Masih Terjadi Capital Outflow, IHSG Diperkirakan Bergerak Fluktuatif

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/6/2026) diperkirakan akan bergerak fluktuatif pada tren konsolidasi dan kecenderungan rawan melanjutkan koreksi.

Tekanan pasar dipicu oleh arus keluar modal asing (outflow), kekhawatiran investor pada reformasi kebijakan, dan pelemahan nilai tukar Rupiah.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji level 5.700-5.800, pada pekan ini,” demikian dikutip dari riset Phintraco Sekuritas, Senin (29/6/2026).

Disebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 6.000, pivot 5.900, dan support 5.800. Adapun saham-saham yang diunggulkan adalah ISAT, UNTR, MARK, AMRT, dan PNLF.

Di dalam negeri, investor menantikan dirilisnya data ekonomi  S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi.

Investor juga mencermati perkembangan penerbitan Patriot Bond  dan Merah Putih Bond, di mana Pemerintah mengimbau serta  menargetkan para pemilik modal besar untuk menempatkan dananya di instrumen itu.

Hingga saat ini, pemerintah belum merinci secara lengkap perbedaan karakteristik kedua instrumen tersebut (misalnya target investor, tenor, kupon, atau mekanisme penawaran). Dalam regulasi, kedua obligasi itu disebut sebagai surat utang khusus yang  diterbitkan BPI Danantara.

Patriot Bond lebih banyak dikaitkan dengan penghimpunan dana dari investor institusi, pengusaha besar, dan investor dengan kemampuan investasi besar.

Merah Putih Bond diproyeksikan sebagai instrumen yang dapat menjangkau partisipasi masyarakat Indonesia secara lebih luas, meskipun skema finalnya masih menunggu ketentuan pelaksanaan.

Penerbitan obligasi ini menjadi salah satu upaya Pemerintah menarik investasi, namun di sisi lain direspon negatif karena dianggap memicu pelemahan penegakan hukum keuangan akibat adanya imunitas.

Penerimaan pasar terhadap Patriot Bond dan Merah Putih Bond kemungkinan besar akan bergantung pada tiga hal utama, yaitu kejelasan regulasi, transparansi pengelolaan dana, dan kredibilitas tata kelola lembaga penerbit serta proyek yang dibiayai.

Sebelumnya, indeks di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (26/6/2026) setelah investor melakukan rotasi dari sektor teknologi ke sektor defensif.

Saham chip melemah setelah diberitakan bahwa OpenAI mempertimbangkan untuk menunda IPO-nya hingga tahun depan karena melihat dari kinerja buruk saham SpaceX  setelah listing serta volatilitas pada saham-saham terkait AI.

Penundaan IPO  menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan perusahaan dalam mempertahankan tingkat investasi infrastrukturnya karena pendanaan dari pasar modal tertunda. Selain itu, dapat memperlambat laju belanja infrastruktur AI yang selama ini menjadi pendorong utama permintaan chip semikonduktor dan pembangunan pusat data.

Investor akan mencermati lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, terkait dengan pergerakan harga minyak, setelah kembali terjadi bentrokan antara AS-Iran, pada Jumat (26/6/2026).

Dari data ekonomi, pada pekan ini akan dirilis sejumlah data penting dari AS, yaitu data pasar tenaga kerja, PMI manufaktur, factory orders dan indeks harga rumah.  Sedangkan dari  Euro Area  akan dirilis data inflasi.  (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo Ingin Biaya Haji 2027 Lebih Murah dan Antrean Turun Jadi 14 Tahun

BRIED.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Haji dan...

Penyelenggaraan Ibadah Haji, Pemerintah Temukan 400 Ribu Data Jemaah Tak Valid

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan audit forensik...

Pelatihan PMI Batch 2 2026, Lulusan SMK hingga S2 Bisa Daftar Tanpa Kartu Kuning

BRIEF.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka...

Skenario Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026 Jelang Lawan Malaysia

BRIEF.ID – Tim Nasional Indonesia menjaga peluang melaju ke...