IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Investor Cermati Data Ekonomi dan Konflik AS-Iran

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/8/2026), didukung sentimen positif dari pasar global dan sejumlah katalis domestik.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG diproyeksikan bergerak pada area support 6.180, pivot 6.300, dan resistance 6.400. Secara teknikal, indeks diperkirakan melanjutkan tren penguatan dengan menguji kisaran 6.300–6.380 pada pekan ini.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi menjadi perhatian investor, yakni ASII, AMMN, PGAS, NCKL, dan INTP.

Dari eksternal, sentimen positif datang dari bursa Wall Street yang ditutup menguat pada Jumat (31/7/2026), dipimpin kenaikan saham Amazon. Penguatan terjadi meski imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) tenor 30 tahun naik ke 5,25%, level tertinggi sejak 2007, sementara tenor 10 tahun mencapai 4,7%, tertinggi sejak Januari 2025.

Di pasar komoditas, harga minyak Brent menguat 1,2% hingga mendekati US$88 per barel. Sepanjang Juli 2026, Brent mencatat kenaikan hampir 24%, menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Maret, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

Investor juga akan mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia serta prospek inflasi global.

Selain itu, perhatian pasar akan tertuju pada sektor kecerdasan buatan (AI) seiring agenda publikasi laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi, termasuk SpaceX dan AMD, yang diperkirakan dapat memengaruhi sentimen di pasar global.

Dari sisi ekonomi Amerika Serikat, pelaku pasar menunggu rilis data tenaga kerja, khususnya nonfarm payrolls yang diperkirakan menunjukkan penambahan 91 ribu lapangan kerja pada Juli, meningkat dari 57 ribu pada Juni. Sementara itu, tingkat pengangguran diproyeksikan naik menjadi 4,3% dari sebelumnya 4,2%.

Jika data ketenagakerjaan lebih kuat dari perkiraan, ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan September dapat kembali meningkat.

Di dalam negeri, IHSG berhasil menutup Juli 2026 di zona hijau setelah mencatat enam bulan berturut-turut mengalami koreksi bulanan.

Sejumlah data ekonomi domestik juga akan menjadi perhatian investor sepanjang pekan ini, mulai dari indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan inflasi pada Senin (3/8), diikuti data produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2026 pada Rabu (5/8), serta cadangan devisa dan indeks harga properti pada Jumat (7/8).

Di samping itu, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 dinilai berpotensi menjadi sentimen positif tambahan bagi pasar saham domestik. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jepang-AS Dikabarkan Berkoordinasi Stabilkan Nilai Tukar Yen

BRIEF.ID – Pemerintah Jepang diperkirakan akan mengumumkan pada Senin...

Harga Bitcoin Bertahan di Atas US$ 63.000

BRIEF.ID – Harga Bitcoin bertahan di atas level US$...

OPEC+ Sepakat Menaikkan Produksi Minyak 188.000 Barel per Hari, Mulai September

BRIEF.ID – Tujuh anggota utama aliansi OPEC+ sepakat meningkatkan...

Iran Bantah Ada Kesepakatan Pembukaan Kembali Selat Hormuz

BRIEF.ID – Pemerintah Iran membantah laporan yang menyebut telah...