BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan ke zona merah hingga kembali menyentuh level 6.400. Sementara itu, saham PT Bayan Resouces Tbk (BYAN) justru meroket hampir 20%.
Hingga akhir sesi I perdagangan saham hari ini, Jumat (18/9/2026), IHSG terpantau turun 0,35% atau 22,68 poin ke level 6.439. Sebelumnya IHSG dibuka menguat 0,78% atau 50,13 poin ke level 6.512.
Sepanjang 3 jam sesi I perdagangan berlangsung, dan berakhir pukul 12:00 waktu JATS, IHSG bergerak fluktuatif dengan menyentuh level tertinggi di 6.521, dan level terendah 6.433.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 406 saham turun harga, 207 saham naik harga, dan 173 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 14,910 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.073.422 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,504 triliun.
Pelemahan IHSG dipengaruhi tekanan jual pada saham-saham unggulan di indeks LQ45, terutama saham 4 bank besar, disusul sektor konsumsi, dan konstruksi.
Saham 4 bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami penurunan antara lebih dari 1% hingga 2%.
Harga BBCA terpangkas 1,97% atau Rp125 menjadi Rp6.225 per lembar, BMRI terkoreksi 2,07% atau Rp90 menjadi Rp4.260 per lembar, BBNI anjlok 2,14% atau Rp80 menjadi Rp3.660 per lembar, dan BBRI melemah 1,80% atau Rp60 menjadi Rp3.270 per lembar.
Di sektor konsumsi, tekanan jual pada saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi pemberat IHSG.
Harga saham INDF terkoreksi 2,44% atau Rp175 menjadi Rp7.000 per lembar, sedangkan KLBF anjlok 2,58% atau Rp20 menjadi Rp755 per lembar.
Sementara di sektor konstruksi, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) masih mengalami tekanan jual, turun 3,09% atau Rp50 menjadi Rp1.570 per lembar.
Saat IHSG tertekan, saham PT Bayan Resouces Tbk (BYAN) justru meroket hampir 20%, seiring isu akuisisi oleh Haji Isam. Melalui Jhonlin Baratama Haji Isam mengambil alih 10 miliar saham Bayan Resources (BYAN) dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, saham BYAN terpantau melesat 19,96% atau Rp2.300 menjadi Rp13.825 per lembar.
Pelemahan IHSG masih dipengaruhi tekanan dari kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis point (Bps) menjadi 3,75%-4,00%. Selain itu, investor masih bersikap wait and see untuk melihat perkembangan konflik Timur Tengah, dan arah kebijakan fiskal Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran level support 6.430 hingga level resistance 6.530. (Jea)


