Transformasi Transjakarta, Catat Rekor 1,5 Juta Penumpang per Hari dan Terus Perluas Layanan

BRIEF.ID – Transjakarta mencatat tonggak baru dalam sejarah transportasi publik ibu kota. Lebih dari dua dekade beroperasi dan menjadi sistem Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara, Transjakarta kini melayani hingga 1,5 juta penumpang per hari sekaligus telah memperluas jangkauan layanan hingga 92,4 persen populasi Jakarta.

Capaian tersebut menegaskan transformasi Transjakarta dari sekadar operator bus menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan.

Di balik peningkatan jumlah penumpang, perusahaan juga berhasil memperbaiki aspek keselamatan operasional. Transjakarta berhasil menurunkan angka kecelakaan hingga 40 persen dibandingkan 2022, sekaligus terus memperluas jaringan layanan dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Akademisi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai perkembangan Transjakarta layak menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin membangun sistem transportasi publik modern.

“Keberhasilan pengelolaan Transjakarta di DKI Jakarta telah menjadi acuan strategis bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan sistem transportasi publik yang modern. Kini pemerintah daerah tidak lagi perlu melakukan studi banding ke luar negeri karena tata kelola angkutan massal yang integratif sudah tersedia dan dapat direplikasi langsung dari Jakarta,” tuturnya di Jakarta, Jumat (17/7).

Jaringan Semakin Luas, Armada Bertambah

Sepanjang 2025, Transjakarta melayani 413 juta pelanggan. Peningkatan itu didukung pengoperasian 5.227 armada, termasuk 2.978 unit Mikrotrans, yang melayani 233 rute dengan jaringan koridor BRT sepanjang 409 kilometer dan rute pengumpan mencapai 2.326 kilometer.

Operasional layanan juga ditopang oleh 245 halte BRT dan ada lebih dari 7.300 titik pemberhentian bus yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta.

Dari sisi komposisi pengguna, layanan BRT dan non-BRT masih menjadi penyumbang terbesar dengan lebih dari 207 juta pelanggan atau sekitar 50,5 persen dari total pengguna. Sementara layanan Mikrotrans melayani sekitar 181,6 juta pelanggan, disusul layanan Transjabodetabek yang mencatat lebih dari 21,6 juta penumpang.

Pengguna Tarif Gratis Terus Bertambah

Peningkatan signifikan juga terjadi pada program Kartu Layanan Gratis (KLG). Pada 2025 jumlah pengguna mencapai sekitar 25 juta perjalanan, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding dua tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, sepanjang 2023 hingga 2026 terdapat lebih dari 59,5 juta perjalanan yang memanfaatkan fasilitas tarif gratis bagi 15 kelompok masyarakat, mulai dari lansia, pelajar penerima KJP, penyandang disabilitas, penghuni rumah susun, hingga anggota TNI dan Polri.

Mulai 2026, cakupan penerima tarif gratis juga diperluas bagi pekerja swasta dengan penghasilan setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau di bawah Rp6,2 juta.

Biaya Operasional dan Subsidi Ikut Meningkat

Di tengah lonjakan jumlah pelanggan, kebutuhan anggaran operasional Transjakarta juga terus bertambah. Biaya produksi yang pada 2015 masih sekitar Rp1 triliun diproyeksikan meningkat menjadi Rp5,5 triliun pada 2026.

Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya porsi subsidi dari APBD DKI Jakarta. Jika pada 2015 hanya sekitar 1 persen dari total APBD, maka pada 2026 angkanya diperkirakan mencapai 6 persen.

Meski demikian, peningkatan anggaran dinilai sejalan dengan ekspansi layanan, revitalisasi halte, elektrifikasi armada, serta perluasan kelompok masyarakat penerima tarif gratis yang menjadi bagian dari kebijakan transportasi publik inklusif.

Transformasi Selama Dua Dekade

Perjalanan Transjakarta dimulai pada 2004 dengan hanya melayani sekitar 40.000 penumpang per hari di Koridor 1. Setelah berkembang menjadi PT Transportasi Jakarta, jumlah pengguna meningkat hingga 300.000 penumpang harian.

Sebelum pandemi COVID-19, Transjakarta sempat mencatat rekor 1 juta pelanggan per hari pada awal 2020. Sayangnya, jumlah penumpang langsung anjlok drastis akibat pembatasan mobilitas.

Pemulihan berlangsung bertahap hingga kembali mencapai 1,3 juta pelanggan per hari pada tahun 2024, sebelum akhirnya mencetak rekor baru 1,5 juta pelanggan harian pada pertengahan 2026.

Saat ini Transjakarta juga mengoperasikan sekitar 500 bus listrik sebagai bagian dari transisi menuju transportasi ramah lingkungan, sekaligus mengembangkan berbagai kerja sama komersial melalui skema naming rights di sejumlah halte.

Dengan peningkatan cakupan layanan, kualitas operasional, serta jumlah pengguna yang terus bertambah, Transjakarta kini tidak hanya menjadi moda transportasi utama warga Jakarta, tetapi juga dinilai sebagai model pengembangan transportasi massal yang dapat direplikasi oleh berbagai kota di Indonesia. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hotman Paris Ditunjuk Jadi Pengacara eks Jampidsus Febrie Adriansyah

BRIEF.ID – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea ditunjuk menjadi...

Penyaluran BBM Solar Harga Khusus, Ini Syarat dan Mekanismenya

BRIEF.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan...

Rupiah Perkasa di Bawah Level Rp18.000 per Dolar AS di Akhir Pekan

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah tetap perkasa di...

IHSG Melonjak Ditopang Saham Big Caps, TLKM dan 4 Bank Besar Diborong

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...