BRIEF.ID – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengharapkan dukungan Komisi XII DPR RI untuk menambah anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada 2027 sebesar Rp 578,93 miliar. Tambahan dana dibutuhkan agar pagu anggaran kementerian mencapai kebutuhan minimal sebesar Rp 1,2 triliun sehingga dapat mendukung target investasi nasional yang terus meningkat.
Hal itu disampaikan Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI terkait pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan paparan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, usulan awal anggaran 2027 sebesar Rp 2,19 triliun. Namun, pagu indikatif yang diterima saat ini hanya Rp 625,14 miliar atau sekitar 37,6% dari alokasi anggaran tahun sebelumnya.
Disebutkan, angka itu baru memenuhi sekitar 52% dari kebutuhan minimal anggaran kementerian yang mencapai Rp 1,2 triliun.
“Pagu indikatif tahun anggaran 2027 yang kami terima saat ini adalah sebesar Rp 625,14 triliun atau 37,6% dari alokasi anggaran tahun 2026. Angka ini baru memenuhi 52% kebutuhan Kementerian sebesar Rp 1,2 triliun secara minimal,” jelas dia.
Ia mengatakan, diperlukan dana sekitar Rp 13.000 triliun untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8%.
Presiden Prabowo Subianto, lanjutnya, menargetkan ekonomi tumbuh 8% pada tahun 2029 sehingga dibutuhkan angka investasi yang tidak sedikit dalam 5 tahun ke depan.
“Angkanya mencapai Rp 13.032,8 triliun,” kata Rosan. (nov)


