Presiden Prabowo Absen di KTT Rusia-ASEAN, Istana Ungkap Alasannya

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto memutuskan tidak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-ASEAN yang dijadwalkan berlangsung di Kazan, Rusia pada 17-19 Juni 2026.

Pemerintah menyatakan keputusan tersebut diambil karena Presiden Prabowo memilih memprioritaskan sejumlah agenda strategis di dalam negeri.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo memiliki pertimbangan khusus terkait berbagai pekerjaan nasional yang saat ini masih memerlukan perhatian langsung dari kepala negara.

“Beliau memiliki pertimbangan tersendiri karena memang masih banyak hal yang ingin difokuskan untuk diselesaikan di dalam negeri,” tutur Prasetyo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Rabu (17/6).

Menurut Prasetyo, keputusan tersebut tidak memengaruhi hubungan Indonesia dengan Rusia maupun negara-negara anggota ASEAN. Ia menegaskan komunikasi dan kerja sama yang selama ini telah dibangun sebelumnya tetap berjalan sesuai rencana.

Prasetyo menjelaskan bahwa Prabowo dalam beberapa waktu terakhir telah melakukan sejumlah pertemuan penting dengan para pemimpin negara sahabat, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Berbagai isu strategis dan peluang kerja sama bilateral telah dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat, terutama Rusia, sudah banyak dibicarakan. Beberapa komitmen kerja sama yang telah disepakati juga sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme teknis,” katanya.

Prasetyo menilai hubungan Indonesia dan Rusia tetap berada dalam jalur yang positif meskipun Presiden tidak menghadiri forum tersebut secara langsung. Berbagai tindak lanjut kerja sama yang telah disepakati sebelumnya dipastikan akan terus berjalan melalui koordinasi antarkementerian dan lembaga terkait.

Di tengah keputusan tersebut, Prabowo tetap menjalankan sejumlah agenda pemerintahan di dalam negeri. Salah satunya menerima laporan pelaksanaan ibadah haji 2026 dari Komisi VIII DPR RI, Tim Pengawas Haji, serta Kementerian Haji.

Prasetyo mengatakan laporan tersebut menjadi bagian dari upaya evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sekaligus bahan perbaikan untuk penyelenggaraan haji pada periode berikutnya.

“Presiden memenuhi permohonan dari Komisi VIII DPR, Tim Pengawas Haji, dan Kementerian Haji untuk menerima laporan terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2026,” ujarnya.

Keputusan Prabowo untuk tetap berada di dalam negeri menunjukkan fokus pemerintah dalam menyelesaikan berbagai agenda nasional yang tengah berjalan, di tengah upaya menjaga hubungan diplomatik dan kerja sama internasional dengan mitra strategis Indonesia. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hadapi Kemarau 2026, Kementan Siapkan Strategi Jaga Produksi Pangan Nasional

BRIEF.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah strategi untuk...

Intip 14 Poin Draf Kesepakatan Perdamaian AS- Iran yang Bocor ke Publik

BRIEF.ID - Beberapa hari terakhir, media dikejutkan dengan kabar...

Aksi Ambil Untung Lemahkan Posisi IHSG  

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  ditutup melemah...

IHSG Terkoreksi ke Level 6.200, BREN dan BMRI Jadi Pemberat

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...