BRIEF.ID – PAM JAYA menghentikan sementara operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota di Penjaringan, Jakarta Utara sejak 15 September 2026 setelah kualitas air baku dari Kali Angke turut mengalami perubahan signifikan.
Kandungan Total Dissolved Solids (TDS) di Kali Angke dilaporkan mencapai 10.000 ppm, jauh di atas angka 300 ppm yang disebut PAM JAYA sebagai batas TDS air bersih berkualitas berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.
Penghentian operasi tersebut dilakukan PAM JAYA untuk mengantisipasi dampak terhadap kualitas air yang diterima pelanggan. IPA Hutan Kota sendiri dikelola PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP), sementara PAM JAYA selama ini berperan sebagai offtaker yang membeli air hasil pengolahan untuk kemudian disalurkan kepada pelanggan.
Direktur Teknik PAM JAYA Akhmad Santika mengatakan keputusan menghentikan operasi diambil setelah kondisi air baku dinilai dapat memengaruhi kualitas air.
“Karena dalam kurun waktu 1-2 minggu ke belakang, kandungan Total Dissolved Solids (TDS) naik mencapai 10.000 ppm, sementara berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, batas TDS air bersih berkualitas sebesar 300 ppm, sehingga kami minta JUP untuk stop operasi,” tutur Akhmad dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (18/9).
Masalah tersebut bermula dari penurunan debit Kali Angke. Akhmad membeberkan rendahnya muka air sungai memicu intrusi air laut yang kemudian memengaruhi kondisi air baku yang digunakan IPA Hutan Kota.
Di tengah penghentian IPA Hutan Kota itu, Akhmad menyatakan tidak membiarkan gangguan tersebut meluas. Perusahaan melakukan realokasi suplai dari instalasi dan sumber air lainnya untuk menjaga keseimbangan sistem distribusi sekaligus mengoptimalkan kapasitas air baku yang masih tersedia.
Namun, Akhmad menjelaskan realokasi pasokan bukan tanpa konsekuensi. PAM JAYA mengakui sejumlah wilayah akan mengalami penyesuaian layanan air sementara selama proses mitigasi berlangsung. Proses realokasi tersebut ditargetkan berlangsung maksimal 2×24 jam sejak 18 September 2026.
Untuk pelanggan yang terdampak, Akhmad menyebut bahwa PAM Jaya menyiapkan kompensasi berdasarkan Surat Keputusan Direksi PAM JAYA Nomor 264 Tahun 2026 tentang Pemberian Kompensasi kepada Pelanggan atas Gangguan Pelayanan PAM JAYA.
Kompensasi itu diberikan kepada pelanggan reguler kelas 2A1 atau Rumah Tangga Sangat Sederhana dan 2A2 atau Rumah Tangga Sederhana di wilayah terdampak. Besarannya mencapai 10% dari nilai tagihan, dengan batas minimum Rp10.000 dan maksimum Rp50.000. Potongan akan diberikan otomatis pada tagihan bulan berikutnya.
Secara keseluruhan, PAM JAYA juga telah mengalokasikan kompensasi sebesar Rp555 juta untuk 44.872 pelanggan yang tersebar di 10 kelurahan di Jakarta.
Selain kompensasi, PAM JAYA menyiapkan 72 mobil tangki air gratis untuk memenuhi kebutuhan warga selama penyesuaian pasokan. Layanan tersebut mencakup 10 kelurahan, yakni Kapuk Muara, Kamal Muara, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Rawa Buaya, Kalideres, Pegadungan, Tegal Alur, Duri Kosambi, dan Kamal.
Sementara itu, VP Commercial dan Marketing Strategy PAM JAYA Irene Putri mengatakan warga yang membutuhkan bantuan air dapat menghubungi layanan pelanggan. “Bagi yang juga membutuhkan dapat menghubungi 1500223 selama 24 jam,” tuturnya.
Di sisi lain, PAM JAYA menegaskan pasokan air secara keseluruhan masih aman karena sebagian besar sumber air bakunya berasal dari Waduk Jatiluhur. Perusahaan juga menunjukkan Integrated Command Centre kepada wartawan untuk memperlihatkan pemantauan distribusi air secara langsung.
“Kita bisa lihat secara real time berapa jumlah air yang kami distribusikan air ke seluruh DKI Jakarta. Jadi Insyaa Allah ya teman-teman semua, kondisi yang lain Insya Allah aman,” kata Santika.
PAM JAYA juga menyatakan bakal terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait upaya rekayasa cuaca untuk mendukung peningkatan ketersediaan air baku. Pola operasi dan distribusi akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Sementara Direktur Operasional PAM JAYA Syahrul Hasan menegaskan langkah mitigasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga layanan kepada pelanggan.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami kepada pelanggan PAM JAYA bahwa kami tetap memberikan value yang positif terkait kondisi ini,” tutup Syahrul. (ayb)


