Browsing Tag

BUMN

Weekly Brief

Bank Mandiri: “Kami Pastikan Rekening Nasabah Aman”

July 20, 2019

Jakarta, 20 Juli 2019 – Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.

“Saat ini kami informasikan dan tegaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun pada kali ini, terjadi error pada data saldo 10% nasabah Bank Mandiri,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas.

Mandiri, lanjut Rohan, menjamin saldo nasabah akan segera pulih dalam waktu 2-3 jam ke depan, karena sebelum perpindahan ini selalu dilakukan backup data saldo nasabah.

Bank Mandiri mempersilahkan Nasabah yang ingin melakukan pengecekan rekening tabungannya ke kantor cabang Bank Mandiri. Rohan meminta nasabah untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Sekali lagi kami memohon maaf dan kami pastikan rekening nasabah, aman,” tegas Rohan.

Corporate Update

Ciptakan Value Creation RP 49,9 Triliun

March 18, 2019

Jakarta, 18 Maret 2019 – Memasuki tahun kesembilan Annual Pertamina Quality Awards (APQ) 2019, PT Pertamina (Persero) menampilkan inovasi 1.000 insan mutu Pertamina yang tergabung dalam 161 gugus terseleksi. Sebelumnya, sebanyak 3.169 gugus yang terdaftar dari seluruh Indonesia mampu menciptakan value creation sebanyak Rp 49,8 triliun.

Penciptaan nilai APQ 2019 ini meningkat Rp 10 Triliun, dibanding capaian tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 39,75 Triliun. Dari jumlah kepesertaan, APQ 2019 yang bertujuan untuk penciptaan budaya perbaikan berkelanjutan (Continuous Improvement Program/CIP) ini, juga bertambah dibanding tahun 2018 lalu yang melibatkan 800 orang dari 140 gugus. Ajang kompetisi dan pameran inovasi insan mutu Pertamina ini akan berlangsung selama 3 hari yakni 18 – 20 Maret 2019 di Kantor Pusat Pertamina.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan APQ Awards merupakan wadah berkumpulnya para inovator Pertamina untuk merespon tantangan zaman. Tema yang diusung tahun ini yakni Insan Mutu Bersinergi Melakukan Inovasi dan Digitalisasi Bisnis Untuk Merespon Era Revolusi Industri 4.0, yang menekankan pentingnya sinergi serta inovasi dan digitalisasi bagi keberhasilan Pertamina dalam merespon tantangan industri 4.0.

“APQ Awards 2019 menunjukkan konsistensi Pertamina dalam membangun budaya inovasi dan improvement, serta sinergi positif dalam pengelolaan inovasi dan improvement di level strategis maupun operasional. Pada level strategis terdapat Strategi Inisiatif (SI) dan Breakthrough Project (BTP) sementara pada level operasional ada Continuous Improvement Program (CIP),” ujar Nicke.

Nicke juga berpesan kepada seluruh manajemen puncak di Unit, Region dan Anak Perusahaan agar berperan aktif sebagai role model dalam pelaksanaan kegiatan Manajemen Mutu Pertamina seperti meningkatkan efektifitas sistem & proses kerja melalui kegiatan Continuous Improvement & Innovation yang mampu menciptakan value bagi perusahaan, serta mendorong proses replikasi dan komersialisasi atas karya inovasi di seluruh Pertamina.

“APQ Awards 2019 agar dijadikan suatu proses berkesinambungan (quality life cycle), dan wadah untuk menggali potensi, meningkatkan motivasi dan terus mengukir prestasi Pertamina di kancah Nasional, Regional, dan Internasional,” imbuh Nicke.

Direktur PIMR Heru Setiawan menambahkan, semangat sinergi dan inovasi harus selalu ada dalam jiwa setiap insan mutu Pertamina, dan jika hal itu didukung dengan digitalisasi seluruh sistem dan proses kerja, maka menjadi kekuatan dan kepercayaan diri dalam merespon tantangan industri 4.0.

Menurut Heru, hasil CIP tahun 2018 tercatat sebanyak 3169 risalah dengan value creation senilai Rp 49,90 triliun. Setelah melalui proses seleksi pada Forum Presentasi CIP di tingkat Unit Operasi/Unit Bisnis/Anak Perusahaan dan Direktorat, maka terpilih 161 CIP terbaik yang dikompetisikan dalam APQ Awards 2019 serta 28 diantaranya ditampilkan dalam exhibition.

Selain program perbaikan berkelanjutan, lanjut Heru, Pertamina juga menghadirkan 15 Breakthrough Project (BTP) dan 20 Strategi Inisiatif (SI) yang bersifat cross-function melibatkan Direktorat dan Anak Perusahaan. Untuk kegiatan itu, Pertamina menargetkan financial benefit sebesar USD 935 juta.

Melalui APQ Award Tahun 2019 ini para pekerja Pertamina terus menghasilkan penciptaan nilai yang signifikan bagi perusahaan. Value creation yang dihasilkan merupakan wujud komitmen Pertamina sebagai Perusahaan yang memiliki kewajiban dalam melaksanakan penugasan Pemerintah dan sekaligus menghasilkan keuntungan dengan menjalankan bisnis secara efisien dalam bentuk penghematan dan efektifititas proses yang pada gilirannya akan mencapai target revenue yang ditetapkan.

Corporate Update

Ini Restrukturisasi Perhutani

March 8, 2019

Bandung – Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Umum Direktur Utama BUMN di Universitas Padjadjaran, Bandung pada Jumat (01/03). Dalam kesempatan tersebut sekaligus dilakukan Nota Kesepahaman antara Unpad dengan Perum Perhutani tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan SDM.

Denaldy memberikan penjelasan mengenai Restrukturisasi dan Transformasi Perum Perhutani yang diawali meliputi proses bisnis Perhutani Group hingga tahap restrukturisasi perusahaan.

“Perhutani melakukan proses restrukturisasi melalui lima tahapan yaitu situation analisys, management change, emergency actions, restrukturisasi bisnis business restructuring dan normal to growth”, jelas Denaldy.

Di tahun 2019 Perhutani mengusung tema “Perhutani 4.0+: Governance Through Connectivity” yaitu menjalin konektifitas antara hulu-hilir-konsumen serta pemangku kepentingan untuk mencapai dan mendorong perusahaan dengan tata kelola yang baik (GCG) dengan konsep industri 4.0.

“Perhutani mencoba menerapkan IT Platform secara digital dengan mengintegrasikan manusia, proses, mesin, fisik sumberdaya hutan dan industri ecosystem forestry dengan memperkuat transparansi, responsibility, independen dan fairness” tambah Denaldy.

Corporate Update

Konsumsi BBM Terus Naik,Pertamina dan Usu Tularkan Konservasi Energi

March 6, 2019

Medan, 6 Maret 2019 – Indonesia diperkirakan akan kehabisan cadangan minyak bumi pada tahun 2030. Cadangan terbukti minyak bumi Indonesia saat ini hanya sekitar 3,3 miliar barel. Sementara konsumsi BBM terus meningkat mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Di Sumatera Bagian Utara sendiri, konsumsi BBM pada 2018 meningkat sebesar 3,5 persen dibanding 2017.

Agar konsumsi energi lebih efisien, perlu dibangun kesadaran konservasi energi. Untuk itu Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I bersama Fakultas Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan seminar bertema “K3 dan Konservasi Energi pada Industri Migas”. Acara dilaksanakan pada Selasa (05/03) di Aula Pascasarjana Teknik Mesin USU.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, menjelaskan bahwa masyarakat perlu menggunakan energi dengan efisiensi dan rasional. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menimbulkan kesadaran akan konservasi energi. Tentunya tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan,” ujarnya.

Pertamina MOR I juga menerapkan konservasi energi dalam operasinya. Diantaranya melalui program penggantian Refrigerant R-22 dengan Musicool yang lebih ramah lingkungan. Beragam program konservasi energi di MOR I menghasilkan penghematan senilai 890 juta rupiah.

Sementara Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, menerapkan teknologi Mikro Hidro untuk pembangkit listrik. Sehingga menghasilkan penghematan energi listrik sebesar 1.095 kWh per enam bulan.

“Pertamina juga mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Sebagai alternatif energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Ini mendukung gerakan pemerintah mengurangi emisi karbon sebanyak 17 persen pada tahun 2030,” lanjut Roby.

Melalui seminar ini para mahasiswa dan mahasiswi pun dapat mengenal pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Sehingga para calon tenaga kerja ini nantinya dapat mempraktikkannya dalam kegiatan sehari-hari.

Astisten Manager HSSE Operation, Ruli Handoko, mengatakan dengan menerapkan K3 dapat meningkatkan produktivitas kerja. “Pengawasan K3 sangat penting dilakukan semua pihak, sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja. Kesadaran akan pentingnya K3 ini yang ingin kami tularkan pada mahasiswa USU,” ujar Ruli.

Nadya, mahasiswi Teknik Mesin USU mengatakan seminar ini sangat menarik. “Pemaparan yang diberikan oleh Pertamina sangat menarik. Saya jadi tahu bahwa Pertamina sebagai perusahaan energi negara juga mengembangkan EBT yang lebih ramah lingkungan,” tutup Nadya.**

Corporate Update

Pelindo III dan Sinarmas Jalin Sinergi

March 5, 2019

Surabaya Pelindo III dan grup usaha Sinarmas menjajaki peluang menjadikan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai salah satu pusat distribusi kertas di Indonesia. Pelabuhan tersebut berada di tengah-tengah Nusantara sehingga secara geografis strategis untuk menjadi hub distribusi. Tak hanya domestik, tetapi juga potensial untuk mendukung ekspansi pasar produsen kertas dan pulp raksasa tersebut.

“Potensi kerja sama ini sangat baik, karena Tanjung Perak memiliki kesiapan fasilitas pergudangan dan lahan yang siap dimanfaatkan. Apalagi kini ada PT Berkah Multi Cargo (BMC), lini bisnis Pelindo III yang melayani jasa logistik,” kata Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Toto Nugroho, di sela acara diskusi bisnis kedua perusahaan tersebut di Surabaya, Senin (4/3).

Lebih lanjut Toto Nugroho mengungkapkan, optimisme juga didapatkan karena Sinar Mas sebagai pemain besar di industri kertas dan pulp sudah memiliki ceruk pasar tersendiri yang stabil. Selain itu Sinar Mas juga memiliki segmen bisnis lain yang juga potensial untuk menggunakan jasa logistik Pelindo III, yakni agribisnis, pangan, dan infrastruktur. Sinar Mas sudah menjadi salah satu pengguna jasa Pelindo III untuk jasa bongkar muat curah cair dan lahan penumpukan untuk komoditas CPO (minyak kelapa sawit), di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Ia menambahkan peluang kerja sama lain yang akan dijajaki yaitu pemanfaatanlayanan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak, pemasaran biodiesel di Bali, jasa bongkar muat antarkapal di perairan Satui, serta pelayanan kapal pandu dan tunda di Selat Lombok. Setelah Pelindo III menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk pelayanan kapal pandu dan tunda di pelabuhan, pada saat yang sama juga mendiskusikan kemungkinan joint operation untuk layanan yang sama dengan swasta yakni Sinarmas Group.

“Pelindo III proaktif dalam mendorong sinergi pelayanan kapal dengan operator-operator pelabuhan di Indonesia, baik BUMN maupun swasta. Karena integrasi pemanfaatan infrastruktur dan layanan di pelabuhan merupakan bentuk dukungan yang riil pada upaya pemerintah dalam menekan biaya logistik di Indonesia yang merupakan negara kepulauan,” kata Toto Nugroho lagi.

Perwakilan dari Sinarmas, Group Supply Chain Director, Antonius Maryanto, menyebutkan bahwa pihaknya menyambut baik adanya diskusi bisnis yang digagas oleh BUMN seperti Pelindo III. “Sesama pelaku bisnis baik dari pemerintah BUMN maupun swasta sebaiknya sering berdiskusi langsung, tidak hanya berkomunikasi saat ada kendala di lapangan. Kesempatan diskusi ini merupakan momen networking dan evaluasi kerja sama yang sudah ada. Semoga ke depan ada satu pandangan untuk terobosan bisnis yang dikerjakan bersama,” katanya dalam saat memberikan sambutan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menyebutkan, “diharapkan sinergi yang harmonis antara Pemerintah melalui BUMN Pelindo III dengan Sinar Mas sebagai perusahaan swasta nasional pada beberapa sektor yang penting seperti logistik energi dan pangan, serta maritim dapat memberikan kontribusi positif pada perekonomian bangsa,” ujarnya.

Corporate Update

Pegadaian Luncurkan The Gade Coffee & Gold ke 29 di Bekasi

March 3, 2019

Bekasi, 01/03/2019 – PT Pegadaian (persero) semakin agresif menggarap pasar milenial dan memodernisasi kantor cabangnya, ditandai dengan peresmian gerai The Gade Coffee & Gold di Bekasi, Jawa Barat. Gerai ini merupakan gerai ke 29 yang telah dibangun perseroan di seluruh kota di Indonesia.

“Peresmian gerai The Gade Coffee & Gold di Bekasi ini merupakan salah satu upaya Pegadaian dalam melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup milenial yang saat ini mendominasi segmen nasabah kami. Pegadaian akan terus mendekatkan diri dengan nasabah muda berusia produktif di berbagai kota di Indonesia. The Gade Clean & Gold ini merupakan gerai yang ke 29,” ujar Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian (persero) Ninis K Adriani, saat meresmikan The Gade Coffee & Gold, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (01/03).

Ninis menyatakan bahwa kalangan milenial saat ini merupakan bagian dari bonus demografi bagi Indonesia dan ini sangat strategis untuk dunia usaha, termasuk untuk Pegadaian.

“The Gade Coffee & Gold ini merupakan sebuah outlet layanan prioritas yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah nasabah di kalangan milenial. Jadi perusahaan di tahun 2019 menargetkan nasabah tumbuh 23,4% menjadi 12,3 juta jiwa.”

Jumlah nasabah Pegadaian pada tahun lalu mencapai 10 juta jiwa dan 65% berasal dari nasabah yang berusia produktif yaitu 45 tahun. Sedangkan, Ninis menambahkan bahwa Pegadaian akan membangun The Gade Coffee & Gold hingga 36 gerai di seluruh wilayah di Indonesia. Sehingga diharapkan adanya The Gade Coffee & Gold dapat menggaet milenial yang belum menjadi nasabah.

Selain itu, Ninis menambahkan untuk proyeksi keuangan dan bisnis Pegadaian 2019 akan terus tumbuh. Pendapatan usaha diproyeksikan di tahun 2019 sebesar Rp 13,5 triliun atau tumbuh menjadi 21,3% dan laba bersih sebesar Rp 3,018 triliun atau 10,8%.

Dari sisi operasional (bisnis) Pegadaian memproyeksikan Outstanding Loan posisi Rp 46,476 triliun atau 15,2%, dan omset sebesar Rp 150 triliun atau 15,2%. Pencapaian ini didapat melalui berbagai produk dan inovasi oleh Pegadaian di tahun 2019 ini.

Corporate Update

CEO Pegadaian Sharing Transformasi Era Digital di UNPAD

February 25, 2019

Bandung, 25 Februari 2019 – Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto memberikan kuliah umum dalam upaya menginspirasi mahasiswa Universitas Padjadjaran mengenai kepemimpinan dan melakukan transformasi digital di BUMN di tengah persaingan yang makin ketat. Selain itu, Pegadaian juga melakukan grab talent dan memberikan beasiswa bagi mahasiswa terbaik di Universitas Padjadjaran.

“Kuliah umum dan sharing pengalaman memimpin bagaimana melakukan transformasi di BUMN yang usianya sudah 117 tahun menjadi sangat strategis. Karena mahasiswa Universitas Padjadjaran merupakan generasi masa depan yang akan menghadapi era digital di tengah persiaingan global,” ungkap Kuswiyoto dalam kuliah umum yang bertema “Transformasi di Era Digital”, Senin (25/2), di Kampus Unpad, Bandung.

Pada April mendatang Pegadaian akan berusia 118 tahun, usia yang tidak muda lagi. Namun Pegadaian akan terus tetap muda dan semakin mudah diakses oleh masyarakat dimanapun berada, tambahnya. “Era digital ekonomi dan industri 4.0 tak bisa dicegah, tapi kita harus siap mengantisipasi dan menyiapkan sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar internasional.”

Saat ini Pegadaian terus berkomitmen melaksanakan transformasi digital di perusahaan milik negara. Transformasi digital yang terus dilakukan dari mulai proses bisnis, budaya kerja dan produk layanan berupa aplikasi yang dapat diunduh melalui Playstore dan Appstore. “Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) ini makin memudahkan masyarakat dalam menikmati layanan Pegadaian. Makin cepat dan nyaman khususnya bagi generasi milenial,” tambahnya.

Kuswiyoto mengatakan dengan aplikasi ini generasi milenial dapat memperoleh informasi tentang produk dan layanan Pegadaian. Mereka juga dapat melakukan transaksi secara online, bahkan dapat mengembangkan bisnis dengan menjadi Agen Pegadaian.

“Di era digital ini, mahasiwa Univeristas Padjadjaran juga dapat merintis bisnis dengan menjadi mitra Pegadaian sebagai agen. Sebagai bukti memberikan sebuah solusi pada generasi muda ini yaitu, Pegadaian meluncurkan produk Gadai Prima di outlet konvensional dan Rahn Hasan di outlet syariah,” jelasnya.

Produk ini merupakan produk gadai tanpa bunga yang dapat membantu kalangan mahasiswa mengatasi masalah keuangan serta memberikan experience bagi mereka tentang produk dan layanan Pegadaian.

Pada kesempatan yang sama, Pegadaian juga memberikan beasiswa sebesar Rp120 juta berbentuk tabungan emas, untuk 10 mahasiswa yang berprestasi di Universitas Padjadjaran, Bandung. “Adanya beasiswa ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih giat belajar,” ujar Kuswiyoto.

Kegiatan Kuliah Umum ini sudah dilakukan oleh PT Pegadaian (persero) ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia, untuk menjaring mahasiswa berprestasi dalam rangka grab talen. Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari program BUMN Hadir untuk Negeri dalam memberikan edukasi kepada siswa maupun mahasiswa. Direksi sejumlah BUMN secara kontinyu memberikan materi kepemimpinan dan pengalaman terkait peran BUMN dalam pembangunan ekonomi bangsa di berbagai perguruan tinggi. Di sisi lain juga memperkenalkan produk dan layanan BUMN yang bermanfaat bagi masyarakat.

Corporate Update

PHE, Tingkatkan Produksi Minyak dan Gas Bumi

February 25, 2019

Handil – Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi serta mendukung ketahanan energi nasional, Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui anak usahanya Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mengembangkan Lapangan YY. Saat ini proses fabrikasi Anjungan YYA di Handil-1 Yard, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur telah mencapai progress 90% dan direncanakan load out Anjungan YYA akan dilakukan di minggu kedua bulan Maret 2019.

ONWJ merupakan Blok pertama yang menerapkan skema gross split. Penerapan Gross Split di ONWJ, mengharuskan kami untuk beroperasi secara efisien agar keuntungan untuk negara dan perusahaan bisa maksimal ,” ujar Direktur Utama PHE Meidawati.

“Dengan melihat potensi cadangan minyak dan gas yang cukup besar mencapai 4 MMBO dan gas 21,2 BSCF tentu kami akan berupaya semaksimal mungkin” tambahnya.

Sejak dimulainya tahap pabrikasi di bulan Agustus 2018, milestone pengembangan Lapangan YY diharapkan memenuhi proyek OTOBOSOR (on time, on budget, on scope dan on return) dengan tetap mengedepankan aspek HSSE.

Sebelum pemasangan anjungan, bulan Januari hingga Februari 2019, telah terlebih dahulu dilakukan pemasangan pipa penyalur bawah laut sepanjang 13,5 km dari lokasi rencana Anjungan YYA ke Anjungan KLB. Pipa bawah laut tersebut akan digunakan untuk menyalurkan minyak dan gas ke Anjungan KLB yang selanjutnya minyak akan dialirkan ke central plant utk diprocess dan dialirkan ke FSO Arco Arjuna, sedangkan gas akan dialirkan ke Anjungan Mike-Mike dan kemudian ke Muara Karang untuk didistribusikan ke konsumen.

Lapangan YY berlokasi di Perairan Utara Jawa, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dimana Anjungan YYA ini direncanakan terdiri dari tiga sumur yang akan dibor tahun ini.

Proyek senilai USD 85,4 juta ini direncanakan dapat berproduksi pada akhir September tahun 2019, dan diharapkan nantinya Lapangan YY akan menyumbang tambahan produksi minyak sebesar 4 MBOPD dan gas bumi mencapai 25 MMSCFD.

“Kami berharap, proses pengembangan Lapangan YY dapat diselesaikan tepat waktu sehingga setelah sailout dari Handil pada bulan Maret 2019 menuju ke titik pengeboran di Pantai Utara Jawa, untuk selanjutnya dilakukan proses pemasangan anjungan pada bulan April – Mei 2019.” ujar Direktur Pengembangan PHE Afif Saifudin.

Produksi dari Lapangan YY akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan dalam negeri (kebutuhan domestik) sehingga menjadi pendorong roda perekonomian industri-industri di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ,” ujar Afif Saifudin.

Aktivitas proyek ini dengan lingkup pekerjaan lepas pantai sepenuhnya dilakukan oleh tenaga kerja nasional.

Pengembangan Lapangan YY ini membuktikan implementasi gross split di PHE ONWJ tidak menyurutkan semangat untuk terus meningkatkan produksi migas nasional. Sebelumnya di tahun 2018 telah berhasil melaksanakan pemasangan anjungan SPA sebagai pengembangan Lapangan SP dan PHE ONWJ menerima beberapa penghagaan antara lain dari SKK Migas, yaitu Exceptional Endevour in Implementing PSC Gross Split and Initiatives in Financial Compliance. Sebagai perusahaan pertama yang mengimplementasikan PSC Gross Split, PHE ONWJ menunjukkan sikap proaktif dan kooperatif yang layak menjadi pioneer dalam implementasi PSC Gross Split.

Melalui PSC Gross Split, PHE ONWJ diberi keleluasaan dalam penggunaan anggaran dalam mengoperasikan Blok ONWJ, meskipun demikian, PHE ONWJ berhasil membuktikan ketaatan dalam setiap pelaporan keuangannya.

Corporate Update

Dirut Pegadaian Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan

February 22, 2019

Makassar, 22 Februari 2019 – PT Pegadaian (Persero) melaksanakan kegiatan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk memperkuat sinergi antara perseroan dengan pemerintah daerah.

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto bertandang ke Sulawesi Selatan tidak hanya melaksanakan kegiatan audiensi, tapi juga dalam rangka meninjau berjalannya program Pegadaian Bersih-Bersih, yang kembali hadir di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Kuswiyoto juga menemui Walikota Makassar Danny Pomanto. Program ini merupakan bentuk kerja nyata Pegadaian dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, dengan memilah sampah menjadi tabungan emas.

Kuswiyoto hadir untuk meninjau pembangunan bank sampah di Makassar, Jumat (22/2). Ia mengatakan bank sampah tersebut merupakan yang ke-15 yang sudah dibangun perseroan di berbagai kota di Indonesia.

“Ini merupakan bank sampah kedua di Kota Makassar, yang sebelumnya sudah dibangun di Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalae, Makassar pada Bulan Desember tahun lalu. Kalau ditotalkan bank sampah yang sudah dibangun di seluruh Wilayah Indonesia sebanyak 15 bank sampah. Dengan adanya Pegadaian Bersih-Bersih ini kami berharap masyarakat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto di Makassar. Adanya bank sampah ini dapat mengatasi potensi kerusakan lingkungan dan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

Tidak hanya memilah sampah menjadi tabungan emas, Kuswiyoto menambahkan bahwa Program Pegadaian Bersih-Bersih juga dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, dan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan lingkungan yang baik dan benar. Program ini merupakan bentuk dari CSR (Corporate Social Responsibility) Pegadaian Bersih-Bersih yang terdiri dari tiga program yaitu Pegadaian Bersih-Bersih Lingkungan (Pro Planet), Bersih-Bersih Administrasi (Pro Profit), dan Bersih-Bersih Hati (Pro People).

“Nantinya untuk proses memilah sampah menjadi emas, masyarakat akan diberikan pembekalan terlebih dahulu, tentang cara memilah sampah yang baik dan benar,” kata Kuswiyoto.

Pembangunan bank sampah kedua di Kota Makassar ini untuk mengurangi jumlah sampah yang terus meningkat. Karena menurut data tahun 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kota Makassar yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.469.601 jiwa dengan luas wilayah 175,77km, memproduksi sampah sebanyak 100.000 ton/hari dan masih ada jumlah sampah tidak terkelola sebanyak 425.000 ton/hari.

Kinerja Kanwil VI Makassar Positif

PT Pegadaian (persero) Kantor Wilayah (Kanwil) VI Makassar yang meliputi empat provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Ambon mencatatkan kinerja yang positif.

Hingga Desember 2018, Outstanding Loan (OSL) Pegadaian Kanwil VI Makassar sudah mencapai Rp4,6 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,2 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,39% secara year on year (yoy).

Kanwil VI Makassar juga mencatat di Desember 2018, nasabah Pegadaian aktif di Ibukota Sulawesi Selatan ini sebanyak 1.059.209 nasabah. Dengan omset Rp14,4 triliun dan total aset sebanyak Rp5,1 triliun.

“Untuk pendapatan usaha Kanwil VI Makassar tercatat sebesar Rp1,3 triliun, dengan laba usaha sebesar Rp664 miliar. Ini menunjukkan bahwa kinerja Kanwil VI Makassar selalu menunjukkan performa yang baik,” ujar Kuswiyoto.

Corporate Update Economy

Layanan Digital Pelabuhan Tanjung Perak, Operasional Pelabuhan Lebih Efisien

February 22, 2019

Surabaya – BUMN operator pelabuhan, Pelindo III, menyebut penerapan layanan digital di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mampu mempersingkat waktu layanan rata-rata hingga 15 persen. Efisiensi tersebut didapat setelah pelaksanaan operasional di Pelabuhan Tanjung Perak menjadi terpusat melalui Port Operations Command Center (POCC) sejak 6 Desember 2018 lalu.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto menyebut beberapa layanan yang menjadi lebih cepat di antaranya waktu verifikasi permohonan pelayanan dari semula 1,17 jam menjadi 0,3 jam. Selain itu, lanjutnya waktu tunggu pelayanan dari yang semula 13,57 menit menjadi 11,34 menit dan waktu pergantian kapal di dermaga dari 4,42 jam menjadi 3,93 jam.

“Efisiensi waktu layanan ini kami dapat dari hasil evaluasi 100 hari penerapan POCC di Pelabuhan Tanjung Perak. POCC ini mengintegrasikan layanan mulai dari pelayanan kapal, barang, penerbitan nota tagihan, dan jasa pendukung lainnya. POCC ini juga terhubung dengan Inaportnet,” kata Putut, Kamis (21/2).

Putut menyebut saat ini Pelindo III tengah mempersiapkan pengaplikasian POCC di pelabuhan lain di wilayah kerja perseroan. Nantinya, POCC akan menjadi bagian dari Integrated Billing System (IBS) yang akan diterapkan di wilayah kerja Pelindo I-IV.

“Semangat ke depan ialah seluruh pelabuhan di Indonesia terhubung dalam satu layanan, pengguna jasa cukup mengakses satu portal untuk berbagai jenis pelayanan dari Sabang hingga ke Merauke. Sistem ini akan diuji coba pertengahan tahun ini,” tambahnya.

Pelayanan digital yang diterapkan Pelindo III sudah dirasakan oleh pengguna jasa di lapangan. Misto (54), petugas perencanaan penambatan kapal PT Pelni, menyebut dahulu untuk berkoordinasi terkait kebutuhan layanan kapal pandu dan tunda, tambatan di dermaga, serta peralatan bongkar muat yang dibutuhkan, ia harus datang ke pelabuhan untuk rapat bersama dengan para penyedia jasa.

“Dulu malam hari pun harus datang langsung. Kini bisa dengan meeting online, jika ada masalah tinggal telepon POCC. Saya yang tinggal di Tretes (Kabupaten Pasuruan, sekitar 70 km dari Tanjung Perak) menjadi sangat termudahkan,” ungkapnya yang sudah bertugas di operasional tambatan selama 11 tahun.

Petugas lainnya, Yusuf Iskandar (38) dari PT Suntraco mengatakan sebelum ada layanan digital pengguna jasa bisa terkena denda karena terlambat mengurus perubahan permohonan layanan. Misalnya karena jadwal kapal sandar berubah. Terlebih jika terjadi di malam hari, pengurusan dokumen perubahan relatif lama karena butuh waktu untuk menginformasikan ke petugas yang berwenang.

“Di tengah berbagai inovasi IT di pelabuhan, layanan helpdesk di POCC menjadi sentuhan manusia yang bisa mengambil keputusan saat terjadi unusual condition. Misalnya jika ada kendala cranekapal rusak sehingga membutuhkan cranedarat dan kapal perlu bertukar dari sandar kiri ke sandar kanan. Ada manager yang bisa mengambil keputusan segera, bila perlu pun ia bisa ke lapangan, karena POCC berada di sini (pelabuhan),” ujarnya.