Total Bangun Persada Raih Kontrak Baru Rp 2,6  Triliun

BRIEF.ID – PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp 2,6 triliun per akhir Mei 2026. Angka ini setara 65% dari target kontrak baru tahun 2026 yang mencapai  Rp 4 triliun, yang bersumber dari proyek data center, hotel, dan sejumlah gedung lainnya.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, target kinerja 2026 tetap mengacu pada rencana awal yakni pendapatan Rp 3,90 triliun dan laba bersih Rp 400 miliar, dengan pemantauan berkala sesuai kondisi pasar.

Pada Triwulan I-2026, pendapatan perusahaan konstruksi swasta terkemuka itu tercatat sebesar Rp 837,71 miliar, terkoreksi 1,14% YoY dari Rp 847,43 miliar pada Kuartal I-2025.

Meski pendapatan sedikit terkoreksi, laba bersih Kuartal I-2026 tumbuh 37,33% YoY menjadi Rp 104,1 miliar dari Rp 75,78 miliar, ditopang kenaikan laba proyek ventura bersama menjadi Rp 62,88 miliar dan pendapatan lain-lain yang naik menjadi Rp 30,37 miliar dari Rp 22,98 miliar.

TOTL relatif tidak memiliki eksposur signifikan terhadap pinjaman berbunga, sehingga dampak kenaikan BI Rate dinilai tidak material terhadap kinerja keuangan.

Saat ini, saham TOTL diperdagangkan pada PBV 2,53x, lebih tinggi dari rata-rata PBV subsektor heavy construction & civil engineering sebesar 1,05x. Di sisi lain, TOTL diperdagangkan pada PER 8,72x sedikit lebih rendah dari PER subsektornya pada 8,83x. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kejagung Sita 11 Mobil PT PSMI Terkait Dugaan Korupsi Perkebunan di Kawasan Inhutani V

BRIEF.ID - Kejaksaan Agung melakukan penyitaan dalam penyidikan dugaan...

Nusron Wahid Akhirnya Muncul Usai OTT KPK, Pastikan Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan

BRIEF.ID - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan...

Penerimaan Pajak Tembus Rp1.409 T, Tumbuh 24,1 Persen hingga Agustus 2026

BRIEF.ID - Pemerintah mengklaim bahwa penerimaan pajak hingga Agustus...

PAM JAYA Setop Operasi IPA Hutan Kota, Jaga Kualitas Air untuk Pelanggan

BRIEF.ID – PAM JAYA menghentikan sementara operasi Instalasi Pengolahan...