IHSG Sempat Terhempas ke Level 5.900, Ditutup Melemah 1,02%

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat terhempas ke level 5.900, hingga ditutup melemah 1,02%.

Pada akhir perdagangan Kamis (1/10/2026), IHSG ditutup terkoreksi 1,02% atau 61,63 poin ke level 6.009. Sebelumnya pada awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah tipis 0,14% atau 8,25 poin ke posisi 6.062.

Sepanjang perdagangan yang berakhir pada pukul 16:00 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak lebih banyak di zona merah, dengan menyentuh level tertinggi di 6.095, dan level terendah di 5.973.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 450 saham turun harga, 206 saham naik harga, dan 134 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan sepanjang  perdagangan hari ini mencapai 32,948 miliar lembar,d engan frekuensi transaksi sbanyak 1.585.583 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp11,068 triliun.

IHSG sebenarnya sempat bergerak ke zona hijau, seiring aksi beli selektif yang dilancarkan investor, terutama terhadap saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Meski demikian, IHSG perlahan tertekan ke zona merah seiring pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi per September 2026, dan neraca perdagangan per Agustus 2026.

BPS mencatat inflasi Indonesia secara tahunan atau year-on-year (yoy) naik menjadi 3,28% per September 2026 dipicu lonjakan harga komoditas pangan.

Sedangkan inflasi Indonesia sepanjang tahun ini atau year-to-date (ytd) tercatat sebesar 2,17%, dan inflasi secara bulanan atau month-to-month (mtm) sebesar 0,30%.

Data inflasi Indonesia yang menunjukkan kenaikan membuat investor melakukan tekanan jual terhadap saham-saham unggulan berkapitalisasi besar.

Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat aktif dilepas investor.

Harga saham TLKM di akhir sesi I ditutup turun 1,75% atauRp40 menjadi Rp2.250 per lembar, ASII terpangkas 1,96% atau Rp90 menjadi  Rp4.510 per lembar, sedangkan BBRI turun 1,27% atau Rp40 menjadi Rp3.110 per lembar.

Saham-saham sektor properti, dan konsumsi juga mengalami tekanan jual, seiring lonjakan inflasi yang dikhawatirkan akan memicu penurunan daya beli masyarak

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BPS: Kunjungan Wisman Capai 1,6 Juta pada Agustus 2026, Terbanyak dari Malaysia

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan...

Reshuffle Kabinet Prabowo: Bahlil, Sugiono hingga Listyo Sigit Berganti Jabatan

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto kembali merombak susunan Kabinet...

Rupiah Melemah Meski Neraca Perdagangan Surplus, Ini Pemicunya

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar...

Indonesia Cetak Surplus Neraca Perdagangan US$3,55 Miliar per Agustus 2026

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan Indonesia mencetak...