IHSG Ambruk ke Level 5.900 Imbas Rupiah Melemah Tembus Rp17.900 per Dolar AS

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk ke level 5.900 pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026), imbas nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,19% atau 11,67 poin ke level 6.207. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun tipis 0,04% atau 0,25 poin ke posisi 619,02.

Tak berselang lama, IHSG perlahan tertekan, dan berbalik arah ke zona merah, bahkan terhempas dari level psikologis 6.000. Hingga pukul 11:20 Waktu JATS, IHSG terpantau berada di level 5.930.

Selama 2 jam 20 menit perdagangan, IHSG lebih banyak bergerak di zona merah, dengan menyentuh level tertinggi di 6.213, dan level terendah di 5.924.

Data perdagaqngan BEI menunjukkan sebanyak 690 saham turun harga, 52 saham naik harga, dan 73 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atauy stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan mencapai 22,351 miliar lembar,d engan frekuensi transaksi sebanyak 1.545.252 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp12,653 triliun.

Pelemahan IHSG dipicu tekanan jual terhadap saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps di hampir semua sektor. Saham–saham barang baku (consumer goods), infrastruktur, transportasi, dan keuangan, mencatatkan pelemahan paling dalam.

Saham 4 bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), mengalami koreksi antara 2% hingga 3%.

Penurunan harga terbesar dialami saham BBRI, yang terkoreksi 3,29% atau Rp100 menjadi Rp2.940 per lembar, disusul BBNI melemah 2,66% atau Rp100 menjadi 3.660 per saham, BBCA minus 2,58% atau Rp150 menjadi 5.675 per lembar, dan BMRI turun 2,16% atau Rp90 menjadi Rp4.080 per saham.

Sementara saham-saham big caps consumer goods yang terkoreksi dalam, terutama dari Grup Indofood, antara lain PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), yang merosot 4,56% atau Rp300 menjadi Rp6.275 per lembar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) terpangkas 4,41% atau Rp300 menjadi Rp6.500 per lembar.

Tekanan jual terjadi seiring lonjakan inflasi Indonesia pada Mei 2026 di level 3.08%, yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi kemarin, Selasa (2/6/2026).

Laju iflasi yang menyebar ke berbagai kelompok pengeluaran menunjukkan tekanan harga telah merambat ke sektor jasa, dan konsumsi rumah tangga, sehingga investor pun melepas saham-saham di hampir seluruh sektor terutama consumer goods.

Namun pelemahan IHSG semakin dalam terjadi seiring ambruknya nilai tukar rupiah e level Rp17.900, baik di pasar spot maupun Jisdor, seiring tekanan lonjakan harga minyak dunia, dan indeks dolar AS.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih diprediksi masih berada di zona merah, dan bergerak di kisaran level support 5.800, hingga level resistane 6.000. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Saham-saham Asia Naik, Nikkei Cetak Rekor Tertinggi  

BRIEF.ID – Saham Asia naik pada perdagangan  Rabu (3/6/2026)...

Rupiah Melemah Tembus Level Rp17.900, Tertekan Kombinasi Sentimen Domestik dan Global

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah hingga menembus...

Harga Emas Antam Stagnan, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Melemah

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Kevin Warsh Rekrut Dua Penasihat The Fed

BRIEF.ID – Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh...