BRIEF.ID – Kursi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA terus digoyang usai rencana kontroversialnya untuk menjual saham Piala Dunia pada investor. Walaupun akhirnya rencana tersebut batal, namun hal tersebut sudah cukup membuat banyak konfederasi yang menarik dukungan mereka pada Infantino sebagai Presiden FIFA.
UEFA menjadi konfederasi yang paling keras menggoyang posisi Infantino. Presiden UEFA Aleksander Ceferin menjadi sosok yang menentang rencana penjualan Piala Dunia sejak awal. Hal ini diikuti oleh anggota federasi Wales, Denmark, Swedia, Serbia, dan Inggris yang juga mengumumkan pencabutan dukungan kepada Infantino.
Berbeda dari UEFA, negara-negara AFC justru masih banyak yang mendukung posisi Infantino, salah satunya Indonesia. Lewat media sosialnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan dukungannya pada Infantino. Berikut pernyataan resmi PSSI terkait dukungannya ke FIFA.
“Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) mengapresiasi komitmen berkelanjutan Presiden Gianni Infantino dalam memupuk persatuan di seluruh komunitas sepak bola global, memajukan pengembangan sepak bola, dan memperkuat semua Asosiasi Anggota FIFA,” tulis PSSI, yang dipimpin Erick Thohir.
“Indonesia telah merasakan langsung dampak positif dari inisiatif FIFA di bawah kepemimpinannya. Inisiatif FIFA di Indonesia telah menerjemahkan misi global FIFA menjadi kemajuan dan perkembangan nyata dalam sepak bola Indonesia. Rekam jejak inilah, dan kepercayaan yang telah dibangunnya, yang mendasari dukungan berkelanjutan PSSI kepada Presiden Infantino dan kepada FIFA tetap bertahan, pertama dan terpenting, sebagai lembaga yang melayani semua Asosiasi Anggotanya.”
Banyak anggota konfederasi AFC (Asia), UEFA (Eropa), CONCACAF (Amerika Tengah, Utara, dan Karibia), dan CONMEBOL (Amerika Selatan) menolak usulan menjual saham Piala Dunia. Alasanya tak ada transparansi, dialog, serta dianggap mengabaikan suporter.
Indonesia bukan satu-satunya negara AFC yang mendukung Infantino, negara-negara seperti Qatar dan Uni Emirat Arab termasuk di antara yang mendukung. Sri Lanka, Lebanon, Kuwait, Mesir (Afrika), dan Maroko (Afrika) sudah menyatakan dukungan secara terbuka. (bsm)


