BRIEF.ID – Bursa saham Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (31/7/2026) waktu setempat, menutup bulan Juli yang diwarnai berbagai gejolak pasar akibat kekhawatiran inflasi, lonjakan harga minyak, serta ketidakpastian mengenai prospek investasi kecerdasan buatan (AI).
Indeks S&P 500 naik 52,09 poin atau 0,7% menjadi 7.489,72. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 276,97 poin atau 0,5% ke level 52.485,03, dan Nasdaq Composite bertambah 251,68 poin atau 1% menjadi 25.373,85.
Penguatan pasar dipimpin lonjakan saham Amazon setelah perusahaan itu melaporkan kinerja keuangan yang lebih baik dari perkiraan dan memberikan optimisme bahwa investasi besar dalam teknologi AI mulai menghasilkan nilai tambah bagi bisnisnya. Sentimen positif itu memperkuat keyakinan investor pada prospek perusahaan teknologi besar yang selama ini menggelontorkan belanja besar untuk pengembangan AI.
Sebaliknya, saham perusahaan teknologi Apple Inc. merosot 7,4% meskipun perusahaan membukukan laba kuartalan di atas ekspektasi analis. Investor menyoroti proyeksi pertumbuhan pendapatan Apple yang dinilai lebih lemah dari perkiraan. Manajemen perusahaan menyebut keterbatasan pasokan sejumlah komponen, yang dipengaruhi tingginya permintaan industri AI, sebagai salah satu faktor yang membatasi pertumbuhan.
Sektor semikonduktor juga mencatat pergerakan yang sangat fluktuatif. Saham Micron Technology sempat melonjak lebih dari 6 persen pada awal perdagangan, namun kemudian berbalik arah dan ditutup turun 5,9%. Volatilitas ini mencerminkan kehati-hatian investor dalam menilai valuasi saham-saham yang sebelumnya menikmati reli kuat berkat optimisme terhadap AI.
Sepanjang Juli 2026, pasar saham AS bergerak naik-turun dipengaruhi oleh meningkatnya harga minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran inflasi akan tetap tinggi. Di sisi lain, investor juga terus mencermati apakah belanja besar perusahaan teknologi untuk mengembangkan AI mampu diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba yang berkelanjutan.
Meski berhasil mencatat pekan positif pertama dalam tiga pekan terakhir, indeks S&P 500 tetap mengakhiri Juli dengan pelemahan tipis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih bersikap hati-hati di tengah kombinasi risiko inflasi, ketegangan geopolitik, dan tingginya ekspektasi terhadap sektor teknologi. (AP/nov)


