BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan berpeluang menguji level 6.700 hingga 6.750 pada perdagangan Rabu (9/9/2026), setelah sebelumnya menguat 1,01% ke level 6.686,44.
Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dengan level resistance di 6.750, pivot 6.600, dan support 6.500. Saham-saham yang direkomendasikan antara lain TOWR, AMMN, MDKA, MBMA, COCO, dan INDY.
“Diperkirakan IHSG akan menguji level 6.700-6.750. Namun, perlu diwaspadai potensi terjadinya pullback akibat aksi profit taking yang dipicu kenaikan harga minyak,” demikian riset Phintraco Sekuritas.
Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (8/9/2026), IHSG ditutup menguat 1,01% ke level 6.686,44. Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar.
Sentimen positif juga datang dari dibukanya kembali Bandara Soekarno-Hatta setelah sebelumnya sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Kenaikan cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 turut menjadi sentimen positif bagi pasar.
Investor selanjutnya akan mencermati data Indeks Keyakinan Konsumen yang diperkirakan meningkat menjadi 117 pada Agustus 2026, dibandingkan 116,8 pada bulan sebelumnya.
Di sisi lain, penguatan harga minyak Brent yang mendekati US$100 per barel menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Harga tersebut jauh di atas asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel dan berpotensi memperlebar defisit anggaran.
Jika harga minyak bertahan tinggi dalam jangka waktu lama, tekanan inflasi domestik juga berpotensi meningkat. Sektor transportasi, logistik, manufaktur, dan barang konsumsi diperkirakan menjadi sektor yang paling terdampak.
Sebaliknya, sektor energi, termasuk migas dan industri penunjangnya, serta komoditas terkait energi berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga minyak. (nov)


