BRIEF.ID – Ekonom Bank of America (BofA) Securities, Claudio Irigoyen dan Antonio Gabril, menilai keputusan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75% mencerminkan kompleksitas dalam menjaga efektivitas kebijakan moneter di tengah ketidakpastian ekonomi.
Dalam catatan risetnya, keduanya menggunakan konsep Prinsip Anna Karenina untuk menjelaskan tantangan yang dihadapi bank sentral. Prinsip itu berasal dari kalimat pembuka novel Anna Karenina karya Leo Tolstoy, yang berbunyi, “Keluarga bahagia semuanya serupa; setiap keluarga yang tidak bahagia, tidak bahagia dengan caranya sendiri.”
Konsep itu kemudian dipopulerkan oleh ilmuwan Jared Diamond dalam bukunya Guns, Germs, and Steel. Diamond menjelaskan bahwa keberhasilan hanya dapat dicapai ketika berbagai prasyarat terpenuhi secara bersamaan, sedangkan kegagalan dapat disebabkan oleh satu saja faktor yang tidak terpenuhi.
Menurut kalangan ekonom BofA, prinsip tersebut relevan untuk menjelaskan keberhasilan kebijakan moneter. Agar mampu menjaga stabilitas harga, bank sentral harus memenuhi berbagai kondisi penting secara simultan.
Faktor-faktor tersebut meliputi kredibilitas bank sentral, ekspektasi inflasi yang tetap terjaga, kebijakan fiskal yang sehat, stabilitas sistem keuangan, serta kondisi pendukung lainnya.
“Kegagalan dalam menjaga stabilitas harga dapat muncul dari salah satu kondisi tersebut yang tidak terpenuhi,” tulis Irigoyen dan Gabril dalam laporan.
Mereka juga menyoroti pendekatan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam mengelola proses pengambilan keputusan di bank sentral.
Menurut BofA, Warsh memandang bahwa lembaga yang sehat tidak selalu ditandai oleh keseragaman pendapat, melainkan oleh adanya perdebatan internal yang konstruktif.
“Institusi yang sehat seharusnya memiliki perdebatan internal yang kuat, karena keluarga yang bahagia bukanlah keluarga yang tidak pernah berargumen, melainkan keluarga yang mampu berbeda pendapat secara produktif. Menurut Warsh, ketidaksepakatan yang kuat dapat meningkatkan kualitas kebijakan moneter,” tulis para ekonom.
Mereka juga menekankan bahwa cara perbedaan pandangan tersebut dikomunikasikan kepada publik sama pentingnya dengan substansi perdebatan itu sendiri. Komunikasi yang tidak tepat berpotensi memicu ketidakpastian pasar dan mengurangi efektivitas kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral. (Investing.com/nov)


