BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah ambruk mendekati level Rp17.200 per dolar Amerika Serikat (AS), dipicu sentimen negatif domestik, terutama kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di industri manufaktur.
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, Jumat (17/4/2026), kurs rupiah dibuka melemah 0,10% atau 18 poin menjadi Rp17.157 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.139 per dolar AS.
Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,11% di level Rp17.155 per dolar AS. Pelemahan rupiah terus berlanjut hingga mendekati level Rp17.200 per dolar AS.
Hingga pukul 11:00 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau turun 0,29% ke level Rp17.185 per dolar AS, dan menjadi mata uang Asia terlemah terhadap dolar AS.
Sepanjang pekan ini, rupiah tercatat mengalami koreksi sebesar 0,22% terhadap dolar AS, dan menempati posisi kedua terlemah di antara mata uang Asia lainnya. Rupiah hanya lebih baik dari rupee India yang terpangkas 0,5% terhadap dolar AS.
Pelemahan rupiah hari ini, terjadi saat indeks dolar AS dan harga minyak dunia melanjutkan tren pelemahan. Pada sesi pagi ini, indeks dolar AS melemah ke level 98,2, sedangkan harga minyak Brent yang menjadi acuan turun menjadi US$98,06 per barel.
Faktor risiko domestik menjadi pemicu utama pelemahan rupiah, seiring sikap investor yang berhati-hati menanamkan modal, karena mengkhawatirkan kondisi perekonomian Indonesia.
Sejumlah indikator ekonomi, seperti cadangan devisa yang berkurang, serta penurunan peringkat kredit Indonesia, dan defisit anggaran yang melebar, membuat investor cenderung menarik modal dari pasar keuangan Indonesia.
Terbaru, kabar mengenai PHK massal di sejumlah industri manufaktu, semakin memperparah persepsi investor terutama asing terhadap Indonesia.
Sebanyak 9.000 tenaga kerja di industri manufaktur, terutama tekstil dan suku cadang otomotif, dikabarkan terancam pengalami PHK karena perusahaan mengalami kerugian akibat dampak perang dagang, dan konflik Timur Tengah.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak melemah di kisaran level Rp17.150 per dolar AS hingga Rp17.200 per dolar AS. (jea)


