BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/6/2026) diperkirakan masih bergerak fluktuatif di kisaran support 5.400-5.500 dan resistance 5.700-5.800.
Riset Phintraco Sekuritas yang dirilis, Senin (8/6/2026) menyebutkan bahwa hal-hal yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG, di antaranya pelemahan nilai tukar Rupiah, spekulasi akan digelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia darurat serta rumor pergantian Menkeu dan Gubernur BI.
Selain itu, kekhawatiran penurunan rating oleh S&P, kecemasan penurunan ke Frontier Market oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), serta kebijakan Pemerintah yang direspon negatif pelaku pasar.
Saham-saham yang diunggulkan adalah EMAS, MDKA, ARCI, INCO, dan PSAB.
“Pasar masih mencermati volatilitas akibat arus keluar dana asing (foreign outflow), rebalancing indeks global, dan sentimen fundamental,” demikian disebutkan dalam riset itu.
Sebelumnya, indeks di Wall Street melemah signifikan pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026), didorong oleh tekanan jual pada saham chip. Data nonfarm payrolls yang lebih baik dari estimasi mendorong kenaikan yield obligasi, menambah faktor negatif.
Data nonfarm payrolls mencapai 172 ribu di Mei 2026, di atas estimasi 80 ribu. Tekanan jual saham sektor teknologi di Amerika Serikat (AS) berpotensi akan menyebar ke Eropa dan Asia.
Harga minyak mentah koreksi pada penutupan Jumat (5/6/2026), namun Iran mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb jika konflik di Timur Tengah terus meningkat.
Harga emas melemah 2,2% ke level US$ 4.375 per troy ons pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026), akibat data tenaga kerja AS yang masih kuat sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama di tengah kenaikan inflasi akibat kenaikan harga minyak.
Investor juga terus mencermati perkembangan konflik AS-Iran terkait potensi inflasi dan prospek suku bunga. OPEC+ juga telah menggelar pertemuan pertama tanpa kehadiran utusan Persatuan Emirat Arab (PEA). Terkait sektor teknologi, investor global akan mencermati listing IPO SpaceX di Nasdaq, pada Jumat (12/7/2026), yang berpeluang menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal global.
Dari dalam negeri dijadwalkan akan dirilis data ekonomi, yaitu data cadangan devisa bulan Mei 2026 pada Senin (8/6/2026), consumer confidence Mei 2026 (10/6/2026), dan retail sales April 2026 (11/6/2026). (nov)


