Intip 14 Poin Draf Kesepakatan Perdamaian AS- Iran yang Bocor ke Publik

BRIEF.ID – Beberapa hari terakhir, media dikejutkan dengan kabar bocornya draf kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.

Pada Selasa (16/2/2026), beredar draf terbaru yang disebut-sebut merupakan dokumen final kesepakatan perdamaian, yang akan ditandatangani pejabat tinggi AS dan Iran, di Swiss pada 19 Juni 2026.

Draf tersebut memuat 14 poin kesepakatan, yang oleh berbagai kalangan dinilai lebih menguntungkan Iran dibandingkan AS.

Pasalnya, Iran hanya disyaratkan membuka Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi utama minyak dan gas dunia, serta menghentikan proyek nuklir, dan menghancurkan cadangan uranium.

Sementara AS berkomitmen membuka blokade di seluruh pelabuhan Iran, bahkan segera mengeluarkan izin untuk perdagangan minyak Iran, hingga membantu rehabilitasi ekonomi Iran dengan jaminan pembiayaan senilai US$300 miliar atau setara Rp5.325 triliun.

Presiden AS, Donald Trump, telah membantah draf kesepakatan perdamaian dengan AS bocor ke publik. Dia menegaskan dokumen resmi akan dipublikasikan pada hari penandatanganan kesepakatan perdamaian, yang akan berlangsung di Swiss pada 19 Juni 2026.

Meski demikian, sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa AS sudah mulai membagikan salinan draf kesepakatan perdamaian tersebut kepada delegasi negara-negara sekutu, yang hadir di KTT G7 Prancis, pada 15-17 Juni 2029

Yuk, intip 14 poin kesepakatan perdamaian AS-Iran, yang bocor ke publik, seperti dikutip Bloomberg News berikut ini:


1. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama para sekutu mereka dalam perang yang sedang berlangsung, menyatakan bahwa sejak penandatanganan Nota Kesepahaman ini akan berlaku penghentian perang secara langsung dan permanen di semua lini, termasuk Lebanon. Kedua pihak berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan permusuhan satu sama lain serta menahan diri dari ancaman maupun penggunaan kekuatan. Perjanjian final akan menegaskan ketentuan dalam pasal ini dan pasal-pasal lainnya.

2. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat berkomitmen untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing serta tidak mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain.

3. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai perjanjian final dalam waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang atas persetujuan bersama.

4. Segera setelah nota kesepahaman ini ditandatangani, Amerika Serikat akan mengakhiri blokade laut dan mencegah segala bentuk gangguan terhadap Republik Islam Iran, serta memulihkan lalu lintas pelayaran ke kapasitas penuh dalam waktu maksimal 30 hari. Volume pelayaran Iran akan disesuaikan dengan tingkat lalu lintas sebelum perang. AS juga berkomitmen menarik pasukannya dari wilayah sekitar dalam waktu 30 hari setelah perjanjian final ditandatangani.

5. Setelah penandatanganan nota kesepahaman ini, Republik Islam Iran akan segera mengambil langkah-langkah untuk memastikan lalu lintas kapal dagang dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya kembali ke tingkat sebelum perang dalam waktu 30 hari, dengan memperhatikan kebutuhan penghilangan hambatan teknis dan penjinakan ranjau oleh Iran.

6. Amerika Serikat bersama para mitra regionalnya berkomitmen menyusun rencana komprehensif yang disepakati kedua pihak untuk rehabilitasi dan pembangunan ekonomi Republik Islam Iran dengan jaminan pendanaan minimal US$300 miliar. Mekanisme pelaksanaan rencana ini akan dirumuskan dalam waktu 60 hari sebagai bagian dari perjanjian final.

7. Amerika Serikat berkomitmen untuk mengakhiri, sesuai jadwal yang akan disepakati dalam perjanjian final, seluruh jenis sanksi yang saat ini dikenakan terhadap Republik Islam Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB, Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), serta seluruh sanksi unilateral AS baik primer maupun sekunder.

8. Republik Islam Iran kembali menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah memproduksi senjata nuklir. Iran dan Amerika Serikat sepakat bahwa nasib material yang telah diperkaya dan seluruh isu terkait nuklir lainnya, termasuk kebutuhan nuklir Iran, akan dibahas secara memadai dalam perjanjian final.

9. Iran dan Amerika Serikat sepakat bahwa selama proses menuju perjanjian final, status quo akan dipertahankan. Iran tidak akan mengubah program nuklirnya, sementara Amerika Serikat tidak akan memberlakukan sanksi baru maupun memperkuat kehadiran militernya di kawasan.

10. Amerika Serikat berkomitmen bahwa segera setelah nota kesepahaman ditandatangani hingga sanksi dicabut sepenuhnya, Departemen Keuangan AS akan menerbitkan pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk petrokimia dan turunannya, termasuk seluruh layanan terkait seperti perbankan, asuransi, transportasi, dan lainnya.

11. Amerika Serikat berkomitmen bahwa seiring kemajuan negosiasi menuju perjanjian final, dana dan aset Republik Islam Iran yang dibekukan atau dibatasi akan dilepaskan dan tersedia sepenuhnya. Dana tersebut dapat digunakan sesuai instruksi Bank Sentral Iran, dan AS akan menerbitkan seluruh izin yang diperlukan untuk tujuan tersebut.

12. Iran dan Amerika Serikat sepakat membentuk mekanisme pelaksanaan untuk mengawasi implementasi yang berhasil serta memastikan kepatuhan terhadap perjanjian final di masa mendatang.

13. Setelah penandatanganan nota kesepahaman ini dan setelah menerima jaminan mengenai dimulainya pelaksanaan Pasal 4, 5, 10, dan 11 serta keberlanjutan pelaksanaannya, Iran dan Amerika Serikat akan memasuki negosiasi mengenai perjanjian final yang hanya berfokus pada pasal-pasal yang tersisa.

14. Perjanjian final akan disahkan melalui resolusi yang mengikat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Aksi Ambil Untung Lemahkan Posisi IHSG  

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  ditutup melemah...

IHSG Terkoreksi ke Level 6.200, BREN dan BMRI Jadi Pemberat

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Prabowo Batal Kunjungi Rusia

BRIEF.ID – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan,...

Rupiah Ditutup Melemah, Investor Tunggu Kepastian Perdamaian AS-Iran dan Hasil FOMC

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah terhadap...