Iran Bantah Ada Kesepakatan Pembukaan Kembali Selat Hormuz

BRIEF.ID – Pemerintah Iran membantah laporan yang menyebut telah tercapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Teheran menegaskan belum ada perubahan kebijakan terkait jalur pelayaran strategis tersebut, sementara pembatasan lalu lintas kapal masih diberlakukan di kawasan itu.

Laporan kantor berita Fars,  pada Minggu mengutip sumber yang mengetahui pembahasan itu,  menyatakan bahwa laporan mengenai kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz tidak benar.

“Republik Islam Iran belum mencapai kesepakatan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, dan laporan yang diterbitkan dalam hal ini adalah salah,” kata sumber itu.

Sumber militer Iran lainnya menambahkan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Amerika Serikat masih melanjutkan tindakan yang dianggap bermusuhan terhadap Iran.

“Selama Amerika Serikat melanjutkan tindakan permusuhan dan agresinya, Selat Hormuz akan tetap tertutup,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Trump mengatakan keputusan itu diambil setelah Teheran dan sejumlah negara di Timur Tengah meminta Washington menunda operasi militer demi memberi ruang bagi pembahasan kerangka kesepakatan.

Di sisi lain, media Israel, Channel 12, melaporkan bahwa pemerintah Israel tidak menerima informasi dari Washington selama beberapa jam terkait perubahan rencana operasi tersebut. Seorang pejabat senior Israel mengaku para perwira baru mengetahui perkembangan melalui unggahan Trump di media sosial.

“Presiden Trump membuat kami berada dalam ketidakjelasan. Para perwira senior diberi informasi terbaru tentang apa yang terjadi melalui media sosial Trump,” kata pejabat itu.

Ia menambahkan bahwa perubahan mendadak telah menimbulkan kekecewaan di kalangan militer Israel.

“Sangat mengecewakan mengerahkan seluruh sumber daya ke satu medan operasi, lalu mengetahui bahwa kami berada dalam status siaga tinggi tanpa hasil. Kami tidak mengerti apa tujuan akhir presiden,” ujarnya.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar global. Setiap gangguan terhadap lalu lintas di selat tersebut berpotensi memicu gejolak pada pasar energi internasional dan meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. (Investing.com/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BI Pertahankan BI Rate 5,75%

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%...

XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Pascagempa NTT

BRIEF.ID-Pemulihan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur...

Dua Kapal Polri Angkut 17,5 Ton Beras dan Ribuan Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores

BRIEF.ID - Dua kapal kepolisian dikerahkan untuk mengangkut bantuan...

Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah telah Kirim 253 Ton Logistik Bantuan ke NTT

BRIEF.ID - Pemerintah tengah mempercepat pengiriman bantuan untuk masyarakat...