BRIEF.ID – Deutsche Bank mengatakan, perhelatan Piala Dunia FIFA 2026, yang akan dimulai pada 11 Juni 2026 di 16 kota di Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada, hanya akan memberikan kenaikan moderat sebesar 0,05% pada produk domestic bruto (PDB) AS. Deutsche Bank juga mengidentifikasi sejumlah saham konsumen, media, dan game yang diposisikan bakal mendapatkan keuntungan dari skala turnamen yang lebih besar.
FIFA memperkirakan Piala Dunia 2026 dapat menyumbang hingga US$ 17,2 miliar untuk PDB AS. Turnamen selama 39 hari itu akan menampilkan 104 pertandingan di 48 tim, 16 tim lebih banyak dan 40 pertandingan lebih banyak dibandingkan tahun 2022.
Deutsche Bank, dilansir Investing.com, Senin (8/6/2026) melaporkan bahwa REIT hotel layanan penuh berpotensi mendapatkan keuntungan paling besar, dengan peningkatan RevPAR 50 hingga 75 basis poin di seluruh modelnya.
Broker itu memberi peringkat DiamondRock Hospitality, Host Hotels, Park Hotels, dan Ryman Hospitality sebagai “beli,” sementara Sunstone Hotel Investors diberi peringkat “tahan.”
DiamondRock memiliki eksposur pendapatan kota Piala Dunia tertinggi sebesar 34%, diikuti Sunstone sebesar 23%, Host Hotels dan Park Hotels masing-masing sebesar 21%, dan Ryman sebesar 14%.
Untuk perusahaan C-corp di sektor perhotelan, Deutsche Bank menyebut, jaringan hotel mewah akan mendapatkan keuntungan terbesar, dengan menunjuk Hyatt, Hilton, dan Marriott.
Menggunakan data Super Bowl sebagai indikator, RevPAR hotel mewah di Phoenix meningkat sekitar 212% selama pekan Super Bowl dan sekitar 416% di New Orleans, sementara jaringan hotel ekonomi masih mengalami peningkatan masing-masing sekitar 66% dan 127%.
Perusahaan seperti Uber, Lyft, dan Airbnb disebut-sebut sebagai penerima manfaat tambahan melalui permintaan layanan berbagi tumpangan dan akomodasi alternatif.
Sweetgreen memiliki eksposur unit terbesar terhadap stadion tuan rumah sebesar 49%, diikuti oleh Shake Shack sebesar 34%, The Cheesecake Factory sebesar 29%, dan Jack in the Box sebesar 28%. Deutsche Bank mengatakan Shake Shack, McDonald’s, dan Starbucks memiliki keunggulan merek global yang kemungkinan akan menarik wisatawan internasional.
Untuk layanan pesan antar, Deutsche Bank mengatakan Domino’s, yang layanan pesan antarnya mewakili sekitar 55% dari penjualan di AS, seharusnya menjadi pemenang relatif, mengingat jaringan tersebut telah meluncurkan promosi Piala Dunia. Wingstop, dengan sekitar 30% penjualan melalui layanan pesan antar, juga disorot.
Penyedia data industri restoran Technomic memperkirakan Piala Dunia akan mendorong peningkatan penjualan layanan makanan di AS sebesar US$ 1,9 miliar, atau sekitar 0,2% per tahun atau 2% hingga 3% selama Juni dan Juli.
Fox Corp., yang memegang hak siar berbahasa Inggris, dan Telemundo milik Comcast, yang memegang hak siar berbahasa Spanyol, disebut sebagai penerima manfaat utama. Sportico memproyeksikan pendapatan iklan Piala Dunia di AS sebesar US$ 850 juta untuk tahun 2026, dibandingkan dengan kisaran historis US$ 200 juta hingga US$ 400 juta. YouTube milik Google juga disebut sebagai mitra distribusi digital untuk cuplikan pertandingan.
Deutsche Bank memproyeksikan total nilai taruhan olahraga AS dalam skenario dasar sebesar US$ 3,3 miliar, dengan skenario optimis sebesar US$ 4,1 miliar dan skenario pesimis sebesar US$ 2,5 miliar.
FanDuel memimpin dengan perkiraan nilai taruhan sebesar US$ 1,3 miliar, diikuti DraftKings sebesar US$ 1,1 miliar, BetMGM sebesar US$ 250 juta, Caesars mencapai US$120 juta, dan TheScoreBet senilai US$ 83 juta.


