BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah hingga menembus level Rp17.900 pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026), akibat tertekan kombinasi sentimen domestik dan global.
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah hari ini dibuka melemah 0,22% atau 39 poin di level Rp17.878 per dolar AS, dibandingkan level sebelumnya Rp17.839 per dolar AS.
Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan hari ini dengan melemah 0,18% di posisi Rp17.870 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terus berlanjut, baik di Jisdor maupun pasar spot. Hingga pukul 10:45 WIB, nilai tukar rupiah di Jisdor terpantau menembus level Rp17.915 per dolar AS, sedangkan kurs rupiah di pasar spot berada di kisaran Rp17.930 per dolar AS.
Pelemahan rupiah hari ini dipengaruhi kombinasi sentimen negatif domestik dan global. Dari dalam negeri, lonjakan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08% menjadi sinyal tekanan inflasi telah merambat ke berbagai sektor, dan menempatkan Bank Indonesia (BI) dalam posisi yang serba sulit.
Inflasi memang masih berada dalam rentang sasaran 1,5-3,5% sesuai target pemerintah, tetapi laju kenaikan yang menyebar ke berbagai kelompok pengeluaran menunjukkan tekanan harga telah merambat ke sektor jasa, dana konsumsi rumah tangga. Hal itu, terlihat dari kenaikan biaya transportasi, restoran, kesehatan, hingga perawatan pribadi.
Sementara sentimen dari luar negeri datang dari lonjakan harga minyak dunia jenis Brent sebesar 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada sesi pagi perdgaangan hari ini.
Selain itu, indeks dolar AS masih bertahan di level tinggi, yakni 99,25. Meskipun indeks dolar AS terkikis 0,04%, posisinya yang masih berada di atas level 90 menunjukkan permintaan yang stabil terhadap aset berbasis mata uang terkuat dunia tersebut.
Peguatan indeks dolar AS, mempengaruhi pergerakan mata uang ASia, yang dibuka beragam pada perdagangan hari ini. Selain rupiah, Ringgit Malaysia juga melemah 0,33%, disusul yuan offshore 0,03%, dan dolar Singapura 0,01%. Sementara Dolar Taiwan, Dolar Singapura, Dolar Hong Kong, dan Yen Jepang dibuka menguat terhadap dolar AS.
Kombinasi dari lonjakan inflasi Indonesia, harga minyak dunia, dan penguatan dolar AS, membuat ruang penguatan rupiah secara berkelanjutan makin menyempit.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak variatif dengan kecenderungan melemah di kisaran level Rp17.800 per dolar AS hingga Rp17.900 per dolar AS. (jea)


