All Posts By

Eka

News

Askrindo Syariah Perkuat Kerjasama dengan PNM, Dukung Pertumbuhan UMKM

September 30, 2021

Jakarta – PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) bersama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melalui PT Mitra Proteksi Madani (MPM) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama terkait penjaminan produk pembiayaan PNM Mekaar pada Rabu (29/9) di Le Meridien Hotel, Jakarta. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama MPM, Akira Arifin, dan Direktur Pemasaran Askrindo Syariah, Supardi Najamuddin. Pada acara tersebut juga disaksikan oleh Sunar Basuki selaku Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM, Kindaris selaku Direktur Bisnis PNM, Rahfie Syaefulshaaf selaku EVP Pengembangan dan Legal PNM dan Direksi Askrindo Syariah.

“Kerja sama ini merupakan salah satu langkah Askrindo Syariah dalam rangka memperkuat perluasan dan pengembangan bisnis Askrindo Syariah dengan PNM. Disamping itu, kami mempertegas komitmen kerja sama dengan MPM – PNM guna peningkatan peluang usaha penjaminan di masa depan.” kata Soegiharto, Direktur Utama Askrindo Syariah.

Insya Allah, kedepannya kami (Askrindo Syariah) akan terus memperluas kerjasama dengan PNM melalui produk-produk penjaminan lainnya. Hal ini juga sebagai langkah Askrindo Syariah dalam memperluas pangsa pasar penjaminan bagi nasabah PNM.” tambah Soegiharto.

Sementara itu, Direktur Bisnis PNM menyatakan bahwa PNM akan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah Mekaar baik Mekaar Reguler dan maupun Mekaar Plus. Pelayanan yang dilakukan diharapkan dapat memberikan kepuasan yang lebih kepada nasabah kami akan membantu perekonomian masyarakat.

“Sebelumnya, kami telah cukup lama menjalin kerja sama dengan Askrindo Syariah. Kerja sama selama ini sangat baik dan saling mendukung. Kedepannya diharapkan dengan komitmen bersama yang kuat, PNM dan Askrindo Syariah dapat maju bersama mendukung program pengembangan UMKM di Indonesia. Sektor UMKM di masa pandemi saat ini mendapat perhatian cukup besar dari pemerintah, hal ini dapat mendorong UMKM meningkatkan kemampuannya untuk terus berkembang.” ujar Kindaris.

Askrindo Syariah dan PNM telah melakukan kerjasama sejak tahun 2015, untuk produk PNM Mekaar nilai pencapaian Imbal Jasa Kafalah Sebesar Rp. 167 miliar lebih dari tahun 2018 hingga Mei 2021. Kerjasama penjaminan yang dilaksanakan oleh Askrindo Syariah dengan PNM ini, diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan.

News

Menteri Parekraf Sandiaga Uno Kunjungi PNM Bali

September 26, 2021

Denpasar– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno kembali menyapa nasabah PNM Mekaar dan ULaMM di Gianyar, Bali (25/9). Kunjungan Bapak Menteri Sandiaga Uno ini didampingi oleh Pimpinan Cabang PNM Bali Jimi Firmansyah beserta jajarannya.

Kunjungan Pak Menteri yang akrab disapa Sandiaga Uno ini juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Gianyar Bapak I Made Mahayastra, Wakil Bupati Kabupaten Gianyar Bapak Anak Agung Gde Mayun, Kepala  Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Bapak Anak Agung Gede Putrawan dan Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Bapak Hariyanto.

Kegiatan kunjungan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kali ini merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi pembiayaan PNM Mekaar dan ULaMM kepada nasabah, ada pula pertunjukan seni kreatif yang disajikan oleh pelaku seni Kabupaten Gianyar dari mulai musik, tari serta pameran produk dari pelaku UKM binaan Kabupaten Gianyar.

Dalam kunjungannya, Pak Menteri memberikan apresiasi ucapan terimakasih kepada PNM yang telah menjaga usaha ultra mikro tetap berjalan di masa pandemi serta meminta pelaku UMKM binaan Kabupaten Gianyar agar bisa bersinergi dengan PNM Mekaar dan ULaMM.

“Terimakasih kepada PNM yang telah membantu perekonomian dengan menjaga para pelaku UMKM tetap bertahan di tengah pandemi dan saya harap pelaku UMKM binaan Kabupaten Gianya bisa bersinergi dengan PNM baik mekaar maupun ULaMM”, ujar Sandiaga Uno.

Sebagai informasi, hingga 15 September 2021 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 89,14 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 10,8 jt nasabah. Saat ini PNM memiliki 2.985 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan.

News

Deputi Jasa Keuangan Kementerian BUMN Ajak Nasabah PNM Purwakarta Go Digital

September 25, 2021

Purwakarta – Muhammad Khoerur Roziqin, Deputi Jasa Keuangan Kementerian BUMN mengunjungi dan berdialog dengan nasabah di rumah nasabah PNM Mekaar Purwakarta. Khoerur berdialog dengan dua nasabah PNM Mekaar; Ibu Nani Nuraeni, pemilik usaha simping khas Purwakarta dan Ibu Nani Susi Susanti, pemilik kerajinan wayang golek. Kunjungan ini didampingi oleh Sunar Basuki selaku Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM, Dodot Patria Ary selaku Sekretaris Perusahaan PNM, Endang Nurjani selaku Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Mekaar PNM dan Mukti Subarnas selaku Pemimpin Cabang PNM Purwakarta.

Selain berdialog, mencicipi simping dari Ibu Nuraeni dan melihat wayang golek buatan Ibu Nani, Khoerur pun tidak lupa memberikan ibu-ibu nasabah apresiasi dan memberikan motivasi untuk terus semangat mengembangkan usahanya dan semakin mensejahterakan keluarganya. Ibu Nuraeni mengatakan, usaha simping itu sebagai warisan keluarganya. Selain itu, Khoerur juga menghimbau ibu-ibu nasabah agar tidak takut menghadapi perubahan terutama pada bidang digitalisasi.

“Saat ini aplikasi pasar online atau marketplace sudah menggantikan peran pasar tradisional di dunia digital. Karena itu, UMKM terutama nasabah PNM Mekaar wajib mengoptimalkan berbagai marketplace sehingga bisnisnya lebih efektif dan efisien. Apalagi wayang golek sangat berpotensi di Purwakarta, bahkan kualitasnya mampu bersaing. Selain itu, sudah sejak lama para pengrajin ini sudah ada, perlu kita kembangkan ke depan secara online.” jelas Khoerur belum lama ini.

Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM, Sunar Basuki tidak memungkiri bahwa pandemi turut mendorong akselerasi UMKM untuk akhirnya go digital. “Sekarang ini sejumlah UMKM yang bisa beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital tumbuh secara signifikan. Saya harap nasabah PNM Mekaar dan ULaMM dapat bertahan dan berkembang selama pandemi dengan berusaha mengoptimalkan aktivitas penjualan online juga” ujar Sunar.

Sebagai informasi, hingga 24 September 2021 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 90,89 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 10,8 jt nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.673 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 443 Kabupaten/Kota, dan 5.006 Kecamatan.

News

Dukung Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, PNM Berikan Bantuan Sosial di Dusun Kuri Caddi

September 21, 2021

Makassar – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meresmikan pemberian akses air bersih, program Ruang Pintar dan pelatihan klasterisasi sektoral olahan hasil laut bagi nasabah PNM di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros pada hari Selasa, 21 September 2021. Pendistribusian bantuan ini secara simbolis diresmikan oleh Sunar Basuki selaku Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM dan Andi Syafril Chaidir Syam selaku Bupati Kabupaten Maros. Akses air bersih, pembangunan Ruang Pintar dan pelatihan klasterisasi sektoral olahan hasil laut ini adalah salah satu wujud peduli dan bentuk dukungan PNM dalam pemberdayaan masyarakat pesisir.

Sulkarnain, Kepala Desa Nisombalia mengatakan, sedari dulu Desa Nisombalia memang tidak pernah memiliki akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Selama ini, warga desa hanya memanfaatkan air dari luar kampung yg dibeli dalam kemasan jerigen yang harganya cenderung mahal, atau memanfaatkan air hujan. Akses air bersih bagi warga Dusun Kuri Caddi merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.

“Pengadaan akses sumber air bersih ini tentunya kami harapkan akan membantu kebutuhan air bersih bagi warga Desa Nisombalia yang selama ini kesulitan mendapatkan akses sumber air bersih. Saya percaya, ketika akses air bersih didapat, warga dapat hidup lebih sehat, kesejahteraan keluarga lebih terjamin dan mampu berkarya lebih baik untuk memajukan kelompoknya” ujar Sunar.

Secara berkelanjutan, PNM membuka Ruang Pintar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Ruang Pintar di Desa Nisombalia dibuka untuk memfasilitasi anak-anak dari nasabah PNM Mekaar dan masyarakat sekitar untuk belajar atau kegiatan lainnya secara daring. Ruang Pintar yang telah dibuka di Desa Nisombalia meliputi paket buku, paket alat tulis, paket gizi, akses internet, komputer, meja dan kursi, proyektor, rak buku, dan tempat cuci tangan. Melalui Ruang Pintar yang disediakan selama 1 tahun untuk anak-anak dari nasabah PNM Mekaar dan masyarakat sekitar, PNM berharap ikut berkontribusi dalam mencerdaskan masyarakat prasejahtera yang kesulitan untuk belajar online, khususnya di Dusun Kuri Caddi.

“Dengan adanya Ruang Pintar ini, kami berharap dapat membantu mengurangi beban pengeluaran orang tua yang anaknya melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Ruang Pintar juga diharapkan berperan besar dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan aksesibilitas informasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet untuk anak-anak dari nasabah PNM dan warga Dusun Kuri Caddi” ujar Sunar.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembukaan pendampingan dan pelatihan klasterisasi sektoral olahan hasil laut untuk ibu-ibu nasabah di Dusun Kuri Caddi dalam rangka membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan bagi para nasabah PNM, sebagai bentuk komitmen PNM untuk terus mendorong pemberdayaan UMKM.

“Warga Dusun Kuri Caddi untuk membeli air di luar dusun harus merogoh kocek hingga 120 sampai 150 ribu. Hari ini, dengan peresmian program PNM untuk Dusun Kuri Caddi, kira-kira dengan 5 ribu rupiah kita bisa mendapatkan air bersih. Ini adalah perubahan positif yang signifikan. Setelah ini, harapannya Dusun Kuri Caddi menjadi desa wisata dengan terpenuhinya semua unsur wisata yang memiliki potensi daya tarik” ujar Andi.

Sebagai informasi, hingga 15 September 2021 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 89,14 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 10,8 jt nasabah. Saat ini PNM memiliki 2.985 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 443 Kabupaten/Kota, dan 5.006 Kecamatan.

News

OVO Raih Penghargaan Internasional atas Dukungan dan Kontribusi pada Program Kartu Prakerja

March 13, 2021

Jakarta – OVO, platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terdepan di Indonesia kembali menorehkan prestasi di awal tahun 2021 ini dengan mendapatkan penghargaan bertaraf internasional. OVO memenangkan medali emas (gold medal award) untuk kategori Best Improvement Strategy Award dalam acara 15th annual Global Top Ranking Performers Awards yang diselenggarakan oleh ContactCenterWorld, asosiasi global yang mengapresiasi praktik terbaik Contact Center dan Customer Engagement dengan lebih dari 200.000 anggota di seluruh dunia.

“Kami berterimakasih atas penghargaan dan kehormatan yang diberikan kepada OVO melalui penghargaan medali emas yang dianugerahkan oleh ContactCenterWorld ini, hal ini dimungkinkan atas kepercayaan para pengguna dalam menjadikan OVO sebagai platform layanan finansial pilihan mereka,” kata VP of Customer Experience OVO, Novie Marlika. “Hal yang lebih membanggakan lagi ialah bahwa penghargaan ini membawa OVO pada peringkat satu di dunia untuk kategori Best Improvement Strategy dan mampu mewakili Indonesia di tingkat internasional.”

OVO mampu meraih penghargaan ini atas kemampuannya dalam menangani jutaan peserta program Kartu Prakerja yang memilih OVO sebagai metode pencairan insentif mereka melalui strategi operasional yang komprehensif dalam hal people, process dan technology. Sejak awal pandemi, OVO bersama Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja dan tekfin digital lain telah membangun platform untuk Kartu Prakerja. Dengan memanfaatkan teknologi digital, program pemerintah yang menyalurkan Rp20 Triliun dana pembayar pajak ini berhasil berjalan secara tepat sasaran dan efisien, disertai berbagai upaya sosialisasi yang berskala besar. Dalam Program Kartu Prakerja, sebanyak lebih dari 33 persen dari total 5,6 juta penerima manfaat memilih OVO sebagai platform untuk menerima insentif, menjadikan OVO sebagai  pilihan pertama para peserta Program Kartu Prakerja.

Sementara itu, data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian bulan November tahun 2020 menyatakan bahwa dari 12 persen penerima manfaat program Kartu Prakerja yang belum memiliki rekening bank maupun e-wallet sebelum program, setelah bergabung dengan program ini mayoritas lebih memilih membuka rekening e-wallet (76 persen) dibandingkan dengan membuka rekening bank (24 persen). Artinya, OVO sebagai mitra pembayaran program Kartu Prakerja telah membantu mengakselerasi inklusi keuangan dan juga adopsi digital masyarakat di tengah pandemi. OVO juga menerima permintaan verifikasi KTP tertinggi, sebanyak 2,6 juta permintaan pada September 2020, di mana verifikasi KTP secara online menjadi syarat utama penerima insentif Prakerja.

“Dengan membantu program inisiatif Pemerintah, OVO tidak hanya mampu menunjukkan dukungan penuh atas program Bangga Buatan Indonesia, namun juga merasakan peningkatan kinerja pada bisnisnya. Peningkatan tersebut  ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah pengguna baru, jumlah transaksi dan bahkan jumlah merchant yang bergabung bersama OVO” tutup Novie.

Sebagai perusahaan fintech Unicorn yang gesit dan tanggap, OVO terus melakukan berbagai cara untuk beradaptasi dalam setiap situasi maupun perkembangan yang ada. OVO juga senantiasa fokus dalam mengembangkan berbagai layanan finansial yang komprehensif guna menjawab kebutuhan para penggunanya.

News

Presiden Akan Hadiri Sidang Tahunan MPR

July 9, 2020

Jakarta – Presiden Joko Widodo akan menghadiri sidang tahunan MPR secara langsung pada Agustus 2020 ini. Hal itu diungkapkan Ketua MPR Bambang Soesatyo yang memberikan keterangan selepas pertemuan dengan Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 8 Juli 2020.

“Pagi ini kami seluruh pimpinan MPR diterima oleh Presiden untuk melakukan rapat konsultasi bersama terutama terkait dengan persiapan sidang tahunan,” ucapnya.

Bamsoet, sapaan akrab Ketua MPR, mengatakan bahwa penyelenggaraan sidang tahunan MPR pada tahun ini dimajukan menjadi tanggal 14 Agustus 2020 dari yang biasanya dilaksanakan tiap tanggal 16 Agustus.

“Kebiasaan kita tanggal 16 Agustus. Namun, karena tanggal 16 jatuh pada hari Minggu, maka kita majukan pada hari Jumat, tepatnya tanggal 14 Agustus,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, menurutnya, Presiden memastikan akan menghadiri sidang tahunan di tanggal 14 Agustus 2020 tersebut secara langsung sebagaimana pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Alhamdulillah, Pak Presiden menyatakan akan hadir secara fisik dalam sidang tahunan MPR yang akan kami selenggarakan pada tanggal 14 Agustus,” kata Bamsoet.

Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Ketua MPR Bambang Soesatyo, para Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Sjarifuddin Hasan, Zulkifli Hasan, Arsul Sani, Fadel Muhammad, dan Sekretaris Jenderal MPR Ma’ruf Cahyono.

News

Presiden Jokowi Dorong Kabinet Bekerja Lebih Keras

July 9, 2020

Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan jajarannya bahwa kondisi dunia saat ini tengah mengalami krisis, terutama di bidang kesehatan dan ekonomi. Oleh sebab itu, Presiden meminta seluruh jajarannya untuk memiliki sense of crisis yang sama dan bekerja lebih keras lagi.

“Pada kondisi krisis, kita harusnya kerja lebih keras lagi. Jangan kerja biasa-biasa saja. Kerja lebih keras dan kerja lebih cepat. Itu yang saya inginkan pada kondisi sekarang ini. Membuat Permen (Peraturan Menteri) yang biasanya mungkin 2 minggu ya sehari selesai, membuat PP (Peraturan Pemerintah) yang biasanya sebulan ya 2 hari selesai, itu loh yang saya inginkan,” tegas Presiden saat memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 7 Juli 2020.

Kepala Negara juga mendorong jajarannya untuk tidak hanya bekerja dengan menggunakan cara-cara yang biasa. Lebih lanjut, Presiden meminta agar jajarannya membuat terobosan dalam melaksanakan prosedur, misalnya dengan menerapkan smart shortcut.

“Kita harus ganti channel dari ordinary pindah channel ke extraordinary. Dari cara-cara yang sebelumnya rumit, ganti channel ke cara-cara cepat dan cara-cara yang sederhana. Dari cara yang SOP (standar operasional prosedur) normal, kita harus ganti channel ke SOP yang smart shortcut. Gimana caranya? Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara lebih tahu dari saya, menyelesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja,” jelasnya.

Di bidang ekonomi, Presiden menyebut bahwa prediksi ekonomi dunia juga kurang menggembirakan. Menurut informasi yang Presiden terima dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), kontraksi ekonomi global diprediksi mencapai minus 6 hingga 7,6 persen.

“Kalau kita ini tidak ngeri dan menganggap ini biasa-biasa saja, waduh, bahaya banget. Belanja juga biasa-biasa saja, spending kita biasa-biasa saja, enggak ada percepatan,” imbuhnya.

Kontraksi ekonomi tersebut sudah dialami oleh Indonesia di kuartal pertama, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 2,97 persen, turun dari yang biasanya 5 persen. Meskipun angka di kuartal kedua belum keluar, tetapi Presiden mengingatkan agar jajarannya berhati-hati mengingat terdapat penurunan permintaan, penawaran, dan produksi.

“Dari demand, supply, production, semuanya, terganggu dan rusak. Ini kita juga harus paham dan sadar mengenai ini. Karena apa? Ya mobilitasnya kita batasi. Mobilitas dibatasi, pariwisata anjlok. Mobilitas dibatasi, hotel dan restoran langsung anjlok, terganggu. Mal ditutup, lifestyle anjlok, terganggu,” tandasnya.

News

Percepatan Belanja Anggaran Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

July 9, 2020

Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali meminta jajarannya untuk mempercepat belanja pemerintah untuk menggerakkan perekonomian. Kuartal ketiga tahun ini akan menjadi kunci bagi upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi. Hal itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas pada Selasa, 7 Juli 2020, di Istana Negara, Jakarta.

“Saya sekarang ini melihat belanja kementerian itu harian. Naiknya berapa persen. Harian, saya lihat betul sekarang. Karena memang kuncinya di kuartal ketiga ini. Begitu kuartal ketiga bisa mengungkit ke plus (pertumbuhan ekonomi), ya sudah kuartal keempat lebih mudah, tahun depan insyaallah juga akan lebih mudah,” ujarnya.

Menurutnya, belanja pemerintah menjadi penggerak utama bagi perekonomian di tengah pandemi saat ini. Maka itu, Presiden meminta agar regulasi yang berkaitan dengan belanja pemerintah tersebut dapat lebih disederhanakan sesuai dengan kebutuhan di masa yang membutuhkan upaya luar biasa ini.

“Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp70,7 triliun, Kemensos Rp104,4 triliun, Kemenhan Rp117,9 triliun, Polri Rp92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp32,7 triliun,” kata Presiden.

Lebih jauh, Kepala Negara meminta jajarannya untuk bekerja berdasarkan konteks krisis dan tidak seperti dalam keadaan normal biasa. Selain itu, pembelanjaan pemerintah juga harus mengutamakan produk-produk yang ada di dalam negeri.

“Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini,” tuturnya.

“Saya kira belanja-belanja yang dulu belanja ke luar, direm dulu. Beli, belanja, yang produk-produk kita. Agar apa? Ekonomi kena trigger, bisa memacu growth kita, pertumbuhan (ekonomi) kita,” imbuh Presiden.

Terkait dengan kebutuhan medis, Presiden Joko Widodo mengungkap bahwa saat ini sejumlah kebutuhan medis untuk penanganan pandemi Covid-19 telah mampu diproduksi di dalam negeri. Di antaranya ialah stok obat, alat uji PCR, hingga alat uji cepat Covid-19.

“Jangan ada lagi beli yang dari luar apalagi hanya masker, banyak kita produksinya. APD (alat pelindung diri) 17 juta produksi kita per bulan. Padahal kita pakainya hanya kurang lebih 4 sampai 5 juta (unit). Hal-hal seperti ini saya mohon Bapak/Ibu Menteri, Pak Sekjen, Pak Dirjen, tahu semuanya masalah dan problem yang kita hadapi,” ucapnya.

Menutup arahannya, Kepala Negara sekali lagi mengingatkan jajarannya untuk dapat bekerja luar biasa melebihi apa yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya. Sejumlah hal menurutnya masih harus terus diperbaiki dan ditingkatkan pelaksanaannya untuk kebutuhan masyarakat luas.

“Jangan sampai menganggap kita ini masih pada situasi biasa-biasa saja. Saya melihat stimulus ekonomi ini belum (tuntas), bansos sudah lumayan, kesehatan masih perlu dipercepat, stimulus ekonomi baik untuk yang UMKM maupun yang tengah dan gede, belum (tuntas),” ujarnya.

News

Presiden Jokowi di Depan Capaja TNI-Polri: Harus Gesit, Adaptif, Inovatif Hadapi Tantangan Zaman

July 9, 2020

Jakarta – Dunia berubah dengan cepat ditandai dengan disrupsi teknologi yang telah berdampak pada semua sektor kehidupan, tak terkecuali bidang militer. Tantangan yang dihadapi pun jauh lebih berat, dinamis, dan kompleks dari sebelumnya. Penerapan otomatisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga big data mengalami percepatan dan semakin dipercepat dengan adanya pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara pembekalan calon perwira remaja (capaja) TNI-Polri tahun 2020 dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 8 Juli 2020.

“Teknologi militer juga berkembang dengan cepat. Teknologi militer terkini menggabungkan instrumen persenjataan dengan penggunaan kecerdasan buatan. Teknologi automatisasi dan teknologi sensor yang mengarah pada pengindraan jarak jauh semakin canggih. Komputasi kuantum juga telah mengarah pada sistem senjata yang otonom serta pertahanan siber,” ujar Presiden.

“Tantangan kejahatan yang dihadapi oleh perwira kepolisian juga sangat berat. Kejahatan menggunakan teknologi canggih dan kejahatan siber yang lintas negara juga memerlukan kemampuan antisipasi dan mitigasi yang lebih baik,” tambahnya.

Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Presiden meminta agar para capaja TNI-Polri mau terus belajar, baik secara mandiri maupun melalui institusi. Capaja TNI-Polri juga dituntut untuk tidak lagi berpikir dengan cara biasa-biasa saja, bekerja secara monoton, atau menggunakan kemampuan yang standar saja.

“Para perwira TNI dan Polri masa depan harus memiliki sikap mental dan cara kerja yang tidak biasa-biasa saja. Harus semakin cerdas dan lincah dalam menghadapi perubahan, cepat adaptasi, dan selalu berpikir inovatif, dan harus lebih baik dan lebih cepat dibanding negara lain,” tegasnya.

Di samping itu, Kepala Negara juga mengingatkan para capaja TNI-Polri untuk terus konsisten terhadap ideologi negara Pancasila, kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika, dan tujuan-tujuan besar negara. Capaja TNI-Polri juga dituntut untuk memiliki jiwa kesatria, pantang mundur, dan selalu optimis pada kejayaan dan kemajuan bangsa.

“Saya berpesan agar selalu merawat semangat persatuan-kesatuan, semangat persaudaraan dan gotong-royong. Kita harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat, bangsa dan negara. TNI dan Polri harus bersatu dalam menghadapi setiap ancaman dan tantangan bangsa ke depan,” jelasnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden berpesan agar para capaja tidak melupakan dukungan dan doa dari orang tua. Presiden juga berterima kasih kepada segenap pimpinan TNI-Polri, termasuk para pendidik, pelatih, dan pengasuh jajaran Akademi TNI dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.

“Kerja keras dan pengabdian saudara akan selamanya dikenang oleh anak-anak didik saudara-saudara dan menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk karakter calon-calon pemimpin masa depan bangsa,” tandasnya

News

Taralite, P2P Lending Bagian dari Grup OVO Resmi Mendapatkan Lisensi Otoritas Jasa Keuangan

June 5, 2020

Jakarta – Taralite (PT Indonusa Bara Sejahtera) sebagai penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi telah mendapatkan lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi berdasarkan SK Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEP-19/D.05/2020 tertanggal 19 Mei 2020. Dengan demikian, Taralite yang sebelumnya berstatus “Terdaftar” di OJK, kini meningkat menjadi perusahaan P2P Lending berlisensi resmi. 

Taralite merupakan P2P Lending bagian dari Grup OVO. Dengan izin usaha ini, Taralite bersama OVO (PT Visionet Internasional), akan terus mendukung upaya pemerintah merealisasikan berbagai visi dan misi ekonomi digital Indonesia, khususnya membawa masyarakat lebih dekat ke berbagai layanan keuangan digital, termasuk sektor UMKM. Melalui inovasi layanan yang dihadirkan oleh Taralite dan OVO, sebagai platform pembayaran dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, pengguna dan juga pelaku UMKM akan memperoleh keluasan akses ke layanan yang belum dimanfaatkan, termasuk pinjaman konsumen dan bisnis, khususnya dari sektor UMKM. Layanan pinjaman seperti ini dianggap bermanfaat untuk mengembangkan potensi dan usaha bisnis mereka, termasuk dalam upaya pemulihan kegiatan ekonomi serta bisnis di era New Normal. 

Direktur Utama Taralite, Sharly Rungkat mengatakan, “Kami berterima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh OJK sehingga Taralite secara resmi telah mendapat izin usaha. Kami sangat menghargai dukungan dan amanah dari OJK kepada kami untuk menyediakan layanan pinjaman khususnya pada sektor UMKM untuk membantu pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia. Di tengah masa-masa sulit seperti sekarang ini, kami terus berupaya berinovasi dan bersinergi menghadirkan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kami percaya dengan dukungan dari OVO sebagai salah satu ekosistem digital terbesar di Indonesia, memungkinkan kami menjangkau pasar yang selama ini tidak terlayani, termasuk mereka yang unbanked dan underbanked.”

Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO, menambahkan, “Kami menyambut baik kolaborasi strategis dengan Taralite sebagai bagian dari ekosistem OVO untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Pesatnya pertumbuhan adopsi keuangan digital, juga semakin menunjukkan semakin tingginya tingkat kepercayaan pengguna serta pelaku industri dari berbagai segmen. Untuk itu, guna menjawab tantangan yang dihadapi para pegiat UMKM dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, kolaborasi ini akan menjadi solusi yang diyakini mampu mendukung kebutuhan usaha mereka dari sisi modal usaha. Dengan strategi ekosistem terbuka dan kehandalan teknologi yang dimiliki OVO, Taralite akan terus memperluas layanan OVO tidak hanya sebatas di area pembayaran digital, namun juga menyediakan akses yang mudah dan tanpa batas di area pinjaman bagi jutaan UMKM di seluruh Indonesia.”

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia telah mencapai 60%, serta menyerap 97,22% tenaga kerja secara nasional. Namun, kurang dari 15% UMKM memiliki akses terhadap produk pembiayaan. 

Demi memperluas inklusi keuangan, Sharly mengatakan selama ini regulasi OJK sangat terbuka dan mendukung tumbuhnya keuangan digital. “Kami berharap dapat mengatasi kesenjangan penetrasi pembiayaan dengan menyediakan akses ke layanan pinjaman yang aman dan kompetitif. Selain itu, kami yakin peran serta OVO sebagai Grup perusahaan kami, dapat turut serta membantu mewujudkan inklusi keuangan yang merata di Indonesia dan membantu memerangi pandemi dengan memberikan solusi yang nyata bagi masyarakat luas,” tutup Sharly. 

Bersama dengan OVO, menjelang awal tahun 2020, Taralite telah memperkenalkan layanan  DanaTara sebagai pengelolaan arus kas dan solusi tambahan modal usaha bagi pelaku UMKM Indonesia. Sebagai informasi, Taralite memberikan pelaku UMKM akses pembiayaan online sampai Rp500 juta, dengan status pengajuan yang diproses dalam 1-3 hari kerja dan tenor sampai dengan 12 bulan. Saat ini, layanan Taralite telah tersedia bagi para pelaku UMKM yang tergabung dalam platform e-commerce seperti Tokopedia, Lazada, Shopee dan BukaLapak Solusi ini mendukung kebutuhan UMKM untuk memperoleh pembiayaan modal usaha, dengan cara yang jauh lebih mudah dan sederhana. Pinjaman yang disalurkan Taralite mengalami pertumbuhan sebesar 50% dari awal tahun 2020, dan sejauh ini dan telah ada 500.000 pegiat UMKM telah tergabung dalam ekosistem OVO. 

Tidak hanya itu, pertengahan tahun 2019 lalu, Taralite dan OVO juga telah meluncurkan layanan PayLater yang merupakan komitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Dengan terobosan ini, Taralite dan OVO secara langsung melayani 96% orang Indonesia yang tidak memiliki akses ke kredit konsumen dalam melakukan transaksi ritel dan memperluas akses kredit ke jutaan orang Indonesia serta mendukung tren pertumbuhan penjualan ritel di Indonesia.

Tentang Taralite 

PT Indonusa Bara Sejahtera (“Taralite”) dimulai pada tahun 2015 dengan memberikan pinjaman yang terjangkau kepada debitur yang kurang terlayani di Indonesia, kami bertujuan untuk menjadi penyedia layanan keuangan online terbaik yang menawarkan serangkaian produk keuangan termasuk pinjaman, asuransi, penilaian kredit, kartu kredit, manajemen kekayaan, perbankan digital, dan banyak lainnya.

Sejak 19 Mei 2020, Taralite telah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) sejak tanggal 19 Mei 2020 sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dengan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-19/D.05/2020 sehingga pelaksanaan kegiatan usaha Taralite telah diawasi secara ketat oleh OJK berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.