BRIEF.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan ITDC resmi menggelar rapat koordinasi dan kick-off persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mataram, Rabu (12/8/2026). Gelaran balap motor kelas dunia ini dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, KEK Mandalika.
Pada edisi kali ini, penyelenggara membidik target fantastis dengan mengincar lebih dari 145.000 penonton selama tiga hari penyelenggaraan. Angka ini meningkat dibanding capaian edisi 2025 lalu yang mencatatkan 140.324 penonton. Untuk menyukseskan gelaran tersebut, seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi guna memastikan operasional, keamanan, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat lokal berjalan optimal.
Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menegaskan bahwa keberhasilan ajang internasional ini tidak hanya bertumpu pada kesiapan lintasan sirkuit, melainkan integrasi seluruh ekosistem pendukung.
“Target kami bukan hanya menghadirkan balapan kelas dunia, tetapi menjadikan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai destinasi sport tourism yang semakin kuat. Penonton harus mendapatkan pengalaman yang lengkap, mulai dari balapan, hospitality, destinasi wisata, hingga kuliner di NTB,” tegas Ananda.
Sementera itu, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menginstruksikan agar seluruh potensi kendala dipetakan sejak awal dengan penanggung jawab (person in charge/PIC) dan target penyelesaian yang terukur. Salah satu fokus utama adalah perbaikan akses jalan menuju kawasan Mandalika bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, serta penyediaan sekitar 130 unit shuttle bus untuk mobilitas penonton.
“Setiap persoalan harus ada PIC-nya dan memiliki target penyelesaian, kalau dalam waktu yang ditentukan belum selesai, harus segera dieskalasikan,” tegas Gubernur Iqbal.
Tiga Klaster Utama dan Fasilitas Inklusif
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, menjelaskan bahwa persiapan tahun ini dikelompokkan ke dalam tiga klaster utama. Pertama, Klaster Keamanan & Logistik: Pengamanan mobilitas penonton, area camping ground, serta pengawalan logistik dari pelabuhan dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menuju sirkuit.
Kedua, Klaster Infrastruktur & Layanan: Perbaikan jalan, penerbangan, integrasi akomodasi (hotel/homestay), serta penyediaan fasilitas luxury camp yang ramah disabilitas lengkap dengan skema Buy One Get One untuk pendamping.
Ketiga, Klaster Event & Pemberdayaan Masyarakat: Rangkaian acara pendukung seperti Riders Parade, Opening Ceremony, hingga panggung hiburan yang menghadirkan musisi papan atas seperti Judika, Juicy Luicy, Tipe-X, dan Happy Asmara.
Dampak Ekonomi
Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menggarisbawahi bahwa ajang MotoGP kini telah bertransformasi menjadi ekosistem penggerak ekonomi daerah. Berdasarkan data Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), penyelenggaraan MotoGP 2025 lalu sukses menyumbang dampak ekonomi hingga Rp4,96 triliun bagi NTB.
Mengusung kampanye “Beyond Grand Prix, Discover Paradise”, Pemprov NTB juga menyiapkan strategi promosi agresif ke sejumlah wilayah yang memiliki penerbangan langsung ke NTB, seperti Kuala Lumpur, Singapura, Bali, Makassar, Yogyakarta, dan NTT. Langkah ini diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk memperpanjang masa tinggal (length of stay) dan menikmati keindahan alam serta produk UMKM lokal NTB. (etm)


