IHSG Hari Ini Ditutup Terkoreksi 1,28%, BBCA dan TLKM Jadi Pemberat

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 1,28% pada perdagangan hari ini, Senin (29/6/2026).

Pelemahan IHSG dipicu aksi jual terhadap saham-saham unggulan, terutama saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG terkoreksi 1,28% atau 75,34 poin ke level 5.820. Sebelumnya IHSG dibuka menguat 0,61% atau 35,90 poin ke level 5.932.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif dengan menyentuh level tertinggi di 5.942, dan level terendah 5.800.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 449 saham naik harga, 214 saham turun harga, dan 149 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume transaksi saham hari ini mencapai 15,485 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.230.166 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp9,101 triliun.

Pelemahan IHSG terutama dipicu aksi jual yang dilancarkan investor terhadap saham-saham unggulan, dan berkapitalisasi besar, seperti BBCA dan TLKM.

Harga BBCA terpantau anjlok 4,05% atau Rp250 menajdi Rp5.925 per lembar, TLKM terkoreksi 2,82% atau Rp70 menjadi Rp2.410 per lembar.

Di sektor energi, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga terpantau masih tertekan.

Adapun saham PGAS merosot 6,25% atau Rp95 menjadi Rp1.425 per lembar, sedangkan INCO melemah 1,12% atau Rp50 menjaid Rp4.400 per lembar.

Aksi jual dilakukan investor seiring sikap hati-hati investor terhadap rilis data ekonomi dari dalam dan luar negeri pada pekan ini.

Pada 1 Juni 2026 data inflasi Indonesia akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Masih di pekan ini, Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) AS, pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh, data Non-Farm Payrolls (NFP) AS, dan tingkat pengangguran AS.

Selain itu, sejumlah negara maju, juga akan merilis data ekonomi, antara lain Tiongkok untuk data Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur, serta Eropa untuk data inflasi Zona Euro. (jea)

data ekonomi

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo Ingin Biaya Haji 2027 Lebih Murah dan Antrean Turun Jadi 14 Tahun

BRIED.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Haji dan...

Penyelenggaraan Ibadah Haji, Pemerintah Temukan 400 Ribu Data Jemaah Tak Valid

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan audit forensik...

Pelatihan PMI Batch 2 2026, Lulusan SMK hingga S2 Bisa Daftar Tanpa Kartu Kuning

BRIEF.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka...

Skenario Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026 Jelang Lawan Malaysia

BRIEF.ID – Tim Nasional Indonesia menjaga peluang melaju ke...