All Posts By

Eka

News

BRI Finance Gandeng Smoot Motor Indonesia, Perluas Pasar Kendaraan Listrik Dalam Rangka Implementasi ESG

June 22, 2022

Jakarta – PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance (BRIF) menggandeng PT Smoot Motor Indonesia (Smoot) untuk memperluas pasar pembiayaan sepeda motor listrik. Hal ini seiring dengan aspirasi BRIF untuk memperbesar pangsa pasar pembiayaan konsumer sekaligus berperan aktif mendukung program pemerintah dalam peningkatan kendaraan ramah lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama BRI Finance Azizatun Azhimah, di sela-sela acara Launching Penggunaan Motor Listrik Untuk Kendaraan Operasional BRI Finance dalam Rangka Implementasi ESG di Lobby Menara BRILiaN Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan yang sama, Azizatun mengatakan sepeda motor Smoot dari PT Smoot Motor Indonesia adalah produk dalam negeri yang memiliki komitmen yang sama dengan BRIF untuk bergerak ke arah bisnis berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan. Komitmen tersebut seiring langkah pemerintah memacu penggunaan kendaraan listrik, guna mendorong dan mempercepat transisi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan.

“Smoot adalah salah satu produsen motor listrik di Indonesia. Dan kami menggunakan motor listrik Smoot untuk operasional, ini merupakan wujud komitmen dari BRIF untuk mengimplementasikan ESG melalui partisipasi dalam green automotive. Kami lihat prospek kendaraan ramah lingkungan akan sangat baik ke depan. Selain itu, Smoot kami lihat support system-nya juga sudah banyak, khususnya di daerah Jabodetabek,” ujarnya optimitis.

Seperti diketahui, pemerintah terus memacu penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan, khususnya bertenaga listrik melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk Transportasi Jalan. Regulasi itu pun diperkuat dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap Electric Vehicle (EV) dan Perhitungan Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN).

Kerjasama BRIF dan Smoot direalisasikan melalui pengadaan kendaraan operasional BRIF. Kemudian dilanjutkan menggarap pembiayaan motor listrik untuk pekerja di BRIF dan grup bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk serta masyarakat luas. Dalam program ini, BRIF memberikan uang muka 0% untuk karyawan BRI Group dan 10% bagi nasabah dan debitur BRI Group.

“Kami lihat tidak hanya go green tapi juga ekonomis, jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Harganya sangat kompetitif. Lalu teknologinya juga sangat baik.,” lanjut Azizatun.

Adapun saat ini PT Smoot Motor Indonesia memasarkan varian Smoot Tempur yang merupakan motor listrik pintar karena terkoneksi dengan smartphone. Di aplikasi Smoot terdapat banyak fitur seperti kondisi motor dan baterai, cashless payment untuk top-up km, GPS Tracker, matikan mesin, hingga membaca rekam jejak perjalanan. Produk Smoot Tempur ini dibanderol seharga Rp16,5 juta on the road (OTR).

Smoot Tempur dilengkapi baterai lithium berkapasitas 64V 22,5Ah, yang jika terisi penuh mampu menempuh jarak hingga 70 km. Sedangkan mesin motor listriknya berkapasitas 1.500W, dan mampu melaju dengan kecepatan hingga 60 km/jam. Untuk pengisian baterai, Smoot mengusung konsep swap baterai. Di mana baterai ditukar di stasiun penukaran baterai atau swap poin. Saat ini terdapat lebih dari 400 swap poin di wilayah Jabodetabek.

Penukaran baterainya pun gratis, pengguna Smoot hanya perlu membayar tarif swap baterai menggunakan sistem kuota. Harga kuotanya terbagi tiga opsi, yaitu: 100 km Rp 20.000, 250 km Rp 45.000, dan 500 km Rp 80.000.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Keuangan PT Smoot Motor Indonesia, Megawati Sutjipto mengatakan langkah strategis ini akan membawa dampak yang positif bagi kedua pihak, sesuai aspirasi kedua perusahaan menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

“Dengan kerja sama ini tentunya akan meningkatkan kinerja kedua perusahaan yang lebih berkelanjutan karena menunjang pada kendaraan masa depan yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, melalui kerja sama ini kami ingin turut serta menyukseskan program pemerintah dalam hal kendaraan listrik,” ujar Megawati Sutjipto.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan produksi kendaraan listrik berbasis baterai pada 2030 dapat mencapai 2 juta unit untuk roda empat atau lebih, dan 13 juta unit untuk roda dua. Dengan demikian hal itu diharapkan bisa mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030 dan pada 2060 Indonesia masuk dalam nir emisi kendaraan bermotor.

PACU PEMBIAYAAN KONSUMER

Azizatun mengungkapkan BRIF berencana untuk terus meningkatkan pasar pembiayaan segmen konsumer dimana komposisi segmen konsumer BRIF ditargetkan mencapai 70% terhadap total portofolio pembiayaan. Hingga Mei 2022, pembiayaan konsumer telah mengkontribusi sebesar 68% dari total pembiayaan BRIF.

Azizatun pun menjelaskan, kerja sama dengan Smoot ini merupakan salah satu strategi BRIF dalam meningkatkan pembiayaan baru yang ditargetkan mencapai Rp4,1 triliun tahun ini. Adapun realisasi pembiayaan baru saat ini sudah lebih dari Rp2 triliun.

“Untuk pembiayaan sendiri kami targetkan pembiayaan baru itu minimal sekitar Rp4,1 triliun. Hingga Mei 2022, realisasinya sudah sekitar Rp2 triliun. Motor listrik ini opportunity-nya bagus, kami memulai sambil harapannya kondisi ekonomi dan semuanya kembali normal termasuk edukasi kepada masyarakat. Banyak orang tertarik dengan kendaraan listrik tapi belum siap untuk mulai menggunakannya. Jadi memang butuh effort dari semua pihak terkait untuk memperkenalkan kendaraan listrik ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, diharapkan kerja sama ini akan berkontribusi terhadap keseluruhan kinerja BRIF. Per Mei 2022, total piutang pembiayaan BRIF mencapai Rp5,7 triliun, naik sekitar 39% secara tahunan dan tumbuh sekitar 18% dari Desember 2021.

Masih pada periode yang sama, porsi piutang pembiayaan motor tercatat sekitar 4% dari total portofolio. Selain itu BRIF juga berhasil meningkatkan kinerja keuangan dan kualitas aset. Total aset tercatat sebesar Rp6,3 triliun atau naik sekitar 46% secara tahunan. Laba bersih mencapai Rp25 miliar atau naik signifikan sekitar 126% secara tahunan. Hal itu diiringi dengan NPF yang terjaga stabil dikisaran 2%.

News

Wanita Ultra Mikro Mengikuti Pelatihan PNM Sehingga Dapat NIB Dan Menjadi Merchant Grab di Malang

June 21, 2022

Malang – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) semakin aktif melakukan pemberdayaan melalui program pelatihan yang diberikan kepada wanita ultra mikro yang diselenggarakan di Harris Hotel & Convention Center, Malang, Jawa Timur kepada 400 nasabah PNM Mekaar (yang terdiri dari Mekaar Cabang Singosari, Karangploso, Wagir 2, Sukun, Kedungkandang 2, Lowokwaru, Klojen, Blimbing). Pelatihan ini dikenal sebagai sosialisasi antar nasabah PNM yaitu PKU Akbar. Selanjutnya, acara dihadiri oleh Sugiarto Kasmuri selaku Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Sasono Hantarto selaku Executive Vice President Bisnis PNM, Yusril Ardiansyah selaku Pemimpin PNM Cabang Malang, Dicky Fajrian selaku Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU), Yunida Paramita selaku pemateri, Debora Asugian selaku pemateri dari Grabfood Malang, dan Kurnia Awal Rizky selaku pemateri dari Rumah BUMN Malang.

Kegiatan PKU Akbar ini merupakan program pemberdayaan yang dirancang melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Pelatihan yang diberikan berupa sosialisasi perijinan usaha dan pemasaran digital yang sangat bermanfaat sehingga peserta difasilitasi dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis online dan menjadi merchant Grab. Selain itu, melalui kegiatan ini PNM juga menggelar Pameran Produk Usaha Nasabah sebanyak 37 nasabah PNM yang merupakan nasabah ULaMM dan Mekaar yang usaha nya meliputi aneka makanan, minuman dan kerajinan seperti sambal, kopi, kue, kopi, minuman kesehatan, kerajinan manik-manik, dll.

PNM melalui program PKU, memberikan pelatihan yang bersifat pendampingan antar PNM dengan nasabah yang tujuannya mendorong para nasabah PNM agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan pentingnya memiliki perijinan usaha (NIB) sehingga legalitas usahanya terjamin sehingga dapat meningkatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan, peluang mendapatkan pelatihan, dan kesempatan mengikuti pengadaan barang atau jasa pemerintah yang bisa menambah kesejahteraan keluarga sehingga nasabah PNM naik kelas. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung para nasabah untuk digitalisasi agar usaha nya terus berkembang pesat di pasar online sehingga pemasaran nya semakin luas.

Sebagai informasi, hingga 17 Juni 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 129,76 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,921 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.493 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan.

News

Wanita Ultra Mikro Mengikuti Pelatihan PNM Sehingga Dapat NIB Dan Menjadi Merchant Grab di Padang

June 20, 2022

Padang – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) semakin aktif melakukan pemberdayaan melalui program pelatihan yang diberikan kepada wanita ultra mikro yang diselenggarakan di UPI Convention Centre, Padang, Sumatera Barat kepada 350 nasabah PNM Mekaar (yang terdiri dari Mekaar Cabang Lubuk Kilangan, Lubuk Kilangan 2, Pauh, Padang Timur, Padang Utara, Lubuk Begalung, dan Kuranji 2). Pelatihan ini dikenal sebagai sosialisasi antar nasabah PNM yaitu PKU Akbar. Acara dihadiri oleh Nazwir selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Setyo Nugroho Indartanto selaku Wakil Pemimpin PNM Cabang Padang, Eko Pramana Putra selaku pemateri juga Direktur dan Instruktur Bumi Kreatif Institute, dan Rastra Dewangga selaku pemateri dari Merchant Acquisition Grab Food.

Kegiatan PKU Akbar ini merupakan program pemberdayaan yang dirancang melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Pelatihan yang diberikan berupa sosialisasi perijinan usaha dan pemasaran digital yang sangat bermanfaat sehingga peserta difasilitasi dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis online dan menjadi merchant Grab. Tidak hanya itu, pada kegiatan ini PNM juga menggelar Pameran Produk Usaha Nasabah sebanyak 10 nasabah PNM Mekaar yang usaha nya meliputi aneka makanan dan kerajinan seperti rendang daging dan ikan tuna, aneka kue, basreng (bakso goreng), olahan pisang, serundeng, peyek, abon tuna, tas rajut, dan gantungan kunci.

PNM melalui program PKU, memberikan pelatihan yang diberikan juga bersifat pendampingan antar PNM dengan nasabah yang bertujuan mendorong para nasabah PNM agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan pentingnya memiliki perijinan usaha (NIB) sehingga legalitas usahanya terjamin sehingga dapat meningkatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan, peluang mendapatkan pelatihan, dan kesempatan mengikuti pengadaan barang atau jasa pemerintah yang bisa menambah kesejahteraan keluarga sehingga nasabah PNM naik kelas. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung para nasabah untuk digitalisasi agar usaha nya terus berkembang pesat di pasar online sehingga pemasaran nya semakin luas.

Sebagai informasi, hingga 17 Juni 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 129,76 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,921 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.493 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan.

News

Wanita Ultra Mikro Mengikuti Pelatihan PNM Sehingga Dapat NIB Dan Menjadi Merchant Grab di Cirebon

June 19, 2022

Cirebon – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) semakin aktif melakukan pemberdayaan melalui program pelatihan yang diberikan kepada wanita ultra mikro yang diselenggarakan di Gua Sunyaragi, Cirebon, Jawa Barat kepada 500 nasabah PNM Mekaar (yang terdiri dari Mekaar Cabang Harjamukti, Lemahwungkuk, Lemahwungkuk 2, Mundu, Mundu 2, Kejaksan, Gunungjati, Kesambi, Suranenggala, dan Gunungjati 2). Pelatihan ini dikenal sebagai sosialisasi antar nasabah PNM yaitu PKU Akbar. Selanjutnya, acara dihadiri oleh Fredy Nasution selaku Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Muhammad Komar selaku Pemimpin PNM Cabang Cirebon, Lis Trisnawanah selaku pemateri dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kevin selaku pemateri dari Merchant Acquisition Grab Food, dan Firdaus selaku pemateri dari Merchant Acquisition Grab Mart.

Kegiatan PKU Akbar ini merupakan program pemberdayaan yang dirancang melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Pelatihan yang diberikan berupa sosialisasi perijinan usaha dan pemasaran digital yang sangat bermanfaat sehingga peserta difasilitasi dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis online dan menjadi merchant Grab. Selain itu, melalui kegiatan ini PNM juga menggelar Pameran Produk Usaha Nasabah sebanyak 18 nasabah PNM Mekaar yang usaha nya meliputi aneka fashion, makanan, minuman dan kerajinan seperti daster, aneka kue, minuman jelly, kerajinan manik-manik, dll.

PNM melalui program PKU, memberikan pelatihan yang diberikan juga bersifat pendampingan antar PNM dengan nasabah yang bertujuan mendorong para nasabah PNM agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan pentingnya memiliki perijinan usaha (NIB) sehingga legalitas usahanya terjamin sehingga dapat meningkatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan, peluang mendapatkan pelatihan, dan kesempatan mengikuti pengadaan barang atau jasa pemerintah yang bisa menambah kesejahteraan keluarga sehingga nasabah PNM naik kelas. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung para nasabah untuk digitalisasi agar usaha nya terus berkembang pesat di pasar online sehingga pemasaran nya semakin luas.

Sebagai informasi, hingga 17 Juni 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 129,76 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,921 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.493 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan.

News

PNM Menggelar Pelatihan Kepada Perempuan Ultra Mikro Hingga Dapat NIB Di Samarinda

June 18, 2022

Samarinda – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) semakin aktif melakukan pemberdayaan melalui program pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Amaris, Samarinda kepada 100 nasabah PNM Mekaar (yang terdiri dari Mekaar Samarinda Utara, Samarinda Seberang, dan Samarinda Ulu). Temu Usaha Nasabah Mekaar (TUNM) merupakan program pemberdayaan PNM berupa pelatihan dari Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diselenggarakan kepada pelaku usaha ultra mikro (nasabah PNM Mekaar). Pelatihan yang diberikan berupa sosialisasi perijinan usaha berbasis online yang sangat bermanfaat sehingga seluruh peserta langsung bisa mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) pada saat pelatihan.

Acara dihadiri oleh Frederickus Yuga Prassojo selaku Kepala Pemasaran dan Penjualan Pegadaian Area Samarinda, dan Yazdi Anugrah selaku Pemimpin PNM Cabang Samarinda.

Melalui program PKU, pelatihan yang diberikan merupakan bentuk dari pemberdayaan PNM, yang bertujuan bagi nasabah Mekaar agar bisa meningkatkan pengetahuan dengan pentingnya memiliki perijinan usaha atau NIB sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan naik kelas.

Sebagai informasi, hingga 16 Juni 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 129,43 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,908 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.492 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan.

News

PNM Menggelar Pelatihan Kepada Nasabah Ultra Mikro Hingga Dapat NIB Di Subang

June 17, 2022

Subang – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) semakin aktif melakukan pemberdayaan melalui program pelatihan yang diberikan kepada wanita ultra mikro dan diselenggarakan di D’king Resto, Subang, Jawa Barat kepada 100 nasabah PNM Mekaar pada tanggal 15 Juni 2022. Kemudian, pelatihan selanjutnya dilakukan di Rumah Makan Gala, Subang, Jawa Barat kepada 50 nasabah PNM Mekaar pada tanggal 17 Juni 2022. Pelatihan ini dikenal sebagai Temu Usaha Nasabah Mekaar (TUNM). Kegiatan ini merupakan program pemberdayaan yang dirancang melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Pelatihan yang diberikan berupa sosialisasi perijinan usaha sangat bermanfaat sehingga seluruh peserta langsung mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis online.

Acara dihadiri oleh H. Dadang Kurnianudin selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Subang, Jimi Hermansyah selaku Pemimpin PNM Cabang Subang, dan Dian Herdiana selaku Pemateri Pelatihan.

Melalui program PNM PKU, pelatihan yang diberikan juga bersifat pendampingan antar PNM dengan nasabah yang bertujuan mendorong nasabah Mekaar agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan pentingnya memiliki perijinan usaha atau NIB sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan naik kelas.

Sebagai informasi, hingga 16 Juni 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 129,43 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,908 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.492 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan.

News

Rayakan Ulang Tahun ke 23, PNM Gelar Aksi Donor Darah

June 14, 2022

Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerja sama dengan RSUP Fatmawati menggelar aksi donor darah pada hari ini, 13 Juni 2022 di Menara PNM, Jakarta. Kegiatan ini selain menjadi salah satu rangkaian perayaan ulang tahun PNM yang ke 23, juga bertujuan untuk memfasilitasi seluruh karyawan PNM Group yang ingin berdonor darah, dan juga membantu masyarakat yang membutuhkan darah.

Selain aksi donor darah, kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat. Antusiasme yang luar biasa ditunjukkan oleh seluruh karyawan PNM Group. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah pendonor yang telah mendaftar dan selesai mendonorkan darahnya.

Turut memeriahkan kegiatan pada hari ini, hadir salah satu pelaku usaha mikro disabilitas, Leonardus. Leonardus mengungkapkan terima kasih kepada PNM sebagai bentuk lanjutan kerjasama dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND) karena telah memperkenankan membuka booth produk hasil olahan nasabah disabilitas di Menara PNM.

“Kami berterima kasih kepada PNM karena memberikan kesempatan bagi teman-teman disabilitas pada hari ini untuk dapat berkontribusi dalam penjualan kami. Seluruh hasil penjualan yang nantinya terkumpul akan langsung disumbangkan untuk para nasabah disabilitas” ujar Leonardus.

Inisiasi K3 untuk mengadakan kegiatan cek kesehatan rutin dan donor darah ini diharapkan akan dapat meningkatkan kebersamaan, dan mampu memberikan sedikit harapan berharga bagi masyarakat yang membutuhkan darah.

Sebagai informasi, hingga 13 Juni 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp  128,49 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,8 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.673 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 443 Kabupaten/Kota, dan 5.006 Kecamatan.

News

PNM Menggelar Pelatihan Kepada Wanita Ultra Mikro Hingga Dapat NIB Di Garut

June 13, 2022

Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) semakin aktif melakukan pemberdayaan melalui program pelatihan yang diselenggarakan di Favehotel Cimanuk Garut, Jawa Barat kepada 300 nasabah PNM Mekaar. Pelatihan ini dikenal sebagai Temu Usaha Nasabah Mekaar (TUNM), peserta merupakan nasabah PNM Mekaar yang terdiri dari 6 Cabang (yaitu Karangpawitan 3, Sukawening, Wanaraja, Pangatikan, Pangatikan 2, Cibatu Garut 2). Pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat sehingga 300 nasabah mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, sebagai bentuk dari holding ultra mikro antara PNM dan BRI peserta juga diberikan materi tentang pentingnya menabung dan bertransaksi digital sehingga menjadi agen BRI Link.

Acara dihadiri oleh Drs. Wahyudijaya M.Si selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Garut, Drs. Wanwan Arief Gunawan M.Si selaku Kepala Bidang Perizinan Ekonomi dan Sumber Daya Alam DPMPTSP, Miftakhul Huda selaku MPM BRI Cabang Garut, dan Abu Hassan selaku Pemimpin PNM Cabang Garut. Harapannya nasabah Mekaar dapat meningkatkan pengetahuan dengan pentingnya memiliki NIB, menabung di bank dan paham akan transaksi digital, serta mengembangkan usaha, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi program PNM PKU yang membina para pelaku usaha terutama ibu-ibu agar memiliki ijin usaha seperti NIB” kata Kepala DPMPTSP Garut, Drs. Wahyudijaya M.Si. Selanjutnya, Abu Hassan selaku Pemimpin PNM Cabang Garut menginfokan bahwa “Harapan saya kedepan semoga pelatihan yang sudah diberikan oleh PNM PKU bisa bermanfaat sehingga ibu-ibu paham dengan perijinan usaha dan juga memiliki legalitas usaha seperti NIB”.

Sebagai informasi, hingga 13 Juni 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 128,49 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,872 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.488 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan.

News

Perkuat Sinergi Ultra Mikro, Direksi BRI Kunjungi PNM

February 10, 2022

Terbentuknya Holding Ultra Mikro yang terdiri dari tiga entitas, yaitu BRI, Pegadaian dan PNM, menggerakan induk holding UMi BRI melakukan kunjungan perdananya ke PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Ballroom PNM, Menara PNM, Jakarta (9/2). Dalam rangka meningkatkan pemberdayaan dan menyediakan pembiayaan yang lebih luas demi mendukung perekonomian nasional menjadi landasan serta semangat baru baik untuk induk usaha maupun anak usaha, BRI melakukan kunjungannya ke PT PNM dengan tujuan bersilaturahmi dan juga untuk berdiskusi terkait dengan kinerja PNM dan memberikan arahan dalam bentuk presentasi materi terkait segmen ultra mikro.

Dalam kunjungannya tersebut dihadiri oleh Sunarso, selaku Direktur Utama BRI, Supari, selaku Direktur Bisnis Mikro BRI, Agus Sudiarto, selaku Direktur Manajemen Risiko BRI, Achmad Solichin Lutfiyanto, selaku Direktur Kepatuhan BRI, Aestika Oryza Gunarto, selaku Corporate Secretary BRI dan beserta jajaran. Serta didamping oleh pihak PNM yaitu Arif Rahman Hakim, selaku Komisaris Utama PT PNM beserta jajaran komisari PT PNM, Arief Mulyadi, selaku Direktur Utama PT PNM, Ninis Kesuma Adriani, selaku Direktur Keuangan dan Operasional PT PNM, Tjatur H. Priyono, selaku Direktur Bisnis PT PNM, Kindaris, selaku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT PNM, Sunar Basuki, selaku Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PT PNM, Sasono Hantarto, selaku EVP Bisnis PT PNM beserta jajaran.

Selain office tour, dalam kunjungan induk holding UMi, BRI kali ini memiliki agenda dalam membentuk sinergi antara induk dan anak usaha, kunjungan perdana sekaligus silaturahmi dan pemaparan materi ultra mikro, kolaborasi dan strategi nyata antar holding, room for improvement pada program-program yang telah berjalan maupun akan berjalan serta stream culture Brigade Madani.

Kunjungan BRI tersebut dibuka oleh Bapak Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM dengan kata sambutan pemaparan kinerja PT PNM selama tahun 2021 serta outlook PNM untuk tahun 2022. Selain itu pemberian materi terkait dengan ultra mikro, strategic thinking framework dan digitalisasi demi mengoptimalkan ekosistem ultra mikro di Indonesia turut diberikan oleh Bapak Supari selaku Direktur Bisnis Mikro dan Direktur Pembina PT PNM.

Kegiatan kunjungan perdana BRI ke PNM kali ini diakhiri oleh Bapak Sunarso, selaku Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Beliau memberikan paparan komprehensif terkait dengan akselerasi digital yang dapat menyederhanakan proses bisnis serta pentingnya aplikasi penerapan budaya organisasi di perusahaan. “Saya melihat presentasi dari Pak Arief diawal tadi, hasil serta pencapaian PNM ini bagus. Semoga ke depannya dengan tetap optimis bersinergi antara PNM dan BRI, dapat semakin optimal lagi kinerjanya. Kita harus tetap melihat area mana saja yang masih membutuhkan improvement.”  Ujar Sunarso seraya memberikan apresiasi atas kerja keras dan kinerja PNM selama ini. 

Sunarso juga mengatakan bahwa pentingnya penerapan VBM (Value Based Management) dan aktivasi kultur Brigade Madani yang mencerminkan gerakan pekerja dari 3 entitas Holding Ultra Mikro; BRI, Pegadaian, PNM  untuk mendorong kinerja yang berkelanjutan (sustain) serta memperkuat pertumbuhan perekonomian Ultra Mikro. “Klaster keuangan ini memiliki dua value, yaitu social value dan economic value, dengan adanya sinergitas dan optimasi digital, saya rasa kedua value tersebut dapat dicapai dengan seimbang sehingga inklusi finansial dapat tercapai.” ungkap Sunarso mengakhiri diskusi pada pagi hari tadi.

Sebagai informasi, hingga 8 Februari 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 110,47 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,2 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.009 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 443 Kabupaten/Kota, dan 5.006 Kecamatan.

News

Memberi Makna Indonesia, BRI Cetak Laba Rp. 32,22 triliun

February 4, 2022

Jakarta – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil menutup tahun 2021 dengan gemilang. Di tengah kondisi pemulihan ekonomi, perseroan berhasil memberi makna kepada seluruh stakeholders melalui penciptaan economic value dan social value untuk menjaga fundamental kinerja dapat tumbuh secara sehat, kuat dan berkelanjutan.

Dalam pemaparan kinerja keuangan Triwulan IV 2021 yang digelar pada Kamis (03/02), Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, BRI berhasil mencatatkan laba bersih (bank only) sebesar Rp.32,22 triliun atau tumbuh 75,53% year on year (yoy).

Sunarso mengungkapkan penopang utama pertumbuhan laba BRI terletak pada kinerja kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh positif disertai penurunan biaya bunga yang signifikan, dan disaat bersamaan perseroan mampu mengelola portfolio mix serta kualitas asset sehingga dapat meningkatkan yield asset. “Raihan laba BRIsebesar Rp.32,22 triliun membuktikan bahwa perseroan dapat terus meng-create economic value kepada seluruh stakeholders di tengah kondisi yang menantang saat ini,” ujarnya.

Hingga akhir Desember 2021, penyaluran kredit BRI (secara bank only) tercatat tumbuh 7,16% yoy, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit di industri perbankan nasional tahun 2021 sebesar 5,24%. “Seluruh segmen pinjaman BRI tercatat tumbuh positif dengan driver utama pertumbuhan kredit BRI masih berada pada segmen mikro yang tercatat tumbuh sebesar 12,98% yoy. Sementara itu segmen konsumer tumbuh 3,97% yoy, segmen kecil dan menengah tumbuh 3,55% dan segmen korporasi tumbuh 2,37%. Hal ini sesuai dengan aspirasi BRI untuk fokus ke segmen UMKM,” imbuh Sunarso.

Dari sisi manajemen risiko, BRI berhasil menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Hal itu tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) yang terjaga di level 3,08% dengan NPL Coverage yang sangat memadai sebesar 278,14%. “Kualitas kredit BRI yang baik tersebut diikuti dengan kondisi restrukturisasi kredit BRI yang saat ini terus melandai. Hingga akhir Desember 2021 tercatat restrukturisasi BRI sebesar Rp 156,93 triliun, atau jauh lebih rendah dibandingkan dengan total akumulasi restrukturisasi yang mencapai Rp 245,22 triliun,” tambah Sunarso.

Bank BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga akhir Desember 2021, DPK BRI tercatat tumbuh 7,14% yoy dengan dana murah (CASA) meningkat sebesar 11,18% yoy.

Kinerja solid dari BRI tersebut mampu menjadi pendorong kinerja BRI Group secara keseluruhan, atau BRI secara konsolidasian. Atas bergabungnya PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani pada 13 September 2021, Laporan Keuangan Konsolidasian BRI ini juga telah memberlakukan metode penyatuan kepemilikan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 38 (Revisi 2012) tentang “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”. Dimana untuk penyajian transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali tersebut (dalam hal ini laporan keuangan periode tahun 2020 dan tahun 2021) disajikan seakan-akan penggabungan usaha tersebut terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.

Hingga akhir Kuartal IV 2021 aset BRI konsolidasian tercatat sebesar Rp.1.678,10 triliun atau tumbuh 4,23% yoy. Untuk total kredit dan pembiayaan BRI Group telah menembus seribu triliun rupiah, tepatnya sebesar Rp.1.042,87 triliun. Apabila dirinci, segmen mikro tercatat mendominasi penyaluran kredit dan pembiayaan BRI dengan nominal sebesar Rp.483,89 triliun, segmen kecil dan menengah sebesar Rp.240,35 triliun, segmen korporasi sebesar Rp.168,27 triliun dan segmen konsumer sebesar Rp.150,35 triliun.

“Proporsi kredit UMKM BRI pun terus merangkak naik, dimana sebesar 83,86% dari total penyaluran kredit BRI disalurkan kepada segmen UMKM. Angka ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dan BRI akan terus meningkatkan proporsi tersebut hingga mencapai 85%,” urai Sunarso.

Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan juga didukung dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. LDR bank secara tercatat 83,53%, dengan CAR 27,25%.

Likuiditas BRI Group yang memadai tak terlepas dari raihan Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI secara dengan total Rp.1.138,74 triliun pada akhir Desember 2021. Apabila dirinci, Tabungan mendominasi sebesar Rp.497,68 triliun, Giro tercatat sebesar Rp.220,59 triliun, dan Deposito sebesar Rp.420,48 triliun. Fokus BRI mengakselerasi kemampuan dalam menghimpun dana murah membuat rasio CASA meningkat menjadi 63,08% pada akhir Desember 2021, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 59,66%.

“Keberhasilan BRI dalam memperbaiki struktur pendanaan membuat beban bunga BRI turun sebesar 25,54% yoy. Kedepan, BRI pun akan terus mendorong peningkatan dana murah sebagai sumber pendanaan,” jelas Sunarso.

Seiring dangan peran sebagai kreator economic value, BRI juga terus menciptakan nilai tambah dari aspek sosial atau social value kepada seluruh stakeholders. “Sebagai First Mover on Sustainable Finance in Indonesia, sebesar 65,5% dari total kredit BRI atau setara dengan Rp.617,8 triliun disalurkan kepada aktivitas bisnis yang berkelanjutan (Sustainable Business Activities)dan angka tersebut tumbuh sebesar 12,2% secara year on year. Hal ini menjadikan BRI sebagai bank dengan portofolio kredit untuk bisnis yang berkelanjutan terbesar di Indonesia,” jelas Sunarso.

BRI juga terus mendorong inklusi dan literasi keuangan di seluruh pelosok negeri melalui AgenBRILink. Hingga akhir 2021 tercatat BRI memiliki lebih dari 500 ribu AgenBRILink di seluruh Indonesia dengan volume transaksi di sepanjang tahun 2021 mencapai Rp.1.143,81 triliun. Selain menggerakkan perekonomian dengan memberikan penghasilan kepada masyarakat, AgenBRILink juga mampu memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan, dengan penghimpunan dana murah (CASA) sebesar Rp.19,38 triliun dan Fee Based Income (FBI) sebesar Rp.1,34 triliun.

“Dengan fundamental kinerja BRI yang semakin sehat dan kuat, kami optimistis di tahun ini BRI akan menuai kinerja yang lebih baik dan terus tumbuh berkelanjutan, serta senantiasa memberi makna kepada Indonesia. Optimisme tersebut dibangun dengan komitmen kuat perseroan untuk menjaga integrasi aspek Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola atau Governance dalam kegiatan usahanya, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia perbankan yang semakin kompleks,” pungkasnya.