BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah terus menguat di bawah level Rp18.000 pada perdagangan hari ini, Rabu (10/6/2026), seiring investor merespon positif intervensi Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, kurs rupiah hari ini dibuka menguat 0,88% atau 158 poin menjadi Rp17.900 per dolar AS.
Sementara rupiah di pasar spot dibuka menguat 0,79% ke level Rp17.918 per dolar AS. Tak lama berselang, penguatan rupiah menipis ke level Rp17.949 per dolar AS.
Penguatan rupiah hari ini dinilai sebagai respons positif investor terhadap kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) pada Selasa (9/6/2026) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke 5,5%.
BI juga menaikan imbal hasil (yield) Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi 7,25%, untuk menarik minat investor. BI bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga melanjutkan aksi normalisasi kurva yield
dengan menjual Surat Utang Negara (SUN) bertenor panjang.
Selain itu, investor juga merespons positif kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Hal itu, dinilai mengurangi beban fiskal pemerintah, terutama untuk subsidi energi.
Seperti diketahui, PT Pertamina Patra Niaga (Persero) mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.
Adapun harga bahan bakar non-subsidi Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Sedangkan harga produk BBM non-subsidi Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.
Sementara BBM bersubsidi jenis Pertalite juga tetap dipasarkan dengan harga Rp10.000 per liter dan Biosolar harganya masih Rp6.800 per liter.
Respons positif terhadap kebijakan moneter dan fiskal tersebut, mampu menjaga rupiah tetap menguat, meskipun konflik Timur Tengah kembali memanas.
AS menuding Iran telah menembak jatuh helikopter militer AS di wilayah Oman. Meskipun 2 pilot helokopter dilaporkan selamat, Presiden Donald Trump menyatakan AS akan segera merespon serangan tersebut.
Pernyataan Trump memicu kekhawatiran terhadap konflik Timur Tengah yang berkepanjangan, dan dapat memicu lonjakan inflasi juga krisis energi global.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi menguat terbatas di kisaran level Rp18.030 per dolar AS hingga Rp18.080 per dolar AS. (jea)


