BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 34,23 poin atau 0,55% ke level 6.220,74 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/6/2026) akibat aksi ambil untung (profit taking).
Saat itu, sebanyak 331,8 juta lot saham diperdagangkan dengan membukukan nilai transaksi Rp 23,67 triliun.
Saham-saham top gainers LQ45 adalah ESSA, HRTA, PGEO, BBRI, AMRT, SMGR, dan MAPI. Saham top losers yakni CUAN, BRPT, ADMR, ITMG, DEWA, BBTN, dan BUMI.
Sektor kesehatan menjadi yang terkuat setelah naik 0,58%, di antaranya HEAL, DVLA, dan SIDO. Sementara itu, sektor industri melemah 2,52% yang tercermin pada ASII dan SMSM.
IHSG sempat bergerak menguat di awal sesi hingga mencapai level 6.321 IHSG kemudian berbalik bergerak di teritori negatif. Investor cenderung bersikap hati-hati menjelang diumumkan hasil pertemuan The Fed, pada Kamis (18/6/2026), Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (18/6/2026), MSCI Global Market Accessibility Review (19/6/2026), rebalancing indeks FTSE (19/6/2026), dan MSCI Annual Market Classification Review (24/6).
Nilai tukar Rupiah juga ditutup melemah 0,21% pada level Rp 17.762 per Dolar AS di pasar spot, menantikan hasil FOMC meeting dan RDG Bank Indonesia.
Menurut konsensus, The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5%-3,75%, sedangkan Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%.
“Secara teknikal, MACD IHSG berlanjut membentuk pelebaran histogram positif. Namun Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought. Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.100-6.400. (nov)


