IHSG Berpotensi Uji Support 6.350–6.400

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi menguji level support 6.350–6.400 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/9/2026).

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak pada level resistance 6.550, pivot 6.450, dan support 6.350. Adapun saham-saham yang diunggulkan adalah MAPI, AUTO, PWON, ULTJ, dan ANTM.

“Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI berada pada area oversold. Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.350–6.400 pada perdagangan Rabu (16/9/2026),” demikian disebutkan dalam riset Phintraco Sekuritas.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,13% ke level 6.461,15 pada perdagangan Selasa (15/9/2026).

Sejumlah faktor yang menjadi perhatian investor antara lain harga minyak yang masih bertahan di level tinggi serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Rupiah juga ditutup melemah 0,14% di pasar spot ke level Rp17.694 per dolar AS, seiring pelemahan mayoritas mata uang Asia di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Di sektor perbankan, S&P Global Ratings memperingatkan peningkatan risiko kredit dan tekanan terhadap pendapatan bank-bank BUMN di Indonesia. Kondisi tersebut berkaitan dengan pertumbuhan penyaluran kredit yang diarahkan pemerintah, yang disebut tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata industri. Hal ini berpotensi meningkatkan rasio kredit bermasalah (NPL) dan menekan profitabilitas perbankan negara.

Investor selanjutnya akan mencermati hasil pertemuan The Fed yang diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%–4%.

Selain itu, Amerika Serikat dijadwalkan merilis data penjualan ritel (retail sales) pada Rabu (16/9/2026). Data tersebut diperkirakan meningkat 0,9% secara bulanan (MoM) pada Agustus 2026 setelah turun 0,6% pada Juli 2026.

Inggris juga dijadwalkan merilis data inflasi yang diperkirakan meningkat menjadi 3,1% secara tahunan (YoY) pada Agustus 2026 dari 2,9% pada Juli 2026.

Sementara itu, Jepang akan merilis data neraca perdagangan Agustus 2026. Pertumbuhan ekspor diperkirakan melambat menjadi 18,2% YoY dari 23,2% YoY, sedangkan pertumbuhan impor diperkirakan mencapai 26,3% YoY dari 27,8% YoY. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pudarnya Kearifan Lokal, Ketika Korupsi Dianggap Normal

Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers BRIEF.ID - Dalam berbagai...

Beredar Rumor Sanksi MSCI, IHSG Awal Pekan Ditutup Anjlok di Bawah Level 6.000

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Go Public T.O.P dan Nana Berujung Cancel Culture, Sampai Fansite Tutup

BRIEF.ID - Pencinta K-Pop baru-baru ini dikejutkan dengan merebaknya...

Marco Bezzecchi Rajai MotoGP Mandalika 2026, Jorge Martin Rebut Puncak Klasemen

BRIEF.ID – Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) memenangi balapan utama...