UMKM Otomotif Binaan Astra Naik Kelas, Omzet Melonjak dari Rp2 Miliar Jadi Hampir Rp35 Miliar

BRIEF.ID – Pembinaan yang tepat dinilai mampu membawa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus rantai pasok industri otomotif nasional.

Hal itu ditunjukkan oleh PT Arkha Industries Indonesia, UMKM manufaktur binaan Yayasan Astra yang berhasil meningkatkan omzet dari di bawah Rp2 miliar menjadi Rp34,96 miliar per tahun setelah mendapat pendampingan intensif.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam partisipasi Yayasan Astra di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang. Melalui showcase bertema “Yayasan Astra Dukung Ekosistem Industri Otomotif”, Astra menampilkan hasil pembinaan UMKM sekaligus pengembangan sumber daya manusia (SDM) vokasi sebagai bagian dari penguatan industri otomotif nasional.

Ketua Pengurus Yayasan Astra-Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Rahmat Samulo, mengatakan penguatan industri otomotif tidak hanya bergantung pada perusahaan yang besar saja, tetapi juga membutuhkan UMKM yang mampu memenuhi standar industri.

“Melalui Yayasan Astra-YDBA, Astra terus mendampingi UMKM agar mampu naik kelas. Kisah PT Arkha Industries Indonesia menjadi bukti nyata komitmen ini,” tuturnya dalam keterangan pers yang diterima Brief di Jakarta, Rabu (5/8).

Rahmat mengungkapkan, saat mulai dibina pada 2022, PT Arkha Industries Indonesia masih tergolong usaha mikro dengan omzet di bawah Rp2 miliar per tahun dan hanya mempekerjakan puluhan karyawan. Tiga tahun kemudian, perusahaan tersebut berkembang menjadi usaha menengah dengan omzet mencapai Rp34,96 miliar, memiliki 221 tenaga kerja, serta mengoperasikan pabrik seluas 17.000 meter persegi.

Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa UMKM lokal mampu memenuhi standar industri otomotif nasional apabila memperoleh pembinaan yang berkelanjutan.

“Pencapaian ini menegaskan bahwa dengan pembinaan yang konsisten, UMKM binaan siap bersaing dan memenuhi standar tinggi di rantai pasok industri otomotif nasional,” katanya.

PT Arkha Industries Indonesia merupakan UMKM manufaktur yang bergerak di bidang painting komponen plastik dan logam. Sejak menjadi binaan Yayasan Astra-YDBA pada tahun 2022, perusahaan mendapatkan pendampingan dalam peningkatan aspek Quality, Cost, and Delivery (QCD), mulai dari pengendalian kualitas, efisiensi biaya hingga ketepatan pengiriman produk.

Hasilnya, Arkha kini telah berhasil meraih penghargaan UMKM Mandiri Terbaik 2024 dan lolos menjadi pemasok Tier 1 PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) setelah melalui audit kapasitas produksi, standar mutu, dan keselamatan kerja.

Pemilik PT Arkha Industries Indonesia, Mad Ali Haris, mengaku pembinaan tersebut mengubah fondasi bisnis perusahaannya secara menyeluruh.

“Sejak pembinaan Yayasan Astra-YDBA, perjalanan bisnis kami benar-benar berubah drastis. Kami dibimbing langsung membenahi fondasi usaha, khususnya disiplin QCD, mulai dari menjaga kualitas painting agar zero defect, efisiensi biaya hingga pengiriman yang tepat waktu,” ujar Ali.

Dia menambahkan keberhasilan menjadi pemasok Tier 1 menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia memiliki daya saing tinggi. “Menjadi Tier 1 ASKI adalah pencapaian strategis. Status ini membuktikan bahwa UMKM lokal sangat mampu masuk dan bersaing di rantai pasok industri otomotif nasional, asal mau berbenah dan mengikuti standar industri yang tinggi,” tuturnya.

Komitmen Yayasan Astra dalam membangun ekosistem industri otomotif juga mendapat perhatian pemerintah. Booth Yayasan Astra di GIIAS 2026 dikunjungi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Keduanya meninjau langsung hasil pembinaan UMKM manufaktur serta program pengembangan SDM vokasi yang dijalankan melalui Yayasan Astra-YDBA dan ASTRAtech.

Kunjungan itu menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi antara industri, pendidikan vokasi, dan pemerintah dalam meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia.

Pengembangan SDM

Selain membina UMKM, Yayasan Astra juga memperkuat sisi sumber daya manusia melalui ASTRAtech yang menerapkan sistem pembelajaran Dual System, yaitu menggabungkan pendidikan di kampus dengan praktik langsung di dunia industri.

Direktur ASTRAtech, Henri Paul mengatakan mahasiswa dibiasakan merasakan suasana industri sejak awal perkuliahan. “Kami ingin mahasiswa ASTRAtech sejak hari pertama perkuliahan sudah merasakan suasana dunia industri yang terwakili dalam pembelajaran praktik mereka. Seluruh bahan ajar dibuat bersama industri, dan pada tahun terakhir mahasiswa mengikuti internship, salah satunya di IKM binaan Yayasan Astra-YDBA,” katanya.

ASTRAtech juga menjalankan program Bachelor Professional Automotive Mechatronics berstandar Meister Jerman yang bekerja sama dengan HWK Koblenz, ZDK Jerman, dan AHK-EKONID.

Salah satu alumninya, Wisnu Prasetyo, kini menjabat sebagai Workshop Supervisor PT Astra International Tbk BMW Sales Operation setelah mengikuti program tersebut.

Hingga 2025, Yayasan Astra mencatat telah membina 1.975 UMKM di sektor manufaktur, bengkel, kerajinan, kuliner, dan pertanian yang mampu menyerap 15.753 tenaga kerja. Program pembinaan tersebut dijalankan melalui 18 cabang di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM nasional. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kasus Keracunan MBG di Depapre, Kodam XVII/Cenderawasih Kerahkan Puluhan Tenaga Medis dan Ambulans

BRIEF.ID – Kodam XVII/Cenderawasih bergerak cepat menangani dugaan keracunan...

Saham Asia Menguat, Reli AI Dorong Bursa Jepang dan Korea

BRIEF.ID – Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu...

Pendaftaran Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Dibuka Hari Ini, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

BRIEF.ID – Pendaftaran masyarakat yang ingin mengikuti Upacara Peringatan...

IHSG Melesat Seiring Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026, Lebih dari 400 Saham Naik Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...