BRIEF.ID – Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan, penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 sukses dan mencatatkan sejarah sebagai edisi terbesar sekaligus salah satu yang paling meriah sepanjang penyelenggaraan turnamen itu. Pernyataan itu disampaikan Infantino menjelang partai final antara Argentina dan Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (19/7/2026).
Menurut Infantino, turnamen yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara dan digelar di tiga tuan rumah; Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, berhasil menunjukkan bahwa sepak bola mampu menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat dunia di tengah berbagai perbedaan dan tantangan global. Ia menyebut Piala Dunia sebagai simbol persatuan, perdamaian, dan harapan.
“Kita sering mendengar bahwa kita hidup di dunia yang terpecah belah. Kita hidup di dunia yang penuh agresivitas. Ada begitu banyak hal yang memecah belah kita, yang menciptakan masalah bagi kita,” kata Infantino saat berbicara di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Jumat (17/7/2026).
Infantino juga mengungkapkan bahwa Piala Dunia 2026 mencatat rekor kehadiran penonton dengan sekitar 6,7 juta orang menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion. Capaian itu dinilai membuktikan tingginya antusiasme publik terhadap format baru yang melibatkan lebih banyak negara peserta.
“Tetapi, kita juga tahu, dan jika ada satu hal, jika ada satu hal yang telah dan sedang ditunjukkan oleh Piala Dunia 2026 kepada kita, kita tahu bahwa ada lebih banyak hal yang menyatukan kita daripada hal-hal yang memecah belah kita,” kata dia.
Keraguan
Sebelum turnamen dimulai, FIFA sempat menghadapi berbagai keraguan. Sejumlah pihak mempertanyakan perluasan jumlah peserta menjadi 48 tim, tingginya harga tiket, kebijakan imigrasi Amerika Serikat, hingga potensi gangguan cuaca.
Namun, menurut Infantino, penyelenggaraan turnamen berlangsung aman, penuh semangat, dan mampu menghadirkan atmosfer sepak bola yang dinikmati jutaan penggemar dari berbagai belahan dunia.
“Kita telah melihat jutaan orang berkumpul dalam satu setengah bulan terakhir di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tetapi di setiap sudut dunia, berkumpul dengan cara damai, dengan cara penuh sukacita, ingin menghabiskan waktu bersama, dan ingin merayakan momen kebersamaan,” kata Infantino.
Meski demikian, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tidak sepenuhnya bebas dari kontroversi. Turnamen diwarnai sejumlah isu, mulai dari keputusan-keputusan di luar lapangan hingga kritik terhadap tata kelola FIFA. Kendati demikian, Infantino menilai berbagai tantangan tersebut tidak mengurangi keberhasilan penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar di dunia itu.
Bagi FIFA, keberhasilan Piala Dunia 2026 menjadi pembuktian bahwa format baru dengan 48 peserta mampu menghadirkan kompetisi yang tetap menarik sekaligus memperluas kesempatan bagi lebih banyak negara untuk tampil di panggung sepak bola dunia. Pengalaman ini juga menjadi pijakan bagi FIFA dalam mengevaluasi kemungkinan pengembangan turnamen di masa mendatang. (Associated Press/nov)


