BRIEF.ID – Saham Asia naik pada perdagangan Rabu (3/6/2026) ditopang kekuatan di sektor teknologi dan optimisme yang berkelanjutan atas kecerdasan buatan membantu pasar sebagian besar mengabaikan serangan udara lebih lanjut antara AS dan Iran.
Indeks Nikkei 225 Jepang menjadi yang berkinerja terbaik di kawasan Asia, setelah mencapai rekor tertinggi berkat reli saham teknologi dan industri lokal. Pasar juga didorong oleh langkah-langkah fiskal tambahan yang diberikan Tokyo untuk membantu mendukung perekonomian.
Pasar regional mendapat dorongan positif dari Wall Street, yang mencapai rekor tertinggi semalam berkat kekuatan berkelanjutan di sektor teknologi dan pembuatan chip. Kontrak Berjangka S&P 500 stabil dalam perdagangan Asia.
Pasar Asia tidak terpengaruh oleh lonjakan harga minyak, setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan udara, pada Selasa (2/6/2026) malam. Negosiasi perdamaian antara AS-Iran tampaknya gagal setelah laporan awal pekan ini menunjukkan Iran menarik diri dari komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat.
Indeks Nikkei 225 melonjak hampir 3% ke rekor tertinggi 68.645,5 poin, sementara TOPIX mencapai puncak 3.996,22 poin.
Pasar lokal didorong oleh ekspektasi stimulus tambahan, setelah kabinet Jepang menyetujui rancangan anggaran tambahan sebesar 3,11 triliun yen atau setara US$ 19,5 miliar untuk membantu mengatasi tingginya biaya hidup akibat perang Iran.
Pemerintah Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi berharap dapat memperoleh persetujuan parlemen untuk anggaran tersebut pada hari Jumat, dengan langkah tersebut terutama ditujukan untuk melanjutkan subsidi harga gas dan listrik. (Investing.com/nov)


