BRIEF.ID – Piala Dunia FIFA 2026, yang merupakan turnamen terbesar dalam sejarah dengan 48 tim, 104 pertandingan, dan 16 kota tuan rumah di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, diperkirakan akan menghasilkan keuntungan, meski sebagian besar bersifat jangka pendek bagi sekelompok perusahaan AS.
Sementara itu, keterlibatan media dapat memberikan peluang pendapatan yang lebih tahan lama dibandingkan kehadiran langsung di venue, demikian disampaikan analis di Barclays, dilansir Investing.com, Senin (8/6/2026).
Barclays mengidentifikasi kebutuhan pokok konsumen, media dan internet, serta taruhan olahraga sebagai sektor yang paling siap memanfaatkan turnamen ini, meskipun para analis menyebut acara tersebut “bukan pengubah permainan” bagi sebagian besar perusahaan.
Perusahaan Fox Corp adalah penerima manfaat jangka pendek yang paling jelas, kata analis Barclays Kannan Venkateshwar. Stasiun penyiaran tersebut, yang memegang hak siaran berbahasa Inggris di AS, diperkirakan dapat menghasilkan sekitar US$ 550 juta dalam pendapatan iklan dari turnamen ini, yang berkontribusi positif terhadap EBITDA.
Comcast, melalui Telemundo dan Peacock, diperkirakan dapat meraih sekitar US$ 200 juta dari pendapatan iklan televisi linear dan tambahan US$ 72 juta dari iklan streaming Peacock yang terkait dengan siaran berbahasa Spanyol, dengan potensi tambahan dari pertumbuhan pelanggan.
Alphabet dan Meta juga berpotensi mendapat manfaat dari peningkatan keterlibatan pengguna, meskipun dampak pendapatannya masih belum pasti.
Selama final Piala Dunia 2022, Google Search mencatat volume kueri per detik tertinggi dalam 25 tahun, menurut CEO Alphabet Sundar Pichai, sementara WhatsApp mencapai rekor 25 juta pesan per detik, kata CEO Meta Mark Zuckerberg pada saat itu.
Pasar Taruhan
Operator taruhan olahraga DraftKings dan Flutter Entertainment menyatakan, turnamen ini sebagai peluang akuisisi pelanggan. Kategori taruhan olahraga “Lainnya” di Nevada, yang mencakup taruhan sepak bola, meningkat lebih dari 100% selama masing-masing dari empat perhelatan Piala Dunia terakhir pada 2006, 2010, 2014, dan 2018, menurut broker tersebut.
Namun, peningkatan pengeluaran pemasaran dan promosi dapat membatasi dorongan laba jangka pendek. Merek-merek konsumen juga meningkatkan pengeluaran di sekitar acara ini. Coca-Cola, sponsor resmi FIFA, telah menggambarkan Piala Dunia sebagai kampanye pemasaran FIFA terbesarnya hingga saat ini.
Constellation Brands mendukung Modelo Especial dengan investasi media terbesar yang pernah ada dalam sepak bola profesional, sementara Molson Coors melakukan dorongan media terbesar dalam beberapa tahun terakhir untuk Miller Lite, Topo Chico Hard Seltzer, dan Coors Light.
Tidak ada satu pun perusahaan yang memberikan panduan mengenai peningkatan konsumsi secara spesifik, melainkan memposisikan kampanye tersebut sebagai investasi pembangunan merek jangka panjang.
Barclays menyatakan bahwa dampak Piala Dunia dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori: penangkapan permintaan, monetisasi keterlibatan, dan amplifikasi merek.
Dari ketiga kategori itu, hanya penangkapan permintaan yang kemungkinan akan menghasilkan pendapatan langsung selama turnamen berlangsung, sementara inisiatif keterlibatan dan branding dapat menghasilkan manfaat yang lebih tahan lama.
Riset pra-turnamen dari NielsenIQ yang dikutip Barclays menemukan bahwa lebih dari 75% penonton berencana menghadiri acara nonton bersama, sementara lebih dari 40% warga Amerika berharap menyaksikan pertandingan di bar, restoran, atau tempat lainnya, sehingga menciptakan kesempatan konsumsi makanan dan minuman tambahan.
Hasil Survei
Secara terpisah, survei yang dilakukan American Hotel & Lodging Association menemukan bahwa pemesanan hotel berada di bawah ekspektasi di sebagian besar kota tuan rumah, dengan alasan harga yang tinggi, ketidakpastian ekonomi, dan pembatalan kamar dalam skala besar oleh FIFA.
Di antara perusahaan jasa keuangan, Robinhood memiliki eksposur paling langsung melalui pasar prediksi, yang menyumbang sekitar 10% dari pendapatan pada kuartal pertama 2026, menurut analis Barclays Benjamin Budish.
Perusahaan itu meluncurkan bursa Rothera-nya pada awal turnamen. Sebagai perbandingan, pasar prediksi berkontribusi 1% atau kurang dari pendapatan di CME Group dan hanya persentase digit tunggal yang rendah di Coinbase, menurut laporan tersebut.
Namun, indikator terkait kehadiran langsung kurang menggembirakan. Barclays menyebut hanya 35% hingga 50% dari sekitar 700.000 tiket yang tersedia untuk pertandingan di AT&T Stadium Dallas yang telah terjual. (nov)


