Saham Asia Cerah, IHSG Terpuruk

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  ditutup melemah 52,37 poin atau 0,68% ke 7.623, pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/4/2026).

Sementara itu, bursa Asia dan Wall Street  menguat seiring  optimisme berlanjutnya perundingan  damai AS-Iran.

Sebanyak 504,8 juta lot saham yang diperdagangkan, membukukan nilai transaksi Rp 21,91 triliun.

Saham-saham top gainers LQ45, adalah INCO, AADI, MDKA, CTRA, ADRO, INKP, dan AKRA. Sedangkan saham-saham top losers LQ45 terdiri atas BUMI, BBCA, BRPT, AMMN, BBNI, BBRI, dan ISAT.

Sektor industri di posisi terkuat, naik sebesar 1,54%. Adapun saham-saham sektor industry  yang melonjak adalah INDS (naik 9,09%), ACST +8,60%, ASII +2,44%, SMSM +0,56%, dan UNTR +0,56%.

Namun sektor kesehatan menjadi yang terlemah, yaitu turun 2,81%, yang ditandai melalui saham SILO turun  4,89%, SIDO -0,96%, dan TSPC -0,41%. 

Bursa Asia Menguat

Saham-saham di bursa Asia mengikuti kenaikan Wall Street pada  Rabu (15/4/2026) seiring meningkatnya  harapan untuk dimulainya kembali perundingan perdamaian AS-Iran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran dapat dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan, setelah runtuhnya negosiasi akhir pekan yang mendorong Washington  memblokade  pelabuhan Iran. Pejabat Pakistan dan Iran juga mengatakan negosiasi akan dimulai kembali.

Investor saham bersorak, dengan indeks saham Asia-Pasifik terluas MSCI di luar Jepang naik 1,5% mencapai level tertinggi dalam enam minggu.

“Tampaknya cukup jelas pada tahap ini bahwa kedua pihak tidak berupaya untuk meningkatkan situasi lebih lanjut, dari perspektif kinetik, dan semakin jelas pula bahwa blokade AS terhadap Selat Hormuz adalah taktik negosiasi,” kata Michael Brown, ahli strategi riset senior di Broker Online Global Pepperstone.

Di pasar saham Wall Street AS, Indeks Nasdaq naik 2% untuk mencatat kenaikan hari ke-10 berturut-turut dan S&P 500 mendekati rekor penutupan tertinggi. Data inflasi produsen AS juga memberikan sedikit dorongan karena harga naik kurang dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Maret, membantu meredakan kekhawatiran seputar inflasi yang dipicu perang.

Optimisme investor bahwa perang Iran mungkin akan segera berakhir juga mendukung obligasi pemerintah AS (Treasuries), yang baru-baru ini mengalami penurunan tajam akibat kekhawatiran inflasi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka dua tahun turun 1 basis poin (bp) menjadi 3,746% pada  Rabu (15/4/2026), setelah turun 3 bps semalam. Imbal hasil obligasi jangka 10 tahun juga turun 1 bp menjadi 4,2439%, setelah turun 4 bps semalam.

Dikutip dari laporan D’Origin Interactive News, Kamis (16/4/2026), Indeks Saham Asia yaiti Nikkei225 (Jepang) naik  0,44% ke 58.134; Topix (Jepang) +0,40% ke 3.770; Indeks Shanghai (Tiongkok) +0,01% ke 4.027; Indeks Shenzhen Component (Tiongkok) turun 0,97% ke level 14.498; CSI 300 (Tiongkok) -0,34% ke 4.685; Hang Seng (Hong Kong) +0,29% ke 25,947

Indeks Kospi (Korsel) +2,07% ke 6.091;   Taiex (Taiwan) +1,17% ke 36.722; dan S&P/ASX200 (Australia) +0,09% ke 8.978                                                      

Mata Uang Asia seperti Yen naik 0,01% menjadi 158,77 per Dolar AS;

SGD melaju 0,06% menjadi 1,2710 per Dolar AS;  AUD naik 0,25% ke posisi 0,7143 per Dolar AS ; Rupiah turun 0,09% menjadi 17.143 per Dolar AS; Rupee flat 0,00% ke 93,3750 per Dolar AS; Yuan melemah 0,04% ke 6,8181 per Dolar AS; Ringgit naik 0,04% ke 3,9507 per Dolar AS; dan Baht naik  0,09% ke 32,0460 per Dolar AS                                                                                                  

Bursa Eropa Dibuka Bervariasi

Pasar saham Eropa dibuka bervariasi pada awal perdagangan hari Rabu (15/4) karena para trader menilai arah perang AS-Iran dan prospek dimulainya kembali perundingan perdamaian.

Tak lama setelah bel pembukaan, indeks acuan pasar saham Eropa, Stoxx 600 relatif datar. Bursa dan sektor regional menunjukkan gambaran yang beragam.  Indeks FTSE 100 Inggris dibuka 0,2% lebih tinggi. Sementara CAC 40 Prancis turun 0,6% pada perdagangan pagi hari. Sementara Indeks DAX Jerman naik 0,1%.

Seorang  pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNBC  bahwa putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dibahas. Belum ada jadwal resmi yang ditetapkan, kata pejabat tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan untuk membahas rencana internal pemerintahan.              

Harga Minyak turun pada perdagangan  Rabu (15/4/2026) sore seiring ekspektasi bahwa pembicaraan damai antara AS dan Iran mungkin akan dilanjutkan. Pasokan akhirnya akan dilepaskan dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah yang terperangkap oleh penutupan Selat Hormuz.

Harga minyak mentah Brent turun 16 sen atau 0,2% menjadi US$ 94,63 per barel dan mnyak mentah West Texas Intermediate AS turun 70 sen atau 0,8% menjadi US$ 90,58.

Perang AS-Iran  telah menutup Selat Hormuz, jalur utama untuk aliran minyak mentah dan produk olahan dari negara-negara Teluk ke pembeli global, khususnya di Asia dan Eropa.

“Lintasan harga minyak kemungkinan besar akan lebih bergantung pada momentum diplomatik daripada perkembangan di medan perang. Pasar semakin bereaksi terhadap berita utama seputar negosiasi daripada pengerahan pasukan,” kata Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova seperti dikutip Reuters. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Blokade Selat Hormuz Dibuka, Harga Bitcoin Naik Tembus Angka US$ 77.000  

BRIEF.ID – Harga Bitcoin melonjak hingga menembus angka di...

Blokade Selat Hormuz Dibuka, Saham AS Ditutup Menguat dan Harga Minyak Anjlok

BRIEF.ID – Saham-saham di Bursa Efek New York, Amerika...

Presiden Myanmar Min Aung Hlaing Berikan Amnesti Kepada 4.335 Tahanan

BRIEF.ID - Presiden baru Myanmar, Min Aung Hlaing menyetujui...

Film “Siapa Dia” Karya Sutradara Garin Nugroho Raih Penghargaan AFF di Roma

BRIEF.ID – Film “Siapa Dia” karya sutradara Garin Nugroho...