BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat di zona hijau pada perdagangan hari ini, Kamis (30/7/2026).
Investor melancarkan aksi borong terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), seiring keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
Hingga akhir sesi I perdagangan pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau ditutup menguat 0,93% atau 56,57 poin ke level 6.147. Sebelumnya, IHSG dibuka menguat 0,31% atau 18,89 poin ke posisi 6.110.
Selama 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG terpantau terus bergerak di zona hijau, dengan menyentuh level tertinggi di 6.168, dan level terendah di 6.106.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 468 saham naik harga, 167 saham turun harga, dan 148 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 14,195 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.001.073 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,519 triliun.
Investor merespon keputusan The Fed mempertahankan suku bunga dengan kembali masuk ke pasar keuangan emerging market termasuk Indonesia.
Saham-saham big caps menjadi incaran, antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
Harga saham TLKM melesat 3,12% atau Rp80 menjadi Rp2.640 per lembar, begitu juga BBRI naik 2,05% atau Ro60 menjadi Rp2.980 per lembar, dan BBNI menguat 2,02% atau Rp70 menjadi Rp3.530 per lembar.
Sementara harga saham INCO melonjak 5,60% atau Rp260 menjadi Rp4.900 per lembar, begitu juga AALI yang melambung 5,38% atau Rp350 menjadi Rp6.850 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG berpeluang menguat, dan menguji level 6.200. Diperkirakan IHSG bergerak di kisaran level support 6.100 hingga level resistance 6.200. (Jea)


