IHSG Diperkirakan Uji Level 6.500–6.550, Investor Cermati Batas Defisit APBN

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan cenderung menguat dan menguji level 6.500–6.550 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/9/2026).

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak pada level resistance 6.550, pivot 6.500, dan support 6.400. Sejumlah saham yang diunggulkan adalah BYAN, DSSA, CUAN, ADRO, PTRO, dan ADMR.

“Koreksi harga minyak diperkirakan menjadi faktor positif,” demikian disebutkan dalam riset Phintraco Sekuritas.

Pada perdagangan Kamis (17/9/2026), IHSG ditutup menguat 0,40% ke level 6.462,43. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level 6.400, sementara indikator Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area oversold.

Di sisi lain, investor juga mencermati wacana perubahan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). DPR menilai batas defisit APBN sebesar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) perlu dikaji kembali.

Saat ini DPR tengah membahas revisi Undang-Undang Keuangan Negara, termasuk ketentuan mengenai batas defisit APBN.

Pemerintah selama ini mengacu pada UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang menetapkan batas defisit APBN maksimal 3% dari PDB. Jika batas tersebut dinaikkan, pemerintah akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam membiayai berbagai program.

Namun, peningkatan batas defisit juga memiliki sejumlah risiko. Tambahan defisit berpotensi meningkatkan utang dan beban bunga pemerintah. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi penyerapan Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi yang diterbitkan sektor swasta.

Selain itu, perubahan batas defisit dapat menjadi perhatian investor global dan lembaga pemeringkat internasional. Jika dinilai mencerminkan pelemahan disiplin fiskal, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penurunan peringkat kredit, arus modal keluar (capital outflow), serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Indonesia sebelumnya pernah menerapkan batas defisit di atas 3% dari PDB pada 2020–2022 sebagai respons terhadap kondisi luar biasa akibat pandemi Covid-19.

Pada 2026, rata-rata defisit fiskal negara-negara ASEAN berada di kisaran 3,0%–4,2% dari PDB. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Operasi Pencarian Arupadatu 1 Dihentikan Setelah 10 Hari, Basarnas Buka Peluang Operasi Dilanjutkan

BRIEF.ID - Operasi gabungan pencarian dan pertolongan terhadap lima...

JITEX 2026 Dibuka, Pemprov DKI Bidik Pasar Global Lewat Investasi dan Perlindungan Hak Cipta

BRIEF.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno telah...

94 Warga Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, Mayoritas Lansia

BRIEF.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan ada...

PSEL Bogor Raya Mulai Dibangun, Kelola 500 Ribu Ton Sampah dan Suplai Listrik ke 100 Ribu Rumah

BRIEF.ID - Pemerintah telah resmi memulai pembangunan Pengolahan Sampah...