Harga Emas Naik Tipis, Nilai Tukar Dolar Melemah

BRIEF.ID – Harga emas bergerak menguat tipis pada perdagangan Senin (17/8/2026), berada di bawah level US$4.400 per troy ons. Penguatan didukung pelemahan nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) serta meredanya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Pada pukul 05.04 GMT atau 11.04 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$4.394,31 per troy ons. Sementara itu, harga emas berjangka menguat 0,3% menjadi US$4.451,62 per troy ons.

Emas memasuki pekan ini setelah mencatat kenaikan hampir 1% pada pekan sebelumnya. Sejumlah data ekonomi AS yang lebih lemah turut mendorong investor mengurangi kekhawatiran terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Sentimen konsumen AS tercatat menurun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Sementara itu, penjualan ritel mencatat penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari satu tahun.

Data ini memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertimbangkan kebijakan suku bunga yang lebih longgar. Prospek suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung emas karena mengurangi biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Selain faktor suku bunga, pelemahan dolar AS turut memberikan dukungan terhadap harga emas. Indeks dolar AS yang mengukur nilai greenback terhadap sejumlah mata uang utama turun 0,3% menjadi 99,40.

Dolar yang lebih lemah membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap logam mulia.

Investor selanjutnya akan mencermati risalah pertemuan The Fed pada Juli 2026 yang dijadwalkan dirilis Rabu. Dokumen tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk memperoleh petunjuk mengenai pandangan para pejabat The Fed terhadap prospek inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah suku bunga.

Pada pertemuan Juli, The Fed mempertahankan suku bunga. Pasar obligasi sempat mengalami volatilitas setelah keputusan tersebut karena investor berusaha menafsirkan komentar Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.

Pergerakan harga emas dalam beberapa hari mendatang diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan dolar AS dan perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Minyak Naik, Investor Cermati Ketegangan Timur Tengah

BRIEF.ID – Harga minyak mentah bergerak menguat pada perdagangan...

Kontrak Berjangka Wall Street Stabil, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda

BRIEF.ID - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) bergerak...

173.706 Narapidana Terima Remisi HUT ke-81 RI, 3.563 Langsung Bebas

BRIEF.ID - Sebanyak 173.706 narapidana di seluruh Indonesia menerima...

Tim “Indonesia Adil Makmur” Bertugas dalam Penurunan Bendera di Istana Merdeka

BRIEF.ID - Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) “Indonesia...