Rupiah Menguat di Bawah Level Rp17.900 per Dolar AS, Ketahanan Ekonomi Indonesia Masih Solid

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah berbalik menguat di bawah level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS), seiring rilis data cadangan devisa per Juli 2026, yang menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia masih solid.

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hingga pukul 12:00 WIB, kurs rupiah terpantau berada di level Rp17.897 per dolar AS, menguat 0,14% atau 26 poin dibandingkan Rp17.923 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (6/8/2026).

Sebelumnya pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah Jisdor dibuka melemah 0,07% atau 12 poin menjadi Rp17.935 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.923 per dolar AS.

Pelemahan rupiah di awal perdagangan hari ini, tak lepas dari tekanan eksternal, seiring lonjakan harga minyak dunia. Pada awal perdagangan hari ini, harga minyak dunia jenis Brent kembali terkerek ke level US$83 per barel, setelah sebelumnya jatuh ke posisi US$79,6 per barel pada Kamis (6/8/2026).

Meski demikian, pelemahan rupiah sedikit tertahan oleh kabar positif Iran dan Oman telah mencapai tahap akhir kesepakatan terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Selain itu, rilis data cadangan devisa Indonesia per Juli 2026, yang dilaporkan Bank Indonesia hari ini, sedikit meredam kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

BI mengumumkan cadangan devisa Indonesia menyusut US$0,3 miliar menjadi US$145,3 miliar pada Juli 2026 dibandingkan US$145,6 miliar pada Juni 2025.

Meski menyusut secara bulanan atau month-to-month (mtm), posisi cadangan devisa Indonesia dinilai masih kuat, dan tetap mampu menjadi bantalan utama dalam menjaga stabilitas eksternal.

Seperti diketahui, posisi cadangan devisa menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor dalam menilai ketahanan ekonomi suatu negara.

Di tengah meningkatnya volatilitas pasar global akibat ketidakpastian arah suku bunga dunia dan risiko geopolitik, ketersediaan cadangan devisa yang memadai memperkuat kepercayaan pasar terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar, serta memenuhi kewajiban eksternalnya.

“BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik,” bunyi rilis BI hari ini.

Data cadangan devisa tersebut, juga memperkuat keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,10% pada kuartal II 2026.

Untuk perdagangan hari ini, kurs rupiah diprediksi masih bergerak menguat terbatas dalam jangka pendek, di kisaran level Rp17.850 per dolar AS hingga Rp17.950 per dolar AS. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Melesat Uji Level 6.400, Investor Borong Saham Properti dan Konsumsi

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Emas Antam Turun Imbas Data Cadangan Devisa Juli 2026

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Cadangan Devisa Menyusut US$0,3 Miliar pada Juli 2026, BI: Masih Kuat Jaga Stabilitas Eksternal

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa Indonesia...

DPR Soroti Minimnya Kesiapan Pemerintah Hadapi Ancaman Karhutla

BRIEF.ID - Komisi IV DPR RI didorong segera membentuk...