Warga Argentina dan Spanyol Sulit Memilih Pemenang Final Piala Dunia 2026

BRIEF.ID – Ervantes dan Borges. Tortilla dan asado. Flamenco dan tango. Warga Argentina dan Spanyol secara tradisional telah dipersatukan oleh ikatan darah dan hubungan saling mengagumi satu sama lain.

Di babak final Piala Dunia 2026 kedua negara berbahasa Spanyol itu telah menempatkan warganya di persimpangan jalan, haruskah mereka mendukung La Furia atau La Albiceleste, pada laga yang akan digelar Minggu (19/7/2026)  atau Senin (20/7/2026) dini hari WIB?

“Rasanya seperti terjebak di antara dua pilihan sulit,” kata Juan Manuel Posada, seorang warga Spanyol berusia 75 tahun yang berasal dari Asturias dan menetap di Buenos Aires, Argentina, sejak tahun 1968, seperti diberitakan Associated Press, Sabtu (18/7/2026).

Pertandingan di New Jersey ini akan menandai final Piala Dunia yang mempertemukan dua tim berbahasa Spanyol pertama sejak turnamen perdana tahun 1930, ketika tuan rumah Uruguay mengalahkan Argentina 4–2 di Montevideo.

Pedro de Mendoza, seorang Spanyol, mendirikan Buenos Aires pada pertengahan abad ke-16. Perjuangan kemerdekaan tidak mengubah pengaruh budaya yang kuat dari Semenanjung Iberia itu pada negara muda tersebut, yaitu pengaruh yang semakin mendalam dengan gelombang migrasi Spanyol pada paruh pertama abad ke-20.

“Seolah-olah saya baru tiba kemarin. Hati saya ada di Asturias, di Spanyol, dan bersama tim nasional Spanyol. Tanpa ragu,” kata Posada, seorang penggemar klub Spanyol Sporting de Gijón yang, di negara tempat tinggalnya, menjadi pendukung Independiente de Avellaneda.

“Jika Spanyol menang, bagus, tetapi jika Argentina menang, saya tidak akan kecewa sama sekali,” tambahnya dengan aksen Asturias yang masih dipertahankannya.

Fans Timnas Spanyol

Ujian Emosional

Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol bukan hanya mempertemukan dua kekuatan sepak bola dunia. Bagi ribuan orang yang memiliki ikatan dengan kedua negara, pertandingan ini juga menjadi ujian emosional yang menghadirkan loyalitas yang terpecah.

Di berbagai kota di Spanyol, banyak warga keturunan Argentina yang telah puluhan tahun menetap dan membangun kehidupan baru. Sebaliknya, di Argentina juga hidup komunitas besar keturunan Spanyol yang memiliki hubungan keluarga, budaya, dan sejarah yang kuat dengan negeri asal leluhur mereka.

Menjelang laga puncak, muncul pertanyaan yang tidak mudah dijawab: haruskah mendukung tanah kelahiran atau tanah yang telah menjadi rumah?

Bagi sebagian warga Argentina yang menetap di Spanyol, pilihan tampak sederhana. Mereka tetap mengibarkan bendera Albiceleste sebagai bentuk kecintaan kepada tanah air. Namun, ketika anak-anak mereka lahir dan tumbuh di Spanyol, identitas menjadi lebih kompleks.

Di satu rumah, ayah mengenakan jersey Argentina, sementara anak memilih seragam La Roja. Final Piala Dunia pun berubah menjadi pertandingan keluarga.

Sebaliknya, banyak warga Spanyol yang menetap di Argentina mengaku memiliki dilema serupa. Mereka mencintai sepak bola Argentina, mengagumi Lionel Messi dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Namun, saat lagu kebangsaan Spanyol berkumandang, ikatan emosional pada tanah leluhur tetap sulit diabaikan.

Fenomena ini mencerminkan bagaimana sepak bola tidak hanya menyentuh aspek olahraga, tetapi juga identitas, sejarah, dan rasa memiliki. Pada era globalisasi, jutaan orang hidup dengan lebih dari satu identitas. Mereka dapat mencintai dua negara sekaligus tanpa merasa mengkhianati salah satunya.

Final Argentina versus Spanyol menjadi cermin dari kenyataan itu. Di balik rivalitas 90 menit di lapangan, tersimpan kisah tentang keluarga lintas negara, persahabatan, dan perjalanan hidup yang melampaui batas geografis.

Apa pun hasil akhirnya, satu hal tetap sama: pertandingan ini bukan hanya tentang menentukan juara dunia. Ini adalah perayaan hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun antara Argentina dan Spanyol—dua negara yang dihubungkan oleh sejarah, bahasa, budaya, dan kini, oleh sebuah final Piala Dunia yang membuat banyak hati harus memilih di antara dua kecintaan. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Presiden FIFA Gianni Infantino Klaim Piala Dunia 2026 Sukses

BRIEF.ID - Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan, penyelenggaraan Piala...

Dari Dekapan Sang Legenda Sepak Bola Menuju Panggung Piala Dunia 2026

BRIEF.ID – Pada tahun 2007, Lionel Messi yang saat...

Prediksi & Jadwal Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Bentrok Filosofi hingga Megakonser ala Super Bowl!

BRIEF.ID - Setelah melewati 102 pertandingan melelahkan di tiga...

Hotman Paris Ditunjuk Jadi Pengacara eks Jampidsus Febrie Adriansyah

BRIEF.ID – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea ditunjuk menjadi...