IHSG Menguat ke Level 5.800, BBNI dan BBCA Aktif Diborong

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat ke level 5.800 pada perdagangan hari ini, Rabu (10/6/2026).

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka melemah 0,05% atau 2,59 poin ke level 5.744. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,25% atau 1,41 poin ke posisi 567,91.

Tak lama berselang, IHSG berbalik arah ke zona hijau, hingga ditutuo menguat 2,34% atau 134,58 poin ke level 5.881 pada akhir sesi I perdagangan saham hari ini.

Selama 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG lebih banyak bergerak di zona hijau, dengan menyentuh level tertinggi di 5.939, dan level terendah di 5.677.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 543 saham naik harga, 151 saham turun harga, dan 118 saham tidak mengalami perubahan harga.

Adaapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 31,681 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak  2.043.629, dan nilai transaksi sebesar Rp19,941 triliun.

Menguatnya IHSG masih ditopang oleh saham-saham unggulan yang terus diborong investor, terutama saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Harga saham BBNI terpantau melesat 7,65% atau Rp250 menjadi Rp3.520 per lembar, sedangkan BBCA melonjak 5,83% atau Rp300 menjadi Rp5.450 per lembar.

Aksi beli yang terus dilancarkan investor dinilai sebagai respons positif atas sejumlah kebijakan moneter dan fiskal domestik, untuk menjaga stabilitas rupiah, dan kondisi ekonomi di tengah ketidakpastian global seiring konflik Timur Tengah.

Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (Bps) menjadi 5,50% dan pemberian insentif kepada investor asing dinilai sebagai intervensi yang positif untuk menstabilkan rupiah.

Selain itu, keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per hari ini, Rabu (10/6/2026), juga dinilai mengurangi beban fiskal terutama untuk subsidi energi.

Seperti diketahui, PT Pertamina Patra Niaga (Persero) mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.

Adapun harga bahan bakar non-subsidi Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, pergerakan IHSG hari ini diprediksi masih menguat di kisaran level support 5.800 hingga level resistance 5.900. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Lampung

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Umum...

Rupiah Menguat di Bawah Level Rp18.000, Investor Respons Positif Intervensi BI

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah terus menguat di...

Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2.713.000 per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Lockheed Martin Menangkan Kontrak Modifikasi F-35 Senilai US$ 153,9 Juta

BRIEF.ID – Perusahaan Lockheed Martin Corp memenangkan kontrak modifikasi...