihat Museum Hamengkubuwono IX, lihat situs pemandian putri-putri di Taman Sari), nyekar ke makam Eyang Kakung dan Eyang Putri di Imogiri, selain itu ya kulineran, kulineran dan kulineran.

Rumah Sri Sultan HB X di dalam Keraton Jogjakarta.
Ngobrol sama abdi dalem di Kesatrian, Keraton Jogjakarta.

Kalian percaya gak, selama bertahun-tahun dulu saya tinggal di Jogja, saya jarang sekali jalan dan melihat-lihat di Malioboro. Kalau jalan pun, pasti saya selalu punya tujuan yang spesifik, misalnya: beli lumpia Jaya Mataram di depan dealer Suzuki, beli lumpia Samijaya di depan Hotel Mutiara, makan angkringan di sekitar Ndagen. Kemarin saya ajak anak dan istri untuk jalan dari ujung ke ujung, mumpung cuacanya teduh dan angin silir semilir.

Trotoar yang lebar di Malioboro sekarang punya banyak bangku untuk kalian duduk-duduk istirahat.
Lumpia Jaya Mataram yang selalu memanggil pulang. Isinya wortel, rebung yang harum dan pilihan: Ayam, Telur puyuh dan Udang.

Kalau kalian mau beli oleh-oleh atau segala macam cinderamata asli Daerah Istimewa Jogjakarta di ujung selatan Malioboro ada Mirota Batik (sekarang disebutnya Hamzah Batik) dan Pasar Beringharjo. Apa bedanya? Barang yang dijual kurang lebih sama. Tapi, di Mirota Batik, tidak ada tawar menawar, harganya sudah pas. Sementara kalau di Pasar Beringharjo dan sekitarnya, kalian perlu menawar harga.

Tipsnya adalah pelajari bahasa Jawa. Supaya ndak dikira turis lokal dari luar Jogja. Hehehe. Kalau nawar yang sopan ya, jangan banting-bantingan kaya petasan cabe.

Mas Blangkon.

MAKAN MALAM x DESSERT

Bihun godhog di Bakmi Pele, Alun-alun Utara, depan Keraton Jogjakarta.

Menjelang senja dan udara mulai dingin, yang paling enak ya makan yang berkuah seperti misalnya: Soto (Soto aja terus, Dit!), Bakso dan Bakmi Godhog. Karena ketika senja tiba, saya sedang berada di ujung selatan Malioboro melihat anak-anak muda reriungan di depan Fort Vredeburg, maka pilihan makanan jatuh kepada Bakmi Pele yang hangat, gurih dan nikmat. Perlu diingat, para koki Bakmi Jawa jarang sekali memasak dua porsi sekaligus. Jadi satu porsi dalam satu waktu. Artinya, menunggu Bakmi/ Bihun/ Nasi Goreng dihidangkan akan memakan waktu yang cukup lama. Maka datanglah di waktu yang tepat: sebelum jam 18.00.

Untuk menutup hari dengan lebih riang gembira, mampirlah ke Tempo Gelato. Di mana gelato dan sourbet terbaik disajikan dengan paripurna.

Menutup hari yang cerah dengan riang di Tempo Gelato.

Demikian rangkaian cerita jalan-jalan tiga hari dua malam yang saya padatkan jadi satu hari saja. Hehe. Mudah-mudahan membuat kita kembali ingin ke Jogja.

Brands

Pegadaian Dorong Anak Muda Lebih Kreatif di Festival Terampil

February 10, 2019

Jakarta – PT Pegadaian (persero) menjadi bagian dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendorong pemuda-pemudi Indonesia untuk selalu kreatif dan terampil dalam mengadopsi perkembangan global, melalui kelas-kelas ketrampilan yang dipandu oleh para ahli dibidangnya.

Kementerian BUMN dan semua sejumlah BUMN melalui Spirit of Millenials BUMN berkolaborasi dengan Inisiator Indonesia menghadirkan Festival Terampil pada Sabtu, (9/2/2019) di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta.

Festival Terampil merupakan wadah bagi anak-anak muda Indonesia untuk menggapai impian mereka melalui pembelajaran, pelatihan, dan perluasan jaringan pertemanan atau rekanan usaha. Kegiatan ini dibagi menjadi lima kelas praktik yang dipandu langsung oleh ahlinya dan mengadopsi keterampilan populer.

Kelas ketrampilan di Festival Trampil ini, memiliki tujuan baik yaitu memberikan beberapa pelajaran mengenai perkembangan dunia bisnis dari berbagai sektor. Pegadaian mengikut sertakan 20 (anak) milenial untuk mengikuti kelas tersebut dan masyarakat yang hadir dapat melihat-lihat booth mitra binaan kami lebih dekat,” kata Sekertaris Perusahaan PT Pegadaian (persero) Endang Pertiwi.

Pada kelas keterampilan ini, 20 anak milenial mendapatkan pembelajaran bisnis mengenai kelas bisnis digital, kelas Make Up, Kelas Fashion, Kelas Kopi, dan Kelas Fotografi. Anak-anak milenial Pegadaian ini, juga belajar dan praktik langsung bersama ahlinya, untuk memberikan pandangan kedepannya agar dapat membangun usaha lebih baik. Bagi yang hadir pada kegiatan tersebut dapat melihat-lihat hasil karya dari mitra binaan Pegadaian untuk mendorong masyarakat pelaku usaha mikro dapat tumbuh dengan baik.

Pegadaian membuka stand The Gade Coffee & Gold dan Tabungan Emas untuk memberikan kesempatan kepada pemuda-pemudi Indonesia menjadi barista, serta memperkenalkan tabungan emas sebagai instrumen simpanan yang aman dan selalu bertambah nilanya.

Presiden Joko Widodo yang hadir dalam Festival Terampil dalam sambutannya mengingatkan agar pemuda-pemudi Indonesia tidak mudah mengeluh dan terus belajar serta meningkatkan ketrampilan. Presiden hadir didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendatangi kelas kopi, fashion, fotografi, dan make up.

Jokowi yang penggemar minum kopi belajar cara membuat kopi dengan salah seorang barista.

“Indonesia sebagai negara produsen kopi ke 4 dunia tentunya membuat kita bangga, untuk itulah Pegadaian hadir dengan The Gade Coffee & Gold. Sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya para penggemar kopi dan mengajak untuk berinvestasi emas yang bisa bertransaksi secara online,” kata Endang.

The Gade Coffee & Gold merupakan outlet layanan prioritas untuk meningkatkan jumlah nasabah bagi kalangan milenial. Saat ini The Gade Coffee & Gold telah berada di 23 kota di seluruh Indonesia dan direncanakan hingga 36 outlet di seluruh wilayah di Indonesia.

Sedangkan itu, terhitung mulai Juli 2015 Pegadaian meluncurkan produk Tabungan Emas sebagai alternatif investasi bagi masyarakat. Sejalan dengan transformasi yang dilakukan, pada tahun 2018 perusahaan meluncurkan aplikasi Pegadaian Digital Service sehingga masyarakat bisa melakukan transaksi tabungan emas menjadi lebih mudah, nyaman dan aman.

Tabungan emas sediri adalah layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau. Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas.

*****

Brands

Merger 4 Bank Kecil Dapat Lampu Hijau OJK

January 7, 2019

Ada empat bank kecil yang akan digabung alias merger di tahun 2019 dan sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pertama, rencana merger antara PT Bank Dinar Indonesia Tbk dengan PT Bank Oke Indonesia. Bila seluruh proses berjalan mulus diprediksi hal ini akan rampung sebelum semester I-2019 berakhir tepatnya pada Mei 2019. Sebelumnya, pihak investor asing asal Korea Selatan yaitu APRO Financial Co. Ltd sudah merampungkan proses akuisisi Bank Dinar pada 25 Oktober 2018 lalu.

Pasca penggabungan Bank Dinar dan Bank Oke selesai maka total modal inti bank gabungan menjadi Rp 1,6 triliun. Otomatis, bank baru tersebut akan langsung masuk dalam kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) II.

Sebagai catatan, saat ini komposisi kepemilikan saham Bank Dinar sebagian besar dimiliki APRO Financial Co.Ltd sebesar 77,38% sementara sisanya milik publik. Sementara sebanyak 99% saham Bank Oke sudah dipegang oleh APRO Financial Co.Ltd dan 1% dimiliki oleh I Wayan Gatha selaku pendiri perusahaan.

Kedua, rencana merger antara PT Bank Agris Tbk dan PT Bank Mitraniaga Tbk di tahun 2019. Sang investor yakni Industrial Bank of Korea (IBK) dalam keterangan resminya mengaku sudah memperoleh lampu hijau dari OJK terkait rencana akuisisi dua bank tersebut.

Pada saat yang sama, manajemen IBK meyakini proses akuisisi ini bakal memperluas jaringan bisnis kedua perusahaan tersebut. Rencananya, bank gabungan antara Bank Agris dan Bank Mitraniaga ini akan terbentuk pada semester I-2019 mendatang.

Sama seperti Bank Dinar dan Bank Oke, bank gabungan antara Agris dan Mitraniaga juga akan langsung masuk dalam kategori BUKU II dengan modal inti sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.

Sekadar informasi, saat ini pemegang saham Bank Agris adalah PT Dian Intan perkasa dengan kepemilikan 82,59% dan sisanya merupakan saham milik publik. Sedangkan pemegang saham mayoritas Bank Mitraniaga adalah Yeo Willy Yonathan dengan kepemilikan sebesar 72,07%. PT Sarana Steel Corporation juga memegang 9,89% saham Bank Mitraniaga. Adapun sisanya dimiliki Kamtono Kosasih sebanyak 5,1%.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengamini bahwa keempat bank tersebut bakal digabung dalam waktu dekat. OJK sebagai regulator sudah memberi persetujuan terkait aksi korporasi investor asing tersebut di Tanah Air dan kini keduanya sudah dalam proses penyelesaian perizinan dan pengkajian. “Masih proses, masih berjalan dan tidak ada masalah,” katanya.

****

Brands

Libur Libur Club 2019!

January 1, 2019

Hi, Brief-ee! Selamat tahun baru 2019 ya!

Kalian harus perhatikan daftar hari libur nasional di bawah ini. Kenapa? Ya karena itu Brief dari kami.

Tahun 2019 ini akan menjadi tahun politik yang (mungkin) paling parah. Jadi kalian wajib gunakan waktu kalian sebaik mungkin. Ambil kesempatan dalam waktu-waktu yang sempit dari kalendar LiburLiburClub ini untuk trip-trip singkat bersama geng dan BFF kalian.

Enjoy, Brief-ee!

Job Vacancy

Job Vacancy: Magang di IGICO

December 21, 2018

Internship atau magang merupakan sebuah kesempatan untuk mahasiswa/i mendapatkan keahlian, jaringan pertemanan dan pengalaman kerja di dunia kerja yang dinamis dan penuh dengan tantangan. Beberapa perusahaan membuka lowongan internship dengan gaji, beberapa lainnya tanpa gaji. Beberapa perusahaan membiarkan pekerja magang duduk-duduk di kursi yang tersisa, tanpa tugas yang jelas.

Sayangnya, tidak semua mahasiswa/i sadar betapa pentingnya internship untuk membuka mata mereka tentang dunia kerja yang sesungguhnya. Dunia kerja yang (sayangnya) tidak berhubungan dengan tugas essai dan tugas paper. Dunia kerja yang (sayangnya) tidak dibatasi oleh jumlah halaman, jenis huruf, dan ukuran huruf atas tulisan yang dibuat.

Beberapa hari yang lalu, salah satu pekerja magang di kantor saya menghubungi saya dan meminta diberi tugas untuk diselesaikan. Lalu saya berikan sebuah tugas untuk mencari tahu informasi yang penting tentang sebuah startup teknologi keuangan di bidang pembiayaan konsumen. Yang menarik adalah dia bertanya berapa jumlah halaman yang perlu dibuat. Saya jawab bahwa 5 halaman saja cukup, selama informasi yang dicari sudah dapat dipaparkan dengan jelas.

Keesokan harinya, sebuah email masuk ke inbox saya. Tugas yang saya minta diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam. Apa yang terjadi kemudian?

Saya mendapatkan sebuah dokumen presentasi powerpoint mengenai startup teknologi keuangan yang saya minta. Sayangnya, informasi yang disampaikan dalam dokumen tersebut bisa saya baca di website startup teknologi keuangan tersebut. Artinya tidak ada informasi yang penting yang disampaikan di dalam dokumen tersebut.

Lalu, saya hubungi pekerja magang tersebut dan ternyata dia mendapatkan informasi yang dipaparkan dalam dokumen powerpoint dengan merangkum video dari youtube tentang startup teknologi keuangan. Sejujurnya, saya terkejut. Mengapa seseorang mencari informasi yang penting dari youtube. Apakah karena pekerja magang di kantor saya ini termasuk generasi Z?

Setelah itu bertanya, saya sampaikan beberapa hal kepada pekerja magang tersebut bahwa:

Berlatih mencari dan menggali insight. Mahasiswa dan mahasiswi perlu lebih banyak belajar untuk mencari dan menggali insight. Perlu diingat bahwa hal-hal yang penting dan berisi insight tidak akan didapat dari halaman pertama hasil googling. Insight akan didapat dari halaman-halaman berikutnya, atau bahkan mungkin dari hasil obrolan yang mendalam dengan siapapun. Insight yang paling sederhana adalah mengenai who’s who, competitions, money spent, where the money from, and all the other details.

Google-it before you ask. Mahasiswa dan mahasiswi perlu lebih banyak bertanya. Selain perlu lebih banyak membaca panjang. Sayangnya dunia yang semakin modern ini membawa kita ke ranah audio visual yang semakin mengganggu dan membuat kemampuan membaca panjang semakin langka. Di saat yang sama social media membuat kita lebih sering bertanya tentang hal-hal (yang bisa dicari lewat Google) kepada peer group, followers dan fans di social media.

Talenta yang resourceful. Saat ini, kita sudah sama-sama mulai merasakan bagaimana sulitnya mencari pekerjaan yang bagus. Di sisi lain, perusahaan pun semakin kesulitan untuk mencari talenta yang tepat. Kalau kita mau menjadi talenta yang dicari oleh perusahaan-perusahaan yang bagus, kita tidak boleh menjadi mediocre.

Quality over quantities. Ini hal yang sangat penting dan (sayangnya) di bangku kuliah kita diajarkan untuk mengerjakan yang sebaliknya. Dosen lebih sering meminta anak didiknya untuk mengerjakan essai dan paper dengan jumlah minimal x halaman, jenis huruf x, ukuran huruf x, dan syarat lainnya yang tidak relevan dengan mata kuliah. Dosen jarang sekali memaksa bahwa substansi dari sebuah paper adalah hal yang lebih penting dari pada jumlah halaman. Tuhan, jumlah halaman. Akibatnya mahasiswa dan mahasiswi jadi terbiasa mengejar jumlah halaman, kadang dengan mengarang bebas dalam banyak paragraf tambahan agar kuota halaman mencukupi. Saya pun dulu seperti itu.

Take the extra miles, impress your audience & screw deadlines. Apapun pekerjaan yang dilakukan, seorang pekerja harus selalu memiliki attitude untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas. Bayangkan pekerjaan yang sedang dilakukan itu akan dilaporkan kepada diri kita sendiri. Periksa kembali pekerjaan tersebut, lalu tanyakan kepada diri sendiri apakah sudah puas dengan apa yang hasil kerja tersebut? Kalau belum puas, ulangi pekerjaan tersebut hingga bisa memuaskan (minimal) diri kita sendiri. Deadlines adalah keniscayaan. Selama pekerjaan tersebut tidak ditunda-tunda, sudah barang pasti pekerjaan selesai tepat waktu.

Mudah-mudahan tulisan ini mencerahkan. Btw, kebetulan IGICO sedang membuka lowongan magang. Silakan kirimkan cover letter dan curriculum vitae ke sani@igico.id.