BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan kinerja positif selama sepekan, periode 20-24 Juli 2026.
Mesi ditutup di zona negatif, dengan terkoreksi 1,88% atau 118,88 poin ke level 6.196 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (24/6/2027), IHSG pekan ini masih mencatat peningkatan dibandingkan pekan lalu.
Pergerakan IHSG selama sepekan tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,34%, dan ditutup pada level 6.196,430 dibandingkan level 6.175,535 pada pekan lalu.
Data perdagangan BEI sepanjang pekan ini, juga menunjukkan kinerja positif. Rata-rata volume transaksi harian BEI melonjak 66,88% menjadi 43,68 miliar lembar saham dari 26,17 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian bursa pada pekan ini, juga meningkat sebesar 41,21% menjadi Rp19,76 triliun dari Rp13,99 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami peningkatan sebesar 14,4% menjadi 2,67 juta kali transaksi dari 2,33 juta kali transaksi pada pekan lalu.
“Kapitalisasi pasar BEI ikut meningkat sebesar 1,13% menjadi Rp10.870 triliun pada periode 20-24 Juli 2026 dibandingkan Rp10.749 triliun pada pekan sebelumnya,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resmi, dikutip di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Investor Asing
IHSG membukukan kinerja positif sejak awal pekan ini, namun ditutup terkoreksi pada perdagangan akhir pekan, Jumat (24/7/2026), seiring aksi jual yang dilancarkan investor asing.
Sentimen global dari perkembangan terbaru konflik Timur Tengah, membuat harga minyak melonjak hingga menekan pasar keuangan, karena investor melakukan aksi risk off terutama dari emerging market termasuk Indonesia.
Ancaman serangan besar-besaran Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan kelompok Houthi membuat investor khawatir pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah akan terganggu, dan memicu krisis energi global.
Pada perdagangan Jumat (24/7/2026), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,36 triliun di BEI. Sepanjang tahun 2026, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp79,09 triliun. (Jea)


