BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto mengatakan sebanyak 750 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang tidak produktif, dan mengalami kerugian, akan ditutup hingga akhir 2026.
Hal itu, tertuang dalam lembar fakta Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, yang disampaikan Prabowo, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidato kenegaraan, Presiden Prabowo menyampaikan capaian BUMN dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) sejak terbentuk, dengan fokus pada perampingan BUMN.
Menurut dia, sebelum proses perampingan dilakukan, terdapat 1.074 entitas, yang tercatat dalam ekosistem BUMN. Dari jumlah tersebut, sebanyak 290 BUMN telah ditutup, sebagai bagian dari penataan dan konsolidasi.
“Selanjutnya 750 BUMN tidak produktif ditargetkan ditutup hingga akhir 2026. Pemerintah menargetkan struktur BUMN yang lebih ramping, dengan 300 BUMN yang produktif dan menguntungkan,” kata Prabowo.
Adapun efisiensi overhead BUMN mencapai Rp50 triliun per tahun, dengan target meningkat menjadi Rp70 triliun pada Desember 2026. Sementara laba BUMN meningkat signikan dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025.
“Enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih BUMN naik signikan, terutama pada 6 BUMN, yakni Semen Indonesia, Pukuk Indonesia, pertamina, Pegadaian, Pelabuhan Indonesia, dan Perkebunan Nusantara,” ungkap Prabowo.
Adapun keuntungan 6 BUMN tersebut pada semester I 2026 tercatat sebagai berikut:
– PT Semen Indonesia: Naik 408,9%
– PT Pupuk Indonesia: Naik 252,8%
– PT Pertamina: Naik 86%
– PT Pegadaian: Naik 84,4%
– PT Pelabuhan Indonesia: Naik 60,4%
– PT Perkebunan Nusantara: 54,4%
Selain itu, lanjut Prabowo, Dividen BUMN juga terus meningkat, yakni dari Rp85,5 triliun pada 2024 menjadi Rp142,3 triliun pada 2025, dan ditargetkan mencapai Rp200 triliun pada 2026.
Dia menambahkan, di tahun ini, PT Garuda Indonesia juga melakukan perbaikan, antara lain mereaktivasi 104 pesawat untuk memperkuat kapasitas penerbangan nasional. (Jea)


