All Posts By

Eka

News

Taralite, P2P Lending Bagian dari Grup OVO Resmi Mendapatkan Lisensi Otoritas Jasa Keuangan

June 5, 2020

Jakarta – Taralite (PT Indonusa Bara Sejahtera) sebagai penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi telah mendapatkan lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi berdasarkan SK Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEP-19/D.05/2020 tertanggal 19 Mei 2020. Dengan demikian, Taralite yang sebelumnya berstatus “Terdaftar” di OJK, kini meningkat menjadi perusahaan P2P Lending berlisensi resmi. 

Taralite merupakan P2P Lending bagian dari Grup OVO. Dengan izin usaha ini, Taralite bersama OVO (PT Visionet Internasional), akan terus mendukung upaya pemerintah merealisasikan berbagai visi dan misi ekonomi digital Indonesia, khususnya membawa masyarakat lebih dekat ke berbagai layanan keuangan digital, termasuk sektor UMKM. Melalui inovasi layanan yang dihadirkan oleh Taralite dan OVO, sebagai platform pembayaran dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, pengguna dan juga pelaku UMKM akan memperoleh keluasan akses ke layanan yang belum dimanfaatkan, termasuk pinjaman konsumen dan bisnis, khususnya dari sektor UMKM. Layanan pinjaman seperti ini dianggap bermanfaat untuk mengembangkan potensi dan usaha bisnis mereka, termasuk dalam upaya pemulihan kegiatan ekonomi serta bisnis di era New Normal. 

Direktur Utama Taralite, Sharly Rungkat mengatakan, “Kami berterima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh OJK sehingga Taralite secara resmi telah mendapat izin usaha. Kami sangat menghargai dukungan dan amanah dari OJK kepada kami untuk menyediakan layanan pinjaman khususnya pada sektor UMKM untuk membantu pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia. Di tengah masa-masa sulit seperti sekarang ini, kami terus berupaya berinovasi dan bersinergi menghadirkan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kami percaya dengan dukungan dari OVO sebagai salah satu ekosistem digital terbesar di Indonesia, memungkinkan kami menjangkau pasar yang selama ini tidak terlayani, termasuk mereka yang unbanked dan underbanked.”

Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO, menambahkan, “Kami menyambut baik kolaborasi strategis dengan Taralite sebagai bagian dari ekosistem OVO untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Pesatnya pertumbuhan adopsi keuangan digital, juga semakin menunjukkan semakin tingginya tingkat kepercayaan pengguna serta pelaku industri dari berbagai segmen. Untuk itu, guna menjawab tantangan yang dihadapi para pegiat UMKM dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, kolaborasi ini akan menjadi solusi yang diyakini mampu mendukung kebutuhan usaha mereka dari sisi modal usaha. Dengan strategi ekosistem terbuka dan kehandalan teknologi yang dimiliki OVO, Taralite akan terus memperluas layanan OVO tidak hanya sebatas di area pembayaran digital, namun juga menyediakan akses yang mudah dan tanpa batas di area pinjaman bagi jutaan UMKM di seluruh Indonesia.”

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia telah mencapai 60%, serta menyerap 97,22% tenaga kerja secara nasional. Namun, kurang dari 15% UMKM memiliki akses terhadap produk pembiayaan. 

Demi memperluas inklusi keuangan, Sharly mengatakan selama ini regulasi OJK sangat terbuka dan mendukung tumbuhnya keuangan digital. “Kami berharap dapat mengatasi kesenjangan penetrasi pembiayaan dengan menyediakan akses ke layanan pinjaman yang aman dan kompetitif. Selain itu, kami yakin peran serta OVO sebagai Grup perusahaan kami, dapat turut serta membantu mewujudkan inklusi keuangan yang merata di Indonesia dan membantu memerangi pandemi dengan memberikan solusi yang nyata bagi masyarakat luas,” tutup Sharly. 

Bersama dengan OVO, menjelang awal tahun 2020, Taralite telah memperkenalkan layanan  DanaTara sebagai pengelolaan arus kas dan solusi tambahan modal usaha bagi pelaku UMKM Indonesia. Sebagai informasi, Taralite memberikan pelaku UMKM akses pembiayaan online sampai Rp500 juta, dengan status pengajuan yang diproses dalam 1-3 hari kerja dan tenor sampai dengan 12 bulan. Saat ini, layanan Taralite telah tersedia bagi para pelaku UMKM yang tergabung dalam platform e-commerce seperti Tokopedia, Lazada, Shopee dan BukaLapak Solusi ini mendukung kebutuhan UMKM untuk memperoleh pembiayaan modal usaha, dengan cara yang jauh lebih mudah dan sederhana. Pinjaman yang disalurkan Taralite mengalami pertumbuhan sebesar 50% dari awal tahun 2020, dan sejauh ini dan telah ada 500.000 pegiat UMKM telah tergabung dalam ekosistem OVO. 

Tidak hanya itu, pertengahan tahun 2019 lalu, Taralite dan OVO juga telah meluncurkan layanan PayLater yang merupakan komitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Dengan terobosan ini, Taralite dan OVO secara langsung melayani 96% orang Indonesia yang tidak memiliki akses ke kredit konsumen dalam melakukan transaksi ritel dan memperluas akses kredit ke jutaan orang Indonesia serta mendukung tren pertumbuhan penjualan ritel di Indonesia.

Tentang Taralite 

PT Indonusa Bara Sejahtera (“Taralite”) dimulai pada tahun 2015 dengan memberikan pinjaman yang terjangkau kepada debitur yang kurang terlayani di Indonesia, kami bertujuan untuk menjadi penyedia layanan keuangan online terbaik yang menawarkan serangkaian produk keuangan termasuk pinjaman, asuransi, penilaian kredit, kartu kredit, manajemen kekayaan, perbankan digital, dan banyak lainnya.

Sejak 19 Mei 2020, Taralite telah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) sejak tanggal 19 Mei 2020 sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dengan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-19/D.05/2020 sehingga pelaksanaan kegiatan usaha Taralite telah diawasi secara ketat oleh OJK berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. 

News

OVO, Tokopedia, Grab Serahkan Paket Sembako Pertama Patungan untuk Berbagi THR kepada Gusdurian

May 12, 2020

Jakarta – Sejak diluncurkan tiga pekan lalu pada 17 April 2020, Tokopedia, OVO, dan Grab, melalui kampanye kolektifnya Patungan Untuk Berbagi THR telah berhasil mengumpulkan lebih dari Rp2,3 miliar donasi lewat platform digitalnya. Gelombang pertama penyaluran donasi tanpa kontak ini dilakukan bersama dengan BenihBaik dan Gusdurian kepada para pekerja sektor informal yang terdampak pandemi COVID-19. OVO, Tokopedia dan Grab juga berkomitmen untuk melipatgandakan setiap donasi yang terkumpul, sampai dengan Rp1,5 miliar.

Kampanye ini merupakan program tahunan dari Tokopedia, OVO dan Grab yang dilakukan untuk memperkuat program jaring pengaman sosial pemerintah. Tahun ini, fokus program untuk menggalang bantuan sembako bagi pekerja informal yang terdampak pandemi COVID-19. Dengan 115 juta perangkat dalam ekosistemnya, OVO, Tokopedia, dan Grab berfungsi sebagai jembatan yang kuat untuk berbagi dan memperkuat semangat Ramadhan, menjadikan Patungan Untuk Berbagi THR sebagai gerakan berbasis-digital terbesar untuk membantu pekerja sektor informal di Indonesia.

Periode donasi akan terus dibuka hingga 20 Mei 2020 dan bisa dilakukan langsung dari platform Tokopedia, OVO, dan Grab. Patungan Untuk Berbagi THR merupakan program donasi dan distribusi sembako minim kontak, mulai dari proses pengumpulan donasi, pembelian paket hingga pengiriman yang dilakukan dengan pembatasan kontak secara optimal. Program ini menggandeng BenihBaik, Jaringan Gusdurian, PP Pemuda Muhammadiyah, serta organisasi masyarakat lainnya.

Untuk memastikan kontak dan keterlibatan uang tunai secara minimum, BenihBaik akan melakukan pembayaran menggunakan OVO dan paket Sembako akan dikirimkan oleh layanan kurir instan GrabExpress, langsung ke penerima manfaat. Kampanye program Patungan untuk Berbagi ini menjadi tahun kedua aksi kolaborasi, solidaritas, dan berbagi oleh OVO, Tokopedia, dan Grab, melalui optimalisasi aset digital yang dimiliki untuk menyebarkan niat baik. Untuk informasi terbaru seputar donasi, kunjungi laman https://benihbaik.com/campaign/patungan-untuk-berbagi.

News

Tokopedia, Ovo dan Grab Bersatu Perangi Covid-19

March 25, 2020

Jakarta – Tokopedia, OVO dan Grab — ekosistem digital terbesar di Indonesia — mendonasikan masing-masing Rp1 miliar (total Rp3 miliar) untuk membantu memerangi COVID-19. Inisiatif gabungan ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh kalangan masyarakat agar menyatukan suara dan langkah, bergotong royong menekan laju penyebaran COVID-19.

Donasi akan digunakan untuk membantu penyediaan alat perlindungan diri bagi para tenaga medis. Bekerja sama dengan Benih Baik pimpinan Andy F. Noya, donasi disalurkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI), yang memimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Leontinus Alpha Edison, Vice Chairman sekaligus Co-Founder Tokopedia, mengatakan, “Bersama dengan BNPB RI dan berbagai mitra di industri, kami menyatukan suara, upaya dan semangat dalam memerangi COVID-19. Salah satunya adalah dengan menyumbang dana sebesar Rp1 miliar dari Tokopedia dan membuka jalur donasi agar masyarakat juga dapat turut berkontribusi.”

“Sejak awal, Tokopedia melakukan berbagai inisiatif dan mengambil tindakan tegas untuk membantu penjual, pembeli dan mitra strategis lainnya tetap dapat memanfaatkan layanan Tokopedia dengan harga dan kualitas terjaga. Berbagai hal tersebut adalah bagian dari upaya Tokopedia untuk meredam laju penyebaran COVID-19 dan memudahkan masyarakat untuk #DiRumahAjaDulu,” tambah Leontinus.

Tokopedia di sisi lain juga telah menyumbang lebih dari 150.000 masker mulut untuk TKI yang membutuhkan di Hongkong, seperti ART, pekerja kapal dan buruh migran lain yang rentan namun cenderung tidak punya akses ke produk kesehatan. Selain itu, Tokopedia membuka dua kanal berdonasi demi mengajak masyarakat membantu pengadaan multivitamin, APD standar dan sanitizer untuk tenaga medis, yaitu lewat fitur ‘Bantu Pejuang COVID-19’ dan halaman Checkout Tokopedia.

Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO, menyatakan, “Di tengah pandemi global yang kini juga menyeret Indonesia ke masa yang penuh tantangan ini, OVO juga memiliki tanggung jawab untuk berperan nyata dalam mendukung upaya pemerintah meredam dan mengatasi penyebaran virus ini. Termasuk, memainkan peran kami sebagai penyedia layanan e-money untuk terus menggerakkan roda perekonomian nasional, khususnya di ranah ekonomi digital.”

“Untuk itulah, OVO mencanangkan program #BersatuLawanCorona yang menggarisbawahi komitmen kami untuk secara proaktif dan tanpa henti mencari cara-cara inovatif untuk meringankan dampak COVID-19 di seluruh lapisan masyarakat. Salah satu upaya kami adalah memberikan dukungan dan bantuan berupa dana sebesar Rp 1 miliar melalui Benih Baik, yang akan disalurkan melalui BNPB RI kepada barisan tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memerangi pandemi ini. Bantuan berupa alat perlindungan diri seperti masker, pembersih tangan, multivitamin hingga sarung tangan sangat dibutuhkan ketika jumlah pasien terus melonjak,” Karaniya menambahkan.

Selain telah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) sebagai tindakan pencegahan di kantor bagi karyawan, OVO antara lain juga meluncurkan program bantuan untuk merchant termasuk UKM, yakni dengan membagikan 10.000 pembersih tangan (hand sanitizer) di wilayah Jabodetabek dan Bali. OVO telah melakukan sosialisasi kepada semua merchant untuk bersikap waspada dan terus menjaga kebersihan usai melakukan transaksi.

Neneng Goenadi, Managing Director, Grab Indonesia menjelaskan, “Melalui gerakan #KitaVSCorona, Grab berupaya untuk menyebarkan nilai-nilai positif, memberdayakan serta membangun masyarakat yang tangguh dengan bergotong royong untuk meratakan kurva pandemi. Sebagai bagian dari ekosistem digital terbesar di Indonesia, kami berkomitmen untuk mendukung kinerja tenaga medis sebagai garda terdepan di Indonesia untuk memerangi pandemi COVID-19. Donasi alat perlindungan diri bagi para garda terdepan profesi medis sangat penting untuk menjadi prioritas negara dan GrabHealth powered by GoodDoctor siap mendukung. Dukungan menyeluruh juga diberikan kepada para mitra Grab yang bekerja keras memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia dalam masa penuh tantangan ini.”

Grab Indonesia juga telah menempatkan berbagai upaya pencegahan tambahan serta bentuk dukungan untuk melindungi kesehatan, kesejahteraan dan keberlangsungan hidup para Mitra Grab. Dukungan yang disebut GrabCare tersebut berupa: memberikan bantuan finansial bagi Mitra Pengemudi yang positif COVID-19, kolaborasi pengumpulan 1 Juta Masker lewat PMI dan ketersediaan cakupan asuransi Mandiri In-Health. Grab juga mendukung Mitra merchant GrabFood untuk memastikan para pelaku industri makanan & minuman mengimplementasikan standar keamanan dan kebersihan pangan yang tinggi agar pelanggan merasa aman sekaligus mendukung keberlangsungan bisnis industri makanan & minuman lokal, terutama UMKM kuliner.

Andy F Noya, Founder sekaligus CEO BenihBaik.com, mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi upaya dan inisiatif dari Tokopedia, OVO, dan Grab. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh dan mendorong lebih banyak masyarakat untuk bersatu dan mendukung upaya pemerintah dalam melawan COVID-19. Kami juga ingin menyampaikan terima kasih atas kepercayaannya terhadap Benih Baik, dan kami akan menjaga dan meneruskan kepercayaan ini dengan baik.”

Doni Monardo selaku Kepala BNPB RI menyambut baik inisiatif ini, “Dana ini kembali kami dedikasikan untuk tim tenaga kesehatan yang telah menjadi bagian yang sangat strategis, sangat penting dalam penanganan Covid-19 termasuk untuk memberikan bantuan logistik, bantuan obat-obatan kepada para dokter para perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Supaya mereka bisa mendapat dukungan yang baik, sebagai pekerja terdepan bisa mendapatkan perhatian yang optimal.”

Selain menyalurkan dana bantuan, Tokopedia, OVO dan Grab juga segera membuka kanal penghimpunan donasi (crowdfunding) di platform masing-masing yang memungkinkan masyarakat ikut berkontribusi melawan COVID-19. Program ini juga bekerja sama dengan Benih Baik dan akan disalurkan untuk berbagai keperluan mendesak terkait dampak pandemi COVID-19.

News

OVO Bagikan 10.000 Pembersih Tangan Kepada Merchant

March 24, 2020

Jakarta – Menyikapi situasi pandemi global yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia, OVO, platform pembayaran digital terdepan di Indonesia mendistribusikan sebanyak 10.000 pembersih tangan (hand sanitizer) kepada merchant termasuk UKM di wilayah Jabodetabek dan Bali. Upaya ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah menghentikan penyebaran COVID-19, dalam ekosistem OVO.

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra menjelaskan “Di tengah situasi saat ini, kami berkomitmen untuk melakukan praktik terbaik dalam ekosistem pengguna, mitra dan merchant kami. OVO memperkuat arahan pemerintah untuk mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung atau yang sering disebut social distancing, dan menerapkan kebersihan, termasuk mencuci tangan. Gerakan ini merupakan dukungan sekaligus menggarisbawahi perhatian kami yang berkelanjutan bagi para merchant kami dan masyarakat umum, yang tentunya masih perlu melanjutkan kelangsungan aktivitas mereka sehari-hari.”

Pembersih tangan akan dibagikan ke berbagai merchant, termasuk UKM mulai hari ini. CDC menyebutkan bahwa mencuci tangan mengurangi penyakit pernapasan pada populasi umum sebesar 16%-21%. CDC juga memperingatkan agar tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.

Melalui program Bersatu Lawan Corona, OVO menghimbau kepada semua merchant untuk tetap tenang dan waspada sambil menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan, membatasi bersentuhan dengan orang lain serta mengurangi transaksi tunai guna meminimalisir penyebaran virus. OVO berharap, dengan menyediakan pembersih tangan di merchant OVO, segala transaksi dapat dilakukan dengan tetap nyaman dan aman. Selain itu, program ini terlaksana sebagai wujud dukungan OVO kepada para merchant yang memegang peranan penting dalam mengembangkan ekosistem OVO, dan kami juga terus memberdayakan lebih banyak merchant untuk menjadi bagian dari ekonomi tanpa uang tunai.

OVO mendukung penuh arahan pemerintah dalam meredam penyebaran virus COVID-19, OVO juga terus berkomunikasi dan menyusun rencana untuk dapat ikut membantu pemerintah, bergotong-royong bersama seluruh komponen masyarakat Indonesia lainnya melakukan berbagai upaya strategis yang diperlukan untuk mengatasi pandemi COVID-19 ini, khususnya dari sektor teknologi digital.


News

Pegadaian Raih Penghargaan BUMN Terbaik 2019

October 28, 2019

Jakarta – PT Pegadaian (persero) raih penghargaan dalam kategori BUMN Berpredikat Sangat Bagus Atas Kinerja Keuangan Selama Tahun 2018 pada acara Penganugerahan The Best BUMN 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kinerja perseroan yang tetap komitmen menjaga performa dan pertumbuhan kinerja keuangan.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan rating yang dilakukan biro riset Infobank terhadap 118 BUMN. Pada proses penetapan pemenang terdapat kategori yaitu : 20 BUMN yang mendapatkan predikat “Tidak Bagus”, perusahaan BUMN berpredikat “Baik” sebanyak 21 BUMN, 13 BUMN berpredikat “Cukup Baik”dan perusahaan BUMN dengan predikat “Baik” sebanyak 54.

Penghargaan tersebut juga diberikan berdasarkan kinerja bisnis perusahaan yang terus mendorong upaya-upaya untuk menjadi BUMN sebagai agen pembangunan yang kuat, lincah, dan kompetitif.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengungkapkan bahwa penghargaan yang diraih merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap kinerja perseroan selama ini. Sehingga menjadi pemicu agar Pegadaian terus melakukan inovasi-inovasi baru.

“Pegadaian saat ini terus mengembangkan inovasi baru agar kinerja keuangan terus meningkat. Hal ini dikarenakan rencana kami kedepannya yaitu menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan finansial terbaik di Indonesia dan sebagai agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat Indonesia,” ujar Kuswiyoto.

Kuswiyoto menjelaskan di tahun 2018 Pegadaian menduduki posisi ke 7 sebagai BUMN yang memberikan deviden terbesar yaitu sebesar Rp1,3 triliun. Sedangkan, laba bersih pegadaian di tahun 2018 tercatat sebesar Rp2,7 triliun, sehingga untuk meningkatkan kinerja keuanga di tahun 2019 perseroan terus menciptakan inovasi-inovasi baru.

“Ada dua inovasi yang dijalankan oleh Pegadaian, yaitu produk dan channel layanan. Inovasi produk yang dijalankan merupakan sistem layanan Pegadaian kepada nasabah, yaitu Gadai Tabungan Emas, Gadai on Demand, Gadai Efek (Saham & Obligasi), G-Cash, Gold Card, Digital Lending, Arrum Umroh, dan Rahn Tasjily Tanah,” ujarnya.

Sedangkan inovasi channel layanan memiliki manfaat dalam meningkatkan inklusi keuangan, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan produktivitas karyawan, efisiensi biaya sehingga

tarif lebih kompetitif, meningkatkan sinergi (bersifat mutualisme), dan meningkatkan transaksi. Bukti manfaat inovasi tersebut terlihat dari outlet Pegadaian yang saat ini telah mencapai lebih dari 4.100 outlet, agen pegadaian yang lebih dari 9.600 jiwa, menjalin kolaborasi dengan 19 perusahaan BUMN/Swasta, lebih dari 1.800 sales force, lebih dari 13.400 karyawan (program EGC), dan lebih dari 1 juta pengguna Pegadaian Digital.

“Kedua inovasi ini terus dilakukan oleh perusahaan, sehingga menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan yang menarik untuk nasabah maupun partner bisnis perusahaan,” ujarnya.

News

Mahfud MD: Kebersatuan Dalam Keberagaman Akan Maju

October 14, 2019

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang juga Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD berbicara mengenai Indonesia Emas di tahun 2045, yakni hanya dengan modal Kebersatuan dalam Keberagaman di sebuah acara dengan tajuk Bincang Seru Mahfud, Inspirasi, Kreasi dan Pancasila, yang berlangsung di Graha Widya Wisuda IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (14/10/2019).

“Indonesia emas yang akan kita bangun, akan dicapai pada 2045, yaitu Indonesia menurut alinea 2 UUD 1945. Dan Keberagaman merupakan modal kita untuk maju, dan kebersatuan dalam keberagaman itu akan maju”, ujarnya .

Selain itu, Mahfud menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila memang harus diterapkan sejak dini, agar Rakyat Indonesia memiliki jiwa toleransi yang tinggi terhadap sesama, sehingga dapat menjauhi ujaran kebencian yang sedang marak.

“Kalau ingin melewati Indonesia emas ini, kembalilah dengan persatuan. Untuk menjaga persatuan kita harus toleran dalam perbedaan. Maka hindarilah ujaran-ujaran kebencian, baik ucapan maupun tulisan. Mari kita hayati berdasarkan Pancasilan dan menjauhi ujaran kebencian”, tambahnya.

Acara yang dihadiri ribuan mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dari berbagai elemen Kota Bogor berlangsung secara antusias oleh para mahasiswa. Selain Mahfud, dihadiri juga oleh Rektor IPB, Dr. Arif Satria, Addie MS, Ayu Kartika Dewi, yang juga diramaikan oleh Komedian Cak Lontong, Arie Kriting, Akbar dan Keluarga Besar IPB lainnya.

Diskusi yang lahir berkat kerjasama IPB dan MMD Initiative juga mendeklarasikan Komitmen Kebangsaan untuk membangun komunikasi lintas budaya yang dapat merekatkan bangsa.

News

Dirut Pegadaian Kuswiyoto Beri Kuliah Umum di Universitas Negeri Makassar

October 10, 2019

Makassar – PT Pegadaian (Persero) terus mengintensifkan program literasi keuangan dan bisnis bagi kalangan generasi muda dalam menghadapi era digital di Indonesia melalui kuliah umum di Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan.

Direktur Utama Pegadaian Kuswoyoto hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan materi dengan tema “Transformasi di Era Digital”. Melalui kegiatan tersebut, Kuswiyoto menyampaikan bahwa Perseroan terus melakukan transformasi, sehingga produk dan pelayanan yang diberikan semakin muda(h) diakses oleh masyarakat khususnya generasi muda.

“Kegiatan ini bukan semata-mata memberikan informasi seputar pengalaman Pegadaian dalam melakukan transformasi di era digital industri 4.0 tapi juga berdiskusi bagaimana cara mengembangkannya. Terutama mengenai bagaimana Pegadaian terus melakukan transformasi, khususnya di sektor digital,” Ujarnya di UNM, Makassar, Kamis (10/10).

Pegadaian melaksanakan transformasi digital dari mulai proses bisnis, budaya kerja, dan produk layanan berupa aplikasi yang dapat diunduh melalui Playstore dan Appstore. “Untuk generasi milenial yang ingin mengakses layanan Pegadaian dapat mendownload aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS), tapi aplikasi ini juga dapat dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat di Indonesia.”

Dijelaskan bahwa di dalam PDS pengguna bisa menemukn informasi terkait produk dan layanan Pegadaian. Tidak hanya itu, melalui PDS semua nasabah dapat melakukan transaksi secara online, bahkan dapat mengembangkan bisnis dengan menjadi agen Pegadaian.

“Di era digital ini, mahasiwa UNM juga dapat merintis bisnis dengan menjadi mitra Pegadaian sebagai agen. Sebagai bukti bahwa Pegadaian memberikan solusi keuangaan bagi generasi muda, Pegadaian meluncurkan produk Gadai Prima di outlet konvensional dan Rahn Hasan di outlet syariah,” jelasnya.

Sementara itu, nasabah yang produktif menggunakan layanan Pegadaian secara proses konvensional dengan umur di bawah 36 tahun (milenial) mencapai sekitar 33 persen, dengan porsi perempuan 63 persen dan laki-laki 37 persen. Sedangkan proses digital yang umur di bawah 36 tahun mencapai 72 persen dengan jumlah sebanding yakni perempuan 50,5 persen dan laki-laki 49,4 persen.

Pada kesempatan yang sama, Pegadaian juga memberikan beasiswa untuk mahasiswa/wi berprestasi sebesar Rp163 Juta dan 10 Unit Laptop. “Adanya beasiswa ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih giat belajar.”

Kegiatan Kuliah Umum ini merupakan bagian dari program BUMN Hadir untuk Negeri dalam memberikan edukasi kepada siswa maupun mahasiswa. Direksi sejumlah BUMN secara kontinyu memberikan materi kepemimpinan dan pengalaman terkait peran BUMN dalam pembangunan ekonomi bangsa. Di sisi lain juga memperkenalkan produk dan layanan BUMN yang bermanfaat bagi masyarakat.

News Weekly Brief

Kemerdekaan Indonesia Tak Lepas dari Peran Nasionalis, Islam, dan TNI

July 22, 2019

Ketua Umum Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ahmad Basarah mengawali pengantar diskusi pada acara Dialog Peradaban Bangsa Nasionalis, Islam dan TNI: Siapa Berani Melahirkan Republik Harus Berani Mengawalnya, di Kantor DPP PA GMNI, Cikini, Menteng, Jakarta, Senin (22/7/2019). Menurutnya, Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran yang dilakukan oleh kalangan Nasionalis, Islam dan juga TNI.

Namun, ada gejala kuat di sebagian kecil masyarakat yang kembali mempertentangkan nilai-nilai luhur yang sudah menjadi konsensus bangsa Indonesia. Mulai dari konsensus kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika, pertentangan Islam VS Pancasila, pertentangan NKRI VS Khilafah. Bahkan sudah ada yang menyatakan tekadnya bahwa pada tahun 2024 Indonesia harus berubah menjadi negara Khilafah. 

“Gerakan politik ini membawa pikiran dan semangat intoleransi, melakukan monopoli kebenaran, anti terhadap keberagaman dan bercita-cita mendirikan negara Khilafah. Menurut keterangan Polri, kelompok tersebut juga melakukan pendekatan kepada partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kalangan intelektual,” ujarnya.

Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga wakil Ketua Dewan Pertimbangan PA GMNI, Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Helmy Faishal Zaini dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Kepala Staf Presiden RI yang juga mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mengatakan bahwa TNI tentu saja memiliki tanggung jawab penuh dalam menjaga Indonesia. 

“Sejak awal, TNI bersama kalangan nasionalis dan agama bagaikan tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan mengawal berdirinya Republik Indonesia. Apakah tiga-tiganya eksis? Tidak perlu diragukan kalau bicara Islam, jelas perjuangan bagian dari iman. Kalau kita lihat kelompok nasionalis, kalau tidak ada nasionalis ambruk. Posisi nasionalis ini bisa bertahan dari tarikan kanan kiri,” terangnya.

Sementara itu Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti memastikan bahwa komitmen Muhammadiyah kepada Pancasila tidak perlu diragukan lagi. Mu’ti juga membeberkan peran Muhammadiyah dalam melahirkan Indonesia. 

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini juga menyampaikan sejarah dan kontribusi NU kepada Indonesia. Bagi NU politik itu menjalankan politik kebangsaan yang ujungnya kemaslahatan. Siapapun yang jadi Presiden, Gubernur, maka NU menghargai kepemimpinannya jika itu membangun kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terakhir Sekretsris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga menegaskan bahwa Persatuan ketiga komponen utama penopang bangsa Indonesia merupakan sebuah keharusan. Selain itu Hasto juga menjelaskan desain koalisi ke depan. 

“Pertama adalah penataan sistem prisedensial. Kedua konsolidasi ideologi. Ketiga berpijak pada sejarah dan keempat sepakat pada agenda strategis bangsa ke depan.” ujarnya.

News

Pegadaian-POLRI Kerja Sama Tingkatkan Pengamanan dan Penegakan Hukum

May 8, 2019

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) menjalin kerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam upaya pengamanan dan penegakan hukum di lingkungan kerja perseroan. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) oleh Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Ari Dono Sukmanto.

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, semua sistem keamanan yang ada di Pegadaian akan semakin terjamin. Karena kerja sama ini akan mencakup bantuan keamanan dalam pertukaran data dan informasi baik secara manual maupun elektronik,” kata Kuswiyoto, di acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Pegadaian dan Polri di Jakarta, Rabu (8/5).

Kuswiyoto menjelaskan tujuan Nota Kesepahaman ini untuk mewujudkan peningkatan kerja sama antara Pegadaian dan Polri dalam rangka bantuan pengamanan dan penegakan hukum di lingkungan kerja perseroan.

“Bantuan pengamanan berbentuk pengamanan terbuka, maupun pengamanan tertutup. Bantuan pengamanan terbuka meliputi jasa pengamanan dan jasa manajemen sistem pengamanan. Sedangkan bantuan pengamanan tertutup meliputi penyelidikan, pengamanan dan penggalangan.”

Sementara itu, Kuswiyoto menyatakan bahwa penandatanganan ini juga meliputi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di Pegadaian, melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, atau kegiatan lain yang disepakati. Hal tersebut juga meliputi Sharing Knowledge mengenai Sistem Manajemen Pengamanan, Pembentukan Karakter atau pengetahuan di Bidang Polri dan sebaliknya mengenai Jasa Pegadaian.

Pada kesempatan yang sama Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Ari Dono Sukmanto menyatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi adanya penandatangan nota kesepahaman ini. Karena dapat menciptakan sebuah jalinan baik terhadap lembaga keamanan dan perusahaan BUMN.

“Menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat meupakan tugas kepolisian. Kerjasama antar lembaga ini semakin mempertegas komitmen kami dalam menciptakan ketertiban dan keamanan nasional. Saya berharap adanya kerjasama ini akan terjalin sinergi yang lebih baik. Sehingga dapat meningkatkan kemanfaatan dari sisi perekonomian dan sistem keamanan antar lembaga,” tutup Ari Dono.

News Weekly Brief

Peneliti Senior LIPI: Presiden Pemegang Otoritas Tertinggi di Bidang Riset

March 29, 2019

Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Syamsuddin Haris menyebut bahwa Presiden terpilih Pemilu 2019 yang akan datang harus memegang kendali penuh dalam tata kelola riset agar Indonesia tidak mengalami ketertinggalan dengan negara lain.

“Riset di kita (Indonesia) yah masih jauh ketinggalan dibanding negara lain, dan selama 15an sampai 20 tahunan ini hampir semua indikator iptek itu stagnan. Sehingga ini penting supaya menjadi komitmen bagi Presiden hasil pemilu 2019 yang akan datang agar Presiden mesti menjadi pemegang otoritas tertinggi di bidang riset, iptek, dan inovasi”, ujarnya saat di temui di salah satu Hotel di Jakarta, (28/3).

Prof. Dr. Syamsuddin Haris M.Si

Profesor menambahkan bahwa di negara lain, iptek dipimpin oleh Kepala Pemerintahan seperti di Jepang, di Korea Selatan, dan di hampir semua negara.

“Di Indonesia aja levelnya kok cuma Menteri”, katanya.

Dana riset disebutkan idealnya di atas 1% dari PDB (Produk Domestik Bruto) dan umumnya di negara lain sudah di atas 1%. Indonesia masih 0,08% terhadap PDB. Maka Indonesia masih tertinggal, termasuk di Asia Tenggara.

Terakhir profesor yang juga sebagai Ketua Forum Nasional Profesor Riset memberi masukan bahwa, selain kelembagaan dan Presiden yang harus memegang kendali tata kelola riset, juga harus ada kooordinasi kelembagaan yang kuat dan oleh sebab itu harus dibentuk Badan Riset Nasional yang selevel Menteri Negara.

“Jadi Badan Riset Nasional itulah yang menjadi holding bagi semua institusi riset. Supaya apa? Supaya ada sinergi yang satu dengan yang lain”.