Harga Minyak Naik, Investor Cermati Ketegangan Timur Tengah

BRIEF.ID – Harga minyak mentah bergerak menguat pada perdagangan Senin (17/8/2026), melanjutkan kenaikan signifikan pada pekan sebelumnya. Ketidakpastian diplomasi di Timur Tengah serta terganggunya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menopang harga minyak.

Kontrak berjangka minyak Brent, acuan harga minyak global, naik 0,9% menjadi US$ 89,28 per barel pada pukul  09.14 GMT atau pukul 15.14 WIB. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 0,2% menjadi US$82,60 per barel.

Brent telah melonjak lebih dari 5% sepanjang pekan lalu, seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk.

Perhatian pasar terutama tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dilaporkan melambat setelah terjadi serangan terhadap kapal tanker yang berupaya melintasi selat.

Data pelayaran Kpler yang dikutip Reuters menunjukkan hanya lima kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Sabtu, sedangkan tidak ada kapal yang tercatat melintas pada Minggu. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan 31 kapal yang melintasi selat pada akhir pekan sebelumnya.

Sebelum serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, lebih dari 130 kapal per hari dilaporkan melintasi Selat Hormuz. Kondisi tersebut menjadikan selat ini sebagai salah satu chokepoint paling penting dalam distribusi minyak dan LNG global.

Di tengah ketegangan, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi kembali menegaskan bahwa Teheran tidak terlibat dalam pembicaraan langsung dengan Washington. Amerika Serikat, di sisi lain, memperingatkan akan menerapkan langkah-langkah ekonomi tambahan untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran dan mendorong negara tersebut kembali ke meja perundingan.

Perkembangan diplomasi dan situasi keamanan di Timur Tengah selanjutnya akan menjadi perhatian utama pasar minyak. Investor juga akan mencermati sejauh mana gangguan pelayaran di Selat Hormuz berdampak terhadap pasokan energi global.

Ketidakpastian geopolitik yang berlanjut berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi, terutama jika aktivitas pelayaran melalui jalur strategis tersebut terus mengalami hambatan. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Naik Tipis, Nilai Tukar Dolar Melemah

BRIEF.ID - Harga emas bergerak menguat tipis pada perdagangan...

Kontrak Berjangka Wall Street Stabil, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda

BRIEF.ID - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) bergerak...

173.706 Narapidana Terima Remisi HUT ke-81 RI, 3.563 Langsung Bebas

BRIEF.ID - Sebanyak 173.706 narapidana di seluruh Indonesia menerima...

Tim “Indonesia Adil Makmur” Bertugas dalam Penurunan Bendera di Istana Merdeka

BRIEF.ID - Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) “Indonesia...