All Posts By

Eka

News

Pegadaian Raih Penghargaan BUMN Terbaik 2019

October 28, 2019

Jakarta – PT Pegadaian (persero) raih penghargaan dalam kategori BUMN Berpredikat Sangat Bagus Atas Kinerja Keuangan Selama Tahun 2018 pada acara Penganugerahan The Best BUMN 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kinerja perseroan yang tetap komitmen menjaga performa dan pertumbuhan kinerja keuangan.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan rating yang dilakukan biro riset Infobank terhadap 118 BUMN. Pada proses penetapan pemenang terdapat kategori yaitu : 20 BUMN yang mendapatkan predikat “Tidak Bagus”, perusahaan BUMN berpredikat “Baik” sebanyak 21 BUMN, 13 BUMN berpredikat “Cukup Baik”dan perusahaan BUMN dengan predikat “Baik” sebanyak 54.

Penghargaan tersebut juga diberikan berdasarkan kinerja bisnis perusahaan yang terus mendorong upaya-upaya untuk menjadi BUMN sebagai agen pembangunan yang kuat, lincah, dan kompetitif.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengungkapkan bahwa penghargaan yang diraih merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap kinerja perseroan selama ini. Sehingga menjadi pemicu agar Pegadaian terus melakukan inovasi-inovasi baru.

“Pegadaian saat ini terus mengembangkan inovasi baru agar kinerja keuangan terus meningkat. Hal ini dikarenakan rencana kami kedepannya yaitu menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan finansial terbaik di Indonesia dan sebagai agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat Indonesia,” ujar Kuswiyoto.

Kuswiyoto menjelaskan di tahun 2018 Pegadaian menduduki posisi ke 7 sebagai BUMN yang memberikan deviden terbesar yaitu sebesar Rp1,3 triliun. Sedangkan, laba bersih pegadaian di tahun 2018 tercatat sebesar Rp2,7 triliun, sehingga untuk meningkatkan kinerja keuanga di tahun 2019 perseroan terus menciptakan inovasi-inovasi baru.

“Ada dua inovasi yang dijalankan oleh Pegadaian, yaitu produk dan channel layanan. Inovasi produk yang dijalankan merupakan sistem layanan Pegadaian kepada nasabah, yaitu Gadai Tabungan Emas, Gadai on Demand, Gadai Efek (Saham & Obligasi), G-Cash, Gold Card, Digital Lending, Arrum Umroh, dan Rahn Tasjily Tanah,” ujarnya.

Sedangkan inovasi channel layanan memiliki manfaat dalam meningkatkan inklusi keuangan, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan produktivitas karyawan, efisiensi biaya sehingga

tarif lebih kompetitif, meningkatkan sinergi (bersifat mutualisme), dan meningkatkan transaksi. Bukti manfaat inovasi tersebut terlihat dari outlet Pegadaian yang saat ini telah mencapai lebih dari 4.100 outlet, agen pegadaian yang lebih dari 9.600 jiwa, menjalin kolaborasi dengan 19 perusahaan BUMN/Swasta, lebih dari 1.800 sales force, lebih dari 13.400 karyawan (program EGC), dan lebih dari 1 juta pengguna Pegadaian Digital.

“Kedua inovasi ini terus dilakukan oleh perusahaan, sehingga menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan yang menarik untuk nasabah maupun partner bisnis perusahaan,” ujarnya.

News

Mahfud MD: Kebersatuan Dalam Keberagaman Akan Maju

October 14, 2019

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang juga Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD berbicara mengenai Indonesia Emas di tahun 2045, yakni hanya dengan modal Kebersatuan dalam Keberagaman di sebuah acara dengan tajuk Bincang Seru Mahfud, Inspirasi, Kreasi dan Pancasila, yang berlangsung di Graha Widya Wisuda IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (14/10/2019).

“Indonesia emas yang akan kita bangun, akan dicapai pada 2045, yaitu Indonesia menurut alinea 2 UUD 1945. Dan Keberagaman merupakan modal kita untuk maju, dan kebersatuan dalam keberagaman itu akan maju”, ujarnya .

Selain itu, Mahfud menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila memang harus diterapkan sejak dini, agar Rakyat Indonesia memiliki jiwa toleransi yang tinggi terhadap sesama, sehingga dapat menjauhi ujaran kebencian yang sedang marak.

“Kalau ingin melewati Indonesia emas ini, kembalilah dengan persatuan. Untuk menjaga persatuan kita harus toleran dalam perbedaan. Maka hindarilah ujaran-ujaran kebencian, baik ucapan maupun tulisan. Mari kita hayati berdasarkan Pancasilan dan menjauhi ujaran kebencian”, tambahnya.

Acara yang dihadiri ribuan mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dari berbagai elemen Kota Bogor berlangsung secara antusias oleh para mahasiswa. Selain Mahfud, dihadiri juga oleh Rektor IPB, Dr. Arif Satria, Addie MS, Ayu Kartika Dewi, yang juga diramaikan oleh Komedian Cak Lontong, Arie Kriting, Akbar dan Keluarga Besar IPB lainnya.

Diskusi yang lahir berkat kerjasama IPB dan MMD Initiative juga mendeklarasikan Komitmen Kebangsaan untuk membangun komunikasi lintas budaya yang dapat merekatkan bangsa.

News

Dirut Pegadaian Kuswiyoto Beri Kuliah Umum di Universitas Negeri Makassar

October 10, 2019

Makassar – PT Pegadaian (Persero) terus mengintensifkan program literasi keuangan dan bisnis bagi kalangan generasi muda dalam menghadapi era digital di Indonesia melalui kuliah umum di Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan.

Direktur Utama Pegadaian Kuswoyoto hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan materi dengan tema “Transformasi di Era Digital”. Melalui kegiatan tersebut, Kuswiyoto menyampaikan bahwa Perseroan terus melakukan transformasi, sehingga produk dan pelayanan yang diberikan semakin muda(h) diakses oleh masyarakat khususnya generasi muda.

“Kegiatan ini bukan semata-mata memberikan informasi seputar pengalaman Pegadaian dalam melakukan transformasi di era digital industri 4.0 tapi juga berdiskusi bagaimana cara mengembangkannya. Terutama mengenai bagaimana Pegadaian terus melakukan transformasi, khususnya di sektor digital,” Ujarnya di UNM, Makassar, Kamis (10/10).

Pegadaian melaksanakan transformasi digital dari mulai proses bisnis, budaya kerja, dan produk layanan berupa aplikasi yang dapat diunduh melalui Playstore dan Appstore. “Untuk generasi milenial yang ingin mengakses layanan Pegadaian dapat mendownload aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS), tapi aplikasi ini juga dapat dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat di Indonesia.”

Dijelaskan bahwa di dalam PDS pengguna bisa menemukn informasi terkait produk dan layanan Pegadaian. Tidak hanya itu, melalui PDS semua nasabah dapat melakukan transaksi secara online, bahkan dapat mengembangkan bisnis dengan menjadi agen Pegadaian.

“Di era digital ini, mahasiwa UNM juga dapat merintis bisnis dengan menjadi mitra Pegadaian sebagai agen. Sebagai bukti bahwa Pegadaian memberikan solusi keuangaan bagi generasi muda, Pegadaian meluncurkan produk Gadai Prima di outlet konvensional dan Rahn Hasan di outlet syariah,” jelasnya.

Sementara itu, nasabah yang produktif menggunakan layanan Pegadaian secara proses konvensional dengan umur di bawah 36 tahun (milenial) mencapai sekitar 33 persen, dengan porsi perempuan 63 persen dan laki-laki 37 persen. Sedangkan proses digital yang umur di bawah 36 tahun mencapai 72 persen dengan jumlah sebanding yakni perempuan 50,5 persen dan laki-laki 49,4 persen.

Pada kesempatan yang sama, Pegadaian juga memberikan beasiswa untuk mahasiswa/wi berprestasi sebesar Rp163 Juta dan 10 Unit Laptop. “Adanya beasiswa ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih giat belajar.”

Kegiatan Kuliah Umum ini merupakan bagian dari program BUMN Hadir untuk Negeri dalam memberikan edukasi kepada siswa maupun mahasiswa. Direksi sejumlah BUMN secara kontinyu memberikan materi kepemimpinan dan pengalaman terkait peran BUMN dalam pembangunan ekonomi bangsa. Di sisi lain juga memperkenalkan produk dan layanan BUMN yang bermanfaat bagi masyarakat.

News Weekly Brief

Kemerdekaan Indonesia Tak Lepas dari Peran Nasionalis, Islam, dan TNI

July 22, 2019

Ketua Umum Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ahmad Basarah mengawali pengantar diskusi pada acara Dialog Peradaban Bangsa Nasionalis, Islam dan TNI: Siapa Berani Melahirkan Republik Harus Berani Mengawalnya, di Kantor DPP PA GMNI, Cikini, Menteng, Jakarta, Senin (22/7/2019). Menurutnya, Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran yang dilakukan oleh kalangan Nasionalis, Islam dan juga TNI.

Namun, ada gejala kuat di sebagian kecil masyarakat yang kembali mempertentangkan nilai-nilai luhur yang sudah menjadi konsensus bangsa Indonesia. Mulai dari konsensus kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika, pertentangan Islam VS Pancasila, pertentangan NKRI VS Khilafah. Bahkan sudah ada yang menyatakan tekadnya bahwa pada tahun 2024 Indonesia harus berubah menjadi negara Khilafah. 

“Gerakan politik ini membawa pikiran dan semangat intoleransi, melakukan monopoli kebenaran, anti terhadap keberagaman dan bercita-cita mendirikan negara Khilafah. Menurut keterangan Polri, kelompok tersebut juga melakukan pendekatan kepada partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kalangan intelektual,” ujarnya.

Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga wakil Ketua Dewan Pertimbangan PA GMNI, Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Helmy Faishal Zaini dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Kepala Staf Presiden RI yang juga mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mengatakan bahwa TNI tentu saja memiliki tanggung jawab penuh dalam menjaga Indonesia. 

“Sejak awal, TNI bersama kalangan nasionalis dan agama bagaikan tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan mengawal berdirinya Republik Indonesia. Apakah tiga-tiganya eksis? Tidak perlu diragukan kalau bicara Islam, jelas perjuangan bagian dari iman. Kalau kita lihat kelompok nasionalis, kalau tidak ada nasionalis ambruk. Posisi nasionalis ini bisa bertahan dari tarikan kanan kiri,” terangnya.

Sementara itu Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti memastikan bahwa komitmen Muhammadiyah kepada Pancasila tidak perlu diragukan lagi. Mu’ti juga membeberkan peran Muhammadiyah dalam melahirkan Indonesia. 

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini juga menyampaikan sejarah dan kontribusi NU kepada Indonesia. Bagi NU politik itu menjalankan politik kebangsaan yang ujungnya kemaslahatan. Siapapun yang jadi Presiden, Gubernur, maka NU menghargai kepemimpinannya jika itu membangun kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terakhir Sekretsris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga menegaskan bahwa Persatuan ketiga komponen utama penopang bangsa Indonesia merupakan sebuah keharusan. Selain itu Hasto juga menjelaskan desain koalisi ke depan. 

“Pertama adalah penataan sistem prisedensial. Kedua konsolidasi ideologi. Ketiga berpijak pada sejarah dan keempat sepakat pada agenda strategis bangsa ke depan.” ujarnya.

News

Pegadaian-POLRI Kerja Sama Tingkatkan Pengamanan dan Penegakan Hukum

May 8, 2019

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) menjalin kerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam upaya pengamanan dan penegakan hukum di lingkungan kerja perseroan. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) oleh Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Ari Dono Sukmanto.

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, semua sistem keamanan yang ada di Pegadaian akan semakin terjamin. Karena kerja sama ini akan mencakup bantuan keamanan dalam pertukaran data dan informasi baik secara manual maupun elektronik,” kata Kuswiyoto, di acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Pegadaian dan Polri di Jakarta, Rabu (8/5).

Kuswiyoto menjelaskan tujuan Nota Kesepahaman ini untuk mewujudkan peningkatan kerja sama antara Pegadaian dan Polri dalam rangka bantuan pengamanan dan penegakan hukum di lingkungan kerja perseroan.

“Bantuan pengamanan berbentuk pengamanan terbuka, maupun pengamanan tertutup. Bantuan pengamanan terbuka meliputi jasa pengamanan dan jasa manajemen sistem pengamanan. Sedangkan bantuan pengamanan tertutup meliputi penyelidikan, pengamanan dan penggalangan.”

Sementara itu, Kuswiyoto menyatakan bahwa penandatanganan ini juga meliputi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di Pegadaian, melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, atau kegiatan lain yang disepakati. Hal tersebut juga meliputi Sharing Knowledge mengenai Sistem Manajemen Pengamanan, Pembentukan Karakter atau pengetahuan di Bidang Polri dan sebaliknya mengenai Jasa Pegadaian.

Pada kesempatan yang sama Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Ari Dono Sukmanto menyatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi adanya penandatangan nota kesepahaman ini. Karena dapat menciptakan sebuah jalinan baik terhadap lembaga keamanan dan perusahaan BUMN.

“Menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat meupakan tugas kepolisian. Kerjasama antar lembaga ini semakin mempertegas komitmen kami dalam menciptakan ketertiban dan keamanan nasional. Saya berharap adanya kerjasama ini akan terjalin sinergi yang lebih baik. Sehingga dapat meningkatkan kemanfaatan dari sisi perekonomian dan sistem keamanan antar lembaga,” tutup Ari Dono.

News Weekly Brief

Peneliti Senior LIPI: Presiden Pemegang Otoritas Tertinggi di Bidang Riset

March 29, 2019

Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Syamsuddin Haris menyebut bahwa Presiden terpilih Pemilu 2019 yang akan datang harus memegang kendali penuh dalam tata kelola riset agar Indonesia tidak mengalami ketertinggalan dengan negara lain.

“Riset di kita (Indonesia) yah masih jauh ketinggalan dibanding negara lain, dan selama 15an sampai 20 tahunan ini hampir semua indikator iptek itu stagnan. Sehingga ini penting supaya menjadi komitmen bagi Presiden hasil pemilu 2019 yang akan datang agar Presiden mesti menjadi pemegang otoritas tertinggi di bidang riset, iptek, dan inovasi”, ujarnya saat di temui di salah satu Hotel di Jakarta, (28/3).

Prof. Dr. Syamsuddin Haris M.Si

Profesor menambahkan bahwa di negara lain, iptek dipimpin oleh Kepala Pemerintahan seperti di Jepang, di Korea Selatan, dan di hampir semua negara.

“Di Indonesia aja levelnya kok cuma Menteri”, katanya.

Dana riset disebutkan idealnya di atas 1% dari PDB (Produk Domestik Bruto) dan umumnya di negara lain sudah di atas 1%. Indonesia masih 0,08% terhadap PDB. Maka Indonesia masih tertinggal, termasuk di Asia Tenggara.

Terakhir profesor yang juga sebagai Ketua Forum Nasional Profesor Riset memberi masukan bahwa, selain kelembagaan dan Presiden yang harus memegang kendali tata kelola riset, juga harus ada kooordinasi kelembagaan yang kuat dan oleh sebab itu harus dibentuk Badan Riset Nasional yang selevel Menteri Negara.

“Jadi Badan Riset Nasional itulah yang menjadi holding bagi semua institusi riset. Supaya apa? Supaya ada sinergi yang satu dengan yang lain”.

News

Digitalisasi Buku dan Naskah, Ancam Eksistensi Ilmu Sosial-Humaniora?

March 19, 2019

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (TIK) yang begitu cepat sangat berdampak secara signifikan terhadap eksistensi perpustakaan. Tuntutan kemudahan akses informasi yang serba instan, terbuka, dan mudah diakses menjadi sebuah tantangan perpustakaan yang harus tanggap mengenai trend TIK, mengingat telah memasuki era revolusi 4.0.

Dalam sebuah diskusi publik yang bertemakan “Transformasi Perpustakaan di Era Revolusi Industri 4.0” yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kemarin (18/3), bahwa banyak yang mengira digitalisasi buku dan naskah merupakan sebuah ancaman eksistensi ilmu sosial dan humaniora pada masyarakat. Namun, Peneliti Pusat Penilitian Kewilayahan mengungkapkan bahwa ada dua pandangan yang mencoba menjawab hal tersebut.

“Pertama, sifat penelitian dan kerja ilmu sosial dan humaniora berbeda dengan kerja teknologi digital. Ilmu sosial dan humaniora bersifat reflektif sementara itu pendekatan teknologi bersifat linear dan mengikuti tahapan-tahapan yang rasional. Kedua, sifat ilmu sosial dan humaniora yang reflektif dan sifat teknologi digital yang rasional bukan tidak mungkin disatukan dalam kerangka kerja yang sama. Dengan catatan, ilmu sosial-humaniora mulai memikirkan persoalan-persoalan sosial dan humaniora yang bisa ditarik dari keberadaan data digital yang bersifat masif (big data).” Ujar Fadjar Ibnu Thufail

Lebih lanjut, digitalisasi sumber data ilmu sosial-humaniora amat sangat tidak mengancam keberadaan ilmu sosial-humaniora. Namun, ilmu sosial-humaniora dituntut untuk bisa mengembangkan tema kajian reflektif dengan memanfaatkan data digital.

Hendro Subagyo, Pelaksana tugas Kepala Pusat Dokumentasi dan Data Ilmiah LIPI menambahkan, bahwa digitalisasi koleksi di Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI sudah berjalan sejak 2009 lewat digitalisasi jurnal dalam negeri yang disimpan dan dapat diakses publik.

“Saat ini telah terkumpul metadata sebanyak 382.568 artikel dari 14.801 jurnal ilmiah,” ujarnya

Di sisi lain, PDDI LIPI pun membuka peluang dengan berbagai pihak untuk percepatan digitalisasi karya ilmiah atau hasil penelitian.

“Kolaborasi kita harus ditingkatkan tidak hanya dilevel kerjasama yang sifatnya kebijakan politik dan sebagainya, tapi sampai level data,” tambahnya

Sebagai informasi, Diskusi Publik juga menghadirkan narasumber Direktur Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) Jakarta, Marcus Wilhelmus Bellen, yang dikenal sebagai Marrik Bellen dan Yogi Hartono, Digital Aset Manager CNN Indonesia.

News

Industri Perfilman Indonesia Semakin Maju, Kesadaran Milenial Harus Bangkit

March 5, 2019

Jakarta – Relawan Milenial Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokwo-Amin, Kita Satu mengajak anak-anak muda untuk nonton bareng (nobar) salah satu film layar lebar lokal ‘Foxtrot Six’ di Kelapa Gading, Jakarta Utara (4/3). Film yang disebut-sebut sebagai film Indonesia yang berkelas Hollywood tersebut merupakan film Indonesia pertama yang telah didukung dengan teknologi CGI (Computer Graphics Interface) secara penuh.

Dengan diadakannya nobar tersebut, puluhan relawan milenial Kita Satu mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial untuk sadar akan kemajuan industri kreatif Indonesia dan mendukung penuh karya anak bangsa.

“Nobar film Foxtrot Six yang dibuat oleh generasi muda kita ini perlu kita perkenalkan kepada anak muda agar bisa menjadi inspirasi. Untuk itu kita mengajak milenial untuk mengenal dan mendukung kemajuan perfilman lokal Indonesia dan karya anak bangsa sendiri,” ujar Wakil Ketua Koordinator Kita Satu, Aldy Perdana Putra.

Rob Clinton Kardinal, Koordinator Kita Satu DKI Jakarta, yang juga merupakan Caleg DPRD Dapil 3 Jakarta Utara dari Partai Golkar menambahkan, perkembangan industri film Indonesia selalu mengalami perkembangan yang kian pesat dan mengagumkan. Mulai dari kualitas cerita hingga visual yang berhasil membuat penonton kagum dan jumlah yang terus bertambah. Apalagi pemerintah mendukung penuh perkembangan perfilman di Indonesia.

“Di era pemerintahan Pak Jokowi beliau selalu mendukung industri-industri kreatif contoh nyatanya dengan di bentuknya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di mana ini menjadi wadah secara khusus yang mendukung kemajuan anak-anak muda Indonesia untuk lebih berinovatif dan kreatif,” ujarnya.

Sebagai informasi Film Foxtrot Six disutradai oleh Randy Rompis, sineas muda perfilman Indonesia, dan dibintangi artis papan atas Indonesia seperti Oka Antara, Mike Lewis, Julie Estelle, Rio Dewanto, Chicco Jerikho, dan Arifin Putra.

Film Foxtrot Six menceritakan tentang kondisi Indonesia di masa depan di tahun 2031, dimana perubahan iklim yang membuat ekonomi dunia terbalik. Sebagian besar penduduk Indonesia dilanda kelaparan besar. Namun ada elite partai tertentu dengan masanya dianggap membuat kekacauan yang memanfaatkan isu krisis pangan.

Saat itu, seorang mantan anggota marinir bersama teman-temannya muncul untuk memperjuangkan negara Indonesia dari kemiskinan dan menghancurkan kebobrokan pemimpinnya.

News

Pegadaian Tingkatkan Penyaluran Kredit UMi di Kendari

March 3, 2019

Kendari – PT Pegadaian (Persero) akan terus meningkatkan penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMi) yang lebih dikenal dengan Kreasi UMi sebagai upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Total Kreasi UMi yang sudah disalurkan hingga Januari sudah mencapai Rp947.500.000.8

“Pegadaian akan terus memberikan dukungan bagi masyarakat dan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah, serta para nelayan, dalam upaya pemberdayaan ekonomi sebagai bentuk wujud kerja nyata pemerintah melalui program Kreasi UMi,” ungkap Kuswiyoto, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero)  dalam acara penyerahan bantuan di Pusat Pelelangan Ikan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/3).

Penyaluran Kreasi UMi pada 2018 mencapai Rp887.000.000 dan Januari 2019 sebesar Rp60.500.000, yang disalurkan melalui 4 kantor cabang di Kota Kendari yaitu Kantor Cabang Kendari, Pasar Sentral, Kendari Caddi, dan Pasar Ikan. Program Kreasi UMi merupakan produk Pegadaian untuk masyarakat yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan memberikan kredit agar dapat mengembangkan usaha dengan sistem fidusia.

Dalam kesempatan tersebut, Kuswiyoto menyampaikan Program Kreasi UMi sebagai salah satu alternatif dalam pemberian fasilitas kredit karena kredit tersebut bersifat fleksibel sehingga tidak akan menyulitkan para nasabah, khususnya para nelayan di Kendari.

Selain itu, Kuswiyoto juga mengajak masyarakat untuk mengambil kesempatan pembiayaan kredit  UMi untuk memberdayakan sekaligus memperkuat permodalan mereka. Karena  tidak hanya sekadar memberi pinjaman, tapi juga diberikan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dari para pelaku ultra mikro. Dengan maksimal pembiayaan Rp10 juta per nasabah.

Dia berharap Kreasi UMi Pegadaian dapat berkontribusi dalam memajukan lebih dari 44 juta usaha atau sekitar 72% dari jumlah usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) secara nasional. Program ini nantinya akan terus ditingkatkan baik dari segi alokasi, penyaluran maupun ketepatan sasaran dan efektifitasnya. “Kreasi UMi ini bagian program Pegadaian untuk ikut memajukan perekonomian masyarakat yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan akses permodalan dari perbankan. Selain itu, juga untuk mendorong pencapaian target nasabah Pegadaian menjadi 12,3 juta orang.”

Penyaluran bantuan Program Kredit UMi secara nasional di Sulawesi Tenggara telah diberikan kepada 2.332 debitur dengan total sebesar Rp8,37 miliar. Untuk di Kota Kendari telah diberikan kepada 497 dengan total sebesar Rp1,97 miliar. Dalam kesempatan ini, Program Kreasi UMi Pegadaian telah disalurkan kepada 179 debitur dengan total sebesar Rp1.243.500.000.

 Program Kreasi UMi ini dapat diakses di seluruh kantor cabang Pegadaian di tanah air. Persyaratan yang diperlukan adalah kelengkapan data seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Nikah (jika sudah berkeluarga), dan memenuhi kriteria kelayakan usaha yang sudah berjalan minimal satu tahun. Kemudian menyerahkan dokumen kepemilikan kendaraan bermotor sebagai agunan.

Program Kredit UMi ini merupakan inisiatif dari Kementerian Keuangan yang berfokus untuk membantu perkembangan UMKM di masyarakat. Dalam pelaksanaannya dibantu oleh Kemenetrian BUMN melalui sinergi BUMN dengan program iKredit UMi yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang belum pernah mendapatkan fasilitas kredit oleh perbankan (unbankable) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Lembaga-lembaga non bank yang menjadi kreditor UMi adalah Pegadaian, Koperasi, Permodalan Nasional Madani atau PNM, dan Bahana Ventura.

News Weekly Brief

Investor Asing Menyerbu Sektor Startup, Kominfo Khawatir?

March 2, 2019

Perkembangan perusahaan digital rintisan (startup) di Indonesia semakin pesat, apalagi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mencanangkan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Perusahaan startup di Indonesia pun terus menarik dana investasi dari dalam dan luar negeri, ditambah dana investor asing yang sudah menyerbu sektor startup. Namun, di sisi lain sejumlah pihak mengkhawatirkan investasi asing akan mengambil alih perusahaan di tanah air.

Dalam sebuah acara diskusi Kopitalk Indonesia di Jakarta (1/3), dengan tema “Masa Depan Industri 4.0” yang dihadiri juga oleh CEO Blibli.com, Kusumo Martanto, dan Heru Sutadi sebagai Executive Director Indonesia ICT Institute. Menteri Kominfo, Rudiantara memastikan, masyarakat tidak perlu khawatir akan arus investasi asing yang masuk ke perusahaan digital rintisan atau startup Indonesia. Sebab para investor asing tidak mengambil alih jajaran pimpinan perusahaan.

“Startup itu bisnisnya memisahkan antara management dengan keuangan, jadi memang ketika investor masuk hanya sebagai pasif, hak vetonya tetap ada di founder, bahkan founder-nya tidak boleh keluar. Berbeda dengan bisnis konvensional gede-gedean saham dan duit, yang paling gede sahamnya yang jadi management.” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudiantara menyebut ada startup yang gagal itu disebabkan beberapa hal yakni memang tidak fokus, model bisnisnya tidak jelas, kemudian tidak bisa menyelesaikan permasalahan di masyarakat dan kemudian ingin cepat kaya.

Rudiantara memberikan contoh bahwa founder startup yang betul, ialah yang tidak keluar, yang besar seperti Jack MA walaupun hanya memiliki saham sekitar 6% – 7% di Alibaba tapi counter-nya tetap ada di Jack MA.

“Nah ini juga yang berlaku untuk seperti yang saya katakan startup yang ada di Indonesia, jadi kita itu sebetulnya dengan derasnya modal asing bukan berarti kita tidak bisa apa-apa, yang untung masyarakat Indonesia. Uang kan miliaran dollar masuk, puluhan triliun, misalnya dipakai istilahnya dibakar untuk subsidi, subsidi apa? Subsidi kita naik Go-Jek, subsidi kita kirim Go-food, mau subsidinya hilang?” katanya.

Karena itu pemerintah sangat mendorong digital ekonomi karena telah membuka lapangan pekerjaan baru berbasis digital, lalu adanya share economy, dan juga meningkatkan inklusi keuangan, tambahnya.