All Posts By

Aditya

Industry Regulation

Yanuar Nugroho: Perbaikan Tata Kelola dan Ekosistem Riset, Fokus Pemerintah dalam Dorong Capaian R&D

February 20, 2019

Presiden Joko Widodo menemui CEO Bukalapak, Achmad Zaky untuk membicarakan beberapa hal termasuk Dana Riset dan Pengembangan RI. Sebelumnya Achmad Zaky menyampaikan pandangan atas besaran anggaran Dana Riset dan Pengembangan (R&D) yang masih jauh dari negara lain. Pada pertemuan tersebut Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa anggaran riset telah mencapai Rp 26T.

Ditemui secara terpisah, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho, menyampaikan bahwa angka tersebut memang masih terbilang kecil dibandingkan dengan negara lain.

“Saat ini rasio belanja R&D terhadap GDP masih berada dikisaran 0.2 persen, sementara untuk indikator yang sama negara seperti Korea Selatan telah mencapai angka 4.1 persen,” kata Yanuar.

Namun demikian Yanuar yang juga masih berstatus sebagai peneliti di Universitas Manchester Inggris menambahkan bahwa angka tersebut perlu dilihat lebih mendalam sehingga diketahui konteks permasalahan yang sebenarnya.

Doktor inovasi teknologi dan perubahan sosial dari Manchester Business School ini menambahkan bahwa 85 persen belanja kegiatan litbang di negara ini disumbang oleh Pemerintah, sementara sektor privat hanya berkontribusi kurang dari 15 persen. Kadaan yang terbalik terjadi di Korea Selatan, di mana sektor privat menjadi penyumbang terbesar dari belanja litbang negara.

Pemerintah sendiri menyadari permasalahan ini dan mencoba membenahi akar permasalahannya. “Beberapa kebijakan sedang diformulasikan, terutama untuk membenahi tata kelola dan ekosistem litbang serta untuk meningkatkan insentif bagi industry melakukan kegiatan litbang,” papar Yanuar.

Anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) ini menambahkan, “Revisi UU Sistem Nasional IPTEK menjadi kebijakan kunci yang saat ini tengah dibicarakan dengan DPR, selain itu Presiden juga telah menandatangani peraturan presiden terkait dengan Rencana Induk Riset Nasional yang memperkuat koordinasi antara instansi pemerintah yang menyelenggarakan kegiatan litbang.”

Koordinasi antara instansi pemerintah menjadi kunci dalam penganggaran dana riset dan pengembangan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya instansi pemerintah yang melakukan litbang memberi risiko duplikasi penganggaran program dan kegiatan.

Sebagai satu dari 11 anggota Komite Reviewer Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Yanuar juga menekankan, pada intinya Pemerintah secara strategis sedang melakukan perbaikan atas tata kelola dan ekosistem riset dan teknologi, dan juga meningkatkan pelibatan sektor swasta dalam kegiatan litbang.

“Hal ini menjadi penting sebelum pemerintah meningkatkan anggaran litbang itu sendiri,” pungkasnya.

****

Travel

Tiga Hari Dua Malam di Jogjakarta: Pasti Kembali!

February 11, 2019

Suasana yang nyaman dengan keramahtamahan khas Jogja menyambut saya di rumah ini. Namanya House of Moedjito (HOM Stay & Store). Saya memilih tempat ini, karena lokasinya yang terpencil tapi berposisi di tengah kota, di belakang XXI Empire, Jalan Urip Sumoharjo, Jogjakarta. Karena lokasi tersebut dan pepohonan yang rindang, suara burung masih riang terdengar sepanjang pagi hingga sore.

Teras yang instagrammable dari salah satu kamar di HOM Stay & Store.

HOM Stay & Store terdiri atas 6 kamar berukuran cukup besar, dilengkapi dengan AC, TV, dan kamar mandi. Beberapa kamar dilengkapi teras dengan pemandangan beragam jenis tanaman terrarium. Kalian yang suka posting foto selfie di Instagram, pasti suka dengan berbagai sudut tempat bersantai di HOM Stay & Store. Saya sih nggak terlalu suka foto ya. Hehehe.

Salah satu kamar di HOM Stay & Store yang nyaman.

SARAPAN x MAKAN SIANG

Pagi itu saya lapar, lalu teringat warung Ayam Geprek Bu Rum di pinggir jalan Wulung Lor, Papringan yang dulu sering jadi tempat saya makan siang sambil berjemur di bawah terik matahari. Jarak dari Wulung Lor ke HOM Stay hanya 2.3 KM. Beruntung kita hidup di jaman Go-Jek & Go-Food, jadi kalau lapar ya Go-Food-in aja.

Tidak sampai 30 menit, sepotong paha ayam geprek dengan sambal yang luar biasa buatan Bu Rum sudah sampai di HOM Stay. Saya langsung ke dapur untuk mengambil piring, sendok dan air mineral dingin. Lanjut makan hingga gobyos kepedesan di ruang makan HOM Stay.

Dapur di HOM Stay & Store yang asik untuk masak-masak hore.

HOM Stay ini juga menawarkan beberapa menu makanan yang nostaljik, misalnya: martabak mie. HOM menyebutnya sebagai nasi omelete. Gurih dan garing. Kalian juga bisa memesan berbagai jenis kopi dingin yang disediakan oleh KopiAntara. Kopi yang pahit dan segar. Energi yang cukup untuk bertualang keliling Jogjakarta. Sayangnya, rata-rata KopiAntara dan banyak gerai kopi lainnya di Jogja baru buka jam 10 pagi.

Kopi Antara yang jadi komplimen dari HOM Stay & Store kalau menginap 2 malam.

Karenanya, energi saya harus diisi dengan semangkok (sebenarnya dua mangkok dan dua tusuk sate) Soto Ayam Kampung Pak Sun di Jalan Gajah Mada. Hehehe.

Soto Ayam Kampung Pak Sun yang kuahnya creamy karena dipadu lenthuk singkong.

Sebagai selingan sarapan, kalian bisa mampir ke Pasar Lempuyangan dan membeli Jenang sumsum, mutiara dan candil di kiosnya Mbak Gesti. Jenang yang dijualnya ini kabarnya langganan Pak Harto dan Keraton Jogjakarta.

Empat panci berisi empat jenis jenang yang akan diadu dengan sedikit santan dan diselimuti daun pisang di Pasar Lempuyangan.

Kalau belum puas makan soto di warungnya Pak Sun, kalian bisa mampir ke Jalan Wates no. 33 di mana (alm.) Bapak Karto Wijoyo memulai bisnis Soto Kadipiro di tahun 1921. Soto yang berkuah kunyit bening ini istimewa karena menggunakan ayam kampung goreng yang gurih.

Lihatlah paha ayam dan ceker goreng yang berbaris rapi di piring itu.

JALAN-JALAN

Selesai mengisi tenaga. Tentu harus dilanjutkan dengan jalan-jalan keliling Jogjakarta. Pakai apa? Pilihannya banyak. Ada becak, ada bentor (becak bermotor), selain itu HOM Stay & Store juga menyediakan opsi sewa motor dan mobil. Bisa disetirin, bisa juga nyetir sendiri. Tapi, untuk yang kepingin lebih praktis dan biaya terkontrol, lebih baik keliling pakai Go-Jek dan Go-Car saja. Minimal gak perlu stress mikirin macet dan cari parkiran.

Selama di Jogja, saya berkunjung ke banyak tempat, mulai dari Keraton Jogjakarta (lihat pertunjukan wayang di Bangsal Sri Manganti, lihat Museum Hamengkubuwono IX, lihat situs pemandian putri-putri di Taman Sari), nyekar ke makam Eyang Kakung dan Eyang Putri di Imogiri, selain itu ya kulineran, kulineran dan kulineran.

Rumah Sri Sultan HB X di dalam Keraton Jogjakarta.
Ngobrol sama abdi dalem di Kesatrian, Keraton Jogjakarta.

Kalian percaya gak, selama bertahun-tahun dulu saya tinggal di Jogja, saya jarang sekali jalan dan melihat-lihat di Malioboro. Kalau jalan pun, pasti saya selalu punya tujuan yang spesifik, misalnya: beli lumpia Jaya Mataram di depan dealer Suzuki, beli lumpia Samijaya di depan Hotel Mutiara, makan angkringan di sekitar Ndagen. Kemarin saya ajak anak dan istri untuk jalan dari ujung ke ujung, mumpung cuacanya teduh dan angin silir semilir.

Trotoar yang lebar di Malioboro sekarang punya banyak bangku untuk kalian duduk-duduk istirahat.
Lumpia Jaya Mataram yang selalu memanggil pulang. Isinya wortel, rebung yang harum dan pilihan: Ayam, Telur puyuh dan Udang.

Kalau kalian mau beli oleh-oleh atau segala macam cinderamata asli Daerah Istimewa Jogjakarta di ujung selatan Malioboro ada Mirota Batik (sekarang disebutnya Hamzah Batik) dan Pasar Beringharjo. Apa bedanya? Barang yang dijual kurang lebih sama. Tapi, di Mirota Batik, tidak ada tawar menawar, harganya sudah pas. Sementara kalau di Pasar Beringharjo dan sekitarnya, kalian perlu menawar harga.

Tipsnya adalah pelajari bahasa Jawa. Supaya ndak dikira turis lokal dari luar Jogja. Hehehe. Kalau nawar yang sopan ya, jangan banting-bantingan kaya petasan cabe.

Mas Blangkon.

MAKAN MALAM x DESSERT

Bihun godhog di Bakmi Pele, Alun-alun Utara, depan Keraton Jogjakarta.

Menjelang senja dan udara mulai dingin, yang paling enak ya makan yang berkuah seperti misalnya: Soto (Soto aja terus, Dit!), Bakso dan Bakmi Godhog. Karena ketika senja tiba, saya sedang berada di ujung selatan Malioboro melihat anak-anak muda reriungan di depan Fort Vredeburg, maka pilihan makanan jatuh kepada Bakmi Pele yang hangat, gurih dan nikmat. Perlu diingat, para koki Bakmi Jawa jarang sekali memasak dua porsi sekaligus. Jadi satu porsi dalam satu waktu. Artinya, menunggu Bakmi/ Bihun/ Nasi Goreng dihidangkan akan memakan waktu yang cukup lama. Maka datanglah di waktu yang tepat: sebelum jam 18.00.

Untuk menutup hari dengan lebih riang gembira, mampirlah ke Tempo Gelato. Di mana gelato dan sourbet terbaik disajikan dengan paripurna.

Menutup hari yang cerah dengan riang di Tempo Gelato.

Demikian rangkaian cerita jalan-jalan tiga hari dua malam yang saya padatkan jadi satu hari saja. Hehe. Mudah-mudahan membuat kita kembali ingin ke Jogja.

Brands

Pegadaian Dorong Anak Muda Lebih Kreatif di Festival Terampil

February 10, 2019

Jakarta – PT Pegadaian (persero) menjadi bagian dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendorong pemuda-pemudi Indonesia untuk selalu kreatif dan terampil dalam mengadopsi perkembangan global, melalui kelas-kelas ketrampilan yang dipandu oleh para ahli dibidangnya.

Kementerian BUMN dan semua sejumlah BUMN melalui Spirit of Millenials BUMN berkolaborasi dengan Inisiator Indonesia menghadirkan Festival Terampil pada Sabtu, (9/2/2019) di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta.

Festival Terampil merupakan wadah bagi anak-anak muda Indonesia untuk menggapai impian mereka melalui pembelajaran, pelatihan, dan perluasan jaringan pertemanan atau rekanan usaha. Kegiatan ini dibagi menjadi lima kelas praktik yang dipandu langsung oleh ahlinya dan mengadopsi keterampilan populer.

Kelas ketrampilan di Festival Trampil ini, memiliki tujuan baik yaitu memberikan beberapa pelajaran mengenai perkembangan dunia bisnis dari berbagai sektor. Pegadaian mengikut sertakan 20 (anak) milenial untuk mengikuti kelas tersebut dan masyarakat yang hadir dapat melihat-lihat booth mitra binaan kami lebih dekat,” kata Sekertaris Perusahaan PT Pegadaian (persero) Endang Pertiwi.

Pada kelas keterampilan ini, 20 anak milenial mendapatkan pembelajaran bisnis mengenai kelas bisnis digital, kelas Make Up, Kelas Fashion, Kelas Kopi, dan Kelas Fotografi. Anak-anak milenial Pegadaian ini, juga belajar dan praktik langsung bersama ahlinya, untuk memberikan pandangan kedepannya agar dapat membangun usaha lebih baik. Bagi yang hadir pada kegiatan tersebut dapat melihat-lihat hasil karya dari mitra binaan Pegadaian untuk mendorong masyarakat pelaku usaha mikro dapat tumbuh dengan baik.

Pegadaian membuka stand The Gade Coffee & Gold dan Tabungan Emas untuk memberikan kesempatan kepada pemuda-pemudi Indonesia menjadi barista, serta memperkenalkan tabungan emas sebagai instrumen simpanan yang aman dan selalu bertambah nilanya.

Presiden Joko Widodo yang hadir dalam Festival Terampil dalam sambutannya mengingatkan agar pemuda-pemudi Indonesia tidak mudah mengeluh dan terus belajar serta meningkatkan ketrampilan. Presiden hadir didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendatangi kelas kopi, fashion, fotografi, dan make up.

Jokowi yang penggemar minum kopi belajar cara membuat kopi dengan salah seorang barista.

“Indonesia sebagai negara produsen kopi ke 4 dunia tentunya membuat kita bangga, untuk itulah Pegadaian hadir dengan The Gade Coffee & Gold. Sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya para penggemar kopi dan mengajak untuk berinvestasi emas yang bisa bertransaksi secara online,” kata Endang.

The Gade Coffee & Gold merupakan outlet layanan prioritas untuk meningkatkan jumlah nasabah bagi kalangan milenial. Saat ini The Gade Coffee & Gold telah berada di 23 kota di seluruh Indonesia dan direncanakan hingga 36 outlet di seluruh wilayah di Indonesia.

Sedangkan itu, terhitung mulai Juli 2015 Pegadaian meluncurkan produk Tabungan Emas sebagai alternatif investasi bagi masyarakat. Sejalan dengan transformasi yang dilakukan, pada tahun 2018 perusahaan meluncurkan aplikasi Pegadaian Digital Service sehingga masyarakat bisa melakukan transaksi tabungan emas menjadi lebih mudah, nyaman dan aman.

Tabungan emas sediri adalah layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau. Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas.

*****

Brands

Merger 4 Bank Kecil Dapat Lampu Hijau OJK

January 7, 2019

Ada empat bank kecil yang akan digabung alias merger di tahun 2019 dan sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pertama, rencana merger antara PT Bank Dinar Indonesia Tbk dengan PT Bank Oke Indonesia. Bila seluruh proses berjalan mulus diprediksi hal ini akan rampung sebelum semester I-2019 berakhir tepatnya pada Mei 2019. Sebelumnya, pihak investor asing asal Korea Selatan yaitu APRO Financial Co. Ltd sudah merampungkan proses akuisisi Bank Dinar pada 25 Oktober 2018 lalu.

Pasca penggabungan Bank Dinar dan Bank Oke selesai maka total modal inti bank gabungan menjadi Rp 1,6 triliun. Otomatis, bank baru tersebut akan langsung masuk dalam kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) II.

Sebagai catatan, saat ini komposisi kepemilikan saham Bank Dinar sebagian besar dimiliki APRO Financial Co.Ltd sebesar 77,38% sementara sisanya milik publik. Sementara sebanyak 99% saham Bank Oke sudah dipegang oleh APRO Financial Co.Ltd dan 1% dimiliki oleh I Wayan Gatha selaku pendiri perusahaan.

Kedua, rencana merger antara PT Bank Agris Tbk dan PT Bank Mitraniaga Tbk di tahun 2019. Sang investor yakni Industrial Bank of Korea (IBK) dalam keterangan resminya mengaku sudah memperoleh lampu hijau dari OJK terkait rencana akuisisi dua bank tersebut.

Pada saat yang sama, manajemen IBK meyakini proses akuisisi ini bakal memperluas jaringan bisnis kedua perusahaan tersebut. Rencananya, bank gabungan antara Bank Agris dan Bank Mitraniaga ini akan terbentuk pada semester I-2019 mendatang.

Sama seperti Bank Dinar dan Bank Oke, bank gabungan antara Agris dan Mitraniaga juga akan langsung masuk dalam kategori BUKU II dengan modal inti sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.

Sekadar informasi, saat ini pemegang saham Bank Agris adalah PT Dian Intan perkasa dengan kepemilikan 82,59% dan sisanya merupakan saham milik publik. Sedangkan pemegang saham mayoritas Bank Mitraniaga adalah Yeo Willy Yonathan dengan kepemilikan sebesar 72,07%. PT Sarana Steel Corporation juga memegang 9,89% saham Bank Mitraniaga. Adapun sisanya dimiliki Kamtono Kosasih sebanyak 5,1%.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengamini bahwa keempat bank tersebut bakal digabung dalam waktu dekat. OJK sebagai regulator sudah memberi persetujuan terkait aksi korporasi investor asing tersebut di Tanah Air dan kini keduanya sudah dalam proses penyelesaian perizinan dan pengkajian. “Masih proses, masih berjalan dan tidak ada masalah,” katanya.

****

Brands

Libur Libur Club 2019!

January 1, 2019

Hi, Brief-ee! Selamat tahun baru 2019 ya!

Kalian harus perhatikan daftar hari libur nasional di bawah ini. Kenapa? Ya karena itu Brief dari kami.

Tahun 2019 ini akan menjadi tahun politik yang (mungkin) paling parah. Jadi kalian wajib gunakan waktu kalian sebaik mungkin. Ambil kesempatan dalam waktu-waktu yang sempit dari kalendar LiburLiburClub ini untuk trip-trip singkat bersama geng dan BFF kalian.

Enjoy, Brief-ee!

Job Vacancy

Job Vacancy: Magang di IGICO

December 21, 2018

Internship atau magang merupakan sebuah kesempatan untuk mahasiswa/i mendapatkan keahlian, jaringan pertemanan dan pengalaman kerja di dunia kerja yang dinamis dan penuh dengan tantangan. Beberapa perusahaan membuka lowongan internship dengan gaji, beberapa lainnya tanpa gaji. Beberapa perusahaan membiarkan pekerja magang duduk-duduk di kursi yang tersisa, tanpa tugas yang jelas.

Sayangnya, tidak semua mahasiswa/i sadar betapa pentingnya internship untuk membuka mata mereka tentang dunia kerja yang sesungguhnya. Dunia kerja yang (sayangnya) tidak berhubungan dengan tugas essai dan tugas paper. Dunia kerja yang (sayangnya) tidak dibatasi oleh jumlah halaman, jenis huruf, dan ukuran huruf atas tulisan yang dibuat.

Beberapa hari yang lalu, salah satu pekerja magang di kantor saya menghubungi saya dan meminta diberi tugas untuk diselesaikan. Lalu saya berikan sebuah tugas untuk mencari tahu informasi yang penting tentang sebuah startup teknologi keuangan di bidang pembiayaan konsumen. Yang menarik adalah dia bertanya berapa jumlah halaman yang perlu dibuat. Saya jawab bahwa 5 halaman saja cukup, selama informasi yang dicari sudah dapat dipaparkan dengan jelas.

Keesokan harinya, sebuah email masuk ke inbox saya. Tugas yang saya minta diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam. Apa yang terjadi kemudian?

Saya mendapatkan sebuah dokumen presentasi powerpoint mengenai startup teknologi keuangan yang saya minta. Sayangnya, informasi yang disampaikan dalam dokumen tersebut bisa saya baca di website startup teknologi keuangan tersebut. Artinya tidak ada informasi yang penting yang disampaikan di dalam dokumen tersebut.

Lalu, saya hubungi pekerja magang tersebut dan ternyata dia mendapatkan informasi yang dipaparkan dalam dokumen powerpoint dengan merangkum video dari youtube tentang startup teknologi keuangan. Sejujurnya, saya terkejut. Mengapa seseorang mencari informasi yang penting dari youtube. Apakah karena pekerja magang di kantor saya ini termasuk generasi Z?

Setelah itu bertanya, saya sampaikan beberapa hal kepada pekerja magang tersebut bahwa:

Berlatih mencari dan menggali insight. Mahasiswa dan mahasiswi perlu lebih banyak belajar untuk mencari dan menggali insight. Perlu diingat bahwa hal-hal yang penting dan berisi insight tidak akan didapat dari halaman pertama hasil googling. Insight akan didapat dari halaman-halaman berikutnya, atau bahkan mungkin dari hasil obrolan yang mendalam dengan siapapun. Insight yang paling sederhana adalah mengenai who’s who, competitions, money spent, where the money from, and all the other details.

Google-it before you ask. Mahasiswa dan mahasiswi perlu lebih banyak bertanya. Selain perlu lebih banyak membaca panjang. Sayangnya dunia yang semakin modern ini membawa kita ke ranah audio visual yang semakin mengganggu dan membuat kemampuan membaca panjang semakin langka. Di saat yang sama social media membuat kita lebih sering bertanya tentang hal-hal (yang bisa dicari lewat Google) kepada peer group, followers dan fans di social media.

Talenta yang resourceful. Saat ini, kita sudah sama-sama mulai merasakan bagaimana sulitnya mencari pekerjaan yang bagus. Di sisi lain, perusahaan pun semakin kesulitan untuk mencari talenta yang tepat. Kalau kita mau menjadi talenta yang dicari oleh perusahaan-perusahaan yang bagus, kita tidak boleh menjadi mediocre.

Quality over quantities. Ini hal yang sangat penting dan (sayangnya) di bangku kuliah kita diajarkan untuk mengerjakan yang sebaliknya. Dosen lebih sering meminta anak didiknya untuk mengerjakan essai dan paper dengan jumlah minimal x halaman, jenis huruf x, ukuran huruf x, dan syarat lainnya yang tidak relevan dengan mata kuliah. Dosen jarang sekali memaksa bahwa substansi dari sebuah paper adalah hal yang lebih penting dari pada jumlah halaman. Tuhan, jumlah halaman. Akibatnya mahasiswa dan mahasiswi jadi terbiasa mengejar jumlah halaman, kadang dengan mengarang bebas dalam banyak paragraf tambahan agar kuota halaman mencukupi. Saya pun dulu seperti itu.

Take the extra miles, impress your audience & screw deadlines. Apapun pekerjaan yang dilakukan, seorang pekerja harus selalu memiliki attitude untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas. Bayangkan pekerjaan yang sedang dilakukan itu akan dilaporkan kepada diri kita sendiri. Periksa kembali pekerjaan tersebut, lalu tanyakan kepada diri sendiri apakah sudah puas dengan apa yang hasil kerja tersebut? Kalau belum puas, ulangi pekerjaan tersebut hingga bisa memuaskan (minimal) diri kita sendiri. Deadlines adalah keniscayaan. Selama pekerjaan tersebut tidak ditunda-tunda, sudah barang pasti pekerjaan selesai tepat waktu.

Mudah-mudahan tulisan ini mencerahkan. Btw, kebetulan IGICO sedang membuka lowongan magang. Silakan kirimkan cover letter dan curriculum vitae ke sani@igico.id.

Corporate Update

Pegadaian 3 Kali Raih BUMN Sektor Keuangan Terbaik di TFI ke 15

December 20, 2018

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) untuk ketiga kalinya terpilih sebagai BUMN Terbaik untuk sektor keuangan bidang pembiayaan dan keuangan lainya dalam acara penganugerahan Tokoh Finansial Indonesia (TFI) ke 15, karena dinilai berhasil mengusung inovasi dan strategi baru dalam pengembangan bisnis di tengah perlambatan ekonomi.

Penghargaan ini diberikan oleh Majalah Investor kepada Pegadaian atas kinerja BUMN dengan menggunakan penilaian kualitatif, sumber informasi sekunder dan diskusi intensif di antara dewan juri. Adapun para dewan juri a.l. Ekonom Aviliani, Dewan Audit OJK Hotbonar Sinaga, Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia Suheri, Firmanzah Rektor Paramadina, Ketua Kajian Asosiasi Emiten Indonesia Gunawan Tjokro.

“Ketika semua industri keuangan dituntut untuk survive karena berbagai tantangan lokal maupun global, Pegadaian tetap mampu membukukan kinerja keuangan yang positif, sehingga dinilai layak menjadi inspirasi bagi perusahaan lain,” ungkap Sunarso, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), disela-sela penganugerahan TFI dan BUMN Terbaik ke 15, Rabu (19/12), di Jakarta.

Sunarso menambahkan penghargaan ini diberikan kepada Pegadaian karena dinilai sigap dalam menghadapi disrupsi dan turbulensi. “Ketika lingkungan bisnis keuangan mengalami perubahan yang dinamis, Pegadaian mampu terus bertumbuh dan melakukan transformasi bisnis.”
“Award ini tidak hanya menjadi motivasi bagi jajaran pimpinan Pegadaian, melainkan segenap karyawan untuk terus menciptakan inovasi dan meningkatkan kinerja perusahaan. Terlebih Pegadaian merupakan perusahaan yang bergerak di industri keuangan non bank, yang berubah dengan cepat dan sangat kompetitif di era digital,” ujarnya.

Dia menambahkan penghargaan ini menjadi pembuka jalan Pegadaian  untuk melantai di bursa pada 2022. “Kami saat ini masih sedang merampungkan proses transformasi dan mempersiapkan aksi korporasi tersebut, sekaligus menunggu izin dari Kementerian BUMN. Pegadaian menjadi perusahaan terbuka bukan hanya untuk mencari pendanaan baru, tapi untuk meningkatkan manajemen perusahaan untuk lebih profesional dan transparan,” kata Sunarso.

Hal ini dilakukan untuk menjadikan Pegadaian menjadi The Most Valuable Finance Company dan agen inklusi keuangan. Selain itu, Pegadaian juga menyiapkan tim organisasi dan manajemen proyek agar memiliki sumber daya manusia (SDM) dan sistem yang kuat. 

Saat ini Pegadaian sedang bertransformasi untuk menjadi lebih muda(h) di usianya yang ke 117 tahun, dengan menyasar anak muda (milenial). Dia mencontohkan dibukanya The Gade Coffee and Gold sebagai bentuk layanan Prioritas, yang telah didirikan di seluruh Wilayah di Indonesia dan tercatat hingga Desember 2018 telah mencapai 20 outlet. Meluncurkan aplikasi layanan Pegadaian Digital Service (PDS), yang hingga saat ini telah mencapai 100.000 lebih pengunduh. Sedangkan untuk kalangan mahasiswa, Pegadaian meluncurkan produk gadai tanpa bunga, yang diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi kalangan mahasiswa untuk bertransaksi di Pegadaian. 

“Ini akan menambah tenaga untuk memperkuat dari sisi keuangan dan kontribusi masyarakat terhadap Pegadaian. Walaupun begitu Pegadaian tidak akan meninggalkan core bisnis, tetap gadai,” tegasnya.

Kinerja Keuangan Positif

Kinerja Pegadaian pada kuartal ke III 2018 tercatat positif. Laba bersih perseroan naik 6,39 persen year on year (yoy) per September 2018. Dibandingkan periode yang sama tahun 2017 capaian laba bersih meningkat dari Rp1,86 triliun menjadi Rp1,98 triliun. Pada periode yang sama pendapatan usaha perseroan juga meningkat 9,37 persen sebesar Rp8,47 triliun. Sementara beban usaha turun menjadi Rp5,01 triliun.

Posisi Outstanding Loan (OSL) hingga September 2018 mencapai Rp39,68 triliun atau meningkat dibandingkan dengan periode yang sama 2018 sebesar Rp36,360 triliun. Dari sisi aset, perseroan mampu membukukan kenaikan 7,93 persen yoy dari Rp47,83 triliun menjadi Rp51,62 triliun.
Sementara itu, kinerja yang positif lainnya juga ditunjukkan dengan penurunan angka Non Performing Loan (NPL) gross atau kredit bermasalah menjadi 1,8 persen dan NPL Nett 0,2 persen. Sedangkan Return on Equity (ROE) dan Return On Assets (ROA) masing-masing menunjukkan kenaikan yang signifikan sebesar 13,8 persen dan 5,1 persen. Sedangkan target laba kita bersih ditargetkan naik menjadi Rp2,7 triliun dari 2017 sebesar Rp2,5 triliun.

Kinerja keuangan Pegadaian selama kuartal lll 2018 memiliki omset mencapai Rp 87,031 triliun dan ditargetkan hingga akhir tahun ini mencapai Rp 130 triliun. Sedangkan untuk laba bersih juga ditargetkan sebesar Rp 2,7 triliun, naik dari perolehan 2017 sebesar Rp 2,5 triliun. Perseroan juga menargetkan aset meningkat menjadi Rp 58 triliun serta jumlah penyaluran pinjaman naik sekitar Rp 10 triliun menjadi Rp 48,3 triliun.

Indikator penilaian yang dilakukan oleh pihak Majalah Investor dan kesepakatan tim juri, adalah seleksi awal berdasarkan atas kinerja finansial pada masing-masing sektor. Pendekatan yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan adalah improvement dan achievement dan untuk adjustment dilihat dari kinerja Juni 2018.

Untuk kategori BUMN Terbaik bidang Keuangan dan Pembiayaan, indikator penilaian menggunakan kriteria ROA, ROE, DER, pertumbuhan laba bersih, aset, dan pertumbuhan pendapatan setahun. Perusahaan pembiayaan terbaik berdasarkan seleksi tersebut kemudian di peringkat kembali berdasarkan achievement dan improvement ROA dan ROE, hingga jumlahnya menciut menjadi tiga perusahaan dan kemudian dipilih lewat polling. 

Menurut data Pegadaian, di awal tahun 2018 Sunarso mendapatkan dua penghargaan sebagai CEO Terbaik dan Pemimpin Perubahan dari 7 Sky Media, Best CEO BUMN dan The Best CEO Award 2018 dari BUMNTrack, dan Leadership for Digital Transformation of Pawning Business dari Warta Ekonomi Award. Beberapa penghargaan lainnya yang diterima Pegadaian antara lain, The Most Active Issuer, Top Public Relations, Wajib Pajak yang Berkontribusi The Most Promising Company in Strategic Marketing, Tactical Marketing, Marketing 3.0, Brand Campaign, Special Mention in Marketing Innovation, The Most Admire Companies, BUMN Berpredikat Sangat Baik, Top 3 Financial Non Banking, dan Winner of The Best Marketing.

Corporate Update

Pegadaian Raih The Most Admirer CEO Award kategori Digital Transformation

December 15, 2018

JAKARTA, 14 Desember 2018 – PT Pegadaian (Persero) untuk pertama kalinya meraih penghargaan Most Admired CEO Award 2018, untuk kategori Leadership for Digital Transformation of Pawning Business, karena dinilai berhasil melakukan transformasi digital di era disruption.

“Penghargaan ini memotivasi kami untuk segera merampungkan proses transformasi digital di Pegadaian yang saat ini usianya tidak muda lagi (117 tahun). Tapi kami optimis setelah transformasi selesai Pegadaian akan terus memimpin pasar, ditengah makin maraknya bisnis gadai swasta,” ungkap Harianto, dalam keterangan pers, Jumat (14/12), di Jakarta.

Penghargaan Most Admired CEO Award 2018, untuk kategori Leadership for Digital Transformation of Pawning Business diterima oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk, Harianto Widodo, di acara Awarding Night Warta Ekonomi-Indonesia Most Admirer CEO 2018, Kamis malam (13/12), di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta. 

Menurut Harianto, perkembangan teknologi digital tidak bisa dihindari. Hal tersebut secara langsung mempengaruhi iklim usaha, termasuk perkembangan bisnis keuangan yang terjadi di Pegadaian. Oleh karena itu, Pegadaian harus segera menyesuaikan dengan berkomitmen terus bertumbuh mengikuti perkembangan zaman, namun tetap tidak akan meninggalkan bisnis inti yaitu, gadai.

“Situasi bisnis berubah. Kami perlu transformasi. Meski demikian Pegadaian enggak akan meninggalkan core bisnis, tetap gadai. Tetapi Pegadaian juga masuk ke lini bisnis non gadai, misalnya digital landing. Transformasi ini bertujuan menjadikan Pegadaian makin kuat baik di sisi keuangan, maupun kontribusi ke masyarakat,” katanya.

Harianto menyadari bahwa transformasi itu sulit dan butuh waktu yang lama. “Tapi kami harus lakukan itu,” tegasnya.

Dia menambahkan saat ini sekitar 68 persen nasabah Pegadaian adalah kaum milenial, sehingga perseroan juga harus bisa menyesuaikan diri sesegera mungkin. “Banyak perusahaan yang berakhir bukan karena tidak mau bertransformasi, tapi karena terlambat bertransformasi,” tandasnya. Sepanjang tahun ini Pegadaian sudah meluncurkan produk layanan yang menyasar kaum milenial, yaitu Pegadaian Digital Service (PDS). PDS merupakan layanan digital dari Pegadaian dalam bentuk aplikasi yang berbasis web dan mobile. Selain itu, perseroan juga menerapkan sistem Good Corporate Gorvenance (GCG), dengan mengaplikasikan kesisteman, akuntabilitas, responsibility, independency, dan fairness

Menurut Harianto, kinerja keuangan mencatatkan positif selama kuartal lll 2018, meski Pegadaian sedang melakukan transformasi. Per Agustus 2018, Pegadaian memiliki omset mencapai Rp 87,031 triliun. Pegadaian menargetkan mampu meraih omset hingga Rp 130 triliun di akhir tahun ini Sedangkan untuk laba bersih juga ditargetkan sebesar Rp 2,7 triliun, naik dari perolehan 2017 sebesar Rp 2,5 triliun. Perseroan juga menargetkan aset meningkat menjadi Rp 58 triliun serta jumlah penyaluran pinjaman naik sekitar Rp 10 triliun menjadi Rp 48,3 triliun.

“Dalam lima tahun kedepan, visi utama kami, Pegadaian harus menjadi The Most Valuable Finance Company di Indonesia. Itu akan diukur dengan ukuran-ukuran kinerja keuangan,” tambahnya.

Sementara itu, indikator penilaian WEUI untuk kategori Leadership for Digital Transformation of Pawning Business berdasarkan leadership images yang melihat kemampuan CEO dalam melakukan sebuah transformasi yang dinilai dapat membawa perubahan, kesejahteraan, dan menciptakan pertumbuhan untuk keadan perusahaan kedepan. Professional image yaitu seorang CEO yang memiliki sikap profesional, kualitas kepemimpinan, dan pekerja keras. Selain juga CEO dilihat dari kualitas perusahaan yang tengah di pimpinnya, performance image yang memperlihatkan kualitas kinerjanya dalam membangun perusahaan, global competitiveness image yang memperlihatkan kinerja CEO untuk meningkatkan bisnis perusahaan di pasar global. Selain itu juga ada social image, yang memperlihatkan kinerja CEO dalam aktivitas sosial di perusahaan.

Sebelumnya di awal tahun 2018, Sunarso (Direktur Utama Pegadaian) mendapatkan dua penghargaan sebagai CEO Terbaik dan Pemimpin Perubahan dari 7 Sky Media dan Best CEO BUMN dan The Best CEO Award 2018 dari BUMNTrack. Beberapa penghargaan lainnya yang diterima Pegadaian antara lain, The Most Active Issuer, Top Public Relations, Wajib Pajak yang Berkontribusi The Most Promising Company in Strategic Marketing, Tactical Marketing, Marketing 3.0, Brand Campaign, Special Mention in Marketing Innovation, The Most Admire Companies, BUMN Berpredikat Sangat Baik, Top 3 Financial Non Banking, dan Winner of The Best Marketing.

Agriculture Economy

Teknologi Digital Bisa Mendorong Pembangunan Industri Pertanian 4.0 Visioner & Terintegratif

December 13, 2018

Bogor — Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Sunarso mengusung sembilan konsep pembangunan pertanian visioner dan integratif di era industri pertanian 4.0 dan mengimbau kalangan milenial para sarjana pertanian dapat mengambil peluang tersebut di era makin berkembangnya teknologi digital.

Kesembilan konsep pembangunan pertanian visioner dan terintegratif  yaitu kejelasan tata ruang nasional melalui pembaruan agraria, infrastruktur, pola pengusaha pertanian, kelembagaan pertanian, riset dan teknologi tepat guna. Lalu, supply chain management, aspek keuangan, monitoring neraca produksi dan stok nasional serta industri berbasis pertanian. Hal tersebut dijelaskan oleh Sunarso yang juga Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) dalam kuliah umum Goes To Campus dan HUT PISPI ke 8 di Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis (13/12), Bogor. 

“Di era pesatnya perkembangan teknologi digital dan industri pertanian 4.0, para sarjana pertanian khususnya lulusan IPB harus siap untuk menjadi wirausaha pertanian digital atau tanipreneur. Tidak lagi berpikir menjadi karyawan, karena peluang untuk mengembangkan tanipreneur yang berbasis pada teknologi semakin terbuka, ditengah makin berkurangnya lahan pertanian,” jelas Sunarso.

Saat ini banyak lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi lahan properti dan kawasan industri, tambah Sunarso, sehingga diperlukan pola pikir kreatif dan inovatif untuk mengembangkan pertanian yang visioner dan terintegratif. “Selain itu juga makin berkurangnya minat generasi muda menjadi petani. Oleh sebab itu menjadi petani modern atau petani digital menjadi jawaban untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“Sayangnya generasi milenial saat ini masih malu untuk berprofesi sebagau petani. Padahal petani berperan penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Oleh sebab itu perguruan tinggi seperti IPB memiliki peran untuk bersama-sama mengembangkan sembilan konsep yang diusung oleh PISPI, sekaligus mengoptimalkan kebijakan dan fasilitas yang disiapkan pemerintah.

Menurut Sunarso, sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang pada pendapatan pendapatan domestik bruto (PDB) negara dan penyedia lapangan pekerjaan bagi untuk masyarakat Indonesia. Sehingga PISPI dan IPB dapat bersama-sama fokus menggarap dan menunjang sektor pertanian agar lebih maju di era digital dan industri 4.0 ini untuk kesejahteraan petani dan rakyat Indonesia.

Sementara itu, pemerintah belum lama ini meluncurkan program kartu tani. Program tersebut memberikan  peluang besar bagi perkembangan usaha pertanian di Indonesia. Kartu tani merupakan sebuah sarana untuk mengakses layanan perbankan terintegrasi yang berguna sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi (e-wallet). Keunggulannya adalah single entry data, proses validasi berjenjang secara online, transparan, dan multifungsi. Sedangkan Kementerian Pertanian mendukung revolusi industri 4.0 ini dengan mengembangkan sebuah inovasi bisnis yaitu pertanian presisi, pertanian vertikal, dan pertanian pintar. Data besar, sensor dan drone, alat analisis, ‘internet pertanian’ serta otomatisasi alsintan adalah beberapa teknologi yang mendukung industri 4.0.

Sunarso mengimbau agar para mahasiswa dan sarjana pertanian memanfaatkan semua inovasi kebijakan dan fasilitas yang ada untuk menjadi petani modern, wirausaha pertanian yang memadukan informasi dan teknologi digital dalam implementasi di lapangan. “Petani Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan sektor hulu saja seperti budidaya atau produksi pertanian, tapi juga harus bisa mengoptimalkan sektor hilir seperti bisnis pengolahan sehingga ada nilai tambah pada petani. 

Sunarso sebagai orang nomor 1 di Pegadaian dan juga Ketua Umum PISPI cukup concern terhadp pengembangan SDM dan pertanian. Contohnya, Program Pegadaian Sahabat Desa tujuannya untuk mempermudah masyarakat desa dan daerah pinggiran dalam mengakses produk-produk dan layanan Pegadaian. Selain itu Pegadaian juga menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pegadaian membuka layanan keliling yang berpindah dari desa satu ke desa lainnya. Dengan demikian masyarakat desa yang tinggal jauh dari outlet Pegadaian pun dapat dilayani, dari mulai menyediakan akses permodalan dan petani juga bisa menggadaikan alat pertaniannya seperti traktor tangan, pompa air dan lainnya. “Petani sekarang cukup ke Pegadaian, maka dengan mudah dapat mencari tambahan modal untuk mengembangkan produktivitas pertaniannya.” 

Jumlah outlet Pegadaian hingga saat ini tercatat lebih dari 4.300 outlets di seluruh Indonesia. Dengan jumlah nasabah yang telah mencapai 9 juta orang dan lebih dari 13.000 karyawan yang bekerja di Pegadaian.

***

Brands

UPDATE: Supreme Tidak Berkolaborasi dengan Samsung

December 10, 2018

UPDATE: Supreme telah secara resmi menanggapi isu kolaborasi dengan Samsung:

Supreme is not working with Samsung, opening a flagship location in Beijing or participating in a Mercedes-Benz runway show. These claims are blatantly false and propagated by a counterfeit organization.

UPDATE: Setelah menerima banyak kritik mengenai kerja sama tersebut, Leo Lau, manajer pemasaran digital Samsung China telah secara resmi membalasnya. “Kami berkolaborasi dengan Supreme Italia, bukan Supreme NYC,” kata Lau melalui terjemahan. “Supreme NYC tidak memiliki otorisasi penjualan dan pemasaran di China, tetapi Supreme Italia telah memperoleh penjualan produk dan otorisasi pasar di kawasan Asia Pasifik (kecuali Jepang).” Tanggapan itu muncul di akun Weibo milik Lau.

Seperti yang sebagian besar dari Anda mungkin tahu, beberapa waktu lalu Supreme kalah dalam kasus pemalsuan melawan Supreme Italia yang mungkin menjadi alasan utama mengapa semua ini terjadi “secara legal.”

_____________

Samsung baru-baru ini mengumumkan kolaborasi dengan duo di China yang mengklaim sebagai “Supreme”.

Pada konferensi peluncuran terbaru raksasa teknologi Korea Selatan untuk smartphone Galaxy A8s di China, Kepala Pemasaran Samsung China secara mengejutkan mengumumkan proyek kolaborasi dengan “Supreme”. Setelah menyatakan bahwa kesempatan ini adalah pertama kalinya Supreme hadir di Cina, duo yang mengaku sebagai CEO Supreme ini naik ke panggung.

Menambah kelucuan tersebut, salah satunya berbicara tentang bagaimana “Supreme” akan memasuki pasar Cina pada tahun 2019 dengan flagship store tujuh lantai di Sanlitun, Beijing. Bukan hanya itu, ia juga menambahkan bahwa “Supreme” akan mengadakan pertunjukan fashion pertamanya di Mercedes-Benz Cultural Center, Shanghai tahun depan.

Belum ada pernyataan dari Samsung atau Supreme mengenai hal ini, tetapi lihatlah video streaming konferensi tersebut di sini (18:18).

Sumber: Hypebeast