All Posts By

Eka

News

Presiden Akan Hadiri Sidang Tahunan MPR

July 9, 2020

Jakarta – Presiden Joko Widodo akan menghadiri sidang tahunan MPR secara langsung pada Agustus 2020 ini. Hal itu diungkapkan Ketua MPR Bambang Soesatyo yang memberikan keterangan selepas pertemuan dengan Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 8 Juli 2020.

“Pagi ini kami seluruh pimpinan MPR diterima oleh Presiden untuk melakukan rapat konsultasi bersama terutama terkait dengan persiapan sidang tahunan,” ucapnya.

Bamsoet, sapaan akrab Ketua MPR, mengatakan bahwa penyelenggaraan sidang tahunan MPR pada tahun ini dimajukan menjadi tanggal 14 Agustus 2020 dari yang biasanya dilaksanakan tiap tanggal 16 Agustus.

“Kebiasaan kita tanggal 16 Agustus. Namun, karena tanggal 16 jatuh pada hari Minggu, maka kita majukan pada hari Jumat, tepatnya tanggal 14 Agustus,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, menurutnya, Presiden memastikan akan menghadiri sidang tahunan di tanggal 14 Agustus 2020 tersebut secara langsung sebagaimana pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Alhamdulillah, Pak Presiden menyatakan akan hadir secara fisik dalam sidang tahunan MPR yang akan kami selenggarakan pada tanggal 14 Agustus,” kata Bamsoet.

Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Ketua MPR Bambang Soesatyo, para Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Sjarifuddin Hasan, Zulkifli Hasan, Arsul Sani, Fadel Muhammad, dan Sekretaris Jenderal MPR Ma’ruf Cahyono.

News

Presiden Jokowi Dorong Kabinet Bekerja Lebih Keras

July 9, 2020

Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan jajarannya bahwa kondisi dunia saat ini tengah mengalami krisis, terutama di bidang kesehatan dan ekonomi. Oleh sebab itu, Presiden meminta seluruh jajarannya untuk memiliki sense of crisis yang sama dan bekerja lebih keras lagi.

“Pada kondisi krisis, kita harusnya kerja lebih keras lagi. Jangan kerja biasa-biasa saja. Kerja lebih keras dan kerja lebih cepat. Itu yang saya inginkan pada kondisi sekarang ini. Membuat Permen (Peraturan Menteri) yang biasanya mungkin 2 minggu ya sehari selesai, membuat PP (Peraturan Pemerintah) yang biasanya sebulan ya 2 hari selesai, itu loh yang saya inginkan,” tegas Presiden saat memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 7 Juli 2020.

Kepala Negara juga mendorong jajarannya untuk tidak hanya bekerja dengan menggunakan cara-cara yang biasa. Lebih lanjut, Presiden meminta agar jajarannya membuat terobosan dalam melaksanakan prosedur, misalnya dengan menerapkan smart shortcut.

“Kita harus ganti channel dari ordinary pindah channel ke extraordinary. Dari cara-cara yang sebelumnya rumit, ganti channel ke cara-cara cepat dan cara-cara yang sederhana. Dari cara yang SOP (standar operasional prosedur) normal, kita harus ganti channel ke SOP yang smart shortcut. Gimana caranya? Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara lebih tahu dari saya, menyelesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja,” jelasnya.

Di bidang ekonomi, Presiden menyebut bahwa prediksi ekonomi dunia juga kurang menggembirakan. Menurut informasi yang Presiden terima dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), kontraksi ekonomi global diprediksi mencapai minus 6 hingga 7,6 persen.

“Kalau kita ini tidak ngeri dan menganggap ini biasa-biasa saja, waduh, bahaya banget. Belanja juga biasa-biasa saja, spending kita biasa-biasa saja, enggak ada percepatan,” imbuhnya.

Kontraksi ekonomi tersebut sudah dialami oleh Indonesia di kuartal pertama, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 2,97 persen, turun dari yang biasanya 5 persen. Meskipun angka di kuartal kedua belum keluar, tetapi Presiden mengingatkan agar jajarannya berhati-hati mengingat terdapat penurunan permintaan, penawaran, dan produksi.

“Dari demand, supply, production, semuanya, terganggu dan rusak. Ini kita juga harus paham dan sadar mengenai ini. Karena apa? Ya mobilitasnya kita batasi. Mobilitas dibatasi, pariwisata anjlok. Mobilitas dibatasi, hotel dan restoran langsung anjlok, terganggu. Mal ditutup, lifestyle anjlok, terganggu,” tandasnya.

News

Percepatan Belanja Anggaran Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

July 9, 2020

Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali meminta jajarannya untuk mempercepat belanja pemerintah untuk menggerakkan perekonomian. Kuartal ketiga tahun ini akan menjadi kunci bagi upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi. Hal itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas pada Selasa, 7 Juli 2020, di Istana Negara, Jakarta.

“Saya sekarang ini melihat belanja kementerian itu harian. Naiknya berapa persen. Harian, saya lihat betul sekarang. Karena memang kuncinya di kuartal ketiga ini. Begitu kuartal ketiga bisa mengungkit ke plus (pertumbuhan ekonomi), ya sudah kuartal keempat lebih mudah, tahun depan insyaallah juga akan lebih mudah,” ujarnya.

Menurutnya, belanja pemerintah menjadi penggerak utama bagi perekonomian di tengah pandemi saat ini. Maka itu, Presiden meminta agar regulasi yang berkaitan dengan belanja pemerintah tersebut dapat lebih disederhanakan sesuai dengan kebutuhan di masa yang membutuhkan upaya luar biasa ini.

“Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp70,7 triliun, Kemensos Rp104,4 triliun, Kemenhan Rp117,9 triliun, Polri Rp92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp32,7 triliun,” kata Presiden.

Lebih jauh, Kepala Negara meminta jajarannya untuk bekerja berdasarkan konteks krisis dan tidak seperti dalam keadaan normal biasa. Selain itu, pembelanjaan pemerintah juga harus mengutamakan produk-produk yang ada di dalam negeri.

“Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini,” tuturnya.

“Saya kira belanja-belanja yang dulu belanja ke luar, direm dulu. Beli, belanja, yang produk-produk kita. Agar apa? Ekonomi kena trigger, bisa memacu growth kita, pertumbuhan (ekonomi) kita,” imbuh Presiden.

Terkait dengan kebutuhan medis, Presiden Joko Widodo mengungkap bahwa saat ini sejumlah kebutuhan medis untuk penanganan pandemi Covid-19 telah mampu diproduksi di dalam negeri. Di antaranya ialah stok obat, alat uji PCR, hingga alat uji cepat Covid-19.

“Jangan ada lagi beli yang dari luar apalagi hanya masker, banyak kita produksinya. APD (alat pelindung diri) 17 juta produksi kita per bulan. Padahal kita pakainya hanya kurang lebih 4 sampai 5 juta (unit). Hal-hal seperti ini saya mohon Bapak/Ibu Menteri, Pak Sekjen, Pak Dirjen, tahu semuanya masalah dan problem yang kita hadapi,” ucapnya.

Menutup arahannya, Kepala Negara sekali lagi mengingatkan jajarannya untuk dapat bekerja luar biasa melebihi apa yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya. Sejumlah hal menurutnya masih harus terus diperbaiki dan ditingkatkan pelaksanaannya untuk kebutuhan masyarakat luas.

“Jangan sampai menganggap kita ini masih pada situasi biasa-biasa saja. Saya melihat stimulus ekonomi ini belum (tuntas), bansos sudah lumayan, kesehatan masih perlu dipercepat, stimulus ekonomi baik untuk yang UMKM maupun yang tengah dan gede, belum (tuntas),” ujarnya.

News

Presiden Jokowi di Depan Capaja TNI-Polri: Harus Gesit, Adaptif, Inovatif Hadapi Tantangan Zaman

July 9, 2020

Jakarta – Dunia berubah dengan cepat ditandai dengan disrupsi teknologi yang telah berdampak pada semua sektor kehidupan, tak terkecuali bidang militer. Tantangan yang dihadapi pun jauh lebih berat, dinamis, dan kompleks dari sebelumnya. Penerapan otomatisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga big data mengalami percepatan dan semakin dipercepat dengan adanya pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara pembekalan calon perwira remaja (capaja) TNI-Polri tahun 2020 dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 8 Juli 2020.

“Teknologi militer juga berkembang dengan cepat. Teknologi militer terkini menggabungkan instrumen persenjataan dengan penggunaan kecerdasan buatan. Teknologi automatisasi dan teknologi sensor yang mengarah pada pengindraan jarak jauh semakin canggih. Komputasi kuantum juga telah mengarah pada sistem senjata yang otonom serta pertahanan siber,” ujar Presiden.

“Tantangan kejahatan yang dihadapi oleh perwira kepolisian juga sangat berat. Kejahatan menggunakan teknologi canggih dan kejahatan siber yang lintas negara juga memerlukan kemampuan antisipasi dan mitigasi yang lebih baik,” tambahnya.

Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Presiden meminta agar para capaja TNI-Polri mau terus belajar, baik secara mandiri maupun melalui institusi. Capaja TNI-Polri juga dituntut untuk tidak lagi berpikir dengan cara biasa-biasa saja, bekerja secara monoton, atau menggunakan kemampuan yang standar saja.

“Para perwira TNI dan Polri masa depan harus memiliki sikap mental dan cara kerja yang tidak biasa-biasa saja. Harus semakin cerdas dan lincah dalam menghadapi perubahan, cepat adaptasi, dan selalu berpikir inovatif, dan harus lebih baik dan lebih cepat dibanding negara lain,” tegasnya.

Di samping itu, Kepala Negara juga mengingatkan para capaja TNI-Polri untuk terus konsisten terhadap ideologi negara Pancasila, kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika, dan tujuan-tujuan besar negara. Capaja TNI-Polri juga dituntut untuk memiliki jiwa kesatria, pantang mundur, dan selalu optimis pada kejayaan dan kemajuan bangsa.

“Saya berpesan agar selalu merawat semangat persatuan-kesatuan, semangat persaudaraan dan gotong-royong. Kita harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat, bangsa dan negara. TNI dan Polri harus bersatu dalam menghadapi setiap ancaman dan tantangan bangsa ke depan,” jelasnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden berpesan agar para capaja tidak melupakan dukungan dan doa dari orang tua. Presiden juga berterima kasih kepada segenap pimpinan TNI-Polri, termasuk para pendidik, pelatih, dan pengasuh jajaran Akademi TNI dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.

“Kerja keras dan pengabdian saudara akan selamanya dikenang oleh anak-anak didik saudara-saudara dan menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk karakter calon-calon pemimpin masa depan bangsa,” tandasnya

News

Taralite, P2P Lending Bagian dari Grup OVO Resmi Mendapatkan Lisensi Otoritas Jasa Keuangan

June 5, 2020

Jakarta – Taralite (PT Indonusa Bara Sejahtera) sebagai penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi telah mendapatkan lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi berdasarkan SK Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEP-19/D.05/2020 tertanggal 19 Mei 2020. Dengan demikian, Taralite yang sebelumnya berstatus “Terdaftar” di OJK, kini meningkat menjadi perusahaan P2P Lending berlisensi resmi. 

Taralite merupakan P2P Lending bagian dari Grup OVO. Dengan izin usaha ini, Taralite bersama OVO (PT Visionet Internasional), akan terus mendukung upaya pemerintah merealisasikan berbagai visi dan misi ekonomi digital Indonesia, khususnya membawa masyarakat lebih dekat ke berbagai layanan keuangan digital, termasuk sektor UMKM. Melalui inovasi layanan yang dihadirkan oleh Taralite dan OVO, sebagai platform pembayaran dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, pengguna dan juga pelaku UMKM akan memperoleh keluasan akses ke layanan yang belum dimanfaatkan, termasuk pinjaman konsumen dan bisnis, khususnya dari sektor UMKM. Layanan pinjaman seperti ini dianggap bermanfaat untuk mengembangkan potensi dan usaha bisnis mereka, termasuk dalam upaya pemulihan kegiatan ekonomi serta bisnis di era New Normal. 

Direktur Utama Taralite, Sharly Rungkat mengatakan, “Kami berterima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh OJK sehingga Taralite secara resmi telah mendapat izin usaha. Kami sangat menghargai dukungan dan amanah dari OJK kepada kami untuk menyediakan layanan pinjaman khususnya pada sektor UMKM untuk membantu pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia. Di tengah masa-masa sulit seperti sekarang ini, kami terus berupaya berinovasi dan bersinergi menghadirkan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kami percaya dengan dukungan dari OVO sebagai salah satu ekosistem digital terbesar di Indonesia, memungkinkan kami menjangkau pasar yang selama ini tidak terlayani, termasuk mereka yang unbanked dan underbanked.”

Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO, menambahkan, “Kami menyambut baik kolaborasi strategis dengan Taralite sebagai bagian dari ekosistem OVO untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Pesatnya pertumbuhan adopsi keuangan digital, juga semakin menunjukkan semakin tingginya tingkat kepercayaan pengguna serta pelaku industri dari berbagai segmen. Untuk itu, guna menjawab tantangan yang dihadapi para pegiat UMKM dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, kolaborasi ini akan menjadi solusi yang diyakini mampu mendukung kebutuhan usaha mereka dari sisi modal usaha. Dengan strategi ekosistem terbuka dan kehandalan teknologi yang dimiliki OVO, Taralite akan terus memperluas layanan OVO tidak hanya sebatas di area pembayaran digital, namun juga menyediakan akses yang mudah dan tanpa batas di area pinjaman bagi jutaan UMKM di seluruh Indonesia.”

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia telah mencapai 60%, serta menyerap 97,22% tenaga kerja secara nasional. Namun, kurang dari 15% UMKM memiliki akses terhadap produk pembiayaan. 

Demi memperluas inklusi keuangan, Sharly mengatakan selama ini regulasi OJK sangat terbuka dan mendukung tumbuhnya keuangan digital. “Kami berharap dapat mengatasi kesenjangan penetrasi pembiayaan dengan menyediakan akses ke layanan pinjaman yang aman dan kompetitif. Selain itu, kami yakin peran serta OVO sebagai Grup perusahaan kami, dapat turut serta membantu mewujudkan inklusi keuangan yang merata di Indonesia dan membantu memerangi pandemi dengan memberikan solusi yang nyata bagi masyarakat luas,” tutup Sharly. 

Bersama dengan OVO, menjelang awal tahun 2020, Taralite telah memperkenalkan layanan  DanaTara sebagai pengelolaan arus kas dan solusi tambahan modal usaha bagi pelaku UMKM Indonesia. Sebagai informasi, Taralite memberikan pelaku UMKM akses pembiayaan online sampai Rp500 juta, dengan status pengajuan yang diproses dalam 1-3 hari kerja dan tenor sampai dengan 12 bulan. Saat ini, layanan Taralite telah tersedia bagi para pelaku UMKM yang tergabung dalam platform e-commerce seperti Tokopedia, Lazada, Shopee dan BukaLapak Solusi ini mendukung kebutuhan UMKM untuk memperoleh pembiayaan modal usaha, dengan cara yang jauh lebih mudah dan sederhana. Pinjaman yang disalurkan Taralite mengalami pertumbuhan sebesar 50% dari awal tahun 2020, dan sejauh ini dan telah ada 500.000 pegiat UMKM telah tergabung dalam ekosistem OVO. 

Tidak hanya itu, pertengahan tahun 2019 lalu, Taralite dan OVO juga telah meluncurkan layanan PayLater yang merupakan komitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Dengan terobosan ini, Taralite dan OVO secara langsung melayani 96% orang Indonesia yang tidak memiliki akses ke kredit konsumen dalam melakukan transaksi ritel dan memperluas akses kredit ke jutaan orang Indonesia serta mendukung tren pertumbuhan penjualan ritel di Indonesia.

Tentang Taralite 

PT Indonusa Bara Sejahtera (“Taralite”) dimulai pada tahun 2015 dengan memberikan pinjaman yang terjangkau kepada debitur yang kurang terlayani di Indonesia, kami bertujuan untuk menjadi penyedia layanan keuangan online terbaik yang menawarkan serangkaian produk keuangan termasuk pinjaman, asuransi, penilaian kredit, kartu kredit, manajemen kekayaan, perbankan digital, dan banyak lainnya.

Sejak 19 Mei 2020, Taralite telah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) sejak tanggal 19 Mei 2020 sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dengan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-19/D.05/2020 sehingga pelaksanaan kegiatan usaha Taralite telah diawasi secara ketat oleh OJK berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. 

News

OVO, Tokopedia, Grab Serahkan Paket Sembako Pertama Patungan untuk Berbagi THR kepada Gusdurian

May 12, 2020

Jakarta – Sejak diluncurkan tiga pekan lalu pada 17 April 2020, Tokopedia, OVO, dan Grab, melalui kampanye kolektifnya Patungan Untuk Berbagi THR telah berhasil mengumpulkan lebih dari Rp2,3 miliar donasi lewat platform digitalnya. Gelombang pertama penyaluran donasi tanpa kontak ini dilakukan bersama dengan BenihBaik dan Gusdurian kepada para pekerja sektor informal yang terdampak pandemi COVID-19. OVO, Tokopedia dan Grab juga berkomitmen untuk melipatgandakan setiap donasi yang terkumpul, sampai dengan Rp1,5 miliar.

Kampanye ini merupakan program tahunan dari Tokopedia, OVO dan Grab yang dilakukan untuk memperkuat program jaring pengaman sosial pemerintah. Tahun ini, fokus program untuk menggalang bantuan sembako bagi pekerja informal yang terdampak pandemi COVID-19. Dengan 115 juta perangkat dalam ekosistemnya, OVO, Tokopedia, dan Grab berfungsi sebagai jembatan yang kuat untuk berbagi dan memperkuat semangat Ramadhan, menjadikan Patungan Untuk Berbagi THR sebagai gerakan berbasis-digital terbesar untuk membantu pekerja sektor informal di Indonesia.

Periode donasi akan terus dibuka hingga 20 Mei 2020 dan bisa dilakukan langsung dari platform Tokopedia, OVO, dan Grab. Patungan Untuk Berbagi THR merupakan program donasi dan distribusi sembako minim kontak, mulai dari proses pengumpulan donasi, pembelian paket hingga pengiriman yang dilakukan dengan pembatasan kontak secara optimal. Program ini menggandeng BenihBaik, Jaringan Gusdurian, PP Pemuda Muhammadiyah, serta organisasi masyarakat lainnya.

Untuk memastikan kontak dan keterlibatan uang tunai secara minimum, BenihBaik akan melakukan pembayaran menggunakan OVO dan paket Sembako akan dikirimkan oleh layanan kurir instan GrabExpress, langsung ke penerima manfaat. Kampanye program Patungan untuk Berbagi ini menjadi tahun kedua aksi kolaborasi, solidaritas, dan berbagi oleh OVO, Tokopedia, dan Grab, melalui optimalisasi aset digital yang dimiliki untuk menyebarkan niat baik. Untuk informasi terbaru seputar donasi, kunjungi laman https://benihbaik.com/campaign/patungan-untuk-berbagi.

News

Tokopedia, Ovo dan Grab Bersatu Perangi Covid-19

March 25, 2020

Jakarta – Tokopedia, OVO dan Grab — ekosistem digital terbesar di Indonesia — mendonasikan masing-masing Rp1 miliar (total Rp3 miliar) untuk membantu memerangi COVID-19. Inisiatif gabungan ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh kalangan masyarakat agar menyatukan suara dan langkah, bergotong royong menekan laju penyebaran COVID-19.

Donasi akan digunakan untuk membantu penyediaan alat perlindungan diri bagi para tenaga medis. Bekerja sama dengan Benih Baik pimpinan Andy F. Noya, donasi disalurkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI), yang memimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Leontinus Alpha Edison, Vice Chairman sekaligus Co-Founder Tokopedia, mengatakan, “Bersama dengan BNPB RI dan berbagai mitra di industri, kami menyatukan suara, upaya dan semangat dalam memerangi COVID-19. Salah satunya adalah dengan menyumbang dana sebesar Rp1 miliar dari Tokopedia dan membuka jalur donasi agar masyarakat juga dapat turut berkontribusi.”

“Sejak awal, Tokopedia melakukan berbagai inisiatif dan mengambil tindakan tegas untuk membantu penjual, pembeli dan mitra strategis lainnya tetap dapat memanfaatkan layanan Tokopedia dengan harga dan kualitas terjaga. Berbagai hal tersebut adalah bagian dari upaya Tokopedia untuk meredam laju penyebaran COVID-19 dan memudahkan masyarakat untuk #DiRumahAjaDulu,” tambah Leontinus.

Tokopedia di sisi lain juga telah menyumbang lebih dari 150.000 masker mulut untuk TKI yang membutuhkan di Hongkong, seperti ART, pekerja kapal dan buruh migran lain yang rentan namun cenderung tidak punya akses ke produk kesehatan. Selain itu, Tokopedia membuka dua kanal berdonasi demi mengajak masyarakat membantu pengadaan multivitamin, APD standar dan sanitizer untuk tenaga medis, yaitu lewat fitur ‘Bantu Pejuang COVID-19’ dan halaman Checkout Tokopedia.

Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO, menyatakan, “Di tengah pandemi global yang kini juga menyeret Indonesia ke masa yang penuh tantangan ini, OVO juga memiliki tanggung jawab untuk berperan nyata dalam mendukung upaya pemerintah meredam dan mengatasi penyebaran virus ini. Termasuk, memainkan peran kami sebagai penyedia layanan e-money untuk terus menggerakkan roda perekonomian nasional, khususnya di ranah ekonomi digital.”

“Untuk itulah, OVO mencanangkan program #BersatuLawanCorona yang menggarisbawahi komitmen kami untuk secara proaktif dan tanpa henti mencari cara-cara inovatif untuk meringankan dampak COVID-19 di seluruh lapisan masyarakat. Salah satu upaya kami adalah memberikan dukungan dan bantuan berupa dana sebesar Rp 1 miliar melalui Benih Baik, yang akan disalurkan melalui BNPB RI kepada barisan tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memerangi pandemi ini. Bantuan berupa alat perlindungan diri seperti masker, pembersih tangan, multivitamin hingga sarung tangan sangat dibutuhkan ketika jumlah pasien terus melonjak,” Karaniya menambahkan.

Selain telah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) sebagai tindakan pencegahan di kantor bagi karyawan, OVO antara lain juga meluncurkan program bantuan untuk merchant termasuk UKM, yakni dengan membagikan 10.000 pembersih tangan (hand sanitizer) di wilayah Jabodetabek dan Bali. OVO telah melakukan sosialisasi kepada semua merchant untuk bersikap waspada dan terus menjaga kebersihan usai melakukan transaksi.

Neneng Goenadi, Managing Director, Grab Indonesia menjelaskan, “Melalui gerakan #KitaVSCorona, Grab berupaya untuk menyebarkan nilai-nilai positif, memberdayakan serta membangun masyarakat yang tangguh dengan bergotong royong untuk meratakan kurva pandemi. Sebagai bagian dari ekosistem digital terbesar di Indonesia, kami berkomitmen untuk mendukung kinerja tenaga medis sebagai garda terdepan di Indonesia untuk memerangi pandemi COVID-19. Donasi alat perlindungan diri bagi para garda terdepan profesi medis sangat penting untuk menjadi prioritas negara dan GrabHealth powered by GoodDoctor siap mendukung. Dukungan menyeluruh juga diberikan kepada para mitra Grab yang bekerja keras memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia dalam masa penuh tantangan ini.”

Grab Indonesia juga telah menempatkan berbagai upaya pencegahan tambahan serta bentuk dukungan untuk melindungi kesehatan, kesejahteraan dan keberlangsungan hidup para Mitra Grab. Dukungan yang disebut GrabCare tersebut berupa: memberikan bantuan finansial bagi Mitra Pengemudi yang positif COVID-19, kolaborasi pengumpulan 1 Juta Masker lewat PMI dan ketersediaan cakupan asuransi Mandiri In-Health. Grab juga mendukung Mitra merchant GrabFood untuk memastikan para pelaku industri makanan & minuman mengimplementasikan standar keamanan dan kebersihan pangan yang tinggi agar pelanggan merasa aman sekaligus mendukung keberlangsungan bisnis industri makanan & minuman lokal, terutama UMKM kuliner.

Andy F Noya, Founder sekaligus CEO BenihBaik.com, mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi upaya dan inisiatif dari Tokopedia, OVO, dan Grab. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh dan mendorong lebih banyak masyarakat untuk bersatu dan mendukung upaya pemerintah dalam melawan COVID-19. Kami juga ingin menyampaikan terima kasih atas kepercayaannya terhadap Benih Baik, dan kami akan menjaga dan meneruskan kepercayaan ini dengan baik.”

Doni Monardo selaku Kepala BNPB RI menyambut baik inisiatif ini, “Dana ini kembali kami dedikasikan untuk tim tenaga kesehatan yang telah menjadi bagian yang sangat strategis, sangat penting dalam penanganan Covid-19 termasuk untuk memberikan bantuan logistik, bantuan obat-obatan kepada para dokter para perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Supaya mereka bisa mendapat dukungan yang baik, sebagai pekerja terdepan bisa mendapatkan perhatian yang optimal.”

Selain menyalurkan dana bantuan, Tokopedia, OVO dan Grab juga segera membuka kanal penghimpunan donasi (crowdfunding) di platform masing-masing yang memungkinkan masyarakat ikut berkontribusi melawan COVID-19. Program ini juga bekerja sama dengan Benih Baik dan akan disalurkan untuk berbagai keperluan mendesak terkait dampak pandemi COVID-19.

News

OVO Bagikan 10.000 Pembersih Tangan Kepada Merchant

March 24, 2020

Jakarta – Menyikapi situasi pandemi global yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia, OVO, platform pembayaran digital terdepan di Indonesia mendistribusikan sebanyak 10.000 pembersih tangan (hand sanitizer) kepada merchant termasuk UKM di wilayah Jabodetabek dan Bali. Upaya ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah menghentikan penyebaran COVID-19, dalam ekosistem OVO.

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra menjelaskan “Di tengah situasi saat ini, kami berkomitmen untuk melakukan praktik terbaik dalam ekosistem pengguna, mitra dan merchant kami. OVO memperkuat arahan pemerintah untuk mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung atau yang sering disebut social distancing, dan menerapkan kebersihan, termasuk mencuci tangan. Gerakan ini merupakan dukungan sekaligus menggarisbawahi perhatian kami yang berkelanjutan bagi para merchant kami dan masyarakat umum, yang tentunya masih perlu melanjutkan kelangsungan aktivitas mereka sehari-hari.”

Pembersih tangan akan dibagikan ke berbagai merchant, termasuk UKM mulai hari ini. CDC menyebutkan bahwa mencuci tangan mengurangi penyakit pernapasan pada populasi umum sebesar 16%-21%. CDC juga memperingatkan agar tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.

Melalui program Bersatu Lawan Corona, OVO menghimbau kepada semua merchant untuk tetap tenang dan waspada sambil menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan, membatasi bersentuhan dengan orang lain serta mengurangi transaksi tunai guna meminimalisir penyebaran virus. OVO berharap, dengan menyediakan pembersih tangan di merchant OVO, segala transaksi dapat dilakukan dengan tetap nyaman dan aman. Selain itu, program ini terlaksana sebagai wujud dukungan OVO kepada para merchant yang memegang peranan penting dalam mengembangkan ekosistem OVO, dan kami juga terus memberdayakan lebih banyak merchant untuk menjadi bagian dari ekonomi tanpa uang tunai.

OVO mendukung penuh arahan pemerintah dalam meredam penyebaran virus COVID-19, OVO juga terus berkomunikasi dan menyusun rencana untuk dapat ikut membantu pemerintah, bergotong-royong bersama seluruh komponen masyarakat Indonesia lainnya melakukan berbagai upaya strategis yang diperlukan untuk mengatasi pandemi COVID-19 ini, khususnya dari sektor teknologi digital.


News

Pegadaian Raih Penghargaan BUMN Terbaik 2019

October 28, 2019

Jakarta – PT Pegadaian (persero) raih penghargaan dalam kategori BUMN Berpredikat Sangat Bagus Atas Kinerja Keuangan Selama Tahun 2018 pada acara Penganugerahan The Best BUMN 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kinerja perseroan yang tetap komitmen menjaga performa dan pertumbuhan kinerja keuangan.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan rating yang dilakukan biro riset Infobank terhadap 118 BUMN. Pada proses penetapan pemenang terdapat kategori yaitu : 20 BUMN yang mendapatkan predikat “Tidak Bagus”, perusahaan BUMN berpredikat “Baik” sebanyak 21 BUMN, 13 BUMN berpredikat “Cukup Baik”dan perusahaan BUMN dengan predikat “Baik” sebanyak 54.

Penghargaan tersebut juga diberikan berdasarkan kinerja bisnis perusahaan yang terus mendorong upaya-upaya untuk menjadi BUMN sebagai agen pembangunan yang kuat, lincah, dan kompetitif.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengungkapkan bahwa penghargaan yang diraih merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap kinerja perseroan selama ini. Sehingga menjadi pemicu agar Pegadaian terus melakukan inovasi-inovasi baru.

“Pegadaian saat ini terus mengembangkan inovasi baru agar kinerja keuangan terus meningkat. Hal ini dikarenakan rencana kami kedepannya yaitu menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan finansial terbaik di Indonesia dan sebagai agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat Indonesia,” ujar Kuswiyoto.

Kuswiyoto menjelaskan di tahun 2018 Pegadaian menduduki posisi ke 7 sebagai BUMN yang memberikan deviden terbesar yaitu sebesar Rp1,3 triliun. Sedangkan, laba bersih pegadaian di tahun 2018 tercatat sebesar Rp2,7 triliun, sehingga untuk meningkatkan kinerja keuanga di tahun 2019 perseroan terus menciptakan inovasi-inovasi baru.

“Ada dua inovasi yang dijalankan oleh Pegadaian, yaitu produk dan channel layanan. Inovasi produk yang dijalankan merupakan sistem layanan Pegadaian kepada nasabah, yaitu Gadai Tabungan Emas, Gadai on Demand, Gadai Efek (Saham & Obligasi), G-Cash, Gold Card, Digital Lending, Arrum Umroh, dan Rahn Tasjily Tanah,” ujarnya.

Sedangkan inovasi channel layanan memiliki manfaat dalam meningkatkan inklusi keuangan, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan produktivitas karyawan, efisiensi biaya sehingga

tarif lebih kompetitif, meningkatkan sinergi (bersifat mutualisme), dan meningkatkan transaksi. Bukti manfaat inovasi tersebut terlihat dari outlet Pegadaian yang saat ini telah mencapai lebih dari 4.100 outlet, agen pegadaian yang lebih dari 9.600 jiwa, menjalin kolaborasi dengan 19 perusahaan BUMN/Swasta, lebih dari 1.800 sales force, lebih dari 13.400 karyawan (program EGC), dan lebih dari 1 juta pengguna Pegadaian Digital.

“Kedua inovasi ini terus dilakukan oleh perusahaan, sehingga menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan yang menarik untuk nasabah maupun partner bisnis perusahaan,” ujarnya.

News

Mahfud MD: Kebersatuan Dalam Keberagaman Akan Maju

October 14, 2019

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang juga Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD berbicara mengenai Indonesia Emas di tahun 2045, yakni hanya dengan modal Kebersatuan dalam Keberagaman di sebuah acara dengan tajuk Bincang Seru Mahfud, Inspirasi, Kreasi dan Pancasila, yang berlangsung di Graha Widya Wisuda IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (14/10/2019).

“Indonesia emas yang akan kita bangun, akan dicapai pada 2045, yaitu Indonesia menurut alinea 2 UUD 1945. Dan Keberagaman merupakan modal kita untuk maju, dan kebersatuan dalam keberagaman itu akan maju”, ujarnya .

Selain itu, Mahfud menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila memang harus diterapkan sejak dini, agar Rakyat Indonesia memiliki jiwa toleransi yang tinggi terhadap sesama, sehingga dapat menjauhi ujaran kebencian yang sedang marak.

“Kalau ingin melewati Indonesia emas ini, kembalilah dengan persatuan. Untuk menjaga persatuan kita harus toleran dalam perbedaan. Maka hindarilah ujaran-ujaran kebencian, baik ucapan maupun tulisan. Mari kita hayati berdasarkan Pancasilan dan menjauhi ujaran kebencian”, tambahnya.

Acara yang dihadiri ribuan mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dari berbagai elemen Kota Bogor berlangsung secara antusias oleh para mahasiswa. Selain Mahfud, dihadiri juga oleh Rektor IPB, Dr. Arif Satria, Addie MS, Ayu Kartika Dewi, yang juga diramaikan oleh Komedian Cak Lontong, Arie Kriting, Akbar dan Keluarga Besar IPB lainnya.

Diskusi yang lahir berkat kerjasama IPB dan MMD Initiative juga mendeklarasikan Komitmen Kebangsaan untuk membangun komunikasi lintas budaya yang dapat merekatkan bangsa.