BRIEF.ID – Laporan Wall Street Journal menunjukkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) siap menaiki dan menyita kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran di perairan internasional.
Pada 18 April 2026, militer Iran menyatakan Selat Hormuz “ditutup sepenuhnya,” bahkan ada peringatan keras bahwa kapal tanker yang mencoba melintas bisa dihancurkan oleh pasukan Iran.
Mengutip pernyataan seorang pejabat AS, perkembangan ini terjadi setelah Iran menyerang beberapa kapal komersial pada Sabtu (17/4/2026) dan menyatakan Selat Hormuz berada di bawah kendalinya. Ini menyusul berita pada Jumat (16/4/2026) dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahwa jalur air penting itu telah dibuka, yang memicu reli besar-besaran di bursa Wall Street New York serta aksi jual minyak yang tajam.
Faksi-faksi di Iran menyatakan bahwa AS melanggar perjanjian karena terus memblokade sendiri kapal perang AS dan meningkatkan tekanan ekonomi pada rezim yang terpuruk itu.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menolak pernyataan Iran setelah militernya mengatakan akan kembali menutup Selat Hormuz.
“Mereka ingin menutup selat itu lagi…seperti yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun. Mereka tidak bisa memeras kita,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Sabtu (17/4/2026).
Ia juga menyampaikan nada yang lebih optimis tentang diplomasi, dengan mengatakan bahwa ada “percakapan yang sangat baik” yang sedang berlangsung dengan Teheran. “Semuanya berjalan dengan sangat baik. Mereka sedikit bermain-main, seperti yang telah mereka lakukan selama 47 tahun,” katanya. (nov)


