BRIEF.ID – Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (17/8/2026), dengan investor mencermati berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat serta menanti laporan kinerja sejumlah perusahaan ritel besar pekan ini.
Pada pukul 10.27 GMT atau pukul 16.27 WIB, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 99 poin atau 0,2%. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 naik delapan poin atau 0,1%, dan kontrak berjangka Nasdaq 100 menguat 139 poin atau 0,5%.
Sentimen pasar mendapat dukungan dari perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS. Serangkaian data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan membuat investor mengurangi spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.
Menurut CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September kini sekitar 30%, turun dari sekitar 50% pada pekan sebelumnya. Perubahan tersebut menunjukkan pasar semakin memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga dalam waktu dekat.
Investor juga mencermati perkembangan sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Salah satu perhatian pasar tertuju pada Nvidia, setelah perusahaan tersebut dikabarkan mengurangi komitmen pendanaan untuk proyek pusat data besar milik OpenAI di Ohio. Nvidia dilaporkan akan memberikan dukungan finansial pada tahap awal proyek, dengan nilai jaminan yang lebih rendah dibandingkan rencana sebelumnya.
Di sisi lain, perkembangan Anthropic turut menjadi sorotan investor. Perusahaan AI tersebut memproyeksikan pendapatan tahunan sekitar US$190 miliar hingga US$200 miliar pada 2028, atau lebih dari empat kali lipat dibandingkan tingkat pendapatan tahunan (run rate) sebesar US$47 miliar yang diungkapkan pada Mei 2026.
Proyeksi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam pembahasan valuasi Anthropic menjelang kemungkinan penawaran umum perdana (IPO) berskala besar. Reuters melaporkan, investor dan bankir menggunakan prospek pertumbuhan pendapatan tersebut untuk memperkirakan nilai perusahaan di masa mendatang.
Perhatian investor pada pekan ini selanjutnya akan tertuju pada sejumlah laporan kinerja perusahaan ritel besar serta data ekonomi AS. Data tersebut akan menjadi indikator penting untuk menilai kekuatan konsumsi masyarakat sekaligus arah kebijakan moneter The Fed.
Di tengah berbagai katalis, pasar saham AS mengawali pekan dengan pergerakan relatif tenang. Investor masih menimbang prospek pertumbuhan ekonomi, arah suku bunga, serta tingginya valuasi perusahaan teknologi dan AI. (nov)


