BRIEF.ID – Pasar Surat Utang Indonesia bergairah menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia atau BI-Rate hari ini, Rabu (23/9/2026).
Investor memborong Surat Utang Negara (SUN) atau Obligasi Pemerintah di seluruh tenor, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Hal itu, terlihat dari penurunan tajam imbal hasil (yield) SUN pada perdagangan hari ini.
Analis Fixed Income Mirae Asset, Jessica Tasijawa, mengatakan aliran modal masuk (capital inflow) meningkat di pasar SUN, seiring aksi borong investor asing ke obligasi pemerintah tenor jangka menengah hingga panjang.
Per 15 September 2026, porsi kepemilikan investor asing di Obligasi Pemerintah tenor 5-10 tahun meningkat menjadi 40,57% dari 39,73%, sedangkan tenor 2-5 tahun naik menjadi 33,07% dari 32,7%.
Pada saat bersamaan, porsi kepemilikan investor asing di obligasi pemerintah tenor jangka pendek, yakni 0-1 tahun, justru turun tajam dari 6,25% menjadi 4,91%.
Data Bloombergper per 21 September 2026 menunjukkan, investor asing membukukan capital inflow ke pasar surat utang Indonesia sebesar US$244,8 juta sejak awal bulan.
Menurut Jessica, porsi kepemilikan investor asing yang meningkat di SUN atau Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia tenor jangka menengah ke panjang, menunjukkan adanya perubahan strategi dari sekadar mengejarcarry
jangka pendek menuju perpanjangan durasi.
“Hal ini juga mengindikasikan bahwa pelaku pasar sepertinya cukup nyaman dengan prospek suku bunga domestik, di tengah tren kenaikan suku bunga global,” kata Jessica, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (23/9/2026).
Pada perdagangan hari ini, investor asing juga agresif melakukan pembelian menjelang pengumuman BI-Rate, sehingga pasar surat utang Indonesia makin bergairah, dan menopang penguatan rupiah sebesar 0,41% ke level Rp17.799 per dolar AS pada pukul 11:10 WIB.
Mengurangi Premi Risiko
Dia menjelaskan, penurunan yield obligasi pemerintah terutama di tenor pendek hingga menengah menunjukkan investor mengurangi premi risiko kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Di sisi lain, pasar juga tampak masih berhati-hati terhadap risiko jangka panjang, terutama di tenor 15 tahun hingga 40 tahun, dengan yield yang berada di atas kisaran 7,10%.
Berikut data yield SUN pada perdagangan hari ini, Rabu (23/9/2026):
– Tenor 1 tahun turun 4 bps ke 6,79%.
– Tenor 2 tahun turun 4,2 bps ke 6,81%.
– Tenor 5 tahun turun 6,8 bps ke 6,87%
– Tenor 9 tahun turun 5,2 bps ke 7,06%.
– Tenor 10 tahun turun 1,6 bps ke 7,09%.
– Tenor 15 tahun turun 4,7 bps ke 7,12%.
– Tenor 30 tahun turun 2,3 bps ke 7,21%. (Jea)


