BRIEF.ID – Komite Warisan Dunia UNESCO menetapkan Sebastia di Tepi Barat serta lima kastil bersejarah di kawasan Mount Amel, Lebanon selatan, sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Keenam lokasi itu juga langsung dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya melalui prosedur darurat, dengan alasan ancaman yang ditimbulkan oleh konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Dikutip dari Associated Press, Sabtu (25/7/2026), Penetapan itu disampaikan dalam pertemuan UNESCO di Busan, Korea Selatan, Jumat (24/7/2026). Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Israel mendesak UNESCO menolak upaya penetapan kota kecil Sebastia di Tepi Barat dan kastil-kastil Lebanon sebagai Situs Warisan Dunia, dengan menyebut nominasi itu sebagai “persenjataan warisan budaya.”
Keputusan itu mendapat penolakan dari Israel. Kementerian Luar Negeri Israel menilai pencalonan Sebastia dan kastil-kastil Lebanon telah mempolitisasi warisan budaya serta mengabaikan keterkaitan sejarah Yahudi dengan Sebastia, yang dikenal oleh banyak sejarawan sebagai kota kuno Samaria, ibu kota Kerajaan Israel pada masa Alkitab.
Israel juga menyatakan bahwa salah satu situs yang ditetapkan, Beaufort Castle, pernah digunakan oleh Hizbullah untuk kepentingan militer.
Di sisi lain, Palestina menyambut keputusan itu sebagai langkah penting untuk melindungi situs Sebastia yang dinilai menghadapi ancaman akibat pendudukan, pembatasan akses, dan rencana pengembangan di sekitarnya. Pemerintah Lebanon juga membantah tuduhan Israel mengenai penggunaan Beaufort Castle sebagai fasilitas militer dan menegaskan bahwa situs-situs tersebut merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan.
UNESCO menyatakan bahwa seluruh nominasi dinilai berdasarkan prosedur dan kriteria yang sama serta menegaskan organisasi tersebut tidak mengambil posisi dalam sengketa politik antarnegara.
Keputusan ini menjadi salah satu isu paling menyita perhatian karena berkaitan dengan kawasan yang masih terdampak konflik bersenjata. (nov)


