Ekonomi Uni Eropa Melambat, Permintaan Ekspor Indonesia Diperkirakan Menurun

BRIEF.ID – Kawasan Euro atau Uni Eropa menghadapi perlambatan ekonomi yang tajam tahun ini seiring guncangan harga energi, yang dipicu konflik di Timur Tengah sehingga menekan pertumbuhan, inflasi, dan investasi.

Laporan terbaru Deutsche Bank Research yang dilansir Investing.com, Senin (8/6/2026) menyebutkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi Uni Eropa tahun 2026 dipangkas dari 1,1% menjadi hanya sekitar 0,5%. Bahkan, ekonomi di kawasan itu diperkirakan akan mengalami kontraksi 0,1% pada Kuartal II – 2026 sebelum memasuki periode stagnasi.

Sementara itu, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Uni Eropa akan melambat menjadi sekitar 0,8% pada 2026, jauh di bawah pertumbuhan tahun sebelumnya.

OECD menyebut bahwa kondisi ini akan berdampak signifikan bagi Indonesia. Selain permintaan ekspor Indonesia ke Uni Eropa berkurang, juga harga komoditas tertentu bisa mengalami tekanan. Kawasan Euro merupakan salah satu pasar ekspor penting bagi Indonesia, meskipun porsinya masih lebih kecil dibandingkan Tiongkok, Amerika Serikat, dan negara-negara ASEAN. Jika konsumsi masyarakat dan aktivitas industri Eropa melemah,  impor dari Indonesia juga berpotensi melambat.

Pada tahun 2024, ekspor Indonesia ke Uni Eropa mencapai  US$ 17,3 miliar atau sekitar 6,5% dari total ekspor Indonesia. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan dengan Uni Eropa, di mana nilai perdagangan bilateral Indonesia-Uni Eropa mencapai sekitar US$ 30,1 miliar pada 2024.

Namun Indonesia masih memiliki penopang dari konsumsi domestik yang relatif kuat dibanding banyak negara maju.

Dikutip dari Reuters, produk utama yang diekspor Indonesia ke pasar Eropa, antara lain minyak sawit dan turunannya; produk tekstil dan garmen; alas kaki; produk perikanan dan seafood; karet dan produk karet; furnitur; serta produk elektronik tertentu dan komponen industri.

Deutsche Bank memangkas proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB Uni Eropa pada tahun 2026 menjadi 0,5% dari sebelumnya 1,1% yang diperkirakan dalam World Outlook November, dengan mengutip biaya energi yang lebih tinggi, permintaan global yang melemah, dan kondisi keuangan yang semakin ketat.

Selain itu, Deutsche Bank memperkirakan perekonomian Uni Eropa juga akan menyusut 0,1% secara kuartal-ke-kuartal pada kuartal kedua, sejalan dengan pelacak aktivitas saat ini, sebelum stagnan pada kuartal ketiga dan kembali tumbuh moderat pada tiga bulan terakhir tahun ini. Pertumbuhan diperkirakan pulih ke level 1,1% pada 2027.

“Sebelum guncangan energi ini, prospek makro Eropa merupakan ’masalah dua ekonomi’: ketahanan siklus domestik pada 2025, yang didorong oleh belanja fiskal Jerman pada 2026, berbanding terbalik dengan prospek jangka menengah yang dibayangi oleh lemahnya daya saing dan kurangnya otonomi strategis,” demikian bunyi laporan itu.

Deutsche Bank menyebut guncangan ini ditransmisikan melalui empat saluran utama: berkurangnya daya beli rumah tangga akibat inflasi yang lebih tinggi, ketidakpastian yang tinggi yang menekan investasi, kebijakan moneter yang lebih ketat, serta melemahnya ekspor akibat perlambatan permintaan global. Deutsche Bank memperkirakan tagihan impor energi kawasan euro akan meningkat sekitar 1% dari PDB pada 2026.

Inflasi utama, yang diukur melalui Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) atau Indeks Harga Konsumen Harmonisasi, diperkirakan rata-rata sebesar 3,1% pada 2026 dan 2,5% pada 2027, dibandingkan dengan ekspektasi sebelum konflik sebesar 1,7% dan 1,9%. Inflasi inti diproyeksikan sebesar 2,4% pada kedua tahun tersebut. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Petenis Jerman Alexander Zverev, Juara Tunggal Putra Grand Slam Prancis Terbuka 2026

BRIEF.ID – Servis petenis asal Jerman, Alexander Zverev tetap...

Serikat Pekerja Hollywood Tolak Kesepakatan Paramount-Skydance

BRIEF.ID – Para pekerja Hollywood dan perwakilan serikat pekerja...

BCA Research Nilai Logika Ketua The Fed Kevin Warsh Soal AI Tidak Tepat

BRIEF.ID – Argumen Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin...

Piala Dunia FIFA 2026, Sumber Penghasilan Menguntungkan

BRIEF.ID – Piala Dunia FIFA 2026, yang merupakan turnamen terbesar...